Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
Suara Lantang Aliansi Ibu Indonesia di DPR: MBG Menghinakan Perempuan dan Ilmu Pengetahuan!

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI pada Kamis (16/7/2026), perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau, menyampaikan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Ia menilai program tersebut seksis dan menghina ilmu pengetahuan karena mengabaikan suara para ibu yang sejatinya paling memahami manajemen gizi serta anggaran keluarga.

Selain menyoroti ketimpangan realisasi anggaran per porsi dengan fakta di lapangan, Annette menekankan bahwa pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional belum membawa perbaikan nyata. Program MBG juga dikritik atas dampak sosialnya, termasuk memicu fenomena PHK yang merugikan ibu bekerja, sementara penanganan stunting mendesak justru terabaikan.

#AliansiIbuKritikProgramMBG #MBGProgramHinaIlmuPengetahuan

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Betapa sakit hatinya kami sebagai perempuan.
00:03Ketika kami melihat bahwa SPPG justru lebih banyak di daerah yang bukan kantong stunting dan bukan kantong kemiskinan.
00:10Dengan alasan belum ada SPPG disitu karena infrastrukturnya buruk.
00:14That's it!
00:21Jadi sekali lagi, mungkin saya masih terbawa atmosfer kemarin berdemo di depan Kejaksaan Agung.
00:30Jadi nadanya agak keras dan kencang.
00:33Sekali lagi ini untuk memberikan penekanan dengan segala hormat saya kepada Bapak Ibu Dewan yang terhormat.
00:41Ijinkan saya mengingatkan fungsi dan tugas Bapak Ibu sekalian adalah sebagai pengawas.
00:48Pengawas dari proses demokrasi yang sedang berlangsung.
00:52Saya tidak perlu menyebutkan proyek strategis nasional lainnya.
00:56Tapi MBG merupakan titik awal ini adalah proyek yang paling menghinakan ilmu pengetahuan dan perempuan.
01:05Peneliti tidak didengar, akademisi tidak didengar, dosen tidak didengar, ahli gizi tidak didengar.
01:14Berbagai rekomendasi masyarakat sipil terkait gizi, pendidikan, perawatan keluarga tidak didengar.
01:24Lalu ini program siapa sebenarnya?
01:26Kami harus rakan dan tidak boleh berdebat.
01:29Pajak main potong.
01:31Oke.
01:33Tapi ketika Anda memberi makan kami, anak-anak kami.
01:37Please be civilized.
01:40Beradaplah.
01:45Jadi mungkin itu yang bisa saya sampaikan.
01:48Bagaimana saya mencurahkan perasaan saya, sekali lagi saya bilang saya tidak bisa untuk tidak emosional.
01:55Libatkan lebih banyak perempuan, kami yang dealing di pasar.
02:00Libatkan perempuan, kami yang paham.
02:03Pak Menteri tidak usah kasih tahu, kalau sudah selesai masak pasti dimatikan kompornya.
02:07Tidak usah dikasih tahu, kami paling paham cara berhemat.
02:12Tidak usah diajarin.
02:15So please, please.
02:18Saya pernah ikut juga audiensi di Komnas HAM.
02:21Saya tidak mengerti itu laporan di Komnas HAM akhirnya sampainya kemana.
02:25Dan saya berharap inisiatif Bapak Ibu anggota Dewan yang terhormat hari ini,
02:30dan betapa baiknya pertemuan kita hari ini, semoga bisa membawa manfaat yang jelas.
02:35Dan sekali lagi, untuk mengawal kepentingan penerima manfaat utama, yaitu anak-anak Indonesia.
02:41Terima kasih.
02:42Terima kasih.
02:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan