- 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Kubu pendukung Wapres Gibran Rakabuming menanggapi Denny Indrayana yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait Gibran.
Ketum Gibranisti, Taufik Bilfaqih menghormati gugatan ke Mahkamah Konstitusi, namun ada hal yang dinilai melampaui batas.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (20/9/2026).
"Isu-isu ketebeleke seperti ini seharusnya tidak perlu kemudian ditanggapi oleh mas wapres," ujar Taufik.
Video Editor: Lintang Amiluhur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691763/full-kubu-gibran-soal-gugatan-denny-indrayana-di-mk-sudah-melampaui-batas
Ketum Gibranisti, Taufik Bilfaqih menghormati gugatan ke Mahkamah Konstitusi, namun ada hal yang dinilai melampaui batas.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (20/9/2026).
"Isu-isu ketebeleke seperti ini seharusnya tidak perlu kemudian ditanggapi oleh mas wapres," ujar Taufik.
Video Editor: Lintang Amiluhur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691763/full-kubu-gibran-soal-gugatan-denny-indrayana-di-mk-sudah-melampaui-batas
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ini yang kosong apa ini?
00:06Alergi kamera jangan dekat-dekat ya.
00:09Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:11Selamat malam, terima kasih.
00:15Ada pun agenda kita malam ini,
00:17jumpa pers terkait gugatan saudara Denny Andriana
00:21dengan kawan-kawan di Mahkamah Konstitusi
00:23yang akan dilakukan besok sidang pokok perkaranya.
00:26Kami di sini sebagai relawan Pak Prabowo Gibran
00:32hari ini akan menyampaikan bahwa isu-isu
00:35apa yang disampaikan oleh saudara Denny Andriana
00:38dan kawan-kawan itu head speech
00:39yang melakukan pembohongan publik,
00:42melakukan jumpa pers,
00:44melakukan sehimbara yang di luar
00:48ketentuan yang berlaku
00:50sebagaimana mesti diatur dalam aturan PKPU kita.
00:56ataupun yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi
01:00dua tahun lalu
01:01sebagaimana gugatan oleh pasangan capres
01:05dan cowok pres dari lawan Prabowo Gibran
01:10yaitu pasangan nomor urut satu dan nomor urut tiga.
01:15itu nanti saudara Bil sampaikan terkait gugatan
01:20yang dilakukan saudara Denny Andriana
01:22penjelasan secara aturan di KPU
01:29ataupun di MK-nya nanti akan ditambahkan oleh saudara Kunang.
01:36oke saudara Bil
01:39ya terima kasih
01:40Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:42kita sebagai masyarakat Indonesia yang menghormati
01:46hak konstitusional setiap warga negara
01:49berdemokrasi
01:51kita sangat menghormati
01:52teman-teman yang saat ini sedang
01:55mencoba memperjuangkan
01:58melakukan proses senketa
02:00pemilu
02:02tentu PHPU di Mahkamah Konstitusi
02:05yang dipimpin oleh Denny Andriana bersama kawan-kawan
02:08sekali lagi kita atas nama relawan
02:10menghormati itu
02:11karena itu adalah hak konstitusional
02:14tapi izinkan kami mencoba untuk merespon
02:17untuk kemudian bisa disikapi secara rasional
02:21dan juga dewasa oleh semua pihak
02:24mengingat cara yang dilakukan oleh Denny dan kawan-kawan
02:28ada fase-fase dan sesekali kami melihat
02:31ini sudah melampaui batas
02:32sekali lagi kita menghormati
02:34gugatan mereka ke Mahkamah Konstitusi
02:36namun ada hal yang nampaknya
02:38menurut kami ini perlu mendapat perhatian semua masyarakat
02:43sebelum kita masuk ke isu yang utama
02:46yaitu soal gugatan mereka di Mahkamah Konstitusi
02:49dan apa sikap kita
02:50pertama ada pertanyaan-pertanyaan
02:53dan pernyataan yang menurut kami agak konyol
02:56yang selalu diremparkan oleh Denny
02:57dan kawan-kawan yaitu tinggal menunjukkan saja ijasahnya
03:02mana ijasahnya Gibran
03:04selalu pertanyaan-pertanyaan ini muncul
03:06dan ini serupa dengan Pak Jokowi
03:08kalau memang ijasahnya asli
03:09mana ijasahnya
03:11seolah-olah kita lupa
03:13dan seolah-olah kita sedang menagih kepada
03:15teman yang sering di warung kopi
03:17untuk silahkan memperlihatkan ijasahnya
03:19kita harus ingat
03:20jabatan sebagai wakil presiden
03:22bukanlah jabatan yang kaleng-kaleng
03:24kita harus hormati Mas Wapres saat ini
03:27yang sedang bekerja
03:28yang seharusnya isu-isu yang
03:30KTBLC seperti ini tidak perlu kemudian
03:32ditanggapi oleh Mas Wapres
03:34artinya banyak juga relawan
03:36yang tidak akan suka
03:37kalau ada pertanyaan seperti ini
03:40sekaligus
03:40kalau direspon oleh Mas Gibran
03:42sebagai wakil presiden
03:43itu yang pertama
03:45yang kedua
03:46kami selain relawan
03:48secara kebetulan pernah menjadi
03:50penyelenggara pemilu
03:52kami sangat memahami
03:53gugatan yang dilakukan
03:55Deni Indrayana ini
03:56nampaknya perlu mendapat perhatian
03:59secara serius
04:00bukan dalam konteks
04:01akan kita anggap sebagai
04:03adalah sesuatu yang bisa diterima
04:06kami berharap
04:07ada tuntutan kita kepada
04:08Mahkamah Konstitusi
04:10untuk berada pada rel yang semestinya
04:12demikian juga
04:13kepada Komisi Pemilihan Umum
04:15Badan Pengawas Pemilihan Umum
04:17bahkan termasuk DKPP
04:18yang nanti tentu menjadi
04:20pihak yang tergugat
04:21atau pihak yang akan terkait
04:23karena biar bagaimanapun
04:24yang akan digugat oleh
04:25Deni Indrayana adalah
04:27keputusan KPU itu sendiri
04:28bagi kami
04:29kita sepakat
04:30bahwa
04:31Deni Indrayana
04:33nampaknya
04:33ada kekacauan
04:35atau logika falasi
04:36yang bermasalah
04:37ketika dia kemudian
04:38menggugat sesuatu
04:40yang sudah clear
04:41sesuatu yang tidak ada masalah lagi
04:43dalam proses
04:44pencapresan
04:45Pak Prabowo dan juga Gibran
04:47kami ingin tegaskan
04:48selama ini
04:49Bang Deni mencoba
04:50untuk mengingatkan publik
04:52bahwa Mas Gibran itu
04:54tidak memulih syarat
04:55sebagai wapres
04:55karena dinilai
04:56tidak memiliki
04:57ijazah SMA luar negeri
04:59perlu kami tekankan
05:01kawan-kawan dan Bapak Ibu semua
05:02bahwa di pemilu 2024 kemarin
05:06KPU itu punya
05:08satu produk hukum
05:09yang memberikan ruang
05:10kepada pihak
05:11calon presiden
05:13dan wakil presiden
05:14terutama mereka yang
05:15alumni luar negeri
05:16itu bisa
05:17membawa
05:18satu
05:18ijazah
05:20luar negerinya
05:21yang kemudian disetarakan
05:23atau bisa juga
05:24tidak membawa
05:25ijazah
05:25luar negerinya
05:26maupun yang disetarakan
05:28karena ada
05:29peraturan KPU itu sendiri
05:30yang memberikan ruang
05:31bagi alumni
05:32luar negeri
05:33cukup dengan
05:34membawa
05:35dokumen
05:36perguruan tingginya
05:37itu satu hal
05:38tapi apakah
05:39dengan seperti ini
05:40seolah-olah Gibran
05:41tidak punya ijazah
05:42ini yang bermasalah
05:43kami melihat
05:44Denny Indrayana
05:45menggiring publik kita
05:46seolah-olah Gibran
05:47tidak punya ijazah
05:48karena beberapa hal
05:49pertama
05:49ketika Denny Indrayana
05:51membuat sayembara
05:52Gibran tidak mau
05:54menunjukkan ijazahnya
05:55ini kan konyol gitu
05:55masa Gibran akan
05:57menunjukkan ijazah
05:57sebagai wakil presiden
05:58karena dituntut
06:00lewat sayembara
06:00karena tidak ada peserta
06:02yang memperlihatkan
06:03ijazah lewat sayembara itu
06:04maka
06:05kesimpulan dari Denny
06:06maka Gibran
06:07tidak punya ijazah
06:08ini kacau
06:09apalagi sayembara ini
06:11bermasalah gitu kan
06:12maka itu yang pertama
06:14jadi publik
06:14tidak boleh percaya
06:15ketika dia mengadakan sayembara
06:17dan Mas Gibran
06:18tidak memperlihatkannya
06:19berarti bukan berarti
06:20Mas Gibran
06:21tidak memiliki ijazah
06:22itu yang pertama
06:22yang kedua
06:23menurut Denny
06:24dan kawan-kawan
06:25ketika sidang di KIP
06:27dan juga di PT UN
06:29tidak kemudian
06:30ditemukan
06:31mana ijazah
06:33Australia
06:33atau ijazah
06:34UTS Insert
06:35yang kemudian
06:35menjadi data
06:36untuk dibuatnya
06:38surat keterangan
06:38penyetaraan
06:39dari situ mereka
06:40mengambil kesimpulan
06:41bahwa Gibran
06:42tidak memiliki data
06:43SMA-nya
06:44dari luar negeri
06:45ini keliru
06:46sekali lagi
06:47di KIP
06:48KIP memang
06:49memberikan ruang
06:50kepada Dik Dasman
06:51untuk memperlihatkan
06:53mana dokumen-dokumen
06:54ketika Gibran
06:56Raka Buming Raka
06:57untuk kemudian
06:58mencalonkan diri
06:59sebagai calon
07:00wakil presiden
07:00makanya KPU
07:01dan juga Dik Dasman
07:02memberikan semua data itu
07:04tapi ada syarat
07:05yang harus ditanda tangani
07:06oleh penggugat
07:07yaitu Bonatua
07:08tapi ternyata
07:08tidak dilakukan
07:09maka akhirnya
07:10data pribadi itu
07:11tidak kemudian
07:12semuanya dibuka
07:13yang kedua
07:14nah disidang PT UN
07:15PT UN
07:16ternyata
07:17gugatannya Subhan Palau
07:19itu ditolak oleh PT UN
07:20karena ini bukan
07:21sengketa
07:22berkaitan dengan
07:23administrasi
07:24tata usaha negara
07:24melainkan sengketa
07:25Pilpres
07:26nah dari inilah
07:27kemudian
07:28Denny berkesimpulan
07:29Gibran itu tidak lulus SMA
07:31ini kan lucu gitu
07:32terus data
07:33atau surat keterangan
07:34dari Dik Dasman itu
07:35apakah
07:36datang muncul
07:37tiba-tiba
07:38hanya karena kebetulan
07:39mereka menuduh ini
07:40anaknya presiden
07:40maka
07:41tiba-tiba ada
07:42surat keterangan itu
07:43emangnya kalau anak presiden
07:44harusnya tidak ada
07:45surat keterangan
07:45ini kan lucu
07:46inilah yang kemudian
07:48kita menganggap
07:49ruang publik kita
07:49disesatkan oleh logika
07:51Denny Indrayana
07:52jadi
07:52oleh karena
07:53asumsi Denny
07:54Gibran tidak memiliki
07:56ijazah
07:57jadi bukan karena
07:57fakta dan bukti ya
07:58tapi karena asumsi
07:59dari Denny
08:00karena sayembara
08:01dari Denny
08:02maka dia memutuskan
08:03Gibran tidak punya ijazah
08:05nah ini keliru
08:05nah sehingga itu
08:06kami merasa bahwa
08:08yang dia lakukan nanti
08:09di Mahkamah Konstitusi
08:10adalah sebuah upaya
08:12yang mungkin konstitusional
08:13tapi kalau kita
08:14mau belajar tentang
08:15mekanisme beracara
08:16dalam konteks PHPU
08:17seharusnya
08:18itu paling lambat
08:20tiga hari
08:20pasca penetapan
08:21kemenangan
08:22yang ditetapkan oleh KPU
08:23namun
08:24sangat disayangkan
08:25kenapa kemudian
08:26mereka justru
08:27setelah dua tahun
08:28baru umlet
08:29mau menggugat itu
08:30inilah yang kami heran
08:31Denny yang
08:32mungkin tidur
08:33di saat
08:33sengketa-sengketa
08:34Pilpres
08:35tiba-tiba
08:36dia kemudian
08:36merasa mendapat ilham
08:37dan akhirnya
08:38dia mencoba
08:39untuk melakukan
08:39sengketa
08:40di dua tahun
08:41bekerjanya
08:42Gibran Raka Bumi Raka
08:43kami yakin
08:44kami yakin
08:45Mahkamah Konstitusi
08:46akan menerima
08:47gugatan mereka
08:48dari sisi
08:49proses beracara
08:50tapi kami yakin
08:51Mahkamah Konstitusi
08:52akan menegakkan
08:53konstitusi
08:54dengan kemudian
08:55menolak
08:56semua gugatan
08:57yang akan
08:58dilakukan oleh
08:59Denny Indrayana
09:00dan kawan-kawan
09:00dan kami juga yakin
09:02KPU akan
09:03menegaskan
09:04posisi mereka
09:04karena mereka yang
09:05bertanggung jawab
09:06mereka yang sudah
09:07melakukan analisa dokumen
09:08mereka yang sudah
09:09melihat bahwa
09:10tidak ada aturan
09:11yang dibentur
09:11sehingga itu
09:12KPU akan berada
09:13di posisi yang tegas
09:15yaitu
09:15bahwa
09:16Gibran Raka Bumi Raka
09:17sudah lolos
09:18sebagai calon
09:19wakil presiden
09:19dan saat ini
09:20sudah bekerja
09:21sebagai wakil presiden
09:22itu sebagai
09:22preambul
09:23nanti kemudian
09:24akan ditambahkan
09:25oleh teman-teman lain
09:25yang ada di sini
09:26intinya kami
09:27tidak akan tinggal diam
09:28walaupun kami
09:29mengajak kepada
09:30masyarakat
09:30mari kita
09:31hormati
09:32persidangan ini
09:33sekaligus
09:33jangan pernah
09:34mau tertipu
09:35sebagaimana yang
09:36sering dilakukan oleh
09:37Denny Indrayana
09:38lewat Sayangbara
09:39dan juga
09:39podcast-podcast
09:40yang sudah dilakukan
09:41yang ternyata menurut kami
09:43itu menyesatkan publik
09:43terima kasih
09:44oke
09:44selanjutnya
09:45Pak Kunang
09:46oke
09:49saya hanya
09:50melengkapi saja
09:51dari apa yang
09:52sudah dipaparkan oleh
09:54Bang Bill
09:55yang sebelumnya
09:56karena beliau juga
09:57adalah praktisi
09:58dari
09:58rezim
10:00pemilu ya
10:02disini yang saya
10:03harus bawah
10:03adalah dua
10:04poin
10:05pertama
10:08saya memang
10:09agak lucu juga
10:09ini
10:09kenapa
10:10dia
10:11menjadikan
10:12dasar gugatannya
10:13permohonannya ke
10:14MK
10:15itu karena
10:15sayembaranya itu
10:16Mas Gibran
10:18tidak
10:18apa namanya
10:19sayembaranya
10:20tidak menunjukkan
10:21ijazahnya
10:22perasaan sayembara
10:22berarti dia gak punya
10:23kesimpulannya
10:24sama dengan
10:24si Suhawan Palal
10:27kemudian
10:28kedua
10:28kalau kita
10:30tarik lagi
10:31ke atas
10:31adalah
10:34saya agak
10:35itu juga ya
10:35terlalu spekulatif
10:36mereka asumsinya
10:37luar biasa
10:38beraninya
10:38bahwa
10:39Gibran
10:41dinyatakan
10:41memanipulasi
10:42data-data
10:43administrasinya
10:45tapi dia tidak
10:47bisa membuktikan
10:48data mana yang
10:48dimanipulasi
10:49siapa yang
10:51memanipulasi
10:51karena ketika
10:53semua syarat
10:53administrasi
10:54diserahkan kepada
10:55rezim pemilu
10:56apakah
10:57KPU
10:57Bawaslu
10:58dan lain sebagainya
11:00itu kan urusan mereka
11:01sementara
11:03dia sudah menyimpulkan
11:03padahal
11:05kalau seandainya
11:06ada pemalsuan
11:07ada manipulasi
11:08disitu
11:09sudah uji dulu dong
11:09siapa pelakunya
11:13apakah
11:14polisi
