Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Eks Menko Polhukam, Mahfud MD mempertanyakan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum diperiksa KPK.

"tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa, gak masuk akal. Sudah disebut kok terang-terangan gitu," ujar Mahfud dalam program Kompas Petang pada Jumat, (18/9/2025).

"munkin KPK ini takut gitu ya mengungkap itu, karena mungkin ini adalah anak buahnya presiden dan figur publik yang taruhlah dianggap kuat secara politik gitu ya," lanjutnya.

Diketahui KPK telah menetapkan 4 orang yang disebut orang kepercayaan Nusron hingga tiga pejabat eselon 1 Kementerian ATR/BPN ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Hak Guna Bangunan, setelah KPK melakukan OTT dan menyita barang bukti dengan nilai fantastis Rp106 miliar.

Baca Juga Nusron Wahid Buka Suara soal 4 Orang Kepercayaannya Kena OTT KPK Dugaan Korupsi HGB di https://www.kompas.tv/regional/691558/nusron-wahid-buka-suara-soal-4-orang-kepercayaannya-kena-ott-kpk-dugaan-korupsi-hgb

#nusronwahid #mahfudmd #kementerianatrbpn #kpk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691562/mahfud-pertanyakan-nusron-belum-diperiksa-kpk-di-kasus-kementerian-atr-bpn-tak-masuk-akal
Transkrip
00:00Ini menurut saya demi keterbukaan mestinya segera dijelaskan oleh KPK
00:04apakah sekarang ini dia ada nyatan memanggil ngeson,
00:11memeriksa ngeson, tapi mungkin, mungkin KPK bukan jere juga.
00:17Itu kan kalau menteri mungkin mau memberitahu presiden dulu.
00:22Mungkin ya, kalau zaman Pak SBI itu kan gitu.
00:25Menteri kalau tersangka itu tidak harus minta ijin presiden,
00:29tapi pada zaman Pak SBI jatuh agar presidennya tidak kaget
00:33dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencari pengganti sementaranya
00:38supaya presiden diberitahu dulu.
00:41Mungkin ini sudah memberitahu presiden dan belum dapat jawaban.
00:45Karena hampir tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa.
00:50Tidak masuk akal, sudah disebut kok terang-terangan gitu ya.
00:54Ini menarik Prof.
00:56Sampai sekarang memang KPK belum memeriksa atau memanggil Nusron Wahid sebagai saksi,
01:01terutama dalam kelengkapan penyidikan begitu.
01:04Tapi kalau menurut Prof Mahfud dengan melihat penyidikan yang berjalan,
01:09ini KPK belum memeriksa Nusron karena kehati-hatian untuk membukul barang bukti
01:14atau justru memang ada pertimbangan lain?
01:17Istilahnya adalah tekanan politik karena Nusron ini merupakan pejabat politik.
01:22Dua-duanya mungkin.
01:24Satu, KPK ini jirih gitu.
01:27Jirih itu apa? Takut gitu ya.
01:29Mengungkap itu karena mungkin ini adalah anak buahnya presiden dan figur publik
01:35yang taruhlah dianggap kuat secara politik gitu ya.
01:41Kemudian yang kemungkinan yang kedua,
01:44dia dalam rangka sopan santun politik agar presiden diberitahu dulu.
01:50Seperti dulu zaman siapa? Imam Narawi, Idrus Marham.
01:54Kan presiden diberitahu dulu gitu.
01:56Ketika akan ditangkap gitu.
02:00Ketika akan dijadikan tersangkap.
02:01Mungkin ini juga begitu.
02:04Terbukti kan Nusron tidak membantah substansinya tadi.
02:07Hanya mengatakan kita hormati proses hukum kan gitu.
02:10Dia tidak menjelaskan bahwa dia tidak tahu.
02:15Apalagi terlibat gitu. Belum gitu.
02:17Tetapi menurut saya KPK akan menambah sejumlah pertanyaan gelap lagi
02:23kalau Nusron ini tidak dipanggil.
02:26Dan dijelaskan posisinya.
02:27Karena ini pejabat publik gitu.
02:30Kalau pejabat-pejabat kecil gitu.
02:33Tidak apa-apa posisinya tidak dijelaskan.
02:35Ini kan nomor satu, ini orang nomor satu.
02:37Di ATR BPN yang selama ini memang merupakan salah satu sentra korupsi.
02:44Jadi sentra korupsi itu ada di ATR BPN.
02:48Ada di pertambangan.
02:50Kemudian ada di pajak.
02:52Kemudian ada di cukak.
02:53Itu sentra korupsi sudah lama gitu.
02:55Dan sudah hampir menjadi teori itu.
02:58Sejak dulu.
02:59Nah ini kebetulan terjadi lagi seperti ini.
03:03Masalah pertahanan ini.
03:05Oke Prof.
03:06Lantas kalau begini dalam situasi yang seperti ini.
03:09Apa langkah sebaiknya yang harus diambil Presiden?
03:14Apakah perlu menunggu bukti status ditapkan oleh KPK terhadap Nusron Wahid?
03:19Atau memang sebenarnya Presiden punya wewenang untuk menonaktifkan sementara sebagai Menteri?
03:26Supaya penyidikannya itu tadi ya tidak ada kepentingan politik dalam prosesnya?
03:32Ya menurut saya dalam situasi begini.
03:37Di mana KPK itu tampak gireh.
03:41Ya tampak ragu dan agak takut gitu untuk menindak orang-orang tertentu.
03:47Meskipun ke beberapa daerah sudah berani termasuk ke tingkat yang sudah berani.
03:51Presiden harus menolong.
03:54Menolong kejiwaan KPKnya agar berani.
03:57Beri pernyataan silahkan periksa.
03:59Kalau memang diduga ada kaitan.
04:01Sebut aja Pak Nusron Wahid.
04:03Ketika si ini mau dipecat juga sama si dadang Hindayana itu.
04:10Dadang Hindayana kan juga sama.
04:13Presiden diberitahu dulu gitu.
04:16Oleh sebab itu malamnya dipanggil, besoknya diberhentikan lalu dijadikan tersangka.
04:21Akan begitu.
04:23Saya kira kalau Presiden bisa melakukan itu bagus gitu.
04:27Ya apalagi Presiden...
04:28Karena ini kan...
04:29Iya, iya.
04:30Apalagi Presiden pernah memandang bahwa kalau untuk penanganan korupsi tidak pandang bulu begitu ya Prof ya.
04:36Tapi kalau melihat daripada konstruksi perkara.
04:39Ada Fad Arafi, kemudian juga politisi Golkar di sini.
04:45Kemudian ini disebut sebagai orang dekat terhadap Menteri ATR Nusron begitu.
04:50Prof, melihatnya bagaimana hubungan Fad, Nusron, dan Golkar terutama dalam kasus ini?
04:58Tidak, saya kira kalau yang saya dengar, Nusron dengan Golkar itu ya resmenya Golkar.
05:05Tapi dia tidak harmonis kalau dengan DPP Golkar yang saya dengar.
05:10Dia sudah dianggap orang luar meskipun formalnya masih ya.
05:14Tetapi saya melihatnya ini lebih hubungan jabatan Nusron dengan para mafioso seperti Fad Arafiq yang juga Golkar.
05:26Tapi dia kan bukan pengurus juga.
05:27Dan mantan narapidana juga.
05:30Iya kan?
05:30Kemudian ini kaitannya dengan pejabat-pejabat struktural di BPN.
05:36Nah mestinya nih publik menjadi tidak percaya kalau ini tidak diklarifikasi secara terbuka juga ke publik.
05:45Apalagi pelakunya yang dicokok itu sudah mengatakan ini uang punya Pak Nusron.
05:51Meskipun kayaknya itu ya, yang bilang begitu itu dari 19 orang kan 1.
05:57Tapi ini kayaknya tidak masuk 8 yang tersangka.
06:00Itu bisa saja orang curiga.
06:01Nanti dikerjai di luar itu untuk mengubah keterangan dan sebagainya.
06:06Itu bisa saja terjadi.
06:08Yang namanya ini kerjaan-kerjaan mafia.
06:10Dan mafia itu punya kekuatan untuk nyelusup kemana-mana.
06:14Karena kalau mafia itu seumpanya nyelusup ke orang lalu gagal gitu.
06:18Tidak ditanggap, tidak tahu malu dia.
06:20Nanti nyelusup ke tempat lain.
06:23Nah itu yang sekarang harus diperhatikan kalau ingin memperbaiki hukum di negeri ini.
06:31Baik, kita nantikan seperti apa ketegasan KPK dan komitmen daripada Presiden.
06:36Termasuk juga Menteri yang tadi juga sudah berhasil di dosop.
06:39Dan akan mengikuti segala penyidikan yang akan dilakukan KPK dalam mengungkap kasus korupsi.
06:43Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
06:47Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 2019-2024 Prof. Mahfud MD.
06:53Terima kasih Prof. Salam sehat selalu.
06:55Terima kasih Valen.
Komentar

Dianjurkan