00:00Selamat malam. Seminggu lalu, Ombudsman Republik Indonesia menyedak lembaga pemasyarakatan kelas 2A Cibinong, Kabupaten Bogor.
00:08Dalam sidak ditemukan 13 bangunan dengan fasilitas mewah, diantaranya sofa, pendingin suhu ruangan, televisi, dan lemari pendingin.
00:17Ombudsman seperti mengingatkan kita semua, praktek lama di lapas masih terjadi.
00:23Cerita lawas, fasilitas mewah lapas. Inilah satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
00:31Sudah hadir di studio, Ibu Safri daerah Rasahan, anggota Ombudsman Republik Indonesia. Selamat malam Ibu Ida.
00:37Selamat malam Mas Yogi.
00:38Semangat?
00:39Insya Allah, semangat.
00:39Masih banyak lagi daftar lapas yang akan disedak?
00:43Bukan hanya lapas, tapi pelayanan publik di seluruh hari.
00:46Oke, baik. Hadir juga Andreas Hugo Parera, Wakil Ketua Komisi 13 dari Fraksi PD Perjuangan.
00:52Dan Pak Andreas, apa kabar?
00:53Baik, Mas Yogi.
00:54Oke, saya langsung ke Bu Ida.
00:58Tapi saya mau menyampaikan bahwa sebelumnya kami sudah meminta perwakilan dari Dirjen Pemasarakatan untuk hadir,
01:06untuk memberikan kesempatan juga ruang hak jawab.
01:10Tetapi sampai dengan ini ditayangkan, kita memulai, tidak ada respon.
01:14Jadi kita memutuskan memulai dari DPR dan dari Ombudsman yang memulai dengan sidak ke Cibidong.
01:22Bu Ida, kalau melihat kemarin kan seminggu yang lalu, wah dramatis lah mendobrak satu apresiasi.
01:30Yang kedua publik juga sama.
01:33Tapi ada satu pertanyaan, kenapa lapas Cibidong?
01:37Kenapa Cibidong dan awalnya gimana?
01:39Nah, memang Ombudsman ini kan posisinya adalah mengawasi pelayanan masyarakat dan juga salah satunya menerima laporan.
01:48Boleh diceritakan yang belum Ibu sampaikan di Komisi 2 kemarin?
01:52Nah, kebetulan di RDP Komisi 13, tanggal 28, Pak Andreas juga sama, ingin mengundang Ombudsman.
02:01Tetapi kan itu wilayahnya Komisi 2.
02:02Nah, sekarang ketemu di meja ini boleh disampaikan.
02:05Iya, sebenarnya kalau pertanyaannya, kenapa pilihan Cibidong?
02:09Jadi sebenarnya Cibidong ini bukan pilihan pertama, Pak Andreas.
02:12Oh, bukan?
02:12Bukan.
02:13Jadi begini, kita itu, kami itu mendapatkan laporan, itu pertama itu Pondok Bambu.
02:20Laporan pertama Pondok Bambu?
02:21Pondok Bambu.
02:22Pungli di Pondok Bambu.
02:24Nah, akhirnya setelah Pungli di Pondok, saya banyak sekali dapat DM, dapat tag, dan Ombudsman di tag juga di Instagram.
02:31Instagram, oke, oke.
02:32Nah, akhirnya di antara pimpinan menge-tag saya, ini kapan nih mau di eksekusi, gitu loh kan?
02:36Pondok Bambu ini pertama.
02:38Nah, akhirnya kita bersama tim, kita rapat, merencanakan.
02:42Nah, saya bilang kalau cuma Pondok Bambu, kita rasa nggak fair juga.
02:46Mungkin ada yang lebih baik daripada Pondok Bambu, makanya kami membuat pilihan waktu itu.
02:50Nah, jadi akhirnya setelah rapat, setelah dengan tim, itu kita terdiri dari bukan hanya dari bidang saya saja,
02:57tapi ada dari bidang pengaduan masyarakat, keasistenan bidang pengaduan masyarakat,
03:01dan juga keasistenan bidang politik dan keamanan.
03:04Nah, karena kita mau melakukan sosialisasi sekalian nih, sama warga binaan Pak.
03:09Jadi intinya kita nih sebenarnya pengennya kehadiran Ombudsman, mereka tahu kalau mereka mau mengadu,
03:14mungkin mereka tidak mendapatkan ruang yang cukup, boleh kita hadir.
03:18Jadi, apa nih keluhannya, air bersih, kesehatan, mungkin makanan, nah itu bisa laporan, nanti kita bisa tindak lanjutin.
03:25Nah, itu sebenarnya awalnya. Jadi trigger pertama itu sebenarnya...
03:28Laporan Pondok Bambu, kenapa bisa jadi Cibino?
03:32Jadi, kita memetakan, ini yang dekat, kebetulan kan Ombudsman juga sebenarnya bukan punya anggaran yang lebih.
03:39Kita ngambil yang jaraknya cuma berapa jam lah dari Jakarta.
03:41Oh, disini karena pertimbangan jarak ya?
03:43Iya, jarak gitu. Nah, jadi Pondok Bambu, Tangerang, mana lagi yang dekat gitu?
03:50Awalnya mau Bogor, Bogor tapi yang bukan Cibinong.
03:53Kenapa gak aku pikiran Salemba, kenapa gak aku pikiran Cibinong?
03:56Kita kemarin sudah, itu sudah waktu anti penyiksaan.
03:59Aman, itu sudah selesai kita kunjungin.
04:01Cibinong ini itu, jadi masuklah Cibinong.
04:03Waktu saya tanya, saya bilang, ini kira-kira Cibinong kita ditolak lagi gak?
04:07Dia matur dapat nih.
04:08Enggak lah, kan Pak Dirjen udah dateng.
04:10Sempat ditolak?
04:11Ya, bulan Juni akhir.
04:14Jadi, bulan Juni itu sudah yang kedua dan sempat ditolak?
04:17Itu yang pertama, itu kita dalam rangka hari anti penyiksaan.
04:21Kan, tanggal 26 Juni adalah...
04:26Ya, 26 Juni peringatan hari anti penyiksaan internasional,
04:30di mana kita lembaga NHRI yang tergabung untuk Komnas HAM, KPAI, LPSK, Komnas Perempuan dan Anak itu.
04:40Tapi Bu Ida sebelumnya belum pernah mendengar.
04:42Ya, namanya kan ini, tadi judulnya aja kan cerita lawas ya.
04:45Kalau soal fasilitas tidak, ya kami belum mendengar.
04:48Tapi soal bahwa di dalam itu banyak tahanan-tahanan, ya tanda petik presisius dari...
04:54Tahanan-tahanan berduit yang bisa membeli fasilitas.
04:56Bukan soal berduit, tapi kasus-kasus besar yang menarik perhatian.
05:00Nah, itu yang kami dengar.
05:02Tapi juga bukan karena itu.
05:04Kami juga mungkin sekalian karena kami melihat Cibinong ini kan...
05:10Ya, hampir mirip-mirip yang dekat dengan Salemba, dengan Cipinang.
05:15Yang malah kami khawatirkan kemarin itu narkoba sebenarnya di sana.
05:19Bukan...
05:19Cibinong itu?
05:20Ya, jadi kita pikir Cibinong itu karena itu.
05:22Ditambah lagi sebenarnya Pak Andres kami itu dari Pak Wisnu ini sebenarnya kita hubungan bagus sebenarnya.
05:28Ini sesuatu yang saya bilang...
05:28Kalapas ya?
05:29Kalapas.
05:30Kenapa saya bilang bagus?
05:31Kami itu sekarang sedang melakukan investigasi atas inisiatif sendiri terkait dengan belum diesekusinya.
05:39Tahanan menjadi warga binaan.
05:41Nah, kan ada tahanan yang dititipkan nih di Lapas Darutan.
05:44Iya, iya.
05:44Jumlahnya per Mei itu se-Indonesia ada hampir 7 ribu, Pak.
05:50Seluruh Indonesia?
05:51Seluruh Indonesia.
05:51Seluruh Indonesia.
05:52Dan Cibinong termasuk yang tertinggi, Pak.
05:54Termasuk besar juga.
05:56Dan Pak Wisnu inilah yang bilang ke kita, bantu dong kita supaya ini bisa diesekusi oleh kejaksaan.
06:03Jadi sebenarnya secara hubungan saya harus sampaikan, bukan ini dalam rangka membela, tapi saya harus sampaikan juga hubungan itu terjadi
06:10dengan baik.
06:11Cuma kami heran, terjadi dengan baik kok kita nggak boleh masuk, gitu kan.
06:15Hubungannya bagus, tapi tadi Ibu bilang sempat ditolak dua kali.
06:18Iya, nah itu yang kita herankan, belum memberikan informasi.
06:21Oh, itu yang membuat Ibu curiga, jangan-jangan.
06:22Iya, ini ada apa, gitu kan.
06:24Nah, jadi sebenarnya pilihan itu sekali lagi saya sampaikan mungkin kepada Pak Andreas, kepada Mas Yogi juga.
06:30Kami tidak punya trigger tertentu, malah pondok bambu lah yang menjadi fokus kami sebenarnya.
06:35Oke, sementara saya ke Pak Andreas, Pak. Baru saja Komisi 13 juga bukan sidak, karena sidaknya milik ombudsman.
06:45Tapi lebih kepada berkunjung melihat situasi langsung di Cibinong.
06:48Apa yang Pak Andreas bisa sampaikan?
06:50Di samping tadi melengkapi apa yang disampaikan Bu Ida?
06:53Ya, barusan tadi pagi sampai dengan sedang, kami melakukan kunjungan kerja untuk melanjutkan hasil rapat-rapat.
07:04Teripai dengan digit pas, ya.
07:05Lebih terutama untuk mengkonfirmasi apa yang kemarin hasil sidak atau informasi awal dari sidak yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman.
07:18Artinya saya apresiasi, artinya apa yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman ini.
07:23Kenapa?
07:24Kita lihat ke belakang dulu, Mas Yogi.
07:26Artinya, kayak misalnya, ya kayak lapas-lapas atau rutan, itu kan kehidupan yang ada di balik tembok, kan ya.
07:35Yang ada di balik tembok dan ya tadi tidak semua orang tahu apa yang terjadi di balik tembok tersebut.
07:43Ada, mungkin ada penyiksaan, ada pemerasan, banyak hal yang mungkin menjadi tanda tanya, gitu.
07:52Dan itu memang otoritas terbatas ada di lapas ini, gitu.
07:56Dan semua kemungkinan bisa terjadi di situ, gitu.
08:00Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman ini, ini sesuatu yang membuka tabir kehidupan yang ada di
08:10dalam lapas.
08:11Salah satunya, ini salah satunya, gitu.
08:13Jadi memang ketika kami melakukan kunjungan kerja tadi, ya memang terkonfirmasi, gitu.
08:20Bahwa ada yang tidak wajib.
08:21Iya, artinya ada diskriminasi fasilitas di situ.
08:26Tapi memang betul apa yang disampaikan juga, ini sebenarnya ada di luar wilayah, wilayah lapas itu sendiri, gitu.
08:35Jadi ada di bantaran sungai, di bantaran Kali Ciriung sebenarnya.
08:40Di luar wilayah, artian di luar pagar, tetapi kan dalam nasi.
08:45Dalam lingkungan.
08:46Dan yang paling penting kan dalam koordinasi otoritas lapas, itu yang menjadi temuk.
08:50Ya, ada di pinggiran, tapi di luar, sebenarnya di luar pagar.
08:56Dan itu sebenarnya dibangun fasilitas itu untuk kalapas, untuk petugas lapas sebelumnya.
09:04Artinya tahun 2000...
09:05Ini yang mau saya tanyakan justru, ketika dua hari setelah sidak ombudsman, datanglah ke lokasi Mbak Pitsus, Aris Marsudianto, dan
09:15Menteri.
09:18Waktu itu kan media, saya sendiri melihat kok aneh ya.
09:21Bukannya berterima kasih kepada ombudsman, tapi justru mengatakan bahwa ini fasilitasnya kalapas.
09:26Satu hal yang aneh adalah, kalau emang fasilitas kalapas, kenapa harus ditutupi?
09:32Memang ada tiga.
09:35Dan tiga belas itu?
09:36Dari tiga belas itu ada tiga.
09:36Apakah komisitiko juga?
09:37Ada tiga yang memang fasilitas kalapas.
09:41Nah yang lain itu tambahan.
09:43Yang lain itu tambahan.
09:44Ya, ada sepuluh bangunan baru dengan fasilitas ONAH.
09:47Itu tambahan.
09:48Dan sempat dicopotkan.
09:50Itu yang ada di situ juga.
09:52Jadi, ya ini tahu sama tahu lah, apa yang ada di dalam lapas itu.
09:59Jadi, tentu yang kita ini adalah yang bukan barang milik negara.
10:05Yang tadi dibongkar.
10:06Waktu RDP dengan Dirjen PAS itu kan dalam situasi yang menjadi pusat perhatian orang.
10:13Itu kok menterinya nggak datang?
10:15Itu sebenarnya masalah nggak sih buat komisi tiga?
10:18Tahan dulu jawabannya.
10:19Satu meja akan kembali sajidah.
10:21Tahan dulu jawabannya.