Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan kembali terjadi. Bahkan kali ini salah satu tersangkanya politisi Partai Golkar Fahd A Rafiq "hattrick" jadi Tersangka KPK.

Bagaimana sikap Partai Golkar, apalagi pusaran kasus ini berada di lingkungan kementerian ATR/BPN yang dipimpin politisi partai Golkar, Nusron Wahid.

Kita ulas bersama politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691639/full-golkar-pengamat-politik-soal-kasus-suap-di-atr-bpn-fahd-a-rafiq-hatrick-tersangka-kpk
Transkrip
00:06Sehingga uang-uang yang diberikan kepada saudara FAZ,
00:13salah satu piaswasta juga yang juga orang kepercayaan menteri.
00:19Keunangan menteri kan yang paling menentukan,
00:22sehingga KPK harus melihat kemungkinan keterlibatan dari Menteri ART-RGBPN ini.
00:32Gurita korupsi pengurusan tanah di Kabupaten Bogor menyeret lingkaran dekat,
00:37Menteri ATR Kepal BPN, Nusron Wahid.
00:40KPK menyebut dari 8 tersangka yang ditangkap dalam korupsi pengurusan hak guna bangunan,
00:454 orang diantaranya diduga adalah orang dekat, Menteri Nusron.
00:50PLT Direktur Penyidik KPK, Ahmad Taufik Hussein bilang,
00:53salah satu tangan kanan sang menteri adalah politisi Partai Kolkar,
00:57Fad El Fos alias Fad Arafik.
01:00Dia diduga kuat menjadi berangkas hidup alias penampung uang korupsi
01:04yang dikumpulkan oleh tersangka lain, mantan Bupati Kebumen, Arief Sugianto.
01:10KPK pun nyita uang tunai senilai 31,86 miliar rupiah dari rumah mantan Bupati Kebumen.
01:17Pertanyaannya banyak yang kemudian dilakukan pengurusan-pengurusan di lingkungan ATR BPN,
01:23baik di level kantah, kanwil, dan di level pusat.
01:28Selanjutnya juga uang-uang yang diberikan kepada saudara FAZ,
01:34ini salah satu pihak swasta juga yang diduga orang kepercayaan menteri,
01:41yang juga berperan selaku penampung uang yang dikumpulkan oleh saudara ARF.
01:49Keterlibatan orang-orang ring satu sang menteri Nusron
01:52membuat sebagian pemerhati kasus korupsi mendorong KPK
01:55untuk segera memeriksa menteri Nusron.
02:00Bukat UG menduga ada penyalahgunan wunang tingkat tinggi
02:03dan meminta penyidik mengusut tuntas aratidaknya sang menteri dengan perkara ini.
02:08Keunangan menteri kan yang paling menentukan,
02:11sehingga KPK harus melihat kemungkinan keterlibatan dari Menteri ATR BPN ini.
02:18Ya, itu bisa dilakukan dengan beberapa metode.
02:21Yang pertama, KPK periksa komunikasi pihak-pihak yang telah diamankan.
02:27Apakah di dalam gawai mereka terdapat komunikasi dengan menteri?
02:31Yang kedua, memeriksa mereka, memberikan pertanyaan,
02:34dan kemudian diperiksa secara silang.
02:37Apakah ada pengetahuan, persetujuan, atau bahkan perintah.
02:43Partai Golkar telah merespon kasus yang menjerat kadernya Fat Arafik.
02:48Golkar menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di KPK.
02:53Harus hati-hati, harus selalu menegakkan aturan,
02:58tidak melakukan abuse, penyelewengan atau pelanggaran,
03:04apalagi korupsi.
03:05Tapi kan itu kembali kepada yang bersangkutan masing-masing,
03:10dilakukan oleh bahwa kita di KPK,
03:12kita sepenuhnya menyerahkan kepada proses hukum
03:18dibuka setransparan mungkin kasus ini,
03:22dan tidak ada yang ditutupi,
03:24dan memang kalau memang menyatakan masalah,
03:27ya kita serahkan kembali kepada mekanisme hukum.
03:35Setelah kasus korupsi ini menjerat dirjen di lingkungan ATRPPN
03:38dan empat orang dekat sang menteri,
03:40apakah KPK akan memanggil dan memeriksa
03:43Menteri Nusron dalam kasus korupsi hak guna bangunan ini?
03:49Curu bicara KPK Budi Prasetyo bilang,
03:51penjidik saat ini mendalami siapa saja pihak yang terlihat
03:54sebagai orang kepercayaan para tersangka.
03:57KPK juga menelusuri alur perintah
03:59apakah ada perintah yang diberikan kepada tersangka
04:02terkait korupsi HGB di Kabupaten Bogor.
04:05Saat ditanya soal rencana pemeriksaan Menteri Nusron,
04:08di BRKPK bilang,
04:09semua akan dipertimbangkan menyidik dalam pemeriksaan
04:11sebagai saksi kasus ini.
04:15Berapa atau sudah ada uang yang diterima Nusron Lawit
04:19dari orang kepercayaan itu, Mas?
04:20Ini yang masih akan terus kami dalami
04:24dari fakta-fakta yang sudah didapatkan,
04:27dari alat bukti yang sudah diperoleh
04:29dalam rangkaian peristiwa tertangat-tangat
04:32yang dalam penguasaan para pihak
04:34yang berperan sebagai layering, representasi,
04:39ataupun orang kepercayaan.
04:40Apakah berhenti kepada orang-orang tersebut
04:43atau kemudian mengalir kepada pihak-pihak lain?
04:45Kita juga akan telusuri soal alur perintah.
04:50Apakah kemudian ada pihak-pihak lain
04:53yang memberikan perintah
04:54yang kemudian terbangun konstruksi perkara ini?
04:58Tentunya semuanya dipertimbangkan oleh penyidik,
05:04dianalisis kebutuhan saksi-saksi
05:07yang memang keterangannya,
05:09pengetahuannya dibutuhkan
05:11untuk membantu proses penyidikan perkara ini.
05:16Korupsi terkait pengurusan HGB kerap terjadi.
05:20Penyidik ini terus mendalami asal-usul,
05:22peruntukan, aliran,
05:23dan pihak yang diduga menerima
05:25dan menyerahkan uang suap.
05:38Kasus suap terkait dengan pengurusan hak guna bangunan
05:42kembali terjadi.
05:42Bahkan kali ini salah satu tersangkanya
05:44merupakan politisi Partai Golkar,
05:46Fad Arafik.
05:48Hatrik jadi tersangka KPK.
05:50Bagaimana sikap Partai Golkar,
05:52apalagi pusaran kasus ini berada
05:53di lingkungan Kementerian ATR BPN
05:55yang dipimpin Saudara,
05:57politisi Partai Golkar,
05:59Nusron Wahid.
06:00Kita akan ulas bersama dengan
06:01politisi senior Partai Golkar,
06:03bersama kami ada Paridwan Hisham
06:05dan juga Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis,
06:08Mas Agung Baskoro.
06:09Selamat pagi, Paridwan.
06:11Selamat pagi, Mas Agung.
06:13Selamat pagi.
06:14Bang Ridwan, Mbak Hisham semuanya.
06:17Ini kita gak terkejut begitu,
06:21agak terkejut atau gak terkejut ya,
06:23mendengar kabar Fad Arafik ini kembali terjerat,
06:27kasus korupsi dan ditangkap oleh KPK.
06:30Pak Ridwan, tiga kali loh,
06:32tersangka KPK begitu ya,
06:34hatrik.
06:35Gimana nih kader Partai Golkar?
06:38Ya, jadi gini,
06:40Mas, apa namanya,
06:41Fad Arafik ini,
06:43saya kenal masih SMA,
06:45karena waktu saya ketua Partai Golkar,
06:47kalau saya butuh artis-artis,
06:49nilpun bapaknya,
06:50koordinator kan,
06:51artis zaman itu.
06:52Fad Arafik ini bagian ngantar-ngantar,
06:55artis dari Jakarta ke Surabaya,
06:58waktu itu saya ketua Partai Golkar Jawa Timur.
07:00Jadi memang dari dulu bagian tukang-ngantar.
07:02Nah, pada waktu kena yang pertama,
07:05itu kurang lebih belum umur 30 dia,
07:07ngantar juga kan,
07:09ngantar duit ke siapa itu ya,
07:10ke anggota DPR yang kena itu,
07:13ketangkep.
07:14Terus yang kedua,
07:16masalah Quran,
07:17ya juga sama.
07:18Jadi memang orangnya sangat baik,
07:20Fatih ini nggak menurut saya.
07:22Bagian tukang-ngantar-ngantar seneng dia,
07:24disuruh antar,
07:24akhirnya ketangkep.
07:26Nah, saya khawatir,
07:27yang ketiga ini,
07:29dia juga bagian ngantar lagi,
07:31akhirnya kepegang lagi.
07:33Jadi, saya kira ini satu hal yang buat saya sebagai seniornya Fatih ya,
07:39ini ya sangat prihatin lah.
07:40Padahal saya sudah memperingatkan Fatih setelah Al-Quran itu,
07:45saya bilang,
07:47karena dia pernah juga melobi saya,
07:49waktu saya pimpinan di Komisi 10,
07:51untuk tatu anggaran lah,
07:53supaya saya menandatangani.
07:55Saya bilang,
07:55enggak lah,
07:56saya bilang,
07:56ini bermasalah kalau saya tanda tangan.
07:59Akhirnya,
08:00abang kalau tidak tanda tangan,
08:01akan dicopot loh,
08:02dari pimpinan Komisi.
08:04Saya bilang,
08:04ya suruh copot,
08:05kalau perlu pecat aja saya,
08:06saya bilang itu.
08:07Akhirnya benar saya,
08:09dicopot saya dari pimpinan Komisi 10 itu,
08:11oleh,
08:12ano ya,
08:12pimpinan pada saat itu.
08:14Akhirnya,
08:15ya,
08:16saya bilang,
08:17ya,
08:17akibatnya,
08:19yang nyopot saya,
08:20akhirnya,
08:21masuk juga,
08:21kena juga,
08:22kena dengan kasus lain,
08:23ya,
08:23sampai,
08:24masuk ke,
08:25mana,
08:26di Bandung itu,
08:28apa itu,
08:28penjarapan namanya,
08:30di Sukamiskin.
08:31Nah itu,
08:32dan Fad sudah saya kasih tahu,
08:33Fad,
08:33kamu jangan,
08:35saya bilang itu.
08:36Kamu kan,
08:37mulai dari masih SMA,
08:39belum jadi Golkar,
08:40saya sudah kenal.
08:41Eh,
08:41tahunnya kaget,
08:42saya begitu dia kok,
08:43diulang lagi,
08:44padahal sudah saya ingetin berapa kali.
08:46Oke.
08:46Itu kalau,
08:47mas Fad itu.
08:48Jadi orangnya baik,
08:49dia orangnya ringan tangan lah,
08:50untuk bantu orang itu.
08:51Aha,
08:52oke,
08:52tapi kan kalau kita lihat,
08:53kalau tadi Anda mengatakan,
08:54suka tukang antar lah ya,
08:55berarti kan ada.
08:56Buka tukang antar.
08:58Iya.
08:58Jadi ada yang nyuruh.
08:59Ada yang nyuruh.
09:02Nah,
09:02ini juga menarik nih.
09:04Bagaimana,
09:04siapa sebenarnya yang menyuruh sampai akhirnya,
09:08punya peran yang sama,
09:09untuk ketiga kalinya?
09:13Iya.
09:14Kalau saya,
09:15ya kebetulan saya ini kan,
09:17ketua real estate jauh timur,
09:18dan posisi hari ini,
09:20saya sebagai,
09:21Dewan Penasehat,
09:22Dewan Pimpinan Pusat,
09:23real estate ya,
09:24di pusat.
09:25Dan saya,
09:26dua minggu yang lalu,
09:28masih sama,
09:29di rootnya Sumarekon ini,
09:30Andrianto teman saya,
09:31kita lagi rapat di PIC.
09:33Nah,
09:33saya ketemu,
09:34dia minta ketemu,
09:34saya bilang,
09:35Bang,
09:36saya mau ketemu Bang,
09:37sama Bang,
09:37mau diskusi.
09:38Ya udah,
09:39telepon saya,
09:39kalau saya di Jakarta,
09:40kita ngobrol lah,
09:41ngobrol,
09:41taunya dia kena masalah.
09:43Jadi,
09:44ya,
09:45saya kira kan,
09:46kalau terjadi seperti ini,
09:47ini kan cuma ada dua,
09:49yaitu,
09:50pemberi suap,
09:51atau,
09:51penerima suap,
09:53kan.
09:53Nah,
09:54pemberi suapnya adalah,
09:55sudah jelas,
09:56dari,
09:57mana ini,
09:58dari Sumarekon,
10:01penerima suapnya,
10:02pasti dari,
10:04anu,
10:04apa,
10:04pejabat negara,
10:05pejabat negara,
10:06dalam hal ini kan,
10:08apa,
10:08kementerian ya,
10:09yang dalam hal ini,
10:10Pak Dirjen itu.
10:11Nah,
10:12caranya,
10:13ya,
10:13FAT,
10:13yang FAT ini,
10:14yang bagian,
10:15tadi,
10:16antar-antar ini,
10:17cuman,
10:17apakah FAT ini,
10:20masuk dalam,
10:21kriteria pidana,
10:22ini saya belum tahu,
10:23kan,
10:23karena bukan orang hukum,
10:24karena dia kan,
10:25bukan pejabat negara.
10:26Jadi,
10:27yang pernah itu kan,
10:28yang disuap,
10:28dan menyuapkan.
10:29Oke,
10:30ini kan sudah jelas ya,
10:31penerima,
10:31ini kan sudah jelas ya,
10:33pemberi suapnya siapa,
10:34penerima suapnya siapa.
10:35Nah,
10:36ini yang kemudian,
10:37ramai,
10:37di media sosial,
10:38dan juga di,
10:40kalangan,
10:40media sosial,
10:41dan juga TV,
10:42dan segala macam.
10:43Ini kan,
10:44empat orang yang menjadi tersangka ini,
10:47orang dekat,
10:47katanya ya,
10:48orang dekat,
10:49diduga orang dekat,
10:50dari Menteri ATR BPN,
10:51Nusron Wahid.
10:52Nah,
10:53Abang udah,
10:54komunikasi belum sama Pak Nusron?
10:56Ini Pak Nusron,
10:57Pak Menteri ini lagi di mana?
10:58Kok,
10:58tiba-tiba hilang gitu,
10:59kabarnya kemana ini ya?
11:02Kalau Pak Nusron ini,
11:03orang canggih nih.
11:05Jadi,
11:05kader saya juga sama,
11:07dia itu mulai aktivis,
11:09mahasiswa,
11:09pertama HMI,
11:11jadi PMII,
11:12jadi Ketua Ansor,
11:14masuk di Golkar,
11:16di Golkar sudah,
11:17sampai Ketua Bidang Agama sekarang Nusron ini.
11:20Jadi,
11:20canggih.
11:21Jadi,
11:22kriteriannya bukan LK1,
11:24LK2,
11:24LK3,
11:25advance,
11:26sudah,
11:27apa,
11:28insan politik,
11:29kalau Pak Nusron ini,
11:30anugerah politiknya ya.
11:32Jadi,
11:33saya juga tidak yakin sih,
11:34kalau Nusron melakukan ini,
11:36karena ilmunya itu sudah tinggi,
11:38Nusron ini.
11:39Nah,
11:40jadi,
11:41saya tidak tahu di mana posisinya,
11:43cuman,
11:44biasanya kan,
11:45dia sering,
11:46apa namanya,
11:47kunjungan-kunjungan,
11:48ke,
11:48ke pondok-pondok pesantren,
11:50karena kan ya,
11:51dia di,
11:51di,
11:52di,
11:52di,
11:52Golkar itu kan bidang agama dia itu ya.
11:54Mungkin lagi,
11:55lagi anu,
11:56soan-soan gitu dia,
11:58silaturahmi,
11:59kalau belum muncul.
12:00Oke,
12:00karena kita,
12:01karena kita semua mencari,
12:02begitu ya,
12:03ini kan,
12:04empat orang jadi tersangka ini,
12:06diduga orang dekatnya Pak Nusron,
12:08salah satunya,
12:08bahkan Dirjen,
12:09ada Fad juga,
12:10yang merupakan dari Golkar.
12:12Nah,
12:12saya ingin tahu juga,
12:13sebenarnya,
12:13kalau dari partai Golkar sendiri,
12:16sejauh mana sebenarnya partai,
12:18untuk memberikan perhatian khusus,
12:19terhadap kasus ini,
12:20ini kan jadi,
12:21ada duga,
12:22jadi terseret-seret lah,
12:24partai Golkar ini.
12:25Ya,
12:26memang,
12:26saya sangat prihatin ya,
12:28saya pernah mengeluarkan pernyataan,
12:30untuk jadi ketua umum partai,
12:33Golkar,
12:33itu harus siap masuk penjara.
12:35Itu ada,
12:36waktu saya keluarkan statement,
12:38itu viral itu.
12:39Nah,
12:40itu jadi,
12:41sehingga orang mikir-mikir,
12:42kenapa?
12:42Karena saya punya pengalaman,
12:44yang,
12:44yang pernah kita lalui,
12:46yaitu pada saat,
12:47kasus,
12:48Bulog Gate,
12:50yang menimpa Pak,
12:51bertanjung,
12:52tapi alhamdulillah,
12:53dengan kegijihannya,
12:55akhirnya,
12:55lepaskan di,
12:57di mahkamah,
12:58di MA waktu itu.
13:00Tidak terbukti.
13:02Nah,
13:02tetapi,
13:03itu sudah pelajaran.
13:05Nah,
13:05begitu,
13:06kejadian ketua umum,
13:08Partai Golkar,
13:09Pak,
13:09Setia Novanto,
13:10kena,
13:11terus setelah itu,
13:12Pak Erlangga,
13:13diperiksa,
13:14dikejaksaan,
13:15sampai sekian jam.
13:17Nah,
13:17ini,
13:18satu pengalaman,
13:19buat kita,
13:19orang-orang yang ada di Golkar,
13:21bahwa,
13:22kita harus belajar,
13:23dari semua permasalahan.
13:25Karena,
13:26jangan sampai Golkar,
13:27yang,
13:27sudah menjadi partai Golkar ini,
13:30dengan paradigma barunya,
13:31ter,
13:33terkooptasi,
13:33atau ter,
13:35terstigma,
13:35oleh masyarakat,
13:36partai,
13:37yang,
13:38apa ya,
13:38istilahnya,
13:39banyak koruptor-koruptornya.
13:41Nah,
13:41itu harus kita perbaiki.
13:43Sehingga,
13:44saya,
13:45juga,
13:46menyampaikan kepada,
13:47siapa,
13:47ketua umum,
13:48Bahlil ini.
13:49Pak,
13:50Bahlil ini,
13:51kan juga,
13:51junior saya,
13:52jauh di bawah saya,
13:5320 tahun di bawah saya,
13:54ini,
13:54Bahlil ini.
13:56Nah,
13:56itu,
13:57saya juga heran,
13:58kenapa,
13:58pengurus di PP Golkar,
14:00mantan-mantan,
14:00juga dimasukkan ya.
14:02Ini,
14:03kriteriannya ini,
14:04tidak memenuhi PDLT,
14:05padahal di Golkar kita,
14:06punya,
14:08pakem,
14:08namanya PDLT.
14:10Seorang itu,
14:11harus berprestasi,
14:12berdedikasi,
14:13loyal,
14:13dan tidak tercelah.
14:15Tidak tercelah,
14:16itu artinya apa?
14:17Dia tidak pernah cacat,
14:19di masyarakat.
14:20Apalagi,
14:20kalau sudah sampai,
14:21masuk di tahanan,
14:22apa segala,
14:23sudah tersebut,
14:24korupsi.
14:24Jadi,
14:25ini adalah,
14:27Pak Bahlil ini,
14:29sebagai ketua umum,
14:30dia,
14:30tidak melaksanakan,
14:32apa namanya,
14:33aturan-aturan,
14:35yang sudah berlaku di,
14:37Partai Golkar.
14:37Jangan karena,
14:38karena teman,
14:39karena saudara,
14:40kenapa,
14:40terus kita,
14:41kita,
14:42apa namanya,
14:44merekomendasi,
14:45apalagi terus,
14:46menjadikan,
14:47jadi,
14:48pejabat-pejabat,
14:49segala.
14:49Ini adalah,
14:50harus kita lihat,
14:51bahwa masyarakat sekarang itu,
14:53sangat,
14:54apa ya,
14:54sangat kritis.
14:56nah,
14:56ini,
14:56ini saya anggap,
14:57Partai,
14:58tidak,
14:58awas.
14:59Nah,
15:00jadi,
15:00kalau hal-hal ini,
15:01dibiarkan,
15:02ini,
15:03Golkar bisa jelek,
15:04jadi terstigma,
15:05menjadi Partai Korupsi.
15:06Inilah yang,
15:07saya sebagai seniornya,
15:09itu selalu mengatakan,
15:11bahwa,
15:11pada saat saya,
15:12dipimpinan Komisi 10,
15:14ya,
15:14Pak Doktor,
15:15saya diminta,
15:16untuk menandatangani,
15:18apa namanya,
15:19anggaran,
15:19yang saya tidak setuju,
15:20saya bilang,
15:21copot saya,
15:21atau pecat?
15:22Akhirnya,
15:23saya dicopot.
15:23Saya bilang,
15:24tidak apa-apa,
15:24saya dicopot,
15:25tapi,
15:25saya tidak melakukan,
15:27sesuatu,
15:28hal yang,
15:28yang tidak sesuai.
15:30jadi,
15:30maksud Anda,
15:31seharusnya,
15:31walaupun memang,
15:32FAT ini,
15:33dalam tanda kutip,
15:34sosok yang baik,
15:34dan segala macam,
15:35tapi,
15:35kemudian,
15:36kalau kita lihat,
15:36rek rekordnya,
15:37sudah tiga kali,
15:38hat-trick seharusnya,
15:39sudah tidak lagi berada,
15:40di Partai Golkar,
15:42untuk menaungi,
15:43seorang FAT Elfos ini,
15:44dong,
15:44ya?
15:45Dia,
15:46dia tetap,
15:47jadi anggota,
15:48Partai Golkar,
15:49tidak ada masalah,
15:50itu hanya,
15:50tapi,
15:51untuk menjadi,
15:52menjadi pengurus,
15:54itu ada kriteria,
15:56PDLT,
15:57untuk menjadi anggota DPR,
15:59ada PDLT,
16:00untuk direkomendasi,
16:02menjadi seorang eksekutif,
16:03itu ada PDLT,
16:05ini ajaran kita,
16:06sejak zaman order baru,
16:07ada saat Golkar,
16:09oke,
16:09nah,
16:09ini kenapa,
16:11Partai Golkar,
16:11yang sekarang ini,
16:12tidak berpegang,
16:13pada aturan-aturan,
16:15yang sudah ada,
16:15saya sangat,
16:16kecewa,
16:17dengan Ketua Umum,
16:18Partai Golkar,
16:19Pak Bahlil ini,
16:20kalau tidak,
16:21memperhatikan,
16:21seperti ini,
16:22karena partai ini,
16:23adalah partai besar,
16:25yang menjadi panutan,
16:26dari,
16:27partai-partai lain,
16:28kita paling tertua,
16:30dengan PDP,
16:31kan lebih tua kita,
16:32karena PDP,
16:33kan tahun 1999,
16:34kita mulai dari,
16:35tahun 64,
16:3671,
16:37sudah kita ikut,
16:38oke,
16:39Mas Agung,
16:40oke,
16:40saya ingin ke Mas Agung,
16:41Mas Agung,
16:42gimana nih,
16:42merespon ini,
16:43kalau dari Pak Ridwan Hisham sendiri,
16:44yang kita tahu,
16:45politis senior,
16:46Partai Golkar,
16:47sudah mengakui,
16:48ya memang seharusnya,
16:49gak seperti ini,
16:50jangan sampai kemudian,
16:51ada presiden,
16:52buruk juga nantinya,
16:53terbawa-bawa,
16:54Partai Golkar ini,
16:56ya pertama,
16:57Partai Golkar ini,
16:58kan Partai Senior,
16:59tadi Bang Ridwan,
16:59sudah menegaskan,
17:01dalam banyak hal,
17:02sudah berpengalaman,
17:04Pak Ketua Umumnya,
17:06pernah lolos,
17:07ya,
17:08ada juga yang,
17:09belum bisa lolos,
17:10ya Bang Ridwan,
17:11masuk juga,
17:12ya,
17:13sama Pak Asetnov,
17:14semacam itu,
17:15nah sekarang,
17:16kalau misalkan,
17:17ada kader-kader,
17:18lain,
17:18yang,
17:19dalam tanda petik,
17:20terindikasi terlibat,
17:21Partai Golkar,
17:22tadi,
17:22Bang Doli,
17:23juga dalam statementnya,
17:24cukup baik,
17:25ya,
17:26menyerahkan kepada,
17:27proses hukum,
17:28dan harapannya,
17:29ini bisa ditindak lanjuti,
17:30oleh partai,
17:31dengan,
17:32ya,
17:32meminta langsung,
17:33kepada pihak-pihak terkait,
17:34apakah,
17:35Pak Menteri Nusron,
17:37apakah,
17:37yang lain,
17:38supaya,
17:40berkooperasi,
17:41dengan KPK,
17:42supaya,
17:42bisa memberikan,
17:43keterangan,
17:44sejelas-jelasnya,
17:44sehingga,
17:45tidak menimbulkan,
17:46seawasangkai,
17:47tidak perlu dipublik,
17:48karena,
17:48ini bisa menjadi,
17:49beban,
17:50partai,
17:51kemudian,
17:51beban pemerintahan juga,
17:53Mbak Adis,
17:54ya,
17:54khususnya,
17:54kepada Bapak Presiden,
17:55semacam itu,
17:56yang kita tahu,
17:57hari ini,
17:57sedang banyak,
17:58menghadapi,
17:58berbagai macam masalah,
18:00itu yang pertama,
18:01yang kedua,
18:01pola semacam ini,
18:03kan,
18:03sudah jamak,
18:04kita temui,
18:05ya,
18:05ada,
18:05klientelisme,
18:07gitu,
18:07ada patronnya,
18:09ada brokernya,
18:10ada kliennya,
18:10patronnya siapa?
