Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Hutan Dibabat Mau Buat Apa?! Wagub Papua Selatan Semprot Menhut Raja Juli di DPR!

Wakil Gubernur Papua Selatan menyampaikan kekesalan mendalam terkait aksi pembabatan hutan yang makin tak teratur di wilayahnya. Ia menyoroti pembukaan lahan skala besar—seperti proyek tebu seluas lebih dari 580 ribu hektar, kelapa sawit, peternakan, hingga lahan pangan—yang dinilai tanpa perencanaan matang pasca-penebangan.

Dalam forum di DPR, Wagub melempar sentilan terbuka kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan mendesak agar Pemerintah Provinsi Papua Selatan diberikan kewenangan khusus. Menurutnya, sistem desentralisasi saat ini seolah memudar akibat sentralisasi kebijakan, padahal pemerintah daerah yang harus berhadapan langsung dengan keresahan masyarakat di lapangan. Langkah penataan kewenangan dan transparansi ini dinilai krusial guna mengurai tumpang-tindih peruntukan hutan serta mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah di Papua.

#WagubPapuaSelatan #RajaJuliAntoni #PembabatanHutan

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sekarang dalam lahan 2 juta hektare itu ada juga optimalisasi lahan yang memang itu adalah menteri pertanian dan cetak sawar
00:17rakyat.
00:17Cetak sawar rakyat itu sekarang itu yang sudah terpakai dan yang sudah dikelola itu sekitar 48 ribu, 48 ribu hektare.
00:37Sebagiannya masih serampangan dan sekarang terlihat jelas di sana hutan itu juga dibabat dengan sangat tidak beraturan.
01:04Tidak beraturan karena setelah hutan dibabat tidak dipikirkan apa yang mau ditanam di situ, mau dibuat apa setelah hutan dibabat
01:16itu.
01:22Kami juga di sana ada perusahaan tebu itu untuk tebu diperkirakan itu lahan seluas 580 ribu 920 hektare itu.
01:39Itu lahan tebu juga untuk kelapa sawit.
01:43Satu menit lagi Pak.
01:44Ya untuk kelapa sawit dan ada juga lahan pertanian untuk peternakan ada juga untuk lahan pangan.
01:51Jadi permintaan kami, satu menit ini saya katakan permintaan kami tolong kami diberi kewenangan khusus pemerintah provinsi karena kami perpanjangan
02:04tangan dari pemerintah pusat.
02:06Kami selalu seolah-olah sistem desentralisasi itu sudah tidak kelihatan sama sekali.
02:13Yang ada itu sentralisasi.
02:18Jadi kami harap kami diberi kewenangan.
02:22Supaya kita tahu dan kita bisa berhadapan langsung dari masyarakat.
02:26Jangan ada masalah baru pemerintah pusat dipercayakan untuk turun.
02:30Kalau boleh kami diberi kewenangan.
02:32Supaya kami berhadapan mereka.
02:35Terima kasih.
02:37Saya lihat Menteri Kehutanan juga tidak ada ini.
02:38Bukan mitra kami Pak, tapi kami sampaikan.
02:40Jadi saya minta mungkin itu juga masukkan.
02:42Karena hutan juga di sana tumpang tinggi peruntukannya.
02:45Makanya dari awal tadi saya tegaskan kita punya kewenangan di area penggunaan lain Pak.
02:51Tapi tidak apa-apa kami tampung karena sebagian dari kami ini yang membahas undang-undang reform agraria.
02:56Terima kasih Wakil Gubernur Papua Selatan selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan