Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, menyampaikan kritik tajam terkait tata pengelolaan Lapas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama jajaran Pemasyarakatan Kemenimipas.

Ia mencecar Kalapas Cibinong mengenai tindak lanjut temuan Ombudsman terkait dugaan keberadaan fasilitas mewah di area rumah dinas dan pemasyarakatan.

Yanuar juga menyoroti perubahan kondisi fisik lokasi secara mendadak hanya dalam dua hari pasca-inspeksi yang dinilainya sebagai upaya menutupi fakta.

#KalapasCibinong #KomisiXIIIDPR #YanuarArifWibowo

Creative/Video Editor: Lia/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Yang pertama, saya concern terhadap petugas.
00:07Petugas ini secara administratif telah diberikan banyak fasilitas, termasuk rumah dinas.
00:21Yang kemarin begitu viral hasil temuan dari ombudsman,
00:26yang dua hari kemudian, apa yang nampak dalam video itu, itu hilang dalam sekejap.
00:35Dan saya lihat Pak Menteri bingung, kok ini berbeda?
00:41Ini saya minta satu pertanyaan dijawab sama Pak Kalapas.
00:46Itu yang memerintahkan, memindahkan semua barang-barang temuan ombudsman.
00:52Dan hilangnya sofa, hilangnya AC, tidak adanya lagi foto yang ada di meja, dan seterusnya itu.
01:04Siapa yang memerintahkan, memindahkan itu Pak Wisnu?
01:09Siapa Pak?
01:11Bapak yang nyuruh.
01:14Jadi Pak Kalapas tidak ada yang nyuruh lagi selain Bapak?
01:17Apa alasan untuk memindahkan semua itu?
01:22Pak, pakai mic Pak.
01:23Pakai mic Pak?
01:24Ya, pakai alat kekerasan Pak.
01:26Nah itu dia.
01:29Itu kan rumah dinas Bapak.
01:31Siap.
01:32Silahkan Pak.
01:33Siap.
01:34Mohon izin Bapak, yang memerintahkan adalah saya Bapak.
01:37Kenapa Anda perintahkan?
01:38Izin Bapak, karena barang-barang tersebut bukan barang milik negara Bapak.
01:42Yang memasukkan barang-barang itu siapa?
01:44Petugas tersebut Bapak.
01:45Siapa yang merintahkan barang-barang itu masuk?
01:48Petugas tersebut Bapak.
01:50Siapa namanya?
01:51Penanggung jawab rumah tersebut adalah kepala seksi Kamtip Bapak.
01:55Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini 3 tahun bulan Oktober besok.
02:02Siap.
02:02Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk.
02:05Siap.
02:05Yang bukan pada tempatnya.
02:07Siap.
02:08Kenapa baru kemarin?
02:11Setelah ombudspendatang ke sana.
02:13Siap.
02:13Mohon izin Bapak.
02:14Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami Bapak.
02:23Bapak jangan bohong lah.
02:24Siap.
02:25Enggak, ini disaksikan oleh semua publik Pak.
02:27Siap Bapak.
02:28Ya.
02:29Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana, dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri.
02:36Ya.
02:36Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia Pak.
02:38Siap Bapak.
02:40Ini enggak bisa dibenarkan.
02:42Siap.
02:43Ya.
02:45Jadi Bapak mendingan jujur, terbuka di sini, itu mungkin bisa meringankan.
02:50Ya Bapak.
02:51Jadi jangan main-main dengan kecerdasan publik Pak.
02:54Siap.
02:55Jangan bilang AC rusak.
02:57Kemudian dicopot.
02:58Di mana pernah ada rusak dicopot Pak?
03:00Ya karena diperbaiki.
03:01Di servis.
03:03Jangan bikin kebohongan lagi Pak.
03:07Ya.
03:07Anda tiga tahun loh di sana loh.
03:09Itu untuk ukuran KUPT itu terlalu lama.
03:13Siap.
03:15Dan ini nanti Pak Dirjen ini tanggung jawab.
03:18Terhadap fungsi pengawasan.
03:19Pak Dirjen nanti juga harus masuk ke situ.
03:22Ya.
03:24Kemudian,
03:25saya ingin tanya Pak.
03:27Ini di sini di catatan dari
03:31Progres ya.
03:32Yang disampaikan tadi oleh Pak Dirjen.
03:35Itu ada figura
03:36ya bingkai foto atas nama Jimmy Masrin.
03:42Ya kan?
03:43Ini ada di rumah siapa Pak Kalapas?
03:45Siap.
03:46Di rumah kepala seksi keamanan dan ketertiban Bapak.
03:48Mana orangnya?
03:50Siap.
03:50Tidak masuk Bapak.
03:51Loh kenapa gak dia ajak?
03:54Yang bersangkutan sakit dari ini Bapak.
03:56Sakit apa?
03:57Demam Bapak.
03:58Ada surat dokternya?
03:59Belum kami terima, Bapak.
04:02Pak Kalapas,
04:04siap.
04:04Jangankan kasih.
04:06Menteri kalau diundang di Komisi 13
04:08wajib hadir, Pak.
04:10Kecuali Menteri dipanggil Presiden.
04:13Baru bisa izin.
04:14Ini urusan penting.
04:16Terima kasih.
04:18Baru besar.
04:19Terima kasih.

Dianjurkan