Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026) sore.

Suahasil menyampaikan arahan khusus Presiden untuk menjaga kredibilitas keuangan negara.

Pergantian Menteri Keuangan tersebut menjadi bagian dari dinamika yang terjadi di Kabinet Merah Putih.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussammad hingga Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro buka suara soal alasan Presiden Prabowo mencopot Purbaya dari kursi Menteri Keuangan.

Baca Juga Konten Purbaya Banjir Dikomentar Netizen, Usai Direshuffle Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/690696/konten-purbaya-banjir-dikomentar-netizen-usai-direshuffle-prabowo

#reshuffle #menkeupurbaya #suahasil #prabowo

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690704/ray-rangkuti-gerindra-hingga-pengamat-soal-alasan-prabowo-reshuffle-menkeu-purbaya-parasot
Transkrip
00:00Akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
00:09tahun 1945
00:13serta akan menjalankan
00:17segala peraturan perundang-undangan
00:23dengan seluruh-selurusnya
00:26demi Dharma Bakti Saya
00:28demi Dharma Bakti Saya
00:29kepada Bangsa dan Negara
00:33bahwa Saya
00:34Prof. Suhasil Nazara, PhD, sebagai Menteri Keuangan
00:42Bapak Presiden, tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan
00:46pada Kabinet Merah Putih
00:48untuk sisa masa jabatan 2024-2029
00:53nah tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden
00:59dan dari Negara Republik Indonesia kepada saya
01:01dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut
01:05dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden
01:11pertanyaan mengenai proses saya disampaikan tadi pagi
01:19dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini
01:23seperti itu
01:24Pak, ada komunikasi yang Pak Perbayar nggak Pak sebelumnya?
01:26untuk sebelum dilantik ini ada komunikasi yang Pak Perbayar mungkin?
01:30nggak ada, hari ini nggak ada
01:33arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara
01:38artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut
01:45jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah
01:53karena itu APBNnya itu harus sehat
01:55selain APBNnya harus sehat, dia juga harus kredibel
01:59APBN itu harus dapat dipercaya
02:01dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan
02:05yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras
02:09akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut
02:13menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan
02:16dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia
02:27nanti kita lihat
02:29tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu
02:32dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa
02:35keputusan Menteri Keuangannya seperti apa
02:38dan kita akan tindak lanjuti dari situ
02:44Tentu untuk memperkuat keuangan negara
02:47melanjutkan apa yang kita sudah lakukan selama ini
02:50dan Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar
02:5477 ribu pegawai tentu bekerja di seluruh Indonesia
02:58untuk bisa menumbuhkan ekonomi
03:01dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia
03:05defisit akan tetap di bawah 3%
03:13ditelepon oleh istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden
03:19prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel
03:21jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya
03:25komunikasi publik yang dapat dipercaya
03:28dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN
03:34adalah mendukung program prioritas pemerintah
03:36Bang Ray sendiri melihat sebenarnya dinamika apa yang terjadi
03:40bacaan Anda ini kalau publik melihatnya kan kok tiba-tiba ini
03:44main queue perubaya diganti
03:48iya memang tiba-tiba
03:50karena saya kira kalau dengar-dengar infonya sih
03:53karena ada rasa jengkel
03:54jadi memang ini resabel karena disebabkan jengkel mungkin
04:00jengkel apa tuh Bang Ray?
04:02ya info-info tentu ya
04:04kalau kebenarannya kita nggak tahu nanti Pak Kaprus lah yang menjelaskannya begitu ya
04:10katanya ada semacam permintaan dari mengeu yang lama
04:15ya yang baru diganti Pak Purbaya terhadap
04:20dan antara tak tagihan sekitar 128 triliun kan
04:24nah dengar-dengar info itu kemudian ya adalah semacam ketegangan
04:29antara dan antara dengan Pak Purbaya
04:31dan mendengar itu katanya Pak Prabowo tiba-tiba
04:35sepulang dari India seperti yang sekarang ini
04:40melakukan resabel
04:41padahal seperti yang Anda sebutkan tadi tuh
04:43ini rasanya nggak ada angin
04:45nggak ada hujan
04:47nggak ada awan
04:48nggak ada pelangi
04:49nggak ada apa-apa
04:49nah tiba-tiba diganti gitu
04:51padahal kalau kita dengar misalnya
04:54di hari tanggal 17 Agustus kemarin
04:57rencana resabel itu kan nggak menyanggut sampai kepada mengeu
05:00lebih karena ingin mengganti wamen tan
05:03lalu wamen imigrasi dan pemasyarakatan ya
05:08tapi malah ke-2nya malah sampai sore ini ya setau kita nggak diganti
05:13belum dicari penggantinya gitu ya
05:15nah tiba-tiba Pak Purbaya justru yang diganti gitu
05:18nah itu yang saya sebut ini kriterianya ini kriteria jengkel gitu
05:22Pak Prabowo jengkel sama Purbaya karena beristigang dengan dan antara
05:27lalu diganti ya
05:29ini infonya ya
05:30oke infonya ini langsung kita minta
05:32konfirmasi ke Bang Samad ini
05:34bener nggak info itu
05:35atau ada klarifikasi lain Bang Samad
05:39saya kira
05:40itu sah-sah saja
05:41kalau Bang Rai punya pandangan
05:43kita menghormati beliau sebagai seorang pengamat
05:46betapi betapapun demikian
05:48memang ada konsolidasi birokrasi di Kementerian Keuangan
05:52dalam satu tahun terakhir ini
05:53kami menilai masih perlu di konsolidasi ulang kembali
05:59karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon 1, eselon 2-nya
06:04terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya
06:08kadang-kadang sulit juga mereka untuk menerjemahkan
06:12berarti mohon maaf saya potong Bang Samad
06:15berarti dari DPR sendiri memang sudah punya keinginan
06:19ataupun juga sudah merasa bahwa Menteri Keuangan yang sebelumnya
06:24Purba ini memang patut diganti
06:28iya memang
06:29soal pergantian itu kewenangan Presiden
06:32tetapi sama sekali bukan karena jengkel
06:35tapi memang konsolidasi birokrasinya belum selesai selama satu tahun
06:39sehingga ada dinamika di Kementerian Keuangan yang
06:42kadang-kadang antara pernyataan di eksternal
06:46di ruang publik dengan kebijakan itu belum sinkron
06:51termasuk mengenai yang Mbak Reh sampaikan
06:54penyetoran depiden dari dan antara
06:57masuk ke pos APBN
06:59kemudian kewajiban APBN untuk pembiayaan
07:03kereta cepat Jakarta-Bandung dan seterusnya
07:06dan cukup banyak yang kemudian berimbas terhadap
07:11beban APBN yang atau arah kebijakan yang belum menentu
07:16nah ini saya kira bagian daripada evaluasi
07:20secara objektif yang dilakukan oleh seorang Presiden
07:23sehingga memilih sosok yang kami yakin
07:27pasar akan jauh lebih friendly dengan Pak Suwa
07:31lalu kemudian dengan birokrasi
07:34karena ini salah satu kementerian yang
07:36organisasinya sangat besar Bang Yasir
07:39jadi sangat besar
07:40jadi lebih dari 10 Direkturat Generalnya
07:44atau oleh Solon Satunya
07:45jadi sangat besar
07:47belum badan layanan umum
07:48yang ada di BLU yang ada di bawah ke MenQ
07:51jadi memang memerlukan sosok leadership
07:53yang kuat dan memahami medan
07:56dimana dia bertugas
07:57dan menurut Anda itu ada di Sohasil Nazara ya
08:01MenQ yang baru dilantik
08:03Bang Ray ternyata dibantai
08:04itu bukan karena jengkel
08:05tapi ada salah satu
08:06yang disampaikan oleh Bang Samad adalah
08:09memang selama ini komunikasi birokrasinya
08:11yang belum selesai
08:12yang dilakukan oleh MenQ yang lama
08:16berarti ya
08:17ketidaktilitian Prabowo
08:18sejak dari awal
08:19mestinya kan sejak dari awal
08:20Pak Prabowo itu punya kriteria-kriteria kan
08:24punya seleksi yang cukup kuat lah
08:25apakah orang ini mampu melakukan konsolidasi
08:28apakah orang ini blablabla
08:29nah ini baru satu tahun lima hari ya
08:32setahu saya Pak Kurubaya menjawab
08:34lalu diganti
08:35di tengah tidak ada satu isu yang sangat kursial
08:38yang kita dengar
08:38yang berkaitan dengan keuangan negara
08:41kecuali salah satunya adalah kiraikan dolar
08:43Dilihatkan sekarang
08:44jangan coba-coba
08:45di kalangan pembantu presiden itu
08:49mengutak hati program unggulan presiden gitu loh
08:53misalnya MBG
08:54misalnya Koperasi Merakuti
08:56misalnya sekolah rakyat
08:59termasuk danantara
09:00danantara itu kan kebanggaannya Pak Prabowo
09:03jadi kalau misalnya
09:04ditekan-tekan supaya ada pemilihan
09:06dana kepada PPN
09:10128 trili dan sebagainya
09:11boleh jadi itu yang membuat Pak Prabowo jengkel
09:14kepada Pak Purubaya
09:15ini kan program anggalan saya gitu loh
09:17jadi menurut Bung Ray
09:19MenQ sebelumnya Purubaya ini
09:21tidak mengotak-atik program-program
09:23yang sudah di
09:24menjadi program unggulannya presiden Prabowo
09:27sehingga ini jadi salah satu alasan ya
09:29yang Anda sebut jengkel tadi
09:30sehingga akhirnya di resafel
09:33Apakah langkah ini berkaitan dengan
09:35evaluasi kinerja ekonomi
09:36atau mungkin bagian dari
09:38strategi politik presiden
09:39supaya perekonomian di Indonesia
09:41bisa lebih baik lagi?
09:43Iya, saya kira yang kedua ya
09:45supaya lebih baik lagi ya
09:47karena kan sekarang udah lebih stabil Mbak
09:49kita lihat yang makro
09:50misalkan dolar terkontrol ya
09:52di 17.600
09:54kemudian bahkan sempat 17.500
09:56semacam itu
09:57kemudian indeks harga saham gabungan
09:59ya 6.400, 6.500
10:02bahkan berapa waktu
10:036.600 semacam itu
10:04jadi pasar dalam tanda petik
10:06sudah mulai
10:08apa ya
10:08kembali gitu
10:09untuk berinvestasi
10:12untuk percaya kepada pemerintah
10:13nah, trend positif ini harus dilanjutkan
10:16seperti itu
10:16dan harus dijaga
10:17dan salah satu bentuk konkretnya
10:19dengan melakukan resafel
10:20supaya apa?
10:21ini berlanjut trend positifnya ya
10:23supaya apa?
10:24nggak terlalu banyak kegaduhan juga
10:25jadi misalkan
10:27seandainya nih
10:28Pak Suhasil yang menggantikan
10:29lebih baik komunikasinya
10:30lebih fokus kinerjanya
10:32lebih komunikatif dengan
10:34pemerintah-pemerintah daerah
10:36semacam itu
10:37pun kalau memang ada penyesuaian
10:39ya diobrolin
10:40baik-baik lah
10:41supaya ada solusi
10:42atau win-winnya
10:43semacam itu
10:43karena
10:44itu yang diperlukan oleh Presiden
10:46untuk ya
10:47memastikan ekonomi kita
10:48dalam trend positif
10:50semacam itu
10:50termasuk juga
10:52saya melihat juga
10:52koordinasi lintas
10:54kementeriannya harus bagus nih
10:55kementerian keuangan
10:56karena megang anggaran kan
10:57jangan sampai
10:58Menteri Keuangan ngomong apa
11:00nanti kementerian yang lain
11:01ngomong apa gitu
11:02nah itu tuh
11:02jangan terulang lagi lah
11:04seperti itu Mbak Bella
11:09cara baru
11:10nonton di Smart TV
11:12nonton live streaming
11:13dan ribuan tayangan
11:15Kompas Gram Media
11:16langsung dari Smart TV kamu
11:18cara installnya
11:19buka Google Play Store
11:21di Smart TV kamu
11:22cari Kompas TV
11:24melalui pencarian
11:25pilih aplikasi
11:27lalu install
11:28selesai
11:29kamu bisa menonton
11:30video pilihan editorial
11:32Kompas TV
11:33download Kompas TV apps
11:35di TV kamu
11:36sekarang juga
11:37Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan