00:00Para Duta Besar Negara Sahabat, Duta Besar Republik Turkiye, Duta Besar Mesir, Duta Besar Qatar, Duta Besar Kuwait,
00:18Duta Besar Sudan, Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, Duta Besar Palestina,
00:41Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!
01:19Free Palestine! Free Palestine!
01:47Yang saya hormati, Wakil Duta Besar Yordania.
02:00Yang saya hormati, Gubernur Jawa Timur, Ibu Kofifah Indar Parawasa.
02:14Yang saya hormati, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saudara Emil Dardak.
02:25Yang saya muliakan, Para Kiai, Para Alim Ulama, Para Pengasuh Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor,
02:39Para Pimpinan Universitas dan Pimpinan Pesantren Salaf yang hadir,
02:45Yang saya cintai, Para Santri dan Santriwati, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor,
02:54Dan seluruh hadirin undangan dan rekan-rekan-rekan Pesantren Media yang saya hormati.
03:04Saya tentunya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehormatan besar diberikan kepada saya.
03:16Diundang untuk memberi sambutan di acara 100 tahun di acara peringatan dan kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo,
03:33Jawa Timur.
03:34100 tahun yang lalu, Para Pendiri Gontor, Kiai Haji Ahmad Sahal, Kiai Haji Zainuddin Fanani dan Kiai Haji Imam Sarkasi,
03:49Menanam sebuah cita-cita luhur.
03:52Mereka mungkin tidak pernah membayangkan sejauh apa cita-cita yang mereka tanamkan sekarang telah tumbuh dengan sangat besar dan tersebar
04:11di mana-mana.
04:13Hari ini kita melihat buahnya tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai penjuru dunia.
04:22Terima kasih atas kehormatan diberikan kepada saya.
04:30Saya minta maaf.
04:34Tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina.
04:49Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus.
05:09Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka.
05:23Saya kira ini justru yang mendorong kita semua.
05:29Apalagi saudara-saudara, apalagi para Kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini.
05:43Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak.
05:55Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh.
06:06Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat.
06:13Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjek-injek oleh bangsa-bangsa lain.
06:25Kita harus belajar dari sejarah, tadi dikatakan.
06:31Ya, kita ingin membangun sejarah.
06:34Tapi kita harus belajar dari sejarah.
06:36Dan kita harus jujur kepada diri kita.
06:39Kita harus jujur bukan kepada orang lain.
06:43Kita harus jujur kepada diri kita sendiri.
06:46Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita.
06:52Gampang untuk kita bicara dengan hebat.
06:58Sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri.
07:04Kelemahan-kelemahan kita sendiri.
07:08Saya berharap dari generasi penerus,
07:13dari ustadz-ustadz, dari ulama-ulama,
07:17untuk bisa membangunkan keberanian
07:23untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri.
07:28Kekurangan-kekurangan kita sendiri.
07:32Kita pernah dijajah oleh bangsa lain.
07:38Itu kenyataan yang pahit.
07:42Yah!
07:44Bapak-bapak kita,
07:46eyang-eyang kita,
07:48kakek-kakek kita,
07:52pendahulu-pendahulu kita,
07:54yah berjuang,
07:55yah melawan,
07:57tapi
07:58cukup lama
08:00kita
08:01di bawah
08:03telapak kaki
08:05bangsa lain.
08:07Ini pahit,
08:08tapi kita harus berani mengakui,
08:10dan kita harus belajar dari situ,
08:13dan kita harus bertekad,
08:14jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali
08:17oleh siapapun.
08:24Kita harus kuat,
08:26karena kita
08:27dengan kekuatan,
08:30kalau kita kuat,
08:31kita bisa bantu
08:32saudara-saudara kita
08:34yang tertindas,
08:35dan yang ditindas
08:36oleh bangsa-bangsa lain.
08:38Kalau kita tidak punya kekuatan,
08:40bagaimana kita bisa membantu?
08:42Saudara-saudara,
08:45saya terima kasih,
08:46saya diundang
08:47hari ini
08:51gontor
08:52institusi
08:53yang luar biasa
08:56berhasil sukses.
Komentar