Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Belakangan ini gaduh mengenai beras fortifikasi abal abal. Pemerintah menemukan sejumlah produk yang mengklaim sebagai beras fortifikasi, tetapi kandungan zat gizinya disebut tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
Temuan tersebut membuat istilah beras fortifikasi semakin ramai diperbincangkan. Jenis beras ini sudah memiliki standar khusus yang mengatur kandungan gizi hingga mutunya.

Sekilas, beras fortifikasi terlihat seperti beras pada umumnya dan sama sama diolah menjadi nasi. Perbedaannya ada pada tambahan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya. Apa saja zat gizi yang ditambahkan dan bagaimana membedakannya dengan beras biasa?

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #berasfortifikasi

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg



Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Beras fortifikasi versus beras biasa. Apa bedanya?
00:04Secara umum, beras biasa dan beras fortifikasi sama-sama berasal dari beras yang menjadi bahan pangan pokok.
00:10Perbedaan utamanya terletak pada kandungan zat gizi tambahan.
00:14Beras biasa memiliki kandungan zat gizi yang berasal dari beras itu sendiri.
00:19Kandungannya dipengaruhi oleh jenis beras serta proses penggilingan dan pengolahan yang dilakukan.
00:23Sementara itu, beras fortifikasi mendapatkan tambahan zat gizi tertentu melalui proses fortifikasi.
00:31Pada proses tersebut, beras dicampurkan dengan kernel beras fortifikan.
00:35Bentuk kernel dibuat menyerupai butiran beras dan telah diperkaya dengan vitamin serta mineral.
00:40Kernel tersebut kemudian dicampurkan dengan beras sosoh dengan proporsi tertentu.
00:45Proses pencampuran dilakukan secara merata agar zat gizi tambahan dapat tersebar dalam produk.
00:49Dengan demikian, perbedaan utama keduanya bukan terletak pada bentuk nasi setelah dimasak,
00:55melainkan pada adanya tambahan vitamin dan mineral yang telah ditetapkan dalam standar beras fortifikasi.
01:01Perbedaan beras biasa dan beras fortifikasi terletak pada tambahan zat gizi dan standar yang menyertainya.
01:06Beras fortifikasi dirancang untuk memberikan tambahan vitamin dan mineral tertentu.

Dianjurkan