18:12Kementerian,
18:12gitu ya,
18:13brokernya siapa?
18:14Yang,
18:15tertangkap tangan,
18:16ya,
18:17kliennya adalah,
18:17yang juga tertangkap tangan,
18:19nah,
18:19jadi,
18:19sebenarnya,
18:20sederhana,
18:21tinggal,
18:22bagaimana,
18:22kecepatan KPK,
18:24mengungkap,
18:25aktor-aktor,
18:26di luar,
18:26yang sudah di OTT tadi,
18:27Mbak Adis,
18:28ya,
18:29apakah masih ada,
18:30dalam tanda petik,
18:31aktor intelektual,
18:32aktor utama,
18:33yang memang,
18:33mengendalikan ini semua,
18:35seperti itu,
18:36karena,
18:36ini kan prestasi besar,
18:37buat KPK,
18:39OTT terbesar,
18:40katanya,
18:40berhasil mengungkap,
18:41106 miliar,
18:42miliar,
18:44sejarah,
18:44nah,
18:45jangan sampai,
18:46prestasi yang klimaks ini,
18:48berakhir anti-klimaks,
18:50ya,
18:50kalau tidak diikuti,
18:51dengan kecepatan,
18:53penyelidikan,
18:53penyidikan,
18:54yang,
18:55progresif,
18:56ya,
18:56supaya apa,
18:57publik juga,
18:58jelas ya,
18:59harapannya,
19:00kemana setelah,
19:01ini semua terungkap,
19:02karena apa,
19:03jangan sampai ini,
19:04terulang gitu,
19:05pada hal-hal lain,
19:06yang memang,
19:07melibatkan KPK di sana,
19:08sehingga,
19:09KPK bisa kembali baik,
19:11lama baiknya,
19:11kembali pulih,
19:12seperti itu,
19:13Mbak Adis.
19:13termasuk juga,
19:14keberadaan Panusron,
19:15ini kan jadi,
19:16malah tanda tanya,
19:17begitu ya,
19:17kita bertanya-tanya loh,
19:18ini katanya,
19:19ada dugaan,
19:20empat tersangka ini,
19:20adalah orang dekat,
19:21orang kepercayaan,
19:22dari Panusron,
19:23tentu kita bertanya,
19:24jadi Panusron ini,
19:25di mana,
19:25dan,
19:26perlukah,
19:26seorang,
19:27Menteri ATR BPN,
19:28untuk bisa memberikan,
19:29penjelasan,
19:30lebih terbuka,
19:31kepada publik,
19:32soal,
19:33orang-orang,
19:33di lingkarannya,
19:34yang,
19:35kita tahu,
19:35saat ini,
19:36tengah terseret,
19:37dalam perkara kasus ini,
19:39saya kira,
19:40Panusron ini,
19:41harusnya,
19:41apa ya,
19:42selalu tampil kan,
19:44beberapa waktu,
19:44bahkan beliau intens,
19:45diskusi dengan teman-teman,
19:47mahasiswa di beberapa tempat,
19:48ya di daerah,
19:49gitu,
19:49untuk,
19:49mensosialisasikan program-program,
19:52pemerintah yang berhasil,
19:53gitu,
19:53supaya tidak,
19:55menimbulkan,
19:55seawasangka lagi ya,
19:57bahwa pemerintah,
19:58belum bekerja,
19:58dan tidak maksimal,
19:59jadi beliau yang tampil di depan,
20:01sebagai jubirnya,
20:02Mbak Adis,
20:03nah saya kira,
20:04ini,
20:04waktu yang,
20:05ditunggu-tunggu,
20:06beliau harus,
20:07tampil sendiri,
20:09menjurubicarai dirinya kan,
20:11sehingga apa,
20:11sehingga publik terang,
20:12jelas,
20:13objektif,
20:14proporsional ya,
20:15bahwa memang,
20:16beliau siap,
20:17bekerja sama dengan KPK,
20:19pun tanpa diminta,
20:21karena apa,
20:22karena empat orang kepercayaannya ini kan,
20:24istilah saya,
20:25ini,
20:26garda terdepannya dia,
20:28gitu loh,
20:28orang terdalam,
20:29dalam,
20:30lingkaran hidup,
20:32profesionalnya,
20:33semacam itu,
20:33jadi,
20:34kalau ini hanya berlanjut,
20:36tanpa,
20:37dalam tanda petik,
20:39koordinasi,
20:40ataupun supervisi,
20:41beliau kan,
20:41rasa-rasanya,
20:42kemungkinannya,
20:44kecil,
20:45Mbak Adis ya,
20:46mereka,
20:47bergerak terlalu liar,
20:48empat orang,
20:48kalau satu,
20:49kita masih bertanya,
20:50gitu kan,
20:51dua,
20:52tiga,
20:52ini empat,
20:53gitu loh,
20:54nah ini kan,
20:54jadi beliau harus,
20:55dalam tanda petik,
20:56bertanggung jawab juga,
20:57kenapa empat orang ini,
20:59sebebas itu,
21:00berkeliaran,
21:01dalam tanda petik,
21:02ini kan mencemari,
21:03kementeriannya Pak Nusron,
21:04ya,
21:05istilahnya,
21:07istilahnya,
21:07membuat nama baik,
21:09beliau juga,
21:09tercemar kan,
21:10dalam dua hari,
21:12misalkan ada agenda,
21:12di DPR,
21:13kemarin juga,
21:14beliau harus mewakili,
21:15ke Pak Osi kan,
21:16Wamen,
21:17gitu,
21:17nah,
21:17harusnya kan,
21:18tidak seperti itu,
21:19kalau memang,
21:21apa ya,
21:21tidak ada sesuatu,
21:22gitu ya,
21:22memang,
21:23harus dia sampaikan,
21:24kepada publik,
21:25nah,
21:25saya berharap,
21:25Pak Nusron,
21:26segera tampil ke publik,
21:28memberikan press conference,
21:29yang seutuhnya,
21:30supaya apa,
21:32supaya semua jelas,
21:33tidak semakin liar,
21:35begitu ya,
21:35isinya,
21:36ya,
21:36presiden jelas,
21:37ya,
21:38Pak Prabowo jelas,
21:39Pak Bahlil jelas,
21:41ya,
21:41kementerian ATR juga jelas,
21:43ya,
21:44Wamennya,
21:46birokratnya,
21:47sampai di level,
21:48birokrasi terbawah,
21:49semacam ini,
21:50karena ini kan,
21:51wibawa negara,
21:52Mbak Adis,
21:53dipertaruhkan,
21:53semacam itu,
21:54legitimasi negara,
21:55kalau misalkan,
21:57ini gak jelas,
21:58ini,
21:58berbahaya,
21:59seperti itu,
22:00oke,
22:00jadi,
22:01sebagai pucuk pimpinan tertinggi,
22:03di kementerian ATR BPN,
22:05sudah sepatutnya,
22:06Menteri ATR BPN,
22:08Nusron Wahid,
22:09tampil untuk bisa menjelaskan,
22:11kepada publik,
22:11soal duduk perkara,
22:12apalagi,
22:13sudah ada empat,
22:14orang terdekat,
22:16di inner circle,
22:17dari seorang,
22:18Nusron ini,
22:20terjerat,
22:21dan tertangkap oleh KPK,
22:23bahkan sudah ditetapkan,
22:24menjadi tersangka,
22:25nah,
22:25ini kalau dari sisi,
22:27individu dan kementeriannya,
22:28begitu ya,
22:29tapi kita juga tahu,
22:32ada hal lain,
22:34soal,
22:35kasus ini,
22:36salah satunya adalah,
22:37jadi,
22:38terbawa-bawa juga kan,
22:40siap,
22:40ini dari partai mana,
22:42nah,
22:42konsekuensi apa,
22:44yang,
22:44konsekuensi politik apa,
22:46yang paling mungkin muncul,
22:47dalam,
22:48kasus ini,
22:52saya atau ke Bang,
22:53iya,
22:54ke Mas Agung,
22:54oh,
22:55oke,
22:56kalau konsekuensi politik,
22:58ke Golkar,
22:59saya kira,
22:59Golkar ini kan,
23:01apa ya,
23:02saham politiknya,
23:02dipegang oleh,
23:03banyak pihak,
23:04Mbak Adis,
23:05jadi,
23:06kalau misalkan,
23:07satu,
23:08dua orang,
23:08dalam tanda petik,
23:10terindikasi,
23:11kasus ya,
23:12partai Golkar,
23:13tetap partai Golkar,
23:14jalan saja,
23:15seperti itu,
23:16jadi,
23:17pengaruhnya,
23:17menurut saya,
23:18minimalis,
23:19tapi,
23:19yang tidak bisa dilepaskan,
23:21citranya,
23:22citra yang melekat,
23:23itu,
23:23tidak bisa diingkari,
23:25bahwa,
23:26kenapa,
23:27banyak orang-orang,
23:27bermasalah secara hukum,
23:29ada di partai Golkar,
23:30misalkan,
23:30bahkan,
23:31salah satunya adalah,
23:32Fat Elfos ini,
23:33yang sudah tiga kali loh,
23:35sekali lagi,
23:35sudah tiga kali,
23:36sekarang,
23:37kan menjabat ketua,
23:38DPP bidang Ormas,
23:40kalau saya tidak salah,
23:41jadi,
23:43masih ketua DPP,
23:45bermasalah lagi,
23:47residivis,
23:48juga semacam itu,
23:49ini kan,
23:49ini konflik,
23:49residivis ya,
23:51iya,
23:51makanya,
23:52saya bilang tadi,
23:53bahwa,
23:54ketua umum,
23:55tidak,
23:56tidak,
23:57hati-hati,
23:57bahwa,
23:58kan sudah ada,
23:584,
23:58di Golkar itu,
23:59PDLT,
24:00untuk orang-orang,
24:02yang diberi jabatan lah,
24:04nah,
24:05Fat ini kan,
24:06diberi jabatan,
24:07oleh Pak Bahlil,
24:08sebagai ketua,
24:09bidang Ormas,
24:11nah,
24:11ini kan,
24:11satu hal,
24:13kenapa,
24:13tidak dilihat,
24:14PDLT,
24:15yang tidak tercelah tadi,
24:16banyak lah,
24:17tokoh-tokoh Golkar,
24:19apalagi,
24:19bidang Ormas ya,
24:21kita kan,
24:21punya banyak Ormas itu,
24:22masih ada,
24:23tokoh-tokoh lain,
24:24yang punya prestasi,
24:25tidak hanya Fat Elfos,
24:26begitu ya,
24:28iya,
24:28banyak,
24:28dan anak-anak muda,
24:29banyak sekali,
24:30tokoh-tokoh muda,
24:31Golkar,
24:32kan Fat ini,
24:33kalau tidak salah,
24:34umurnya baru 43,
24:35ini,
24:36kalau anak saya nomor 2,
24:38saya punya anak 5,
24:39Fat itu,
24:39kalau di seumur,
24:40anak saya nomor 2,
24:42lah,
24:43lah, itu kan,
24:43gimana,
24:45cara melihatnya ini,
24:46apa namanya,
24:47Pak Balil,
24:48saya terus terang,
24:48protes keras saya,
24:50kepada Pak Balil,
24:51karena kita di Jawa Timur ini ya,
24:53Mbak,
24:55mempertahankan Golkar,
24:56pada saat proses,
24:57apa namanya,
24:58reformasi itu,
24:59berdara-dara,
25:00kantor saya,
25:0022 kantor,
25:01dibakar zaman itu,
25:03itu saya ketua Partai Golkar,
25:04Jawa Timur,
25:05nah,
25:06taunya,
25:06sekarang,
25:07pengurus DPP,
25:08seperti ini,
25:09kelakuannya,
25:10tidak benar kan itu,
25:11oke,
25:12bagaimana Mas Agung,
25:13ini,
25:13dari internal Partai Golkar,
25:15yang sendiri,
25:15sudah,
25:16mengakui,
25:17adanya kekecewaan,
25:18kok bisa ya,
25:19sampai ada,
25:20orang,
25:21yang diberikan jabatan,
25:22padahal,
25:23tadi Anda sebutkan,
25:24residivis nih,
25:25dari kasus korupsi,
25:26apa yang harus,
25:27segera dibenahi,
25:28dari internal Partai Golkar sendiri,
25:29khususnya,
25:30ketua Partai Golkar,
25:32ini harus seperti apa?
