00:00Kemudian kami merespon pada kiteria pengurusan sekolah tadi, kami sudah sampaikan ada 1.653 sekolah yang kami keluarkan dari kiteria
00:10penerima MBG adalah sekolah-sekolah internasional, sekolah-sekolah internasional, sekolah-sekolah yang berhasil yang berhasil yang berhasil.
00:19Misalnya seperti SMA atau SMA, misalnya tentu saja tidak mendapatkan MBG, kemudian masuk sekolah-sekolah internasional ke Cambridge, kemudian yang
00:32level-level gitu.
00:34Selain itu juga dari sekolah-sekolah itu adalah sekolah-sekolah internasional, baik negeri dan swasta yang di data big dustman
00:46itu menolak bantuan dana bos.
00:49Karena menolak bantuan dana bos, itu kemudian membuat konfirmasi betulkah tidak perlu MBG, kemudian kepala sekolah, kemudian wali-murid semuanya
01:02itu menyetujui bahwa sekolah itu tidak perlu dikirim MBG dengan alasan supaya anggaran yang harusnya dipakai untuk sekolah tadi itu
01:10bisa dipergunakan untuk sekolah lain yang lebih menguntukkan.
01:14Betul sekali, jadi prinsipnya adalah, ini adalah timografisasi gisi, intinya semua yang diberikan ketua yang tidak mau.
01:25Dan kami terkait sekolah swasta, saya kira lebih tidak kenal-kenalnya, karena memang sekolah-sekolah swasta bisa dilihat dari kondisi
01:34sekolah dan SPK-nya.
01:35Namun sekolah negeri, sesuai dengan hasil rapat kami dengan Dekita Asmen dan dengan Kementerian Menpo Pangan dalam pas kami,
01:43untuk sekolah negeri ini harus, kalau menerima semua, tapi kalau misalnya tidak, tidak semua.
01:52Itu keputusan sementara adalah seperti itu.
01:56Jadi tidak mungkin dalam satu sekolah negeri, kata-kata 70% misalnya mampu, 30% tidak mampu, kemudian kalau memang
02:04iya,
02:04konsensusnya harus sekolah itu serta sini, walaupun iya harus sepakat-sepakat iya semua atau sepakat-sepakat tidak semua.
Komentar