00:00Geser ke informasi kedua saudara, lagi duka datang dari Tanah Papua.
00:06Seorang sopir travel yang 13 tahun mengais rejeki di Merauke.
00:10Harus kehilangan nyawa karena ulah kelompok kriminal bersenjata.
00:16Arisanda dieksekusi dengan keji di kawasan Papua Pegunungan
00:20karena dituduh sebagai mata-mata aparat oleh KKB.
00:24Padahal sehari-hari ia hanya bekerja sebagai sopir travel.
00:28Lalu bagaimana nasib naas itu bisa menimpa dirinya?
00:43Tangis Sinta Biololo, istri Arisanda, pecah saat dievakuasi oleh TNI
00:50dari distrik buah Papua Pegunungan menuju rumah duka di Wamena.
00:55Sinta lemas tak berdaya.
00:57Ia terus menjerit atas ketidakadilan yang dialami suaminya.
01:02Hancur hatinya kehilangan suami dengan cara yang paling kejam.
01:07Ia terpaksa dievakuasi menggunakan helikopter TNI
01:11karena alasan keselamatan.
01:14Dari Wamena, jenazah Arisanda
01:17kemudian akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.
01:36Tangis histeris Sinta Biololo tak juga reda bahkan ketika ia sudah berada di Bandara Internasional Suntani,
01:45Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat siat.
01:47Kepedihan Sinta dirasakan seluruh keluarga dan kerabat
01:51yang ikut mengantar kepulangan jenazah Arisanda bersama Sinta
01:57menuju Toraja, Sulawesi Selatan.
02:00Mereka semua menangis, saling memeluk,
02:03berharap bisa sedikit menyembuhkan perasaan getir yang dirasakan Sinta
02:08akibat kepergian suami yang terjadi tiba-tiba.
02:19Sehari usai peristiwa penembakan,
02:22yakni pada Rabu 16 September,
02:24TNI berhasil menemukan jasad Arisanda saat melakukan penyisiran.
02:29Ia ditemukan tewas mengenaskan bersama mobilnya yang sudah hangus terbakar
02:34di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
02:39Jasad yang sudah lagi tak bisa dikenali itu kemudian dievakuasi ke RS Udewa Mena
02:45untuk proses identifikasi.
02:50Sebelum ditemukan tewas,
02:53Arisanda sempat disandra oleh KKB.
02:56Saat dihadang KKB,
02:58ia dipisahkan dari kumpulan orang asli Papua yang ia angkut dengan mobilnya.
03:04Saat disandra itu,
03:06Aris dipaksa memegang bendera Bintang Kejora
03:09dan mengucapkan kalimat mendukung Papua Merdeka.
03:13Demik selamatan nyawa,
03:15Aris menuruti permintaan anggota organisasi Papua Merdeka itu.
03:19Namun naas,
03:21Aris tetap ditembak hingga tewas.
03:25Berdasarkan informasi awal,
03:27romongan kendaraan lajuran dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata.
03:31Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang.
03:37Setelah itu,
03:38para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena.
03:41Sementara Arisanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habima.
03:47Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar
03:51serta jenazah pengemudinya.
04:01Kedatangan jenazah Arisanda di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,
04:07Maros pada Jumat sore,
04:09juga disambut isak tangis keluarga.
04:12Keluarga menggelar doa bersama di bandara
04:15sebelum lanjut melepas jenazah menuju Toraja Utara
04:18untuk dimakamkan keluarga.
04:20Aris sudah 13 tahun bekerja di Provinsi Papua Pegunungan
04:26sebagai sopir angkutan dan logistik.
04:28Aris berjuang mengais rejeki di Tanah Papua bersama istrinya
04:32yang berprofesi sebagai guru di Distrik Embua Enduga, Papua.
04:37Sebagai tulang punggung keluarga, Aris pergi meninggalkan seorang anak.
04:4413 tahun mengabdi di Tanah Papua sana
04:48untuk membawa logistik ke pedalaman,
04:52ke pedalaman khususnya di Nuha
04:56untuk kebutuhan masyarakat setempat.
05:00Dia juga sebagai tulang punggung keluarga di Toraja Utara.
05:05Demi menciptakan rasa aman di Tanah Papua,
05:08TNI Polri berkomitmen memburu pelaku penembakan Arisanda.
05:12Kapus Pen TNI, Maijen Muhammad Nas sebut,
05:16TNI pastikan mengejar kelompok kriminal bersenjata
05:19yang menembak Arisanda,
05:21sopir lahuran rute Wamena Enduga, Papua Pegunungan.
05:25Kapus Pen TNI menjelaskan,
05:27TNI akan berkomitmen menjaga pertahanan dan wilayah Indonesia.
05:34TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara,
05:38komit mengamankan setiap jengkal tanah kita,
05:41jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI,
05:44itu nggak benar, apapun perintah kami laksanakan.
05:46TNI siap selalu paling depan.
05:47Kalau soal pengajarannya itu masih dilakukan?
05:49Dilaksanakan penguatan pengamanan masyarakat,
05:52pengajaran terhadap pelaku.
Komentar