25:33Jadi,
25:34Bang,
25:34Ridwan,
25:35tadi berulang kali,
25:36menyampaikan soal,
25:37PDLT,
25:38Mbak Adisti,
25:38PDLT itu,
25:39P-nya prestasi,
25:41D-nya dedikasi,
25:42L-nya modalitas,
25:44T-nya itu,
25:45tidak tercelah,
25:47betul,
25:48nah,
25:49Bang Fad ini,
25:50memang,
25:51problematik,
25:52misalkan,
25:52tidak tercelahnya ini nih,
25:54yang T-nya,
25:55seperti itu,
25:56jadi,
25:56ini semacam,
25:57PDLT ini,
25:57kode etik,
25:58Mbak Adisti,
25:59betul,
26:00untuk diangkat,
26:01sebagai sebuah,
26:02pemimpin,
26:03ataupun pengurus harian,
26:04di PP Partai Golkar,
26:06seperti itu,
26:07nah,
26:07saya juga,
26:09istilahnya,
26:10bukan kecolongan ya,
26:11apa ya,
26:12agak kaget juga,
26:13gitu,
26:13ketika kasus ini mencuat,
26:15saya cek,
26:15Bang Fad ini pengurus,
26:16bukan,
26:17ternyata pengurus,
26:19korongan sih,
26:20ngeri juga,
26:21ngeri juga,
26:21ngeri juga,
26:22ngeri juga,
26:23ngeri juga,
26:23ngeri juga,
26:24jadi,
26:25kalau tidak,
26:26dalam tanda petik,
26:28ke atas gitu ya,
26:29komunikasi politiknya,
26:31nggak mungkin bisa masuk penguruskan,
26:32kalau di Golkar kan,
26:33seperti itu,
26:34artinya,
26:34punya jam terbang,
26:35Mbak Adisti,
26:36memang,
26:374 orang baik,
26:37saya kan bilang,
26:38mulai dari awal,
26:39dia saya kenal,
26:40masih umur 16 tahun,
26:41masih SMA,
26:42belum jadi anggota Golkar,
26:44dia orang baik,
26:45tapi kan ada kode etik tadi,
26:47PDLT,
26:48orang baik kan,
26:48tapi kalau tercelaka,
26:49nggak masuk,
26:50gitu loh,
26:51harapannya,
26:52ke depan bisa lebih ketat lagi,
26:54nah ini dia,
26:55harus ada pengetatan lagi,
26:57pengawasan,
26:57apakah,
26:58kasus semacam ini juga,
27:00seharusnya menjadi ujian juga,
27:02bagi komitmen partai,
27:03terhadap,
27:04pemberantasan korupsi,
27:05karena kita tahu,
27:06salah satu tersangkanya,
27:07dia adalah,
27:08FAD,
27:09yang sudah,
27:093 kali jadi tersangka,
27:11terakhir Pak Mas Agung,
27:13ya jadi,
27:14saya kira,
27:14ini penting,
27:15bagi partai Golkar ya,
27:17karena menganggap,
27:18partai Golkar ini kan,
27:19sokoguru,
27:19partai-partai di Indonesia,
27:21jadi,
27:22tempat belajarnya politisi,
27:24Mbak Adis,
27:24harapannya bisa menjadi,
27:26suri toladan,
27:27contoh,
27:28ya kepada semua ya,
27:29pada politisi yang muda-muda,
27:32kepada politisi yang menengah,
27:33semacam itu,
27:34untuk memberikan,
27:35standar minimal,
27:36pengurus DPP itu,
27:38harus seperti apa,
27:39nah dalam artian,
27:40di sini Pak Bahlil,
27:41ke depan,
27:41bisa memberikan,
27:42arahan lebih,
27:44strategis,
27:44lebih tegas,
27:45lebih disiplin ya,
27:46soal pengurus ya,
27:48mungkin ini bisa jadi,
27:49momentum yang pas,
27:50untuk menyeleksi ulang,
27:52orang-orang yang memang,
27:53tepat,
27:53ataupun,
27:54bermasalah,
27:55di internal,
27:56partai Golkar itu sendiri,
27:57jangan sampai,
27:58kepengurusan beliau,
28:00terganggu,
28:00bahkan sampai terguncang,
28:02gara-gara,
28:03setitik nilai ini,
28:04Mbak Adis,
28:04karena,
28:05biar bagaimanapun,
28:07ya Golkar masih,
28:07tetap menjadi sebuah,
28:09barometer politik kita,
28:11baik dalam,
28:11Pilpres,
28:12Pilkada,
28:14Pilek,
28:14dan,
28:14perhelatan itu,
28:16akan berlangsung,
28:16tidak lama lagi,
28:18ya semua orang,
28:19akan menyorot,
28:19apakah Golkar punya Capres,
28:21punya Cawapres,
28:23apakah Golkar siap,
28:24ya bertarung,
28:25lebih kompetitif lagi,
28:26di masa-masa mendatang,
28:27tapi kalau di internal,
28:28internalnya belum beres,
28:30bagaimana mungkin,
28:31kita ngomong agenda-agenda eksternal,
28:32seperti itu,
28:33demikian Mbak Adis,
28:34Oke,
28:35ini menarik,
28:35kalau internalnya saja,
28:37belum beres,
28:37bagaimana kemudian,
28:38kita membahas soal,
28:40Pilpres,
28:41dan juga,
28:41Pilkada,
28:42yang sudah dimau di depan mata,
28:44ini Pak Ridwan,
28:44Pak Ridwan,
28:45terakhir,
28:46pesan,
28:47untuk kader-kader,
28:48Partai Golkar,
28:49termasuk juga soal,
28:50kepada publik,
28:51soal,
28:52kasus yang,
28:53menyeret,
28:54Fad Elfos ini,
28:56termasuk juga pesan,
28:57kepada Pak Nusron,
28:58ini untuk bisa tampil,
28:59kepada publik,
29:00untuk bisa menjelaskan,
29:01secara detail,
29:02jangan sampai ini,
29:03menjadi isu liar,
29:04selanjutnya,
29:05ya,
29:06jadi gini,
29:07kalau saya melihat,
29:09bahwa ini kan,
29:10belum bisa kita fonis,
29:11bahwa,
29:12saudara Fad,
29:13bersalah,
29:14karena kan,
29:15sedang dalam proses kan,
29:16kita kan,
29:17harus,
29:18bermegang,
29:19asas para duga,
29:20tak bersalah,
29:21terus yang kedua,
29:22saudara Nusron juga,
29:24sama,
29:25apalagi,
29:26belum,
29:26apa namanya,
29:27dipanggil,
29:28atau diundang,
29:29masih belum,
29:29belum ada pernyataan,
29:31belum ketemulah,
29:32sehingga,
29:33saya melihat,
29:35bahwa,
29:35ini adalah pukulan besar,
29:37buat partai Golkar,
29:39untuk,
29:39segera,
29:40melakukan bersih-bersih,
29:42di dalam rangka,
29:43kita menghadapi,
29:44pemilu tahun,
29:452029,
29:47dan juga,
29:48kepada kader-kader Golkar,
29:49yang mungkin,
29:50sudah masuklah,
29:50di kepengurusan,
29:52atau dimanapunlah,
29:53dia memperken,
29:54lebih bagus,
29:54mengundurkan dirilah,
29:56daripada,
29:57merusak partai,
29:57karena,
29:59para pendiri partai,
30:00atau pendukung-pendukung partai,
30:03orang-orang tua,
30:03yang ada di daerah-daerah,
30:05di desa-desa,
30:06itu semua,
30:07kecewa,
30:08dengan,
30:09partai Golkar seperti ini,
30:10anak-anak muda yang,
30:12memimpin,
30:13akhirnya,
30:14merusak,
30:14citra beringin,
30:15saya bilang,
30:16beringin ini,
30:17malati,
30:17istilahnya orang Jawa,
30:18Mas Agung,
30:19malati itu,
30:20kalau orang merusak beringin,
30:22itu kualat dia,
30:23nah ini,
30:24dan,
30:24ini kan,
30:25bayangkan,
30:26dua orang,
30:27sekarang menjadi trending,
30:29di,
30:30mana,
30:30di semua TV,
30:31dan sedia media sosial,
30:32dua orang,
30:33ketua lagi,
30:35dua orang ketua,
30:35DPP Golkar,
30:36sehingga,
30:37DPP Golkar,
30:38saya minta,
30:39harus introspeksi,
30:40segera melakukan,
30:42apa ya,
30:42bersih-bersih lah,
30:44DPD-DPT seluruh Indonesia,
30:46harus melakukan bersih-bersih,
30:47kita harus,
30:48siap sudah menghadapi,
30:49pemilu,
30:502029,
30:50yang akan datang,
30:52kalau partai ini,
30:53tidak memiliki,
30:55figur yang benar,
30:56yang bersih,
30:57terus,
30:58apa yang mau kita andalkan,
30:59sebagai partai besar,
31:01saya khawatir,
31:02kita melorot,
31:03kursi,
31:04apa namanya,
31:04suaranya,
31:05kita pernah loh,
31:06pemilu,
31:07nomor 1,
31:08tahun 2004,
31:09pada saat itu,
31:10setelah,
31:10apa namanya,
31:11reformasi ini,
31:12setelah itu kan,
31:13nomor 2 terus,
31:14kalau terjadi seperti ini,
31:16belum pernah,
31:17di,
31:17kepengurusan partai,
31:19sampai dua orang,
31:20ter,
31:20apa ya,
31:21terindikasi,
31:22saya anggap,
31:22pasti indikasi,
31:23karena belum ada keputusan kan ini,
31:25terindikasi,
31:26seperti ini,
31:27baru,
31:27baru periode ini,
31:28nah jadi ini,
31:29saya kira,
31:30buat Pak Bahlil,
31:31harus,
31:31jangan santai-santai saja,
31:33ini satu pukulan,
31:34buat kepengurusan Anda,
31:36saya kebetulan,
31:37tidak pengurus sekarang,
31:38saya tidak pengurus,
31:39saya tidak di Dewan Etik,
31:41tidak di Dewan-Dewan saya,
31:42di luar,
31:43jadi,
31:44saya sebagai senior,
31:45partai Golkar,
31:46yang pernah berjuang,
31:48bersama-sama partai ini,
31:49menyelamatkan partai,
31:50di era reformasi,
31:52di saat,
31:53harus dibubarkan,
31:54pada saat itu kan dibubarkan,
31:55kita tetap eksis,
31:56dan tetap,
31:57sampai saat ini,
31:58jangan sampai,
31:59di tahun 2029,
32:00kita sudah tidak dipercaya lagi,
32:02oleh,
32:03masyarakat,
32:04atau rakyat Indonesia,
32:05oke,
32:05oke,
32:06termasuk juga untuk Pak Nusron,
32:07tampil lah kemudian,
32:08ke depan publik,
32:10hadapi ini,
32:11kalau memang ini,
32:12harus bertanggung jawab,
32:14dan saya sudah memberikan,
32:15tadi di awal,
32:16bahwa Nusron ini,
32:17kelasnya di Golkar,
32:18sudah masuk di dalam,
32:19kategori,
32:20insan politik,
32:22nah itu,
32:22kalau,
32:23dia di atasnya,
32:24Bahlil,
32:24kalau dalam hal,
32:25masalah ke Golkarannya,
32:27si Nusron ini,
32:28kalau Pak Bahlil itu,
32:29kalau masih saya anggap,
32:31karena anak muda ya,
32:32jadi dia masih,
32:32insan lompat indah,
32:34kalau Nusron sudah,
32:35insan politik,
32:36di atasnya Nusron tuh,
32:37insan politik istimewa,
32:38cuma Akbar Tanjung,
32:40yang lain gak ada sudah,
32:41oke,
32:41nah itu,
32:42jadi,
32:42perintahnya Nusron sudah tinggi,
32:43kalau di Golkar ini,
32:44oke,
32:45kita akan nantikan,
32:46bagaimana,
32:49komunikasi yang nanti,
32:50harus dilakukan oleh,
32:51seorang Nusron Wahid,
32:52untuk bisa menjelaskan,
32:55secara terang-benderang,
32:56tentang apa yang,
32:57terjadi saat ini,
32:58terima kasih,
32:59politisi senior,
33:00Partai Golkar,
33:01Pak Ridwan Hisham,
33:02dan juga Direktur Eksekutif,
33:03Trias Politika Strategis,
33:04Mas Agung Baskoro,
33:05telah bergabung bersama kami,
33:06sehat selalu,
33:07Assalamualaikum,
33:08selamat pagi,
33:08Assalamualaikum,
33:09Assalamualaikum,
Komentar

Dianjurkan