11:14eh sorry
11:15apakah Gibran
11:16atau
11:16KPU
11:17kemudian
11:19yang lebih jauh lagi
11:21adalah
11:21yang dipersoalkan
11:23itu adalah
11:23terkait dengan
11:25aturan
11:26KPU
11:27nomor
11:289149
11:29tahun
11:302019
11:31ya
11:32oh sorry
11:34aturan
11:35Dick Dasman
11:35ya
11:362019
11:38ketika
11:39Mas Gibran
11:40waktu itu
11:41sedang
11:43mempersiapkan
11:44syarat administrasinya
11:45untuk mengikuti
11:46pilkada ya
11:47di Solo
11:50lalu kemudian
11:51ini kan
11:52pilpres kemarin
11:54pengurusan
11:54apa namanya
11:55administrasinya
11:56dimulai tahun
11:572023
11:572024
11:58kan
11:582023
11:59kan ya
12:00akhir 2023
12:01nah artinya
12:02kalau seandainya dia
12:04mempersoalkan ini
12:05pertama dia harus
12:06pertama dia harus tanggung jawab dulu
12:08dengan manipulasi itu
12:09dilakukan oleh siapa
12:10kedua
12:11kalau seandainya terjadi
12:12katakanlah
12:13kesalah administrasi
12:14disitu
12:14ada
12:15apa namanya
12:16ada mal administrasi
12:17disitu
12:17wilayahnya bukan disini
12:19ketun dulu
12:20pengadilan
12:21takusaha negara
12:22kan gitu
12:22tapi semuanya kan
12:24sudah diketahui
12:25mereka ke KIP
12:26dan sebagainya
12:26ketun pun ditolak
12:27termasuk yang
12:28gugar kerugian
12:29di PN Pusat itu sendiri
12:30ditolak gitu kan ya
12:31tapi mereka mungkin
12:32sebetulnya
12:33hampir putus asa
12:34disini
12:34memaksa MK
12:36untuk mengeluarkan
12:37pengecualian
12:38kewenangan dia
12:39untuk membuat
12:40ini
12:41persyaratan itu
12:42sebagai
12:42yang menurut dia
12:43adalah
12:44menurut mereka ini
12:45persyaratan itu
12:46sudah tidak terpenuhi
12:47sudah ilegal
12:48persyaratan itu
12:49sejak awal
12:50begitu ya
12:51kesimpulan mereka ya
12:52padahal
12:53lembaga-lembaga yang menguji
12:54itu bukan
12:55kelurahannya
12:56Mas Presidi Solo tapi
12:58seluruh lembaga
12:59terkait mulai dari
13:00KPU Bawaslu
13:02dan lain-lain
13:03termasuk partai
13:04politik nah
13:05makanya kita pikir
13:07disini ada
13:07lompatan
13:08-lompatan
13:08logika yang dimainkan
13:10dan memang
13:10kelihatannya memang
13:11tujuannya bukan untuk
13:12apa namanya
13:13berhasil itu tidak
13:14yang penting
13:15bikin heboh
13:16kalau dari sisi format saja
13:18harusnya
13:19pihak yang
13:20akan dilibatkan
13:22terkait dengan
13:23apa namanya
13:23permohonan mereka itu
13:24sejak awal
13:25canang kan
13:26Dignas juga
13:26mereka harus dilibatkan
13:27sebagai pihak gitu ya
13:29kemudian
13:30partai
13:31yang koalisi
13:32ya sebagai pengaju
13:33itu sendiri
13:34itu juga harus
13:35mereka libatkan
13:36kalau
13:36masih kita berkutat
13:38di PHPU
13:38ini kok sudah
13:39di luar koridor itu semua
13:41belum ada aturannya
13:42kawan ini
13:43baik sekali
13:45dalam menata
13:46tulisannya
13:47disini
13:47dia mencontohkan
13:49bahwa ada
13:49di negara
13:50yang kita
13:51entah berantah
13:52yang dijadikan
13:54sebagai rujukan
13:54sebagai sampel
13:55diantaranya adalah
13:56Panuatu
13:57Sierra Leone
13:59Kosopo
14:00dan terakhir
14:01Filipin
14:01ada beberapa
14:02banyak negara gitu kan
14:03banyak negara
14:04apa namanya
14:04presiden maupun
14:05wakil presidennya
14:06di diskualifikasi
14:07kasusnya tidak sama
14:09aturnya tidak sama
14:10tapi di cocokologi
14:11kalau kita
14:11Bang Bill
14:12nah
14:14kemudian
14:14dia juga mengambil
14:15bahwa dari diskusinya
14:16Bang Bill
14:17saya tangkap juga
14:18disitu adalah
14:18kasus
14:19di
14:20apa namanya
14:21Bupati di
14:21Pesawaran
14:22salah satu
14:23di Lampung ya
14:24kemudian di mana tadi
14:25Palopo
14:26di Palopo
14:27kemudian ada
14:27di Saborejua
14:28di Saborejua
14:30kasusnya
14:30gak nyambung
14:32Suketnya itu
14:33dia mempersamakan
14:34padahal
14:35Zip sudah berubah
14:35dari 2014
14:36ke 2019
14:37dan 2023
14:39jadi lompat-lompatan itu
14:41dia harusnya
14:42bertanya juga
14:42barangkali
14:43kita ini
14:45kalau logika itu
14:46kita pakai
14:47jangan-jangan
14:47kita bugat
14:47ibu kita sendiri
14:48ibu bukan ibu saya
14:49gitu kan
14:49atau bapak
14:51bukan bapak saya
14:51gitu kan
14:52jadi seperti itu
14:54yang kelihatannya
14:54yang logika
14:56kita sedang
14:57dibolak-balik
14:58sedemikian rupa
14:59sehingga ujungnya itu
15:00penyesatnya
15:01yang penting heboh dulu
15:01seperti seperti itu
15:02jadi mungkin kita
15:04saran saya
15:05buat teman-teman
15:05gak usah berlebihan juga
15:07menanggapinya
15:08tapi kita harus
15:09perhatikan
15:09karena ini
15:10karena bagaimanapun
15:12masyarakat
15:13yang tahu
15:15tentang dunia pendidikan
15:16tahu tentang
15:17kepemiluan
15:18apalagi
15:18mendengarnya
15:19sepotong-sepotong
15:19seolah-olah nanti
15:20akan jadi kesimpulan
15:21ini bisa ditelan
15:23mentah-mentah
15:23ini ditelan mentah-mentah
15:24masyarakat kita
15:25makanya kita yang ada
15:26di sini
15:26yang masih waras
15:27tidak henti-henti
15:29menyampaikan kepada masyarakat
15:30bahwa ini sesat
15:31ini salah
15:32ini keliru
15:33ada lagi istilahnya
15:35dia TST
15:35kalau dulu
15:37sebutnya waktu
15:38di MK
15:38pada saat Pilpres
15:40sidang PHBU ya
15:41ada namanya TSM
15:42kalau sekarang diganti lagi
15:44istilahnya itu
15:45namanya
15:45terstruktur
15:46sistematis dan terencana
15:49makanya
15:50ketika dibilang bahwa
15:51ada mal-administrasi
15:53atau katakanlah
15:53ada manipulasi
15:54administrasi
15:55pertanyaannya
15:56kenapa tidak dibuktikan dulu
15:57ini kok buru-buru
15:58ke MK
15:59gitu
16:00jadi kalau kita
16:02yakin 100%
16:03bahwa lembaga
16:04seperti KPU
16:05seperti kepolisian
16:07yang mengeluarkan
16:09SKCK dan sebagainya
16:10itu
16:10itu tidak pernahkan lalai
16:12dalam apa namanya
16:13setiap
16:13itu kan per layer
16:15gitu ya
16:15setiap tahap
16:16ada layernya sendiri
16:18setiap ada layer sendiri
16:19gak mungkin
16:20olos orang segitu banyak
16:21memang siapa
16:22dia ini
16:23kenapa kita harus
16:24tunduk dengan
16:24apa pendapat dia
16:25gitu kan
16:26itu kan kekesalan dia
16:27masih ingat gak
16:28kawan-kawan ketika
16:29menjelang pemilu
16:30Pilpres
16:332024 kemarin
16:34dia kan demo
16:35sendiri ya
16:36di Australia
16:36waktu itu
16:37soal terkait
16:38dengan masalah
16:39MK akan memutus
16:41terbuka
16:41tertutup
16:42pemilihan calon
16:43anggota dewan
16:44kan waktu itu
16:44nah itu juga
16:46bikin heboh sendiri
16:47gitu kan
16:47sampai
16:47Pak Saldi Isra
16:49yang mulia itu
16:50sampai mencap-mencap
16:51pada saat itu
16:52melaporkannya ke polisi
16:53gak itu kelanjutnya
16:54gimana
16:54nah kalau
16:55melihat dari tracknya itu
16:56memang beliau ini
16:58senang bikin masalah
16:59gitu kan ya
17:00dan
17:01rasanya
17:02unsur pribadi lah
17:03ya pribadi dia sendiri
17:04sebetulnya
17:05berarti orang lain
17:06memperalat
17:06jadi
17:08kita tidak perlu terpancing
17:10dan kita
17:10nanggapnya secara wajar saja
17:11gak usah berlebihan
17:12karena
17:13apapun yang dilakukan itu
17:15tidak akan
17:16memang targetnya
17:17bukan untuk
17:17berhasil tidak
17:18ada statement dia
17:20disini bahwa
17:20menyatakan
17:21memang
17:22tidak ada
17:23norma yang dilanggar
17:24ketika
17:25tidak ada
17:26aturan atau norma
17:27ketika
17:28sudah disahkan
17:30tetap
17:30sebagai
17:31pemenang
17:32pasangan
17:33pemenang
17:33kemudian
17:34sudah disahkan
17:35dan dilantik
17:36dan sudah menjabat
17:37tidak ada norma
17:38yang mengatur tentang itu
17:40untuk di
17:41apa namanya
17:42di diskualifikasi
17:43tapi bagi dia adalah
17:45dia minta
17:45MK mengeluarkan
17:47kewenangan baru
17:47untuk sampai ke situ
17:49nah apakah itu
17:50kan depan itu tidak
17:51nah saya rasa
17:52MK juga gak buta-buta
17:53amat gitu kan
17:55demikian
17:55oke
17:56selanjutnya
17:57nanti
17:58disampaikan
17:59ada tambahan
18:00saudara Pritz
18:01ada
18:01jadi
18:02saya sedikit ya
18:05caranya melalui
18:06undang-undang
18:07pasal 7A
18:087B
18:08undang-undang 45
18:09dimana
18:10syarat administrasi
18:12tidak memenuhi lagi
18:13wakil presiden
18:14ini yang digugat
18:15jadi
18:16mekanisme
18:17memaksulkan
18:18mas Gibran
18:18atau WAPRES
18:19atau K
18:19cap
18:20WAPRES
18:21atau K
18:22presiden itu sendiri
18:23pertama
18:23DPR
18:24mengusulkan ke MK
18:25terus
18:27nanti dari
18:28DPR
18:28dari MK
18:29ke DPR
18:30lalu dari DPR
18:31DPR ke
18:32MPR
18:33MPR
18:33nah karena
18:34mereka membagi
18:35beberapa kloter
18:36kloter pertama
18:36sudah pernah ke MK
18:37gagal
18:38kloter kedua
18:40atau di DPR
18:40gagal juga
18:41akhirnya caranya
18:43bagaimana
18:43ada celah
18:44ya sudah
18:45gugat dulu di MK
18:46lalu dibawa ke DPR
18:47nanti ini
18:48hasil daripada
18:50gugatan ini
18:51dibawa ke DPR
18:52lalu DPR
18:53usulkan ke
18:54MPR
18:55lalu MPR
18:56gulingkan
18:57atau turunkan
18:58Mas Gibran
18:59jadi syarat ini
19:00adalah syarat celah
19:01masuk
19:02pintu masuk
19:02untuk menurunkan
19:03Mas Gibran
19:04jadi
19:05ketika ditanya
19:06saya bilang
19:07ini adalah
19:08unsur
19:08politik
19:09bukan murni hukum
19:11dalam ilmu
19:12ketatanegaraan kita
19:14ketika
19:15di awal
19:16sebelum
19:16maju
19:18pemilihan
19:19sudah ditetapkan oleh KPU
19:20dan diawasi oleh
19:21Bawaslu
19:22dan sudah clear semuanya
19:23ini ketatanegaraan kita
19:25hukum kita sudah clear
19:25tidak lagi dipersoalkan
19:27jadi mereka masuk
19:28lewat celah bagaimana
19:29ya itu
19:30dari pasal 7A
19:317B
19:32Undang-Undang 45
19:33untuk apa
19:33gulingkan Mas Gibran
19:35saya pernah bersama-sama
19:37dengan mereka
19:37saya tahu persis
19:39itu saja
19:40oke
19:40ya
19:41jadi kesimpulannya
19:42apa yang dilakukan
19:44saudara Indrayana
19:46dan buat kawan
19:46tidak lebih dari
19:48akan melakukan
19:49kehebohan di publik saja
19:50saran saya
19:51kepada saudara
19:52Deni Indrayana
19:53sebaiknya
19:54saudara
19:55baca lagi
19:56pasal 4
19:57di PMK tersebut
19:58terus
19:59lihat pasal 1
20:01ayat 1 nya
20:02angka 13 PMK
20:04legal standing
20:06saudara
20:06Deni Indrayana
20:07sebagai apa
20:08terima kasih
20:09selamat malam
20:16tergabung di
20:18relawan
20:18Prabowo Gibran
20:20ya
20:22melihat dari
20:24klaim
20:24saudara kita
20:27di sana
20:27Deni Indrayana
20:28yang kita sudah tahu
20:29rekam jejaknya
20:30kan memang
20:31pada saat
20:33pilpres kemarin
20:34kan kita sudah tahu
20:35posisinya di mana
20:36gitu loh
20:37ya kan
20:39dan tidak puas
20:41dengan keok
20:42selalu mengatasnamakan
20:44mewakili rakyat
20:46mewakili rakyat
20:46mewakili rakyat
20:47rakyat yang mana
20:48yang diwakili
20:49oleh Deni Indrayana
20:51siapa sih itu
20:53ya kan
20:54jadi rakyat
20:56mana yang
20:57diwakili oleh
20:58si Deni
20:59gitu loh
21:01yang jelas
21:02yang jelas adalah
21:02paket
21:03Pak Prabowo
21:04dan
21:05Mas Gibran
21:06inilah
21:07ini adalah
21:08satu kesatuan
21:09yang tidak
21:09terpisahkan
21:12ya
21:13jadi kalau misalnya
21:14ada opini
21:15digoreng-goreng
21:16sama Deni
21:17ya itu kan
21:17cuma nomon-nomon
21:18aja
21:21kalau cuma
21:22nomon-nomon
21:23ngapain
21:24juga kita terlalu
21:24menghabiskan energi
21:25tapi
21:26tentu
21:27ada
21:28keterpanggilan kita
21:29tugas kita ini semua
21:30relawan Prabowo
21:31Gibran ini
21:32untuk meluruskan
21:33supaya rakyat ini
21:34jangan lagi
21:34dicuci-cuci
21:35kepalanya
21:36kayak kemarin
21:37ijasa palsu
21:38tak tahu
21:39dengan tiba-tiba
21:39tiba
21:40ngomong
21:42di media kemarin
21:43yang saya
21:43telitikan
21:45yang diposting
21:47sama
21:48Sandi
21:49bukan ijasanya
21:50Pak Jokowi
21:50kalau ijasanya Pak Jokowi
21:51asli
21:51gitu loh
21:53udah
21:54ya
21:55maksud saya
21:56gini
21:59kecuali
21:59kalau ada
22:00masyarakat
22:01ada rakyat
22:02yang merasa
22:02terwakili oleh
22:03Deni
22:04yang
22:05Keok itu
22:07di Pilpres
22:08kemarin
22:09masih tetap
22:10semangat
22:11ya gak apa-apa
22:13itu kan
22:14ceritanya
22:15hanya untuk
22:15bergembira
22:16dan menyenangkan
22:17hati saja
22:17makanya
22:19saya
22:19buat kawan-kawan
22:20semua ini
22:21ya sudah lah
22:22ya
22:23apa yang disampaikan
22:24oleh Deni itu
22:25omong-omong itu
22:26ya
22:27cukup dia
22:28bergembira
22:28di sana
22:30nanti kalau
22:31urusan Deni Indrayana ini
22:32cukup
22:32Bil aja yang
22:33saya suruh ke sana lah
22:33berdebat
22:34kan takut dia
22:36berdebat sama
22:36Bil
22:37kira-kira
22:38seperti itu
22:39kawan-kawan
22:40semua
22:40media
22:41glorifikasi
22:42yang disampaikan oleh
22:43Deni Indrayana
22:43saya gak tahu
22:44dia itu ada
22:45dimana selama ini
22:46dan permasalahannya
22:47apa sudah beres
22:47atau tidak juga
22:48saya gak mau
22:49mempertanyakan
22:50lebih jauh
22:50tapi
22:50bagi saya
22:51kita fokus saja
22:52untuk
22:52bagaimana
22:53amanah
22:55terhadap Pak Prabowo
22:56dan Mas Gibran ini
22:57kita kawal
22:57sampai tahun
22:582029
22:59Wa billahi taubik wal hidayah
23:01Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
23:02Terima kasih
23:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
23:10Cara baru nonton di Smart TV
23:12Nonton live streaming
23:14dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
23:16langsung dari Smart TV kamu
23:18Cara installnya
23:20buka Google Play Store di Smart TV kamu
23:22Cari Kompas TV melalui pencarian
23:26Pilih aplikasi lalu install
23:28Selesai
23:29kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
23:33Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga
23:37Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar