Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
PAPUA, KOMPAS.TV - Seorang sopir travel yang 13 tahun mengais rezeki di Merauke harus kehilangan nyawa karena ulah kelompok kriminal bersenjata.

Aris Sanda dieksekusi dengan keji di kawasan Papua Pegunungan karena dituduh sebagai mata-mata aparat oleh KKB.

Padahal, sehari-hari ia hanya bekerja sebagai sopir travel.

Tangis Sinta Biololo, istri Aris Sanda pecah saat dievakuasi oleh TNI dari Distrik Mbua, Papua Pegunungan menuju rumah duka di Wamena.

Hancur hatinya, kehilangan suami dengan cara yang paling kejam.

Ia terpaksa dievakuasi menggunakan helikopter TNI karena alasan keselamatan.

Dari Wamena, jenazah Aris Sanda kemudian akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.

Sehari usai peristiwa penembakan, yakni pada Rabu, 16 September, TNI berhasil menemukan jasad Aris Sanda saat melakukan penyisiran.

Ia ditemukan tewas mengenaskan bersama mobilnya yang sudah hangus terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Jasad yang sudah lagi tak bisa dikenali itu kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi.

Sebelum ditemukan tewas, Aris Sanda sempat disandera oleh KKB.

Saat dihadang KKB, ia dipisahkan dari kumpulan orang asli Papua yang ia angkut dengan mobilnya.

Saat disandera itu, Aris dipaksa memegang bendera Bintang Kejora dan mengucapkan kalimat mendukung Papua Merdeka.

Demi keselamatan nyawa, Aris menuruti permintaan anggota Organisasi Papua Merdeka itu. Namun, naas, Aris tetap ditembak hingga tewas.

Kedatangan jenazah Aris Sanda di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, pada Jumat sore, juga disambut isak tangis keluarga.

Keluarga menggelar doa bersama di bandara, sebelum lanjut melepas jenazah menuju Toraja Utara untuk dimakamkan keluarga.

Demi menciptakan rasa aman di Tanah Papua, TNI-Polri berkomitmen memburu pelaku penembakan Aris Sanda.

TNI dipastikan mengejar KKB yang menembak Aris Sanda. Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas, menjelaskan TNI akan berkomitmen menjaga pertahanan dan wilayah Indonesia.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691754/sopir-travel-aris-sanda-asal-toraja-tewas-ditembak-kkb-di-wamena-tni-buru-pelaku-berut
Transkrip
00:00Geser ke informasi kedua saudara, lagi duka datang dari Tanah Papua.
00:06Seorang sopir travel yang 13 tahun mengais rejeki di Merauke.
00:10Harus kehilangan nyawa karena ulah kelompok kriminal bersenjata.
00:16Arisanda dieksekusi dengan keji di kawasan Papua Pegunungan
00:20karena dituduh sebagai mata-mata aparat oleh KKB.
00:24Padahal sehari-hari ia hanya bekerja sebagai sopir travel.
00:28Lalu bagaimana nasib naas itu bisa menimpa dirinya?
00:43Tangis Sinta Biololo, istri Arisanda, pecah saat dievakuasi oleh TNI
00:50dari distrik buah Papua Pegunungan menuju rumah duka di Wamena.
00:55Sinta lemas tak berdaya.
00:57Ia terus menjerit atas ketidakadilan yang dialami suaminya.
01:02Hancur hatinya kehilangan suami dengan cara yang paling kejam.
01:07Ia terpaksa dievakuasi menggunakan helikopter TNI
01:11karena alasan keselamatan.
01:14Dari Wamena, jenazah Arisanda
01:17kemudian akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.
01:36Tangis histeris Sinta Biololo tak juga reda bahkan ketika ia sudah berada di Bandara Internasional Suntani,
01:45Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat siat.
01:47Kepedihan Sinta dirasakan seluruh keluarga dan kerabat
01:51yang ikut mengantar kepulangan jenazah Arisanda bersama Sinta
01:57menuju Toraja, Sulawesi Selatan.
02:00Mereka semua menangis, saling memeluk,
02:03berharap bisa sedikit menyembuhkan perasaan getir yang dirasakan Sinta
02:08akibat kepergian suami yang terjadi tiba-tiba.
02:19Sehari usai peristiwa penembakan,
02:22yakni pada Rabu 16 September,
02:24TNI berhasil menemukan jasad Arisanda saat melakukan penyisiran.
02:29Ia ditemukan tewas mengenaskan bersama mobilnya yang sudah hangus terbakar
02:34di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
02:39Jasad yang sudah lagi tak bisa dikenali itu kemudian dievakuasi ke RS Udewa Mena
02:45untuk proses identifikasi.
02:50Sebelum ditemukan tewas,
02:53Arisanda sempat disandra oleh KKB.
02:56Saat dihadang KKB,
02:58ia dipisahkan dari kumpulan orang asli Papua yang ia angkut dengan mobilnya.
03:04Saat disandra itu,
03:06Aris dipaksa memegang bendera Bintang Kejora
03:09dan mengucapkan kalimat mendukung Papua Merdeka.
03:13Demik selamatan nyawa,
03:15Aris menuruti permintaan anggota organisasi Papua Merdeka itu.
03:19Namun naas,
03:21Aris tetap ditembak hingga tewas.
03:25Berdasarkan informasi awal,
03:27romongan kendaraan lajuran dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata.
03:31Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang.
03:37Setelah itu,
03:38para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena.
03:41Sementara Arisanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habima.
03:47Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar
03:51serta jenazah pengemudinya.
04:01Kedatangan jenazah Arisanda di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,
04:07Maros pada Jumat sore,
04:09juga disambut isak tangis keluarga.
04:12Keluarga menggelar doa bersama di bandara
04:15sebelum lanjut melepas jenazah menuju Toraja Utara
04:18untuk dimakamkan keluarga.
04:20Aris sudah 13 tahun bekerja di Provinsi Papua Pegunungan
04:26sebagai sopir angkutan dan logistik.
04:28Aris berjuang mengais rejeki di Tanah Papua bersama istrinya
04:32yang berprofesi sebagai guru di Distrik Embua Enduga, Papua.
04:37Sebagai tulang punggung keluarga, Aris pergi meninggalkan seorang anak.
04:4413 tahun mengabdi di Tanah Papua sana
04:48untuk membawa logistik ke pedalaman,
04:52ke pedalaman khususnya di Nuha
04:56untuk kebutuhan masyarakat setempat.
05:00Dia juga sebagai tulang punggung keluarga di Toraja Utara.
05:05Demi menciptakan rasa aman di Tanah Papua,
05:08TNI Polri berkomitmen memburu pelaku penembakan Arisanda.
05:12Kapus Pen TNI, Maijen Muhammad Nas sebut,
05:16TNI pastikan mengejar kelompok kriminal bersenjata
05:19yang menembak Arisanda,
05:21sopir lahuran rute Wamena Enduga, Papua Pegunungan.
05:25Kapus Pen TNI menjelaskan,
05:27TNI akan berkomitmen menjaga pertahanan dan wilayah Indonesia.
05:34TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara,
05:38komit mengamankan setiap jengkal tanah kita,
05:41jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI,
05:44itu nggak benar, apapun perintah kami laksanakan.
05:46TNI siap selalu paling depan.
05:47Kalau soal pengajarannya itu masih dilakukan?
05:49Dilaksanakan penguatan pengamanan masyarakat,
05:52pengajaran terhadap pelaku.
Komentar

Dianjurkan