Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mengapa Cuma Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR

Komisi XIII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Ditjen Pemasyarakatan dan Kalapas Kelas IIA Cibinong di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (28/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi XIII dari Fraksi PDIP, Rieke Dyah Pitaloka, menyoroti data warga binaan pemasyarakatan yang menerima asimilasi.

Namun, ia mengaku heran lantaran tak satu pun nama warga binaan kasus tindak pidana korupsi yang tercantum di dalamnya.

"Kenapa hanya Ferdy Sambo yang disebut? Kenapa tidak ditulis semuanya pak," tegasnya.

#RiekeProtesPemaparanDitjenPAS #PemaparanDitjenPASDiDPR

Creative/Video Editor: Lia/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ini tapi ada titipan dari Pak Tony dan Pak Yanwar.
00:03Saya ingin bertanya dulu sebelumnya, yang membuat ini pasti bukan Pak Dirjen.
00:07Ini siapa yang bertugas membuat pemaparan ini, Pak?
00:11Tidak usah dijawab, tapi nanti mohon dilengkapi.
00:14Karena ini di halaman 6, itu hanya disampaikan Direkturat Pamintel dan Direkturat Patna melakukan pemeriksaan
00:21terhadap 21 warga binaan yang mengikuti kegiatan asimilasi.
00:26Lalu ada 33 warga binaan kasus tipikor dan 1 warga binaan atas nama Ferdi Sambo kasus pidum.
00:34Ini baru titipan 2 orang, Pak.
00:36Pertanyaan adalah, kenapa hanya Ferdi Sambo yang disebutkan?
00:40Kenapa 21 yang kegiatan asimilasi dan kemudian 33 kasus tipikor tidak ditulis?
00:47Tulis, Pak, semuanya.
00:49Kami minta ditulis dan salah satunya, saya kira ada yang, siapa tadi, yang kasus timah itu?
00:57Harpe Mu'is, lalu ada, saya ngejar soalnya dari komisi 6 waktu itu.
01:02Dan kemudian ada Indraken yang malah mendapatkan pembebasan bersarat di tanggal 24, Pak.
01:08Korbannya itu banyak, Pak.
01:10Dan untuk pidana ekonomi dengan korban publik sebanyak ini, ini kok lagi rame soal lapas, ini malah ada yang dapat
01:18pembebasan bersarat.
01:19Di mana korban belum dipulihkan.
01:21Kasus penipuan, judi, kalau saya tidak salah, judi online berkeduk investasi.
01:28Ponzi, Pak.
01:28Ini saya juga nanti mempertanyakan sekali lagi, bagaimana assessment pembebasan bersarat itu, jangan lagi rame lapas seperti ini, ada pembebasan
01:39bersarat pada orang yang terindikasi juga mendapatkan privilege di Cibinong.
01:44Kemudian yang berikutnya adalah, kalau tadi disampaikan, tidak ada CCTV di lokasi.
01:49Ya memang bagaimana mau ada CCTV di sana?
01:52Ijin saya menyampaikan, koreksi kalau data saya salah.
01:55Lokasi lapas Cibinong yang rame ini, ini adalah pinjam pakai tanah ke Pemkap Bogor sejak tahun 2024.
02:04Betul, Pak, ya?
02:05Lalu kemudian, baru 2026 ada persetujuan pinjam pakai tanah oleh Pemkap Bogor untuk lapas Cibinong.
02:13Ijinnya itu baru di 2026.
02:15Pertanyaannya adalah, sejak kapan bangunan itu berdiri?
02:19Mungkin sebelum kalapas di sana sudah ada.
02:21Atau 2023 baru berdiri, begitu ya?
02:24Jadi tidak mungkin ada CCTV, karena waktu itu ini baru keluar saja izin dari Pemkap untuk pinjam pakai.

Dianjurkan