Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Suahasil Nazara berbicara soal kinerja Dirjen Bea dan Cukai yang berhasil mengumpulkan Rp210,2 triliun hingga Agustus 2026.

Hal ini disampaikan Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita pada Jumat (18/9/2026).

Suahasil menyampaikan kinerja penindakan rokok ilegal yang sudah mengamankan 1,124 miliar batang. Yang diketahui bekerja sama dengan penegak hukum yang lain.

Suahasil kemudian bertanya kepada hadirin terkait siapa yang merokok. Ternyata muncul Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama.

"Dirjen Bea Cukai memang mantap," ujar Suahasil diikuti tawa dan tepuk tangan hadirin.

Video Editor: Vila Randita

Produser: Theo Reza

#menkeu #suahasilnazara #apbn2026 #breakingnews #ekonomi #rupiah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691631/menkeu-suahasil-nazara-dirjen-bea-cukai-memang-mantap
Transkrip
00:00Jadi, itu menjadi sangat penting.
00:02Berikutnya, tugas dari aparat biaya dan cukai bukan hanya mengumpulkan penerimaan.
00:11Teman-teman di biaya cukai, fungsinya selain mengumpulkan penerimaan,
00:16juga melakukan pengawasan atas barang-barang yang ilegal, yang ditransportasikan,
00:23maupun barang-barang yang merupakan barang kena cukai.
00:27Karena itu, tugas dari mengumpulkan penerimaan selalu kita tandem dengan tugas untuk pengawasan.
00:37Nah, saya dapat sampaikan di sini, sebelah kiri adalah pengawasan atau penindakan terhadap rokok ilegal.
00:44Teman-teman bisa lihat.
00:45Tahun ini, jumlah batang yang telah diambil, ditemukan dalam penindakan rokok ilegal,
00:55sudah mencapai 1,124 miliar batang.
01:04Anda yang merokok, kalau sekali beli rokok, 1 pak itu isinya berapa?
01:09Berapa batang?
01:15Yang merokok, yang merokok siapa?
01:21Dirjen biaya cukai, memang mantap.
01:24Kita ambil yang paling gede ya, 20.
01:29Yang sudah ditemukan rokok ilegal ini,
01:331,124 miliar batang.
01:37Anda bisa bayangkan.
01:41Nah, ini dilakukan dengan,
01:44bekerjasama dengan aparat yang lain.
01:47Ini bukan kita klaim bahwa biaya cukai sendirian.
01:50Berbagai macam kita kerjasama.
01:51Nah, kemudian yang di tengah,
01:54dan itu kalau kita lihat 1,124 miliar batang itu peningkatannya 60% dari tahun lalu.
02:01Tapi jumlah penindakannya hanya naik 9,8%.
02:05Jadi sekarang intensitas setiap penindakan itu juga meningkat.
02:11Jumlah penindakannya naik 9,8%.
02:1613.151 kali.
02:19Kalau 1.351 kali dibagi 8 itu, 8 bulan berarti tiap bulan nindak berapa Pak Jaka?
02:28Waduh.
02:30Nanti deh Pak Jaka yang jawab.
02:32Anggap aja Pak Jaka dapat pertanyaan dari wartawan saya,
02:34wartawan yang nanya itu sebulannya kira-kira berapa kali penindakan.
02:38Dengan jumlah batang 1,124 miliar batang.
02:43Pemberatasan narkotika.
02:45Ini adalah barang terlarang.
02:47Anda bisa lihat ceritanya di sini adalah jumlah penindakannya turun,
02:53tetapi barang buktinya meningkat.
02:58Barang bukti yang diambil adalah 11,43 ton barang bukti.
03:06Ini segala macam jenis.
03:08Termasuk 2,6 ton metamvetamin cair dari kapal MV Ocean Porter di Kepulauan.
03:18Ini yang fotonya.
03:19Ini yang fotonya ya Pak Jaka ya.
03:21Ini yang fotonya.
03:23Oke.
03:24Ya.
03:25Benar nggak?
03:26Iya betul yang 2,6 ton itu fotonya.
03:30Lagi-lagi, teman-teman BC itu bekerja sama dengan aparat-aparat yang lain.
03:36Dan ini adalah menjaga Republik Indonesia.
03:39Oke.
03:40Nah, bukan hanya itu.
03:43Belakangan kita juga mulai melihat penyelundupan emas.
03:49Ini yang sebelah kanan.
03:52Penindakan upaya penyelundupan emas, membawa emas dengan secara tidak proper,
03:59dengan dokumentasi yang tidak proper,
04:01sampai dengan tanggal 14 September yang lalu,
04:05selama tahun 2026, ini telah dilakukan 74 kali penindakan.
04:12penindakan upaya membawa emas, terutama keluar ya Pak Jaka ya.
04:19Keluar.
04:22Beratnya 334,5 kilo yang sudah ditemukan.
04:27Dengan berbagai macam bentuk emas.
04:30Ada yang emas batangan, ada yang emas perhiasan, bahkan ada yang sifatnya itu serbuk emas.
04:35Nanti detilnya, silakan teman-teman dari Bia Cukai bisa mengelaborasi.
04:40Apa ini?
04:41Apa efeknya nih?
04:43Ini adalah upaya untuk membawa sumber daya alam Indonesia ke luar negeri dengan cara yang tidak baik.
04:53Jadi ini juga adalah yang dilakukan oleh teman-teman dari Bia Cukai.
04:58Itu adalah penerimaan dari kepabianan dan Cukai dan pengawasan lakukan oleh Bia dan Cukai berikutnya.
Komentar

Dianjurkan