Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim Investigasi Harian Kompas Pandu Wiyoga menemukan sejumlah kejanggalan dalam riwayat KM Virgo Transport 8.

Investigasi Harian Kompas mengungkap penggunaan Kapal Motor Penumpang atau KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin tidak sesuai penggunaan awal.

Hal itu diperparah dengan modifikasi badan kapal yang menambah dua pintu masuk di sisi kanan kapal.

Berdasarkan investigasi Harian Kompas, KMP Virgo Transport 8 juga sempat melakukan perbaikan di galangan kapal Batam.

Tidak hanya itu, tim Investigasi Harian Kompas juga melakukan pelacakan digital.

Dari sana, tim menemukan fakta bahwa KMP Virgo Transport 8 dulunya bernama Feri Kurushima, yang merupakan kapal penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Matsuyama dan Kokura di Jepang.

Sementara Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Profesor Raja Oloan Saut Gurning, menyebut salah satu dugaan ketidakstabilan hingga menyebabkan kapal terbalik adalah adanya modifikasi dua ramp door di sisi kanan kapal.

Baca Juga Temuan Modifikasi KM Virgo Transport 8, Begini Perbedaan Sebelum dan Sesudah! | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/691538/temuan-modifikasi-km-virgo-transport-8-begini-perbedaan-sebelum-dan-sesudah-kompas-siang

#kmvirgo #kapalvirgo #modifikasi #kmvirgotransport8

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691539/tim-investigasi-harian-kompas-ungkap-kejanggalan-dan-fakta-riwayat-km-virgo-transport-8
Transkrip
00:00Tim investigasi harian Kompas Pandu Wiyoga menemukan sejumlah kejanggalan dalam riwayat KM Virgo Transport 8.
00:07Sementara itu, Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Profesor Raja Oloan Saud Gurunik,
00:14menyebut salah satu dugaan ketidakstabilan hingga menyebabkan kapal terbalik,
00:18yaitu adanya modifikasi dua rem door di sisi kanan kapal.
00:22Berikut penjelasannya untuk Anda.
00:25Dari Jepang, rutenya dulu Kokura Matsuyama itu laut yang tertutup lah.
00:31Dan dia juga belayarnya kalau dari pemetaan kami, dia itu kan di pinggir, melipir ya kalau kata orang di pinggir
00:39garis pantai gitu,
00:40sekitar kurang dari 20 nautical mile atau kurang dari 37 kilo.
00:44Nah ketika di Indonesia, dia dipakai untuk menyeberangi lautan terbuka ya itu.
00:49Dan juga dia ternyata pelacakan kami, dia pernah setelah dibeli operator feri di Indonesia,
00:57dia pernah berganti bendera dari Mongolia.
00:59Jadi nggak langsung Indonesia berita benderanya itu.
01:02Mongolia dulu baru Indonesia.
01:03Nah ketika dia berbendera Mongolia ini terpantau, dia pernah diduga melakukan repair di Batam gitu.
01:09Tapi kalau dari bagian luar kelihatan ada penambahan pintu rampa ya.
01:12Pintu rampa itu pintu untuk keluar masuk kendaraan ke dalam deck feri ya.
01:17Itu ada penambahan. Awalnya dia hanya depan dan belakang ya.
01:20Karena model pelabuhan di Jepang dia mengeluarkan kendaraannya itu lewat belakang atau lewat depan.
01:24Ketika dipakai di rute Surabaya-Bajarmasin, dia ditambah pintu sampingnya.
01:29Dua bagian samping kanan belakang, samping kanan depan.
01:34Nah ini kami juga melakukan repairnya ini, melakukan penambahannya ini di galangan di Batam.
01:40Suatu galangan di Batam.
01:41Dan kami mendapat juga kan citra satelitnya, kami mengonfirmasi salah satu pekerjanya juga membetulkan bahwa memang kapal ini melakukan repair
01:50atau penambahan-penambahan di Batam.
01:52Beberapa dermaga yang ada di pelabuhan-pelabuhan kita memang tidak memiliki fasilitas yang dedicated untuk Roro.
01:59Yang ada tempat terminal khusus Roro.
02:03Dan biasanya adalah sandarnya samping.
02:05Nah saya kira memang resiko ketika memakai rampah samping atau pintu rampah samping jelas, konstruksi memanjangnya akan berkurang, kekuatan konstruksi
02:15memanjang berkurang.
02:16Dan modifikasi yang biasa dilakukan adalah tentu di wilayah pintu rampah itu ada perubahan dek, perubahan dek kendaraan.
02:24Termasuk juga nanti ketika ada risiko air masuk ke dalam kapal, itu ada pengaturan pompa yang lebih khas dan juga
02:33pengaturan kompartemen bawah untuk tangki-tangki balas.
02:36Nah perubahan-perubahan ini tujuannya adalah untuk membuat kondisi kapal tetap stabil.
02:43Karena ketika masuk pada wilayah masa lembu dengan kemungkinan perubahan angin monsoon yang kuat, lalu juga gelombang yang tinggi, dengan
02:53juga panjang gelombang yang cukup tidak normal, itu mengakibatkan memang kapal berisiko tinggi.
03:00Jadi kalau tidak ada mitigasi terkait dengan stabilitas kapal ketika pemuatan, ketika sebelum berangkat dan ketika berlayar, dengan kekuatan rampah
03:11kapal dan kekuatan konstruksi kapal, kapal memang akhirnya dapat mengakibatkan kegagalan atau tidak mampu dilayari dengan kondisi yang dilalui.
03:24Begitu mas.
Komentar

Dianjurkan