- 5 jam yang lalu
- #menkeu
- #purbaya
- #suahasil
- #presidenprabowo
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo menggantikan Purbaya dengan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Bagaimana "membaca" reshuffle atau perombakan kabinet Prabowo kali ini? Mengapa posisi Menkeu diganti? Kita ulas bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, dan Ekonom Celios Media Askar Wahyudi.
#menkeu #purbaya #suahasil #presidenprabowo
Baca Juga UPDATE! Kabasarnas Rencanakan Penarikan KM Virgo Transport 8 dan Evakuasi Korban di Laut Jawa di https://www.kompas.tv/regional/690693/update-kabasarnas-rencanakan-penarikan-km-virgo-transport-8-dan-evakuasi-korban-di-laut-jawa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690695/jubir-partai-gerindra-celios-soroti-pertimbangan-presiden-prabowo-ganti-purbaya-dengan-suahasil
#menkeu #purbaya #suahasil #presidenprabowo
Baca Juga UPDATE! Kabasarnas Rencanakan Penarikan KM Virgo Transport 8 dan Evakuasi Korban di Laut Jawa di https://www.kompas.tv/regional/690693/update-kabasarnas-rencanakan-penarikan-km-virgo-transport-8-dan-evakuasi-korban-di-laut-jawa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690695/jubir-partai-gerindra-celios-soroti-pertimbangan-presiden-prabowo-ganti-purbaya-dengan-suahasil
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Presiden Prabowo Subianto menggantikan Purbaya Yudi Sadewa dengan suah hasil nazara sebagai Menteri Keuangan.
00:06Lalu bagaimana membaca reshuffle atau perombakan kabinet Prabowo kali ini?
00:10Mengapa posisi Menkyo diganti?
00:12Kita ulas bersama jurubicara Partai Gerindra Bahtra Banong yang telah hadir di studio
00:16dan ekonom selios Medi Askar Wahyudi yang bergabung mulai sambungan virtual.
00:20Selamat malam Bung Bahtra dan Bung Media.
00:23Selamat malam Mas.
00:25Selamat malam.
00:25Selamat malam Mas.
00:27Ya, saya ke Bung Bahtra dulu.
00:29Sebagai jurubicara Partai Gerindra, partai yang juga menaungi Pak Prabowo.
00:35Kalau tadi terjadi secara mendadak, apa yang terjadi sebetulnya?
00:39Bung Bahtra, mungkin di internal Partai Gerindra juga sudah mau tahu informasi.
00:43Pak Purbaya bahkan siang tadi masih rapat dengan DPD di komite 4.
00:46Lalu tiba-tiba ditelepon oleh Mensesnek dan akhirnya dikatakan, dicopot jabatannya digantikan oleh Wakil Menterinya,
00:54Menteri Keuangan yang sekarang, Pak Suha Hasil Nazar.
00:56Ada apa sebenarnya mendadak ini?
00:57Tentu berkenaan dengan reshavel ini kami ingin menegaskan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden.
01:06Karena memang kan negara kita menganut sistem presidensial, artinya kami pun dari Gerindra tentu tidak punya kewenangan kemudian mengenai reshavel
01:15ini.
01:15Tapi yang paling penting adalah bahwa kalau kita lihat penunjukan Pak Suha Hasil sebagai Menteri Keuangan yang baru itu mendapatkan
01:24respon yang baik,
01:25respon yang positif terhadap pasar.
01:28Kita tahu ya bahwa mulai tadi pagi terus kemudian menjelang siang.
01:31Pukul 3 kalau saya tidak salah.
01:32IASG tadi itu sangat dalam ya, terus kemudian begitu menjelang pelantikan, kemudian naik ribon dan bagi kami itu adalah sesuatu
01:41yang baik.
01:42Dan yang paling penting adalah bahwa Pak Suha Hasil juga kalau kita lihat jejak rekamnya,
01:47beliau pernah menjadi PLT, Kepala BKF, terus kemudian menjadi Kepala BKF sampai 2019,
01:53terus kemudian menjadi Wakil Menteri Keuangan dan sampai per hari ini artinya beliau punya jejak rekam yang panjang berkenaan dengan
02:01fiskal
02:01dan itu juga menjadi tujuan, apa namanya, Kementerian Keuangan kan tugas pokoknya juga bagaimana menangani soal fiskal ini.
02:10Artinya itu sesuatu yang menurut hemat kami sesuatu yang tepat yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
02:15Dan tentu juga publik ingin melihat agar bagaimana masukan-masukan terhadap pertumbuhan ekonomi kita yang pengen lebih cepat, lebih baik.
02:25Dan itu juga yang mungkin menjadi pertimbangan Presiden Prabowo terus kemudian melakukan pergantian kabinet terutama di Kementerian Keuangan.
02:34Walaupun sebetulnya kalau kita lihat kinerjanya ya, bahwa pertumbuhan ekonomi kita kemarin di kuartal pertama dan bahkan sampai semester pertama
02:40itu menunjukkan hasil yang baik ya, tentu walaupun tantangannya yang kita tahu sendiri bahwa tantangan global yang petunik kita tidak
02:49pastian ini juga banyak ya.
02:52Tetapi paling tidak kan juga publik juga terus memberikan masukan, memberikan respon dan keinginan publik.
02:58Saya lihat PME memang kepengen agar pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih baik tumbuh ke depan.
03:04Ya, kalau kata Bung Bahtera, respons publik, respons pasar positif. Ini terlihat dari ASG yang melesat sekitar pukul 3 tadi
03:11sebelum pelantikan terjadi.
03:13Bung Media, apakah betul respons pasar yang melesat di pukul 3 tadi mewakili harapan publik bahwa paswa hasil ini bisa
03:19memperbaiki kebijakan fiskal di Indonesia?
03:24Ya, ada indikasi optimisme dari pasar ya. Tetapi tentu saja ini kan bicara soal amanah yang akan diampu dalam jangka
03:36panjang.
03:36Jadi kita tidak bisa melihat respon pada hari ini saja. Kita harus tunggu respon pasar besok pagi.
03:42Sekaligus juga mungkin lebih penting lagi melihat bagaimana agenda perbaikan ekonomi kita ke depan.
03:48Saya kira itu jauh lebih krusial. Sebab kalau membaca publik ya, saya kira tidak sesederhana itu.
03:55Karena sebagian publik kalau kita lihat bagaimana komentar di media sosial juga tidak bisa berharap banyak.
04:03Sepanjang Pak Menteri Keuangan hari ini tidak mampu bersikap layaknya Menteri Keuangan,
04:09dan mendaharan negara yang kuat dan betul-betul independen ya terhadap penguatan fiskal dan tata kelola anggaran kita.
04:18Begitu Mas.
04:18Oke, tapi saya ingin juga bertanya kepada Anda, Bung Media.
04:21Ini sampai ada dua kali reshuffle Menteri Keuangan sebelumnya, Busri Mulyani, Pak Purbaya sekarang diganti lagi.
04:28Anda melihat ini sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan fiskal Indonesia?
04:34Atau memang ada peristiwa politik yang harus juga dicermati oleh publik?
04:40Ya, saya kira ini drama yang sayang sekali harus terjadi ya.
04:44Kita punya Menteri Keuangan tiga orang, hanya dalam kurang waktu kurang dari dua tahun.
04:50Jadi, ini menunjukkan ada instabilitas dalam hal keputusan ekonomi di Indonesia yang akhirnya diambil oleh Pak Prabowo.
04:59Saya kira publik hari ini tentu saja kaget, tapi saya dan juga mungkin banyak pengamat yang lain mungkin hanya bisa
05:08membaca keadaan yang belum tentu 100% benar ya.
05:12Tapi kalau kita lihat peristiwa politik yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan beberapa waktu terakhir,
05:18itu ada reshuffle di internal Kementerian Keuangan, di JIN Bia Cukai dan di JIN Pajak.
05:23Ada persoalan restitusi pajak juga yang ditahan, yang kemungkinan juga sangat dikeluhkan oleh pelaku usaha.
05:31Termasuk juga ada persoalan berkaitan dengan Danantara ya, dan berkaitan juga dengan WUS kemarin yang dikritik oleh publik.
05:40Tapi tentu saja keputusan tidak diambil begitu saja.
05:44Kalau saya lihat memang ada banyak kegelisahan, baik itu dari masyarakat termasuk juga pelaku usaha tergait gaya kepimpinan Pak Purbaya.
05:55Kalau saya pribadi tidak terlalu mengkhawatirkan dan juga tidak masalah dengan orang-orang yang ceplos-ceplos.
06:01Tetapi masalahnya adalah apakah gaya kepimpinan seperti itu sesuai dengan jabatan Menteri Keuangan.
06:08Karena Menteri Keuangan itu kan berhadapan dengan pasar keuangan, investor, pelaku usaha.
06:13Jadi harus dengan ketenangan, konsistensi, dan kedalaman analisis.
06:18Dan saya kira di titik itu mungkin ada kritik dari publik yang kemudian direspon oleh Pak Prabowo sehingga Menteri Keuangan
06:25kita diganti.
06:26Dan saya tadi juga menyimak, Pak Suwa juga mengatakan bahwa ada pola komunikasi yang akan diperbaiki ketika dia menjabat sebagai
06:34Menteri Keuangan.
06:35Itu yang saya juga perhatikan tadi ya, seperti yang Anda katakan.
06:38Tapi Bung Bahtera, kalau melihat tadi ya, dua kali pergantian Menteri Keuangan dalam suatu periode,
06:44bahkan sebelum tiga tahun ini sudah ada tiga Menteri Keuangan.
06:50Nah ini betul-betul karena memang pertimbangan tadi soal kebijakan fiskal yang harus diperbaiki
06:56atau ada beberapa kealfaan dari Pak Purba yang dinilai oleh Pak Prabowo.
07:01Ini sepertinya harus ada kebijakan yang disesuaikan dengan program-program perioditasnya Pak Prabowo.
07:06Mulai dari MBG, Kupresidia Samara Putri, belum lagi tadi sebelum ini ada Pak Prabowo meminta anggaran bencana ditambah.
07:13Apakah ada soal itu? Memang saya paham ada hak prerogatif Presiden,
07:17tapi apakah ada evaluasi ke arah sana berdasarkan perbincangan internal Pak Tergerindra?
07:23Ya tentu kan Pak Presiden bukan hanya berkenaan dengan Menteri Keuangan ya.
07:27Artinya beliau bisa setiap saat memberikan evaluasi kepada anggota kabinet,
07:33siapapun pembantu Presiden.
07:35Kalau memang perlu dianggap bahwa Pak Presiden kan kita tahu sendiri Pak Prabowo orang lapangan ya,
07:41ingin bekerja lebih cepat dan walaupun misalnya kita lihat kinerja Kementerian Keuangan sudah cukup baik,
07:47tapi kan tidak cukup dengan kinerja itu, publik juga terus menuntut untuk agar segera dirakukan perbaikan.
07:52Dan saya pikir respon masukan-masukan itu juga yang menjadi penyebab bahwa Pak Prabowo juga ingin bekerja lebih cepat,
07:57agar semua program-program pemerintah yang sudah direncanakan, sudah dirancang yang cukup baik ini,
08:02bisa terus tereksekusi, terlaksana dan tepat sasaran agar semua program-program pemerintah yang sudah dirancang itu
08:09bisa dirasakan atau dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
08:13Nah itu menjadi poin penting bahwa di dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo,
08:19Pak Prabowo terus bekerja tanpa henti-hentinya untuk terus bagaimana agar semua program ini bisa tercepat terlaksana,
08:25tepat sasaran dan kemanfaatannya terus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
08:29Oke, Mug Media, kalau bertanya soal perbaikan, Pak Suha Hasil ini tadi juga menekankan beberapa kebijakan perbaikan
08:37yang akan dia lakukan ketika dia menjabat sebagai Menteri Keuangan.
08:41Tapi saya ingin bertanya, apa risiko terbesar dari seringnya pergantian Menteri Keuangan
08:44dalam pemerintahan Prabowo terhadap stabilitas makroekonomi dan kredibilitas kebijakan sebenarnya?
08:51Ya, yang pasti pasar akan bingung ya, apa yang terjadi di internal pemerintah
08:56sehingga Menterinya gonta-ganti begitu saja ya.
09:02Tentu saja pasar melihat ekonomi kita unstable, karena kalau seandainya intervensi politik masuk terlalu jauh,
09:09akhirnya membuat pertimbangan pasar menjadi tidak meyakinkan.
09:13Dan saya kira kritik terhadap Pak Burba, saya soal komunikasi itu satu hal ya.
09:22Tetapi kita harus fokus juga pada persoalan substantif yang jauh lebih penting, yaitu soal kebijakan hari ini.
09:29Jadi ekspektasi saya, kalau seandainya garis kebijakan yang diamanatkan Pak Presiden itu tidak berubah,
09:34maka siapapun Menterinya juga tetap akan bermasalah.
09:38Jadi poin pentingnya adalah Menteri bisa salah, tapi Presiden juga tidak bisa cuci tangan.
09:44Karena kalau kita lihat beberapa kebijakan seperti pemangkasan anggaran,
09:49dana antara, kopdes MP, MBG, dana desa dipotong,
09:53ini semua kebijakan yang sudah ada bahkan sebelum Pak Purbaya memimpin.
09:58Jadi bukan berarti ketika kita pecat Menterinya, ganti orangnya,
10:04seolah-olah kemudian persoalan negara otomatis selesai.
10:07Tentu saja tidak.
10:09Jadi saya berharap ya, Pak Menteri Keuangan yang baru itu independen.
10:14Jadi jangan menjadi Menteri yang siap Pak, siap Pak gitu ya.
10:18Kalau hanya siap Pak Presiden, mending AI mungkin bisa menggantikan.
10:23Jadi Menteri Keuangan ini bendahara negara, jadi berpikir harus dengan hati-hati dan berani.
10:31Jadi berani dalam arti, berani mengatakan kepada Pak Presiden,
10:35Pak ini transfer ke daerah yang bermasalah, yang terlalu besar ini, ini kebijakan yang salah.
10:41Kemudian Menteri Keuangan juga berani bilang,
10:43ini APBN sudah terbebani karena MBG, Kopdes, pasar bisa bereaksi,
10:48masyarakat terkena dampaknya.
10:50Jadi saya kira hari ini kita butuh Menteri Keuangan yang berguna, berani,
10:54dan tidak sekedar siap Pak Presiden.
10:57Dan itulah yang ditunggu oleh publik hari ini.
11:00Dan di titik itu, saya kira juga bersamaan Pak Presiden juga harus memahami
11:04bahwa banyak kebijakan strategis ya, itu adalah kebijakan dari Presiden juga.
11:09Jadi butuh koreksi dari Pak Presiden juga untