Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#garuthoror #hantupenunggujalan #hororindonesia

Sebuah jalan setapak kecil di pinggiran Desa Sukamukti, Kabupaten Garut, menyimpan cerita yang sampai sekarang masih membuatku merinding setiap kali mengingatnya.

Malam itu aku memutuskan lewat jalan pintas yang selama ini dihindari warga setelah jam 10 malam. Awalnya kupikir itu cuma mitos buatan orang tua. Sampai aku mendengar suara langkah di belakangku... dan melihat sosok hitam setinggi manusia berdiri diam di kejauhan.

Yang paling membuatku tidak bisa tidur bukan soal dia mengikutiku. Tapi soal apa yang dikatakan Pak Ujang keesokan harinya — bahwa sosok itu mungkin tidak sedang mengejarku sama sekali.

Ini kisah nyata, ditulis ulang dengan nama dan detail yang disamarkan untuk menjaga privasi narasumber.

🔔 Subscribe biar tidak ketinggalan cerita horor nyata lainnya setiap minggu.
💬 Pernah punya pengalaman serupa dengan jalan sepi atau sosok tak dikenal? Ceritakan di kolom komentar.
👍 Like video ini kalau kamu merinding sampai akhir.


Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!
Transkrip
00:00Panik. Akhirnya aku berlari menuju ujung jalan.
00:03Tempat cahaya lampu rumah warga mulai terlihat.
00:06Sosok itu ikut berjalan.
00:08Pelan.
00:10Satu langkah, lalu berhenti.
00:12Satu langkah lagi, lalu berhenti.
00:16Jarak antara aku dengan sosok itu tetap sama.
00:23Namaku Asep.
00:25Tentu saja itu bukan nama sebenarnya.
00:27Untuk menjaga privasi, aku memakai nama samaran dalam cerita ini.
00:32Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 2021
00:36di sebuah desa kecil di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
00:42Sebut saja namanya Desa Sukamukti.
00:45Desa tempatku tinggal sebenarnya cukup tenang.
00:49Rumah-rumah warga berdiri berdekatan dengan kebun, sawah, dan rumpun bambu.
00:55Kalau malam tiba, suasananya benar-benar sunyi.
01:00Yang terdengar biasanya hanya suara jangkrik, katak, dan sesekali gonggongan anjing.
01:08Di desa itu, ada jalan setapak yang menghubungkan permukiman warga dengan jalan raya utama.
01:15Jalannya sempit, hanya cukup dilewati satu orang atau sepeda motor kecil.
01:21Di sebelah kanan, ada kebun singkong.
01:24Di sebelah kiri, pohon-pohon bambu tumbuh rapat dan lebat.
01:29Warga sudah lama merasa jalan itu berbeda dari tempat lain,
01:33terutama setelah lewat pukul 10 malam.
01:37Orang-orang tua sering melarang anak muda melewatinya sendirian pada malam hari.
01:42Katanya, bertahun-tahun lalu ada seseorang yang meninggal secara misterius di dekat jalan tersebut.
01:49Sejak saat itu, beberapa warga mengaku pernah melihat sosok hitam berdiri di tengah jalan.
01:57Awalnya, aku tidak percaya.
01:59Menurutku, cerita seperti itu hanyalah cara orang tua menakut-nakuti anak-anak
02:04agar tidak keliuran malam-malam.
02:06Sampai suatu malam, aku mengalaminya sendiri.
02:11Waktu itu sekitar pukul 11 malam.
02:14Aku baru pulang dari rumah seorang teman yang tinggal cukup jauh dari rumahku.
02:19Biasanya aku pulang naik sepeda motor.
02:22Tetapi malam itu, motorku sedang dipinjam adikku.
02:26Karena merasa jaraknya tidak terlalu jauh,
02:29aku memilih berjalan kaki.
02:31Awalnya, aku melewati jalan raya.
02:34Namun, karena ingin cepat sampai,
02:37aku teringat jalan setapak yang bisa memangkas perjalanan hampir 15 menit.
02:42Aku sempat ragu.
02:44Tapi malam itu aku berpikir,
02:47ah, paling cuma cerita warga.
02:49Akhirnya, aku masuk ke jalan setapak tersebut.
02:53Saat baru masuk, semuanya masih terasa normal.
02:56Suara jangkrik terdengar dari kebun.
02:59Angin malam bertiup pelan.
03:01Daun-daun bambu saling bergesekan.
03:04Menimbulkan suara kresek, kresek.
03:07Aku berjalan sambil memakai lampu fonsel untuk menerangi jalan.
03:12Sekitar lima menit kemudian,
