Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menilai pergantian Menteri Keuangan menjadi bagian dari evaluasi Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja kabinet, terutama menjelang dua tahun pemerintahan.

Menurut Adi, ekspektasi terhadap kinerja Purbaya Yudhi Sadewa dinilai belum sepenuhnya tercapai, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperbaiki kinerja sektor keuangan dan perbankan.

Adi juga menyoroti kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, mulai dari nilai tukar rupiah, sulitnya akses lapangan pekerjaan, hingga daya beli masyarakat.

Ia menilai Menteri Keuangan baru dituntut mampu memberikan kepastian dan mendorong perbaikan signifikan di bidang ekonomi dan keuangan sebagai bagian dari upaya akselerasi pemerintahan Presiden Prabowo.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690737/adi-prayitno-reshuffle-menkeu-jadi-evaluasi-kinerja-ekonomi-pemerintahan-prabowo
Transkrip
00:00Resafel itu adalah sesuatu yang memang niscaya dan itu akan terjadi pada siapapun.
00:06Pada Menteri Keuangan yang sejak awal dilantik misalnya, ekspektasinya cukup luar biasa.
00:12Mungkin menjawab pertanyaan publik, pertanyaan kita semua, tentu ini hak prerogatif Presiden.
00:17Tapi dari kacamata Anda, kenapa sekarang dilakukan resafel posisi Menteri Keuangan?
00:24Ya, saya kira memang banyak hal yang bisa menjelaskan.
00:27Pertama, resafel itu adalah sesuatu yang memang niscaya dan itu akan terjadi pada siapapun, termasuk para pembantu-pembantu Presiden.
00:37Yang kedua, tentu ini adalah menjelang dua tahun pemerintahan Pak Prabowo.
00:43Jadi, ketika ada hal-hal yang dianggap tidak maksimal, dianggap tidak perform, dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi kinerjanya,
00:51maka sangat mungkin akan dilakukan pergantian.
00:54Dan pergantian ini terjadi pada Menteri Keuangan yang sejak awal dilantik misalnya, ekspektasinya cukup luar biasa.
01:01Karena kalau kita mau jujur, sebenarnya sejak awal Purbaya dilantik menjadi Minkiu,
01:06itu kan seakan-akan menjadi uasa yang cukup baru ya.
01:09Di tengah bagaimana harapan publik mampu meningkatkan misalnya soal pertumbuhan ekonomi,
01:15harapan terkait dengan perbaikan-perbaikan kinerja di bidang keuangan dan perbankan.
01:21Tapi kan dalam perjalanannya ternyata Pak Purbaya kinerja-kinerja dan dalam banyak hal itu kan tidak sesuai dengan harapan.
01:29Masih cukup jauh panggang dari api.
01:32Jadi variable ini yang kemudian bisa menjelaskan kenapa pada akhirnya Menteri Keuangan Pak Purbaya itu ya harus diganti gitu ya
01:40dengan posisinya diganti dengan Menteri Keuangan yang baru dan kita tahu bahwa Menteri Keuangan yang baru ini
01:47dulunya adalah sebagai Wakil Menteri.
01:50Jadi ini adalah sesuatu yang menurut saya sebenarnya sifatnya predictable.
01:54Karena biasanya kalau sudah menjelang momentum, satu tahun, dua tahun, tiga tahun dalam sebuah rezim pemerintahan,
02:03maka akan selalu terjadi soal rombak tergait dengan kebutuhan-kebutuhan.
02:07Bagaimana untuk melakukan akselerasi dan perbaikan kabinet, Pak?
02:11Jadi bagi saya sebenarnya tidak terlampau mengherankan jika pada akhirnya Purbaya merupakan salah satu Menteri yang kemudian diganti
02:18ya karena memang ekspektasi kinerjanya itu tidak sesuai dengan harapan.
02:23Karena kinerja di bidang ekonomi dan keuangan tentu saja kalau kita menjujur dalam banyak hal,
02:29selalu mendapatkan sorotan yang cukup tajam lah di tengah,
02:32gunjang-ganjing, upaya-upaya untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan di bidang ekonomi.
02:39Oke, masih ke Mas Adi.
02:41Tadi selain juga harapan masih jauh dari panggang, mungkin setelah setahun menjabat,
02:46mungkin juga sebetulnya apa momentum yang Anda baca yang diharapkan oleh Presiden Prabowo, Mas?
02:52Ya kan sekarang kondisi ekonomi kita kan sedang struggle.
02:55Misalnya soal di tengah nilai tukar rupiah kita belum kuat sepenuhnya terhadap dolar.
03:03Itu kan butuh seorang Menteri Keuangan yang bisa memberikan kepastian bagaimana terjadi recovery terkait dengan nilai tukar.
03:10Termasuk juga soal pertumbuhan ekonomi yang kemudian pada prinsipnya itu juga akan semakin dirasakan oleh masyarakat.
03:17Kan saat ini seakan-akan kita itu menghadapi satu disparitas.
03:21Ada sesuatu yang sifatnya paradoks, satu sisi ada klaim bagaimana pertumbuhan ekonomi itu kan mulai kelihatan.
03:29Tapi pada saat yang bersamaan misalnya, akses terhadap lapangan pekerjaan dianggap semakin sulit.
03:36Termasuk juga soal adalah pemenuhan-pemenuhan kebutuhan terkait dengan daya beli masyarakat, itu kan dianggap semakin sulit.
03:43Jadi variable-variable ini yang sepertinya tentu saja menjadi sesuatu yang cukup serius.
03:49Bagaimana dibutuhkan seorang Menteri Keuangan yang baru itu in line dan yang paling penting mampu memberikan harapan-harapan bagaimana kondisi
03:58ekonomi,
03:59kondisi perbankan kita, kondisi keuangan di negara kita itu jauh lebih memberikan harapan-harapan yang sesuai dengan kebutuhan.
04:08Jadi ini yang menurut saya adalah sesuatu yang sebenarnya sifatnya kritikal, bahwa efektasi di bidang ekonomi, di bidang keuangan kita
04:18itu,
04:18pasti butuh semacam perbaikan-perbaikan yang signifikan, mesti dilakukan oleh Presiden.
04:24Tentu ini tidak terlepas karena kebutuhan untuk melakukan perbaikan, kondisi-kondisi yang mungkin jelang dua tahun ini harus ada.
04:32Semacam inovasi dan perbaikan-perbaikan, kinerja di bidang ekonomi, maka tidak boleh tidak,
04:39maka salah satunya Menteri Keuangan tentu mendapatkan evaluasi yang cukup signifikan, diganti dengan yang lainnya.
04:46Jadi kondisi ini yang menurut saya semacam mengukur bagaimana negara kita itu, terutama pemerintahan kali ini,
04:53jelang dua tahun memberikan sesuatu yang signifikan terkait dengan perbaikan di bidang ekonomi.
05:31Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:32Langsung dari Smart TV kamu
05:34Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
05:38Cari Kompas TV melalui pencarian
05:41Pilih aplikasi, lalu install
05:44Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
05:49Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga
Komentar

Dianjurkan