Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dan berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #BMKG #Musimhujan

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00musim hujan bakal datang terlambat dan lebih pendek, BMKG ungkap sebabnya.
00:05Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG,
00:10memprediksi awal musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia
00:14akan datang lebih lambat dan berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
00:18Kepala BMKG Tekufai Salfathani mengatakan,
00:21musim hujan 2026-2027 akan masuk secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
00:27Sebagian besar wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.
00:32Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026,
00:36yaitu sebanyak 185 zona musim, ZOM, atau 24,66 persen luas daratan Indonesia.
00:44Kemudian masuknya musim hujan pada periode Desember 2026,
00:48yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31 persen luas daratan Indonesia,
00:53kata teku dalam konferensi pers prediksi musim hujan 2026-2027 di Jakarta Pusat,
00:59Selasa, 22 September 2026.
01:02Sebanyak 529 ZOM, atau 61,08 persen luas daratan Indonesia
01:07diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dari normal.
01:10Sementara dari sisi durasi,
01:12sebanyak 482 ZOM, atau 51,90 persen luas daratan Indonesia
01:17diprediksi mengalami musim hujan yang lebih pendek dari normal.
01:20Deputi Bidang Klimatologi BMKG Arda Sena sopah luakan turut menjelaskan kondisi tersebut
01:25perlu menjadi perhatian karena awal musim hujan yang mundur
01:27membuat jarak menuju puncak musim hujan menjadi lebih singkat.
01:30Karena awal musim hujan mundur namun,
01:32puncaknya tetap terjadi di Desember Januari Februari.
01:35Rentang waktu antara awal musim dan puncak musim hujan menjadi sangat dekat
01:38serta durasinya lebih pendek, kata Arda Sena.
01:40Lebih lanjut, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi secara bertahap,
01:45yakni pada Desember 2026 di 155 ZOM, 36,94 persen,
01:51Januari 2027 di 162 ZOM, 25,68 persen,
01:56dan Februari 2027 di 190 ZOM, 16,79 persen.
02:02Lebih lanjut, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi secara bertahap,
02:07yakni pada Desember 2026 di 155 ZOM, 36,94 persen,
02:13Januari 2027 di 162 ZOM, 25,68 persen,
02:18dan Februari 2027 di 190 ZOM, 16,79 persen.
02:24Adapun mayoritas wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan normal
02:27pada musim hujan 2026-2027, yakni 510 ZOM atau 69,76 persen.
02:35Sementara itu, BMKG juga menyebut kondisi musim kemarau dan kekeringan
02:39yang masih berlangsung saat ini akan berakhir secara bertahap
02:41seiri masuknya musim hujan.
02:43Arda Sena menerangkan, dampak El Nino terhadap kekeringan di Indonesia
02:46tidak akan berlangsung hingga El Nino berakhir.
02:49Sebab, wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan secara bertahap.
02:54El Nino di Pasifik memang diprediksi berlangsung
02:56hingga akhir kuartal pertama 2027.
02:59Namun perlu dibedakan, fenomena El Nino di Pasifik masih berlangsung,
03:03tetapi dampaknya terhadap kekeringan di Indonesia akan berakhir
03:06seiri masuknya musim hujan secara bertahap mulai Oktober, November,
03:09hingga Desember 2026, tutur Arda Sena.
03:12Saat ini, BMKG mencatat sebanyak 556 ZOM
03:16atau 61,91 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.
03:22BMKG berharap prediksi musim hujan 2026-2027
03:26dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor
03:28untuk melakukan penyesuaian dan meningkatkan kesiapsiagaan
03:31menghadapi perubahan kondisi iklim.
03:33Informasi tersebut antara lain dapat digunakan
03:35untuk perencanaan sektor pertanian, sumber daya air, energi, lingkungan,
03:40kesehatan, dan kebencanaan.

Dianjurkan