00:00Betapa sakit hatinya kami sebagai perempuan.
00:03Ketika kami melihat bahwa SPPG justru lebih banyak di daerah yang bukan kantong stunting dan bukan kantong kemiskinan.
00:10Dengan alasan belum ada SPPG disitu karena infrastrukturnya buruk.
00:14That's it!
00:21Jadi sekali lagi, mungkin saya masih terbawa atmosfer kemarin berdemo di depan Kejaksaan Agung.
00:30Jadi nadanya agak keras dan kencang.
00:33Sekali lagi ini untuk memberikan penekanan dengan segala hormat saya kepada Bapak Ibu Dewan yang terhormat.
00:41Ijinkan saya mengingatkan fungsi dan tugas Bapak Ibu sekalian adalah sebagai pengawas.
00:48Pengawas dari proses demokrasi yang sedang berlangsung.
00:52Saya tidak perlu menyebutkan proyek strategis nasional lainnya.
00:56Tapi MBG merupakan titik awal ini adalah proyek yang paling menghinakan ilmu pengetahuan dan perempuan.
01:05Peneliti tidak didengar, akademisi tidak didengar, dosen tidak didengar, ahli gizi tidak didengar.
01:14Berbagai rekomendasi masyarakat sipil terkait gizi, pendidikan, perawatan keluarga tidak didengar.
01:24Lalu ini program siapa sebenarnya?
01:26Kami harus rakan dan tidak boleh berdebat.
01:29Pajak main potong.
01:31Oke.
01:33Tapi ketika Anda memberi makan kami, anak-anak kami.
01:37Please be civilized.
01:40Beradaplah.
01:45Jadi mungkin itu yang bisa saya sampaikan.
01:48Bagaimana saya mencurahkan perasaan saya, sekali lagi saya bilang saya tidak bisa untuk tidak emosional.
01:55Libatkan lebih banyak perempuan, kami yang dealing di pasar.
02:00Libatkan perempuan, kami yang paham.
02:03Pak Menteri tidak usah kasih tahu, kalau sudah selesai masak pasti dimatikan kompornya.
02:07Tidak usah dikasih tahu, kami paling paham cara berhemat.
02:12Tidak usah diajarin.
02:15So please, please.
02:18Saya pernah ikut juga audiensi di Komnas HAM.
02:21Saya tidak mengerti itu laporan di Komnas HAM akhirnya sampainya kemana.
02:25Dan saya berharap inisiatif Bapak Ibu anggota Dewan yang terhormat hari ini,
02:30dan betapa baiknya pertemuan kita hari ini, semoga bisa membawa manfaat yang jelas.
02:35Dan sekali lagi, untuk mengawal kepentingan penerima manfaat utama, yaitu anak-anak Indonesia.
02:41Terima kasih.
02:42Terima kasih.
02:49Terima kasih.
Komentar