Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Sentil Ketahanan Energi Nasional Cuma Klaim di Atas Kertas

Link terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/09/14/104906/kelangkaan-bbm-meluas-iesr-sebut-ketahanan-energi-cuma-di-atas-kertas

Kelangkaan BBM yang meluas di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, hingga Sumatra menuai sorotan tajam. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai krisis ini memperlihatkan lemahnya tata kelola dan antisipasi pemerintah, sehingga klaim ketahanan energi nasional dianggap masih sebatas di atas kertas.

Imbas kelangkaan ini, sejumlah daerah seperti Jember dan Makassar bahkan memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Tingginya antrean dipicu oleh melonjaknya konsumsi BBM subsidi akibat disparitas harga yang makin jauh pascanaiknya Pertamax pada Juni lalu, yang diperparah oleh keterbatasan armada logistik distribusi.

IESR mendesak pemerintah segera menambah pasokan darurat serta menyetop penundaan reformasi subsidi BBM agar anggarannya bisa dialihkan ke sektor yang lebih produktif seperti transportasi umum dan energi terbarukan.

Selengkapnya dalam video di atas!

#KelangkaanBBM #Pertamina #BBM

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00BBM langka di sejumlah daerah, IESR sentil ketahanan energi nasional cuma klaim di atas kertas.
00:08Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah wilayah Indonesia dinilai menjadi bukti buruknya, tata kelola energi nasional.
00:17Lembaga kajian IESR menyebut klaim ketahanan energi pemerintah saat ini seolah baru sebatas di atas kertas.
00:24Resis BBM khususnya jenis bersubsidi meluas dari Sulawesi Selatan, Jawa, hingga Sumatera.
00:32Dampaknya bahkan membuat aktivitas sekolah di Jember dan Makassar terpaksa dialihkan ke pembelajaran jarak jauh.
00:41Renjakan konsumsi BBM subsidi dipicu makin lebarnya selisih harga dengan BBM non-subsidi,
00:48setelah pertamaks naik menjadi sekitar Rp16.250 per liter pada Juni lalu.
00:55Kondisi ini kian diperparah oleh keterbatasan armada distribusi serta kapasitas penyimpanan.
01:01IESR pun mendesak pemerintah segera memulihkan pasokan BBM dalam 7 hingga 10 hari ke depan.
01:09Selain itu, pemerintah diminta tidak lagi menunda reformasi subsidi BBM demi kepentingan popularitas jangka pendek,
01:17melainkan dialihkan untuk memperkuat transportasi publik, elektrifikasi kendaraan, hingga cadangan BBM regional.
Komentar

Dianjurkan