00:00Bu Ida, diapresiasi jadi pembicaraan, banyak dukungan dari masyarakat, ini momentum yang baik bagi ombudsman untuk meneguhkan tugasnya sebagai lembaga
00:12independen.
00:13Selain Cibinong, ke depan akan apalagi tentu tidak hanya bicara soal lapas, tapi banyak pelayanan-pelayanan publik yang menjadi tugas
00:18ombudsman.
00:18Tapi dalam konteks perbaikan lapas ini seperti apa rencana?
00:22Ya, kalau untuk kaitan dengan lapas ya, kerja-kerja di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, seperti saya sebutkan tadi di awal,
00:31kami juga sedang melakukan investigasi untuk memberikan perbaikan tindakan korektif terkait dengan lamanya orang dieksekusi.
00:40Nah, jadi kembali lagi persoalan Cibinong, kami pertama begini Mas Yogi, bahwa jangan sampai ombudsman ini hadirkan untuk membantu semua
00:50Kementerian Lembaga memperbaiki tata kelola.
00:52Jangan sampai kami tidak dilibatkan, tidak diberikan akses untuk melihat, karena dari situlah, kalau kita melihat diri kita kan kayaknya
01:00bagus saja semua, tapi orang lain lihat kan berbeda sudut pandangnya.
01:04Karena memang kita kan lebih defensif ketika orang lain yang menilai. Nah, untuk ini kami berharap nanti dukungan dari Komisi
01:1113, Pak Andreas, dan seluruh pimpinan dan anggota Komisi 13 mendukung kami juga untuk bisa kami diberikan akses luas-luasnya
01:19untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, membantu memberikan masukan terhadap perbaikan tata kelola pelayanan di lembaga pemasyarakatan.
01:28Sehingga kami bukan hanya memberi koreksi kepada Kementerian ini, Pak, tapi kami juga bisa memberikan masukan kepada DPR misalnya untuk
01:35peningkatan anggaran.
01:36Misalnya peningkatan pelatihan sumber daya yang tadi Pak Andreas sebutkan.
01:40Dan kami juga bisa menyampaikan ke Presiden, karena dalam Undang-Undang 37 tahun 2008, selamping ke DPR, ombudsman bisa menyampaikan
01:47kepada Presiden.
01:48Nah, ini kan bentuk yang bisa kami lakukan membantu kementerian dan lembaga memperbaiki tata kelola pelayanan Anda, sehingga masyarakat itu
01:56tidak lagi merasa bahwa negara tidak hadir.
01:58Itu saja.
01:59Nanti lagi kalau sidak, tidak usah bilang-bilang lagi ya, biar sukses.
02:02Kalau sidak bilang-bilang, bukan sidak namanya.
02:04Pak Andreas, apa harapan Anda kepada mitra kerja Kementerian Mipas, khususnya Dirjen Pemasyarakatan?
02:11Ya, di sini kan sebenarnya ada satu fakta kemewahan, ada fakta yang lain yang tadi saya sampaikan.
02:19Overcapacity, itu juga harus berbaiki, dan ada concern yang sama juga ya.
02:22Itu juga concern yang sama.
02:24Tapi di tengah itu ada diskriminasi.
02:29Ya, diskriminasi itu diskriminasi di dalam pelayanan terhadap perbedaan perlakuan.
02:33Perbedaan perlakuan.
02:34Itu terbaca orang yang punya uang bisa membeli fasilitas, dan itu bahaya sekali.
02:38Ini kan satu peristiwa yang berkaitan dengan apa yang terjadi ini adalah pelayanan yang tidak adil.
02:46Tidak adil.
02:47Tidak adil, betul Pak.
02:48Dan ini buat yang lain, yang lain sengsara, yang lain...
02:51Jadi perjuangan akan mendesak untuk DPR lebih menaikkan tensinya supaya lebih serius, bukan serius.
02:57Justru poin itu, penting untuk ada keadilan di dalam memperlakukan para warga binaan.
03:06Dan itu harus dibuktikan dalam bentuk satu koreksi atas sistem, dalam bentuk pengamanan.
03:10Sistem, ini sistem.
03:12Yang berikut adalah juga perlu didukungan infrastruktur untuk pengamanan.
03:18Nah ini juga berkaitan dengan, ya tadi misalnya soal CCTV yang seringkali dijadikan.
03:27Terus kemudian juga kalau soal penggunaan HP, kenapa kita tidak pakai alat gamer untuk mematikan sinyal gitu.
03:34Nah kalau itu kan bisa dikontrol, sebenarnya mudah-mudah dibutuh.
03:37Sikat saja Pak Andreas, siapa yang harus bertanggung jawab?
03:40Apakah berhenti di Kalapas?
03:41Nah di situ...
03:42Atau berhenti ke Dirjen?
03:43Atau ke Menteri?
03:44Itu harus mulai dari paling atas, yaitu Menteri.
03:46Menteri?
03:46Karena kita bicara soal kebijakan secara menyeluruh gitu.
03:50Dan itu yang kami sedang lakukan di dalam pembahasan panjang lapas, kusus panjang pemasarakatan ini gitu.
03:57Dan rekomendasi-rekomendasi itu sudah kami mulai siapkan supaya perbaikan ini menyeluruh gitu.
04:04Oke, oke.
04:05Dan saya kira itu poin.
04:07Masyarakat penyaksikan kita semua dan kita berharap ini semua dalam waktu teka tidak terulang lagi muncul kemauan-kemauan.
04:14Meskipun kita masih berpikir jangan-jangan ada yang belum ketahuan.
04:16Terima kasih Pak Andreas Ugo Parera.
04:19Terima kasih Ibu Safrida R. Rahasan sudah bergabung dengan kami.
04:23Pelakuan tidak adil terhadap narapidana binaan lapas dalam bentuk fasilitas mewah adalah pertemuan antara kebutuhan napi berduit dengan lemahnya integritas
04:32pengelola lapas.
04:33Diskriminasi pelakuan napi merusak esensi pemindanaan.
04:37Tujuan pembinaan dan pemberi efek jerah sebagai bentuk hukuman semakin kabur.
04:42Setelah penyalahgunaan wewenang, potensi korupsi harus segera ditutup.
04:46Jika tidak ingin hukuman penjara bukan lagi menakutkan, tapi jadi bahan tertawaan.
04:53Demikian satu menjadi forum malam ini.
04:55Terima kasih dan sampai jumpa.