Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan akan mulai turun secara berangsur pada September hingga Oktober 2026 di sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti Sumatera dan Kalimantan.

Deputi Bidang Klimatoligi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026), berharap hujan nantinya dapat membantu proses pemadaman api hingga total.

[Antara/Irfan Hardiansah/Chairul Fajri/Farah Khadija]
Transkrip
00:04Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprakirakan curah hujan akan mulai turun secara berangsur pada September hingga Oktober 2026
00:14di sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, Karhutla, seperti di daerah Sumatera dan Kalimantan.
00:21Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardal Sena Sopahel Luwakan dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta pada selasa 22 September menyampaikan
00:32berdasarkan hasil pemantauan terkini, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bagian utara bahkan sudah mulai diguyur hujan.
00:40Selain itu, ia juga menyebut pada bulan Oktober mendatang, sebagian besar di wilayah Kalimantan bagian selatan akan memasuki awal musim
00:49hujan.
00:51Untuk Oktober yang gambar sebelah kanan, daerah Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan juga sudah masuk awal musim
01:01hujan.
01:02Yang lebih utaranya itu basah lebih duluan.
01:05Saat ini juga di Kalimantan Barat bagian utara juga sudah mulai ada hujan.
01:10Nah yang kami infokan di situ Oktober dasaran kedua, Oktober dasaran ketiga itu adalah persistennya hujan di daerah yang kami
01:20warnai hijau,
01:21di Kalimantan Barat bagian selatan dan juga Kalimantan Tengah bagian selatan.
01:24Dan sebelum itu pun, sebelum hujan itu persisten, terjadi dengan intensitas yang dengan curah yang cukup banyak,
01:31sebelumnya pun sudah mulai masuk hujan secara bertahap.
01:36Arda Sena menambahkan, turunnya hujan secara bertahap tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kerapatan asam,
01:43serta membantu memadamkan titik api atau fire spot yang mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
01:50Ia pun mengimbau bagi Tim Satuan Tugas Pemadaman Darat Karhutlah
01:55agar tetap mengoptimalkan operasi pembasahan lahan baik secara darat maupun udara
02:00atau operasi modifikasi cuaca OMC.
02:04Dari Jakarta, Irfan Hadiansyah, Kantor Berita Antara, Bewartakan.
Komentar

Dianjurkan