03:14suasana tiba-tiba terasa berubah.
03:17Angin yang tadi sejuk mendadak menjadi dingin.
03:20Suara jangkrik perlahan menghilang.
03:23Aku berhenti.
03:24Entah kenapa bulu kudutku langsung berdiri.
03:28Aku melihat ke depan, tidak ada apa-apa.
03:31Aku menoleh ke belakang.
03:33Jalan yang baru saja ku lewati juga kosong.
03:36Aku mencoba menenangkan diri.
03:39Mungkin aku cuma kecapean.
03:42Aku kembali berjalan.
03:44Baru beberapa langkah,
03:46terdengar suara ranting patah dari belakang.
03:48Krek!
03:50Aku langsung berhenti dan menoleh.
03:53Kosong!
03:54Tidak ada siapa-siapa.
03:56Aku berjalan lagi.
03:58Kali ini sedikit lebih cepat.
04:00Beberapa detik kemudian,
04:02suara itu terdengar sekali lagi.
04:04Krek!
04:05Aku menoleh.
04:07Dan saat itulah aku melihatnya.
04:10Di kejauhan,
04:11sekitar 20 meter di belakangku,
04:14berdiri seseorang.
04:15Tubuhnya tinggi.
04:17Sangat tinggi.
04:19Seluruh tubuhnya hitam.
04:21Seperti bayangan manusia yang berdiri di tengah gelap.
04:25Aku sempat mengira dia warga desa.
04:28Pak,
04:29panggilku.
04:30Sosok itu tidak menjawab.
04:32Dia hanya berdiri diam.
04:35Aku menunggu beberapa detik,
04:36lalu kembali berjalan.
04:39Anehnya,
04:40sosok itu ikut berjalan.
04:42Pelan.
04:43Satu langkah,
04:45lalu berhenti.
04:46Satu langkah lagi,
04:48lalu berhenti.
04:50Jarak antara aku dengan sosok itu tetap sama.
04:53Aku mulai merasa tidak nyaman.
04:56Ketika aku mempercepat langkah,
04:58dia juga melakukan hal yang sama.
05:01Panik.
05:01Akhirnya aku berlari menuju ujung jalan.
05:04Tempat cahaya lampu rumah warga mulai terlihat.
05:08Napas terasa semakin berat.
05:10Tinggal beberapa meter lagi sebelum sampai ke jalan raya,
05:14tiba-tiba suara langkah itu berhenti.
05:17Aku ikut berhenti.
05:19Suasana kembali hening.
05:21Lalu terdengar suara tepat di belakangku.
05:25Suara laki-laki.
05:27Berat,
05:28pelan,
05:29dan sangat dekat.
05:31Jangan lewat sini lagi.
05:34Aku langsung menoleh.
05:36Tidak ada siapa-siapa.
05:38Aku berlari sampai ke jalan raya
05:41dan baru berhenti setelah berada di tempat yang lebih ramai.
05:45Malam itu aku tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.
05:50Keesokan paginya aku bertemu seorang tetangga tua bernama Pak Ujang.
05:54Anehnya begitu melihat wajahku,
05:57dia langsung bertanya.
05:59Kamu semalam lewat jalan setapak?
06:02Aku terdiam.
06:04Iya, Pak.
06:05Pak Ujang menghala napas.
06:07Kamu dengar suara langkah?
06:10Aku mengangguk.
06:11Wajahnya langsung berubah serius.
06:14Kalau begitu, kamu beruntung.
06:17Aku bingung.
06:18Beruntung bagaimana, Pak?
06:20Pak Ujang kemudian bercerita
06:22bahwa bertahun-tahun lalu
06:25memang ada seorang warga yang meninggal di sekitar jalan tersebut.
06:29Sejak saat itu,
06:30beberapa orang mengaku pernah melihat sosok hitam
06:34yang mengikuti orang-orang yang berjalan sendirian pada malam hari.
06:38Aku bertanya.
06:39Terus, kenapa dia bilang jangan lewat situ lagi?
06:43Pak Ujang terdiam cukup lama sebelum menjawab.
06:47Karena mungkin dia bukan sedang mengejar kamu.
06:51Aku menatapnya.
06:52Lalu, Pak Ujang melihat ke arah jalan setapak.
06:57Dia cuma ingin memastikan kamu keluar dari jalan itu.
07:01Sejak malam tersebut,
07:03aku tidak pernah lagi melewati jalan setapak itu setelah matahari terbenam.
07:08Sampai sekarang,
07:09aku masih ingat suara langkah itu.
07:12Duk.
07:13Duk.
07:14Duk.
07:15Kadang-kadang aku masih bertanya-tanya.
07:18Kalau sosok hitam itu memang ingin mencelakaiku,
07:22kenapa dia berhenti tepat ketika aku sampai di ujung jalan?
07:26Mungkin ada alasan lain.
07:28Atau mungkin malam itu ada sesuatu yang lebih menyeramkan sedang berjalan di belakangku.
07:35Sesuatu yang bahkan tidak diinginkan oleh sosok hitam itu sendiri.
07:45Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan