00:00Akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
00:09tahun 1945
00:13serta akan menjalankan
00:17segala peraturan perundang-undangan
00:23dengan seluruh-selurusnya
00:26demi Dharma Bakti Saya
00:28demi Dharma Bakti Saya
00:29kepada Bangsa dan Negara
00:33bahwa Saya
00:34Prof. Suhasil Nazara, PhD, sebagai Menteri Keuangan
00:42Bapak Presiden, tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan
00:46pada Kabinet Merah Putih
00:48untuk sisa masa jabatan 2024-2029
00:53nah tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden
00:59dan dari Negara Republik Indonesia kepada saya
01:01dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut
01:05dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden
01:11pertanyaan mengenai proses saya disampaikan tadi pagi
01:19dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini
01:23seperti itu
01:24Pak, ada komunikasi yang Pak Perbayar nggak Pak sebelumnya?
01:26untuk sebelum dilantik ini ada komunikasi yang Pak Perbayar mungkin?
01:30nggak ada, hari ini nggak ada
01:33arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara
01:38artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut
01:45jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah
01:53karena itu APBNnya itu harus sehat
01:55selain APBNnya harus sehat, dia juga harus kredibel
01:59APBN itu harus dapat dipercaya
02:01dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan
02:05yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras
02:09akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut
02:13menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan
02:16dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia
02:27nanti kita lihat
02:29tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu
02:32dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa
02:35keputusan Menteri Keuangannya seperti apa
02:38dan kita akan tindak lanjuti dari situ
02:44Tentu untuk memperkuat keuangan negara
02:47melanjutkan apa yang kita sudah lakukan selama ini
02:50dan Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar
02:5477 ribu pegawai tentu bekerja di seluruh Indonesia
02:58untuk bisa menumbuhkan ekonomi
03:01dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia
03:05defisit akan tetap di bawah 3%
03:13ditelepon oleh istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden
03:19prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel
03:21jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya
03:25komunikasi publik yang dapat dipercaya
03:28dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN
03:34adalah mendukung program prioritas pemerintah
03:36Bang Ray sendiri melihat sebenarnya dinamika apa yang terjadi
03:40bacaan Anda ini kalau publik melihatnya kan kok tiba-tiba ini
03:44main queue perubaya diganti
03:48iya memang tiba-tiba
03:50karena saya kira kalau dengar-dengar infonya sih
03:53karena ada rasa jengkel
03:54jadi memang ini resabel karena disebabkan jengkel mungkin
04:00jengkel apa tuh Bang Ray?
04:02ya info-info tentu ya
04:04kalau kebenarannya kita nggak tahu nanti Pak Kaprus lah yang menjelaskannya begitu ya
04:10katanya ada semacam permintaan dari mengeu yang lama
04:15ya yang baru diganti Pak Purbaya terhadap
04:20dan antara tak tagihan sekitar 128 triliun kan
04:24nah dengar-dengar info itu kemudian ya adalah semacam ketegangan
04:29antara dan antara dengan Pak Purbaya
04:31dan mendengar itu katanya Pak Prabowo tiba-tiba
04:35sepulang dari India seperti yang sekarang ini
04:40melakukan resabel
04:41padahal seperti yang Anda sebutkan tadi tuh
04:43ini rasanya nggak ada angin
04:45nggak ada hujan
04:47nggak ada awan
04:48nggak ada pelangi
04:49nggak ada apa-apa
04:49nah tiba-tiba diganti gitu
04:51padahal kalau kita dengar misalnya
04:54di hari tanggal 17 Agustus kemarin
04:57rencana resabel itu kan nggak menyanggut sampai kepada mengeu
05:00lebih karena ingin mengganti wamen tan
05:03lalu wamen imigrasi dan pemasyarakatan ya
05:08tapi malah ke-2nya malah sampai sore ini ya setau kita nggak diganti
05:13belum dicari penggantinya gitu ya
05:15nah tiba-tiba Pak Purbaya justru yang diganti gitu
05:18nah itu yang saya sebut ini kriterianya ini kriteria jengkel gitu
05:22Pak Prabowo jengkel sama Purbaya karena beristigang dengan dan antara
05:27lalu diganti ya
05:29ini infonya ya
05:30oke infonya ini langsung kita minta
05:32konfirmasi ke Bang Samad ini
05:34bener nggak info itu
05:35atau ada klarifikasi lain Bang Samad
05:39saya kira
05:40itu sah-sah saja
05:41kalau Bang Rai punya pandangan
05:43kita menghormati beliau sebagai seorang pengamat
05:46betapi betapapun demikian
05:48memang ada konsolidasi birokrasi di Kementerian Keuangan
05:52dalam satu tahun terakhir ini
05:53kami menilai masih perlu di konsolidasi ulang kembali
05:59karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon 1, eselon 2-nya
06:04terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya
06:08kadang-kadang sulit juga mereka untuk menerjemahkan
06:12berarti mohon maaf saya potong Bang Samad
06:15berarti dari DPR sendiri memang sudah punya keinginan
06:19ataupun juga sudah merasa bahwa Menteri Keuangan yang sebelumnya
06:24Purba ini memang patut diganti
06:28iya memang
06:29soal pergantian itu kewenangan Presiden
06:32tetapi sama sekali bukan karena jengkel
06:35tapi memang konsolidasi birokrasinya belum selesai selama satu tahun
06:39sehingga ada dinamika di Kementerian Keuangan yang
06:42kadang-kadang antara pernyataan di eksternal
06:46di ruang publik dengan kebijakan itu belum sinkron
06:51termasuk mengenai yang Mbak Reh sampaikan
06:54penyetoran depiden dari dan antara
06:57masuk ke pos APBN
06:59kemudian kewajiban APBN untuk pembiayaan
07:03kereta cepat Jakarta-Bandung dan seterusnya
07:06dan cukup banyak yang kemudian berimbas terhadap
07:11beban APBN yang atau arah kebijakan yang belum menentu
07:16nah ini saya kira bagian daripada evaluasi
07:20secara objektif yang dilakukan oleh seorang Presiden
07:23sehingga memilih sosok yang kami yakin
07:27pasar akan jauh lebih friendly dengan Pak Suwa
07:31lalu kemudian dengan birokrasi
07:34karena ini salah satu kementerian yang
07:36organisasinya sangat besar Bang Yasir
07:39jadi sangat besar
07:40jadi lebih dari 10 Direkturat Generalnya
07:44atau oleh Solon Satunya
07:45jadi sangat besar
07:47belum badan layanan umum
07:48yang ada di BLU yang ada di bawah ke MenQ
07:51jadi memang memerlukan sosok leadership
07:53yang kuat dan memahami medan
07:56dimana dia bertugas
07:57dan menurut Anda itu ada di Sohasil Nazara ya
08:01MenQ yang baru dilantik
08:03Bang Ray ternyata dibantai
08:04itu bukan karena jengkel
08:05tapi ada salah satu
08:06yang disampaikan oleh Bang Samad adalah
08:09memang selama ini komunikasi birokrasinya
08:11yang belum selesai
08:12yang dilakukan oleh MenQ yang lama
08:16berarti ya
08:17ketidaktilitian Prabowo
08:18sejak dari awal
08:19mestinya kan sejak dari awal
08:20Pak Prabowo itu punya kriteria-kriteria kan
08:24punya seleksi yang cukup kuat lah
08:25apakah orang ini mampu melakukan konsolidasi
08:28apakah orang ini blablabla
08:29nah ini baru satu tahun lima hari ya
08:32setahu saya Pak Kurubaya menjawab
08:34lalu diganti
08:35di tengah tidak ada satu isu yang sangat kursial
08:38yang kita dengar
08:38yang berkaitan dengan keuangan negara
08:41kecuali salah satunya adalah kiraikan dolar
08:43Dilihatkan sekarang
08:44jangan coba-coba
08:45di kalangan pembantu presiden itu
08:49mengutak hati program unggulan presiden gitu loh
08:53misalnya MBG
08:54misalnya Koperasi Merakuti
08:56misalnya sekolah rakyat
08:59termasuk danantara
09:00danantara itu kan kebanggaannya Pak Prabowo
09:03jadi kalau misalnya
09:04ditekan-tekan supaya ada pemilihan
09:06dana kepada PPN
09:10128 trili dan sebagainya
09:11boleh jadi itu yang membuat Pak Prabowo jengkel
09:14kepada Pak Purubaya
09:15ini kan program anggalan saya gitu loh
09:17jadi menurut Bung Ray
09:19MenQ sebelumnya Purubaya ini
09:21tidak mengotak-atik program-program
09:23yang sudah di
09:24menjadi program unggulannya presiden Prabowo
09:27sehingga ini jadi salah satu alasan ya
09:29yang Anda sebut jengkel tadi
09:30sehingga akhirnya di resafel
09:33Apakah langkah ini berkaitan dengan
09:35evaluasi kinerja ekonomi
09:36atau mungkin bagian dari
09:38strategi politik presiden
09:39supaya perekonomian di Indonesia
09:41bisa lebih baik lagi?
09:43Iya, saya kira yang kedua ya
09:45supaya lebih baik lagi ya
09:47karena kan sekarang udah lebih stabil Mbak
09:49kita lihat yang makro
09:50misalkan dolar terkontrol ya
09:52di 17.600
09:54kemudian bahkan sempat 17.500
09:56semacam itu
09:57kemudian indeks harga saham gabungan
09:59ya 6.400, 6.500
10:02bahkan berapa waktu
10:036.600 semacam itu
10:04jadi pasar dalam tanda petik
10:06sudah mulai
10:08apa ya
10:08kembali gitu
10:09untuk berinvestasi
10:12untuk percaya kepada pemerintah
10:13nah, trend positif ini harus dilanjutkan
10:16seperti itu
10:16dan harus dijaga
10:17dan salah satu bentuk konkretnya
10:19dengan melakukan resafel
10:20supaya apa?
10:21ini berlanjut trend positifnya ya
10:23supaya apa?
10:24nggak terlalu banyak kegaduhan juga
10:25jadi misalkan
10:27seandainya nih
10:28Pak Suhasil yang menggantikan
10:29lebih baik komunikasinya
10:30lebih fokus kinerjanya
10:32lebih komunikatif dengan
10:34pemerintah-pemerintah daerah
10:36semacam itu
10:37pun kalau memang ada penyesuaian
10:39ya diobrolin
10:40baik-baik lah
10:41supaya ada solusi
10:42atau win-winnya
10:43semacam itu
10:43karena
10:44itu yang diperlukan oleh Presiden
10:46untuk ya
10:47memastikan ekonomi kita
10:48dalam trend positif
10:50semacam itu
10:50termasuk juga
10:52saya melihat juga
10:52koordinasi lintas
10:54kementeriannya harus bagus nih
10:55kementerian keuangan
10:56karena megang anggaran kan
10:57jangan sampai
10:58Menteri Keuangan ngomong apa
11:00nanti kementerian yang lain
11:01ngomong apa gitu
11:02nah itu tuh
11:02jangan terulang lagi lah
11:04seperti itu Mbak Bella
11:09cara baru
11:10nonton di Smart TV
11:12nonton live streaming
11:13dan ribuan tayangan
11:15Kompas Gram Media
11:16langsung dari Smart TV kamu
11:18cara installnya
11:19buka Google Play Store
11:21di Smart TV kamu
11:22cari Kompas TV
11:24melalui pencarian
11:25pilih aplikasi
11:27lalu install
11:28selesai
11:29kamu bisa menonton
11:30video pilihan editorial
11:32Kompas TV
11:33download Kompas TV apps
11:35di TV kamu
11:36sekarang juga
11:37Terima kasih telah menonton
Komentar