- 3 hours ago
Karya ikonik Syamsul Yusof, Munafik, diangkat semula menerusi Munafik: Melawan Iblis versi Indonesia. Mencatat hampir 150,000 penonton pada hari pertama dan mengungguli carta box office Indonesia, filem ini kini kembali menemui penonton Malaysia mulai 1 Oktober.
Apa yang menjadikan karya asal Malaysia ini mampu mencetuskan fenomena dalam acuan Indonesia? Dan sejauh mana versi baharu ini membawa roh Munafik kepada penonton Malaysia?
Apa yang menjadikan karya asal Malaysia ini mampu mencetuskan fenomena dalam acuan Indonesia? Dan sejauh mana versi baharu ini membawa roh Munafik kepada penonton Malaysia?
Category
🗞
NewsTranscript
00:07Intro
00:08Hai, selamat pagi anda. Selamat menonton awal ni pagi.
00:11Bersama saya Nursyah Zawani.
00:12Sapa syam? Hari ni dalam awal ni pagi kita ada satu topik yang cukup menarik sekali.
00:16Kita nak bercakap berkenaan dengan industri hiburan.
00:19Berkaitan dengan karya munafi.
00:21Ia merupakan karya ikonik yang kita tahu yang pernah mencetuskan fenomena dalam industri perfilman tanah air.
00:26Kini diberi nafas baharu menerusi adaptasi Indonesia iaitu Munafik Melawan Iblis.
00:32Menariknya, film itu mencatatkan sabutan luar biasa di Indonesia apabila hampir 150,000 penonton direkodkan pada hari pertama tayangan sekaligus
00:43mengungguli cerita box office negara itu.
00:46Kini selepas mencipta gelombang seram di Indonesia, Munafik Melawan Iblis akan ditayangkan di Malaysia sejak 1 Oktober lepas.
00:57Persoalannya, apa yang membuatkan karya asalnya yang begitu dekat dengan penonton Malaysia ini mampu diterima oleh penonton di Indonesia.
01:05Dan untuk itu, kita cukup bertuah sekali.
01:07Kita bersama dengan pelakonnya, kita ada Arya Salokaun dan juga Acha Stratriasa dan juga apabila kita bercakap berkenaan dengan karya
01:15Malaysia ini.
01:16Pastinya kita ada Syamin Yusof, penerbit bersekutu Munafik Melawan Iblis yang juga merupakan CEO untuk Skop Productions.
01:24Selamat pagi semuanya.
01:25Selamat pagi.
01:25Apa khabar?
01:27Baik, Alhamdulillah.
01:27Alhamdulillah.
01:28Okay, before we go with our two distinguished guests yang cukup istimewa sekali dari Indonesia.
01:37Ini juga distinguished guests.
01:38Yalah, that's why.
01:39Tapi pastinya kita kena ada wakil daripada Malaysia juga.
01:43Okay, Syamin boleh ceritakan bagaimana sebenarnya perkara ini dipersetujui and adakah kita menjangkakan, kita tahu adaptasi tetapi adakah ada kelainan
01:53sedikit?
01:54Okay, so Munafik ni kita memang IP, salah satu IP terbesar skop lah kan, seperti IP-IP lain dan ini
02:03adalah IP yang sangat penting bagi Syamsul Yusof kan, director dia.
02:09Dan conversation untuk bawa IP ni ke Indonesia memang sudah lama dibicarakan semenjak kami keluarkan Munafik 2 ke Indonesia punya
02:21cinema kan.
02:22Jadi, selepas tu ada memang banyak interest lah nak buat series lah, nak buat remake lah, adaptasi lah.
02:29Tapi untuk kita bawa naskah tu ke Indonesia, kita kena cari partner ataupun co-producer yang kami sangat-sangat percayai
02:40lah dan kami dapat memberikan naskah tu kepada mereka.
02:44because ini is not an easy task because it will be the first Malaysian IP that we brought into Indonesia
02:53to be remake kan.
02:54So, untuk Malaysian, untuk Indonesian punya partner dan juga hati-hati, producer, director untuk mencakap,
03:03yeah, yes I'll do it tu pun merasa macam, okay kami sangat-sangat bertuah lah kan dan rendah diri.
03:11dan sebagai representation Malaysia, memang Alhamdulillah semua berjalan dengan rancang dan jadilah munafik melawan Iblis.
03:23Okay, sebelum kita ke acara juga Arya, mungkin sedikit lah adakah pemilihan castingnya juga terlibat bersama dengan perbincangan di Malaysia,
03:33termasuklah pengarahnya juga ataupun memang kebebasan diberikan sepenuhnya asalkan ia adalah merupakan satu bentuk adaptasi.
03:40Ya, sebenarnya karakter Ustaz Adam tu je kami perlukan sedikit input lah kepada director dan juga producer.
03:51Arya adalah salah satu karakter kan kerana Ustaz Adam punya karakter ni bila dimainkan daripada Syamsul Yusof pun,
03:59dia mendalami Al-Quran tu lebih daripada setahun sebelum dia buat munafik pertama,
04:10lepas tu munafik kedua dia duduk dekat salah satu kampung ni lah macam madrasah untuk belajar lagi dalam dengan Ustaz.
04:18Jadi kami punya permintaan sebenarnya kreativiti semua diberi sepenuhnya kepada Guntur, director munafik.
04:27tetapi cuma kami nak pastikan sesiapa yang memainkan watak Ustaz Adam ni harus juga mendalami Al-Quran.
04:36Ya, untuk lagi mendalami karakter ni.
04:39Jadi Arya lah is the best.
04:41Okey, so bagi Arya, adakah itu juga satu cabaran yang sangat besar sebab watak Ustaz Adam ni sangat ikonik di
04:48Malaysia pada satu
04:49dan waktu ketika itu Arya?
04:51Ya Alhamdulillah, saya pertama di kami meeting sama Pak Guntur dan Pak Oswin itu tentang munafik ini,
05:08karena saya sebelumnya sudah tahu karya munafik ini, karena sudah ada di Netflix juga, jadi bisa di-watch setiap hari.
05:17itu apa, saya punya rasa beban, punya nervous, punya rasa...
05:24Pressure?
05:24Pressure, karena harus menjadi sosok Ustaz Adam yang sangat ikonik, gitu.
05:29Yang memang Bang Samsul sendiri memerankan Ustaz Adam begitu baiknya,
05:37Saya, ya, pressure pada saat itu sebetulnya ya, apalagi guru ngaji saya itu sempat nonton munafiknya Malaysia dan hari pertama
05:50saya bertemu dengan guru ngaji saya itu,
05:52guru ngaji saya bilang, Mas, itu Ustaz Adam Malaysia, Masya Allah ya, ngajinya bagus, tambah pressure saya.
06:03Gimana ini, tapi disitulah tantangan untuk saya, gitu.
06:07Saya Alhamdulillah memang kebetulan juga lagi belajar ngaji juga, belajar tentang Al-Quran dan belajar tentang agama jauh lebih baik,
06:19gitu.
06:20Jadinya pada saat itu saya langsung minta kursus lebih dalam, belajar lebih dalam lagi dengan guru saya, jadi pada subuh
06:29saya langsung berangkat ke rumah.
06:30Guru saya untuk belajar itu, terus sorenya workshop dengan unlimited, jadi dua kali belajar, pagi belajar di rumah, sorenya workshop.
06:44Ok.
06:45Ok.
06:46Next month-nya baru kita reading, jadi ada waktu 2 bulan.
06:492 bulan, jadi prep-nya ambil 2 bulan?
06:522 bulan.
06:53Ok.
06:53Untuk menghayati, bukan menghayati watak lagi, tetapi untuk the empowerment of bacaan Al-Quran itu dulu, sebelum menghayati wataknya.
07:03Ya, betul.
07:04Ok.
07:05So, selanjut itu, selepas itu, bagaimana? Adakah cabaran juga untuk menghayati wataknya juga?
07:10Iya, ada, kita, kami punya waktu reading sekitar 1 bulan untuk mendalami, jadi, tapi memang proses saya mendalami Al-Quran
07:23lebih dalam saya berprosesnya daripada mencari karakter Ustadz Adamnya.
07:33Karena, harus terlihat Ustadz saya kan, saya harus nampak seperti Ustadz asli, jadi, belajar Al-Quran, belajar agamanya agak lebih
07:47dalam lagi, lebih lama lagi, dibanding belajar karakter.
07:51Ok, bagi Acha pula, adakah ini salah satu watak yang lain daripada lain yang pernah dimainkan kerana watak sebelum ini
08:02juga cukup ikonik di Malaysia, nombor besar juga di Malaysia, adakah pressure turut dirasai oleh Acha?
08:07Ya, memang, setiap karakter pasti, tentunya, banyak moment-moment challenging, dan, untuk Munafik Melawan Iblis, saya juga di-invite untuk
08:18casting ini, memang, dari Unlimited Production, mereka melihat previous movie saya yang berperan juga sebagai rasuk lah ya, sebagai orang
08:28yang terrasuk di film Kodrat 2, yang juga, waktu itu promotion di sini juga, di Malaysia.
08:36Apa yang saya tidak mengharapkan adalah, saya bermain dengan Arya Saloka sebenarnya, ya kan?
08:42Karena, kita selalu bermain di seri di Indonesia kembali tahun 2013, dan itu sejak lama lagi, jadi, kita seperti disatukan
08:52kembali.
08:53Dan, ini adalah Intermezzo, kita sepatu melakukan di kolaborasi di seri juga, tapi gagal.
09:04Tidak jadi, dan, tapi dipertemukan di sini. Akhirnya di sini.
09:09Akhirnya di sini.
09:09Stof yang, takdir yang menyatukan kita untuk Project Munafik ini.
09:14Jadi, saya pikir, it's just meant to be, I love working with Pak Guntur as well.
09:19Dia yang membuat sembilan-sembilan cahaya di langit Eropa.
09:23Dia sangat bagus dalam membuat drama, dan menangkap scene dan sekuensi untuk rakyat.
09:32Saya juga menikmati workshop, karena harus berperan sebagai iblis.
09:36dan kemudian, ada scene ikonik di mana Nabilah Huda berjalan di panggilan seperti Spider-Man.
09:44Dan, saya benar-benar merasakan untuk melakukan itu.
09:47Saya pikir, scene itu,
09:49menghasilkan scene itu adalah percaya yang paling besar untuk saya.
09:52karena memang, Nabilah Huda is one of the best actress.
09:57Karena film itu, dia mendapatkan Malaysia best actress juga.
10:02Dan, it's amazing horror movie untuk bisa didapatkan oleh pemeran.
10:08Maksudnya, nominee in a horror movie, it's very hard in Indonesia.
10:13Dan, dari situ saya, saya harus menghasilkan ini dengan sesuatu yang saya harus inovasi juga.
10:26Apa yang saya harus melakukan dengan karakter ini.
10:29Terutama dengan cerita latar belakang yang luar biasa berbeza.
10:33Karena Scoop Malaysia juga memberikan ruang yang luas untuk merubah ceritanya sesuai dengan kultur di Indonesia.
10:42Oke, oke.
10:43Dari nama-nama saja, saya bukan menjadi Maria, tapi menjadi Fitri di sini.
10:49Ustaz Adam dan Ustaz Awad juga sama.
10:52Tapi, saya pikir, yang pasti kontradiktif dengan menghasilkan karakter Iblis.
11:00Sangat susah.
11:01Karena saya sendiri, orang yang sangat-sangat juga suka mengucapkan kalimat Allah.
11:06Ketika saya ingin berlindung diri.
11:08dan saya seperti melakukan ini, apa tuh,
11:12memperkenalkan diri sendiri.
11:13Terus saya harus di siling, di siling.
11:17Upside down.
11:18Upside down.
11:19Anda melakukan diri sendiri?
11:20Saya melakukan diri sendiri.
11:22Oke, oke.
11:22Jadi, saya macam takut ketinggian.
11:24Di satu sisi saya harus mengucapkan kalimat Allah.
11:26Untuk saya bisa berkuat diri.
11:27Tapi di satu sisi saya menjadi Iblis.
11:29Jadi, itu sangat kontradiktif.
11:31Jadi, itu sangat susah.
11:33Tapi, ya, selanjutnya,
11:35Saya pikir,
11:37Anda semua sudah melihatnya.
11:38Tapi, saya belum melihatnya.
11:39Jadi, itu adalah penglihatan pertama saya
11:41di premier di Malaysia.
11:44Ini sangat istimewa bagi saya.
11:46Jadi, ya, itulah yang saya ingin lihat dari karya kami,
11:50yang kami sudah susah payah buatnya.
11:53Ya, selama 5 hari untuk melakukan
11:55I mean, 5 hari hanya untuk melakukan satu sisi yang ikonik
11:58yang Nabilah Huday dan Samsul Yusuf
12:01menciptakan pada tahun 2016.
12:03Dan itu adalah penglihatan penyakit dari karya kami.
12:05Jadi, ya, itulah.
12:07Kita melakukan syuting ini kurang lebih selama 35 hari.
12:10Okay.
12:10Ya, saya boleh menunggu untuk orang Malaysia,
12:14semuanya, warga Malaysia melihat.
12:15Okay.
12:16Cuma, seperti yang dikatakan tadi,
12:19mungkin ada pertukaran jalan ceritanya juga.
12:21Ya.
12:22Kalau boleh disimplifikan
12:24simnosis untuk munafik melawan iblis ini,
12:26adakah ia cukup berbeza sekali dengan munafik versi Malaysia?
12:30Itu kena tengok.
12:31Itu kena tengok di sini.
12:33Itu kena datang dan tengok di Panguwayang.
12:371 Oktober.
12:37Ya, 1 Oktober.
12:39So, hari ini kalau hujung minggu ini
12:41bagi mereka yang berkesempatan,
12:43go and watch it lah.
12:44Okay.
12:44Anyway, Syamin, kita berbalik berkenaan dengan
12:47bagaimana sebenarnya karya industri tempatan kita.
12:51seringkali juga menembusi pasaran
12:53terutamanya dalam kalangan negara-negara ASEAN lah.
12:56Tetapi kali ini diadaptasi
12:58merupakan satu penghormatan juga.
13:00Ya.
13:01Bagi Skod Production, bagaimana ini sebenarnya
13:03dapat meningkatkan lagi
13:04ataupun memperkasakan lagi industri tempatan kita?
13:08Sebenarnya ada banyak je novel-novel daripada Malaysia,
13:12daripada Indonesia ataupun filem-filem lama diinspirasikan
13:17daripada Malaysia ke Indonesia, Indonesia ke Malaysia.
13:21cuma tak ada apa ni,
13:26people don't really shout out about that.
13:28You know.
13:28I think because we noticed there was a gap
13:30between Malaysia and Indonesia.
13:33And what we are trying to do sebenarnya,
13:36kita nak pecahkan gap tu.
13:38Break this wall.
13:39because bagi kami lah daripada Skod Production,
13:44Malaysia dengan Indonesia ni sebenarnya satu bangsa.
13:48Satu...
13:49Serumpun kita.
13:50Serumpun kita.
13:51Jadi kami cuba break that wall supaya
13:54both audience boleh menikmati
13:57apa sama-sama punya filem.
14:00Tapi dari segi promosi juga.
14:02So yang ni juga macam try and error.
14:06Try and error bagi kami.
14:08kami nak promote filem-filem Indonesia yang masuk ke Malaysia
14:12macam kami promote filem-filem lokal juga.
14:15Banyak sebenarnya ada filem-filem bagus.
14:18Malaysia punya filem kesana juga ada banyak bagus.
14:21Indonesia punya filem kesini pun ada banyak yang bagus.
14:24Cuma tak diberi cahaya yang it's deserve lah.
14:30Pasal promosi kita ada banyak filem kan.
14:32Saya faham.
14:33cuma kalau kita boleh identifikan filem-filem yang
14:38sangat bagus dari Malaysia
14:40dan juga filem Malaysia yang sangat bagus nak keluarkan dari Malaysia
14:44we should work together
14:46and promote those filem.
14:49Ok.
14:50Mungkin bagi Acha dan juga Arya.
14:51Adakah ini juga satu peluang yang sangat besar sebenarnya.
14:55ya pasaran di Indonesia pada waktu tayangannya cukup memberasakan cukup membanggakan.
15:00tetapi
15:01are you guys expecting the same in Malaysia?
15:04Acha dulu.
15:06Malaysia di Indonesia ada seperti
15:09um..
15:09um..
15:10apa ya..
15:10audiens yang sangat kuat ya.
15:13um..
15:14they are moviegoers gitu.
15:16dan
15:17menurut aku
15:18di Malaysia
15:19orang lebih
15:21selektif dalam memilih film.
15:22um..
15:23they are really choose what they watch
15:25um..
15:25and they sometimes look at the director as well and they
15:28and they
15:30but Indonesia creativity is crazy as well.
15:32you know.
15:32there is a lot that we've making so far
15:35and it's going around the world as well.
15:38um..
15:39so we have like
15:39the same thing in terms of
15:42um..
15:43um..
15:43uh..
15:44Tapi kita saling menghargai satu sama lain itu yang membuat saya optimis terhadap karya ini.
15:52Jadi saya pikir, harusnya ketika cerita ini memang datang dari Malaysia, saya rasa mereka akan mengecewakan.
16:00Kerana kita sangat mengecewakan.
16:02Dan ini diperlankan oleh aktor-aktor dari Indonesia, membuatnya lebih kolaboratif.
16:09Saya rasa banyak hal yang bisa di-watch di sini ketika nanti kalian akan menontonnya di bawah agam.
16:18Betul.
16:19Bagi Arya juga, ini bukan satu film seram kan? Arya pernah memintangi beberapa lagi?
16:25Ada Lembayu, Sedendam Malam Kelam.
16:29Adakah ini salah satu film yang agak sukar juga untuk Arya terutamanya melalui proses yang panjang?
16:37Pasti.
16:41Film Munafik ini akan menjadi film yang sangat berkesan untuk saya pribadi.
16:49Karena perjalanan rohani yang...
16:55Ya, karena film ini akhirnya saya belajar kembali tentang Al-Quran.
17:07kesabaran, keikhlasan.
17:09Karena setiap manusia pasti akan ditinggalkan.
17:19Maka itu saya sangat happy bisa menjadi keluarga Munafik ini.
17:26Ya.
17:26Ya.
17:27Saya mengambilnya sangat personal.
17:29Ya.
17:30Ya.
17:31Ya.
17:31Ya saya rasa film Munafik ini di Indonesia pun juga sangat populer ya.
17:39Ya.
17:39karena saya setiap bertanya kepada kawan-kawan saya pernah nonton Munafik Malaysia dan pasti semua bilang pernah menonton.
17:51gitu.
17:52Ya.
17:52Jadi ya saya rasa Munafik Malaysia di Indonesia populer.
17:58di Munafik Indonesia di Malaysia semoga harapannya Munafik.
18:03Ya.
18:03Dan ini at the same time juga Arya Saloka kan juga lagi happening di sini karena series.
18:08so we're very grateful juga.
18:10Amin.
18:10Karena di sini ada kesempatan yang waktunya bisa saling bersamaan.
18:16So saling menyokong lah sama fanbase.
18:18So I hope fanbase, aku juga Acami Nation di Malaysia juga bisa bergabung nanti untuk nonton.
18:24Betul.
18:24Ya dan acara juga Arya sudah menempah nama di Malaysia ini sudah cukup lama lagi.
18:29So kali ini adalah karya terbaru hasil daripada mereka untuk tontonan di Malaysia.
18:33Ok Syamin kita nak melihat kepada industri tempatan yang akan pastinya memasuki pasaran global terutamanya ASEAN lah kan.
18:41Negara-negara jiran kita Indonesia, Singapura, Thailand juga mungkin kalau boleh dibawa bahasa yang lain juga.
18:48What is next untuk scope production?
18:51Adakah ini salah satu batu lonjatan supaya selepas ini mungkin ada beberapa lagi karya bukan hanya adaptasi tetapi gabungan bersama.
18:59Tapi gabungan bersama itu dah selalu juga dilakukan.
19:01Now to the next level, lebih mega.
19:06Memang munafik ini dijadikan sebagai projek pucuk lah daripada kami, daripada Indonesia.
19:14Because memang the intention adalah untuk kami buat lagi banyak lagi di Indonesia.
19:19Dan salah satunya of course distribution.
19:24Macam saya cakap tadi, kita nampak gap itu kan.
19:28For Malaysia, kita dah buat co-production dengan Hong Kong, dengan Singapore, dengan Thailand kan.
19:33Jadi saya memang daripada dulu selalu macam tertanya-tanya kenapa kita tak boleh break this barrier right.
19:39So we will be producing our next film Indonesian film dengan studio-studio di Indonesia juga kan.
19:47Dan it will be a full Indonesian film.
19:53tapi dengan kreativiti yang tergabung.
19:56Kali ini kami mahu gabungkan kreativiti sahaja.
20:00Dari segi kru dan juga talent dan juga maybe writer.
20:03So we actually finished the first script already.
20:06Alhamdulillah.
20:07Dan harap-harap kami akan buat announcement mungkin bulan Disember ni lah.
20:12Film apa yang kami akan keluarkan daripada Indonesia.
20:17Dan seterusnya, the next step is of course untuk kami bawa film yang kita co-produce ni.
20:24Walaupun maybe we will also produce film Malaysia.
20:27Co-produce dengan Indonesia kan.
20:30The next step is for us to bring all of this co-produce film dengan pihak Indonesia.
20:35untuk keluar negara.
20:37Because our second biggest operation is distribution.
20:42Jadi kami memang betul nak push kan.
20:46Film-film yang scope production invest pun di ada beberapa film manager.
20:52Pun kami push untuk distribution keluar negara.
20:56Ya, outside daripada Southeast Asia juga.
20:59Dengan itulah juga kerjasama saya kira dengan Astro Shaw juga membantu juga.
21:03untuk memperluaskan lagi industri tempatan kita.
21:07Ok, Acha dan Arya, I think you guys know.
21:11You have your market here.
21:13Ok, penonton-penonton di Malaysia itu tidak kira film ataupun drama.
21:17bahasanya menantikan karya-karya kalian.
21:20For Acha, apa yang mungkin boleh dijanjikan berdasarkan filem Munafik Melawan Iblis ini?
21:26Adakah ini adalah satu sisi lain yang sebelum ini, we always see Acha sebagai seorang sweetheart.
21:32yang lembut, tapi kali ini mungkin sisinya berbeza sedikit.
21:37Ya, bisa dilihat dari trailer film Munafik Melawan Iblis memang di situ saya berperan sebagai Fitri yang memang dia masih
21:44ada dalam sebuah trauma.
21:48karena kehilangan semenjak mamanya passed away, tapi diantara lossnya itu dia masuk ke energi yang sangat buruk dan dia diganggu
22:00oleh Iblis.
22:01Dan juga saya berubah menjadi seorang Iblis yang adalah seorang Iblis yang juga menjadi pesuruhnya Dajjal.
22:14Jadi itu sangat menarik dan jauh dari apa yang selama ini kawan-kawanku di Malaysia melihat dari karakter saya sebelumnya.
22:25Saya harap kalian menikmati filmnya.
22:27Kalau mau tengok filmnya, mulai 1 Oktober tahun ini.
22:32Saya harap saya bisa melihat kalian di Pahalgam.
22:36Kalau kalian mau lihat Acha menjadi...
22:40Spider girl.
22:41Spider woman.
22:43Seperti Nabila Huda memanjat tembok.
22:46Tembok Munafik di Pahalgam.
22:49Tapi kalau mau nonton Arya menjadi Ustaz Adam yang lain karakternya juga harus nonton kan?
22:56Betul, harus nonton.
22:58Apa yang bisa dijanjikan?
22:59Apa yang bisa dijanjikan?
23:03Kalian pasti akan merasa ketakutan dan bersedih menonton Munafik ini.
23:13Karena paket lengkap.
23:14Biasanya kita menonton film horor itu kita pulang membawa ketakutan, membawa kecemasan.
23:26Tapi di Munafik ini ketika setelah kita menonton yang kita bawa pulang bukan hanya ketakutan karena kita menonton movie horornya.
23:37Tapi banyak sekali pelajaran seperti bagaimana kita harus belajar ikhlas dan sabar ketika kita harus ditinggalkan oleh keluarga atau orang
23:51-orang tercinta.
23:53Kita ditambah lagi bagaimana kita harus melepaskan trauma.
24:04Karena ketika kita punya trauma, ini ketika saya belajar tentang rukiah.
24:08ketika kita punya trauma, kita mempunyai satu lubang yang dimana jin, setan itu suka masuk ke sisi manusia, itu dari
24:22lubang itu.
24:23Kekosongan.
24:24Kekosongan itu.
24:25Jadi kalau bisa, yuk kita rilis diri supaya kita tak punya trauma.
24:31Itu yang dijanjikan oleh dua watak utama untuk Menafik melawan Iblis.
24:35Syamin, last kali, apa yang diharapkan menuruti tayangan ini?
24:40Comparison yang baik-baik kita harapkan.
24:43Cuma dari risk code production.
24:44Apa mungkin besar harapan yang ingin disuarakan?
24:47Of course, saya harapkan semua penonton dapat terima filem Munafik seperti mereka menerima filem Munafik Malaysia kita.
24:57Dan bagi kami, kita re-release ini adalah untuk kami memberi mesej yang sama.
25:05kerana semua scope production punya filem semua ada mesej kan.
25:09Tapi mesej agama selalu datang daripada filem-filem horror kami kan.
25:14Jadi, sangat-sangat penting untuk sometimes remind the audience message-mesej yang baru Ali Arya cakap lah.
25:22because dalam kesulitan situasi dunia sekarang, sometimes it's good to be reminded of where you came from.
25:36Yeah, yeah.
25:37Baik.
25:38Bagi anda yang berkesempatan, jangan lupa menonton Munafik melawan Iblis di Pawagam bermula 1 Oktober.
25:44So, weekend ini, siapa yang berkesempatan, tontonlah di Pawagam.
25:47Ok, terima kasih kita ucapkan kepada Syamin Yusof, penerbit bersekutu Munafik melawan Iblis,
25:52yang juga merupakan CEO scope productions.
25:54Dan dua terajuk utama Munafik melawan Iblis,
25:57Acha Saptriyasa dan juga Arya Saloka.
25:59All the way from Indonesia.
26:01Terima kasih kerana sudah bersama dengan kami hari ini.
26:02tapi itu sahaja masa yang kami ada.
26:04Sekian saya Nur Syazwani.
26:06Kita jumpa lagi.
26:41Terima kasih kerana menonton!
27:05Kemampuanmu ini amanah dari Allah.
27:07Tidak ada yang punya kemampuan ngerukia sebaik kamu di kampung ini.
27:10Tomat padanya.
27:12Tomat padanya.
27:17Fitri Dam, anaknya Haji Mansur.
27:20Aku sendiri belum sanggup ngerukia dia.
27:24Sebenarnya apa yang terjadi sana Fitri?
27:27Kamu harus nolong Fitri.
27:29Dia kena teror seperti kemarin.
27:31Mananda.
27:32Aba curiqwa.
27:35Halihimu bimu mati Muhammad.
27:37Rasukannya Fitri itu pasti seperti mutiang.
27:40Dia sama-sama muntahin kelapa.
27:41Tuhan!
27:42Aku curiga yang merasuki ini sama cinti.
27:45Lamang tabi'aka minhum la'amla'anna jahannama minkum ajma'i.
27:52Qala rabbi bima agwaitani.
27:55La uzaynanna lahum pil ardi.
27:58Bismillahihal-amah.
28:01Bismillahihal-amah!
28:09Utaaaah!
28:12Utaaaah!
28:27Utaaaah!
28:33Terima kasih kerana menonton!