Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyinggung fenomena "cari muka" saat memberikan sambutan dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Hasan Sahal di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu undangan.

Awalnya, Hasan Sahal mengaku sempat membayangkan bagaimana jika Presiden Prabowo tidak hadir dalam acara tersebut.

Ia kemudian berseloroh bahwa dirinya harus mencari muka.

"Andai kata Pak Prabowo hari ini enggak datang. Nah ini muka saya saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka. Sekarang banyak orang yang cari muka," kata Hasan Sahal.

Hasan Sahal kemudian menyebut sejumlah hal yang menurutnya kerap dicari seseorang ketika tidak memilikinya.

"Orang gak punya ijazah cari ijazah. Orang ndak punya nama cari nama. Orang ndak punya uang cari uang. Orang gak punya jabatan cari jabatan. Orang gak punya muka cari muka," ujarnya.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691585/di-depan-prabowo-kiai-pimpinan-gontor-hasan-sahal-singgung-soal-ijazah
Transkrip
00:00Sejak Pak Prabowo ngomong sama saya, September, September, September, otak saya, Pak Prabowo, Pak Prabowo, Pak Prabowo.
00:13Andai kata Pak Prabowo hari ini nggak datang, nah ini.
00:20Muka saya, saya taruh di mana.
00:23Akhirnya saya harus cari muka.
00:28Sekarang banyak orang yang cari muka, betul?
00:32Orang nggak punya ijazah, cari ijazah.
00:35Orang nggak punya nama, cari nama.
00:38Orang nggak punya uang, cari uang.
00:41Orang nggak punya jabatan, cari jabatan.
00:44Orang nggak punya muka, cari muka.
00:50Ini kok tepuk tangan?
00:53Tepuk tangan tidak pada waktunya.
00:55Maaf, maaf.
00:58Kami di sini, Bapak Presiden,
01:01tidak keluar dari kata-kata iman, islam, ihsan.
01:06Sesuai dengan istihad para pendiri.
01:09Sehingga, ngontor ini.
01:12Dari NO, masuk sini, keluar NO lagi.
01:17Anak Muhammadiyah masuk ngontor, keluar Muhammadiyah lagi.
01:21Pimpinan Nahdlatul Ulama menjadi santri ngontor dan mimpin Nahdlatul Ulama.
01:31Putranya pengurus besar, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah.
01:35Kiai Haji Badawi.
01:37Anaknya dulu di sini juga.
01:39Dan yang ada kita ini, banyak sekali anak-anak Muhammadiyah.
01:44Mempunyai anak dan mantu NO.
01:47Banyak anak-anak NO punya menantu Muhammadiyah.
01:52Saya ini orang bebas.
01:55Orang bilang Muhammadiyah agak wahabi dikit gitu Pak Sayang.
02:01Tapi menantu saya NOKB Pak.
02:05Akhirnya saya mendapat titel baru Hasan Abdullah.
02:09Aswabi.
02:13Aswaja wahabi.
02:17Pondok kita ini sejak pertama, sejak zaman Belanda,
02:22mendidik, memerdekakan bangsa,
02:26memerdekakan umat dari kesesatan,
02:30dari kekufuran,
02:31membebaskan bangsa ini dari ketergantungan.
02:37Alhamdulillah dengan kekuatan yang ada.
02:39Dengan kekuatan yang ada.
02:42Semua presiden menyetujui ini.
02:45Subhanallah, subhanallah, subhanallah.
02:47Kalau Allah sudah membuka,
02:51tidak ada yang bisa menutup.
02:53Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
02:56tidak ada orang yang akan membencinya.
02:59Saya ulangi.
03:01Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
03:04tidak mungkin orang lain akan mencintainya.
03:07Eh, salah ngomong ya.
03:10Ini ngomongnya atau teringai yang salahnya.
03:14Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
03:17tidak ada orang pun yang membencinya.
03:20Dan tidak ada,
03:22tidak ada kalau Allah sudah membenci seseorang,
03:25tidak mungkin ada orang mencintainya.
03:28Dalam doa kita,
03:42Tidak ada orang yang akan menjadi mulia,
03:45kalau dimusuhi oleh Allah.
03:47Tidak akan menjadi orang hina,
03:48kalau disintai oleh Allah.
03:50Inilah kita semuanya,
03:52Insya Allah,
03:53di atas hanya Allah,
03:55di bawah hanya tanah.
04:01Bapak Presiden,
04:03hadirin dahir dan hatirut,
04:05saya tidak mau panjang-panjang.
04:06Dekis-dekis waktu itu 15 menit,
04:08ini sudah 20 menit lebih.
04:11Tidak apa-apa,
04:11tidak apa-apa.
04:12Nanti ngomong lagi,
04:13nanti makan siang di sini Pak ya.
04:16Makan siang di sini ya.
04:19Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden,
04:22boleh disaksikan.
04:24Kalau makan saya,
04:27pakaian saya,
04:28kendaraan saya,
04:30rumah saya,
04:33apalagi?
04:35Melebihi,
04:37makanan santri,
04:39pakaian santri,
04:40kerat kendaraan santri,
04:42rumah santri,
04:43protes,
04:44boleh.
04:51Saya ulangi,
04:52kalau apa yang saya makan,
04:55apa yang saya pakai,
04:56apa yang saya tempati,
04:58apa yang saya kerjakan,
05:00lebih daripada santri,
05:02boleh diprotes,
05:03boleh dikritik,
05:04boleh di-demo.
05:08Inilah ngkontor,
05:10inilah ngkontor.
05:11Maka,
05:12usikum wa'iyaya,
05:13dengan inilah,
05:14maka,
05:15para pendiri telah,
05:16mewakafkan ini,
05:17dengan ikhlas,
05:19dengan ikhlas.
05:21Maka,
05:22saya yakin,
05:24tidak lama,
05:26mudah-mudahan,
05:27satu detik,
05:27dua detik ini,
05:28Pak Presiden ini,
05:31bersama kita,
05:32sayang sama kita.
05:34terima kasih.
05:35Terima kasih.
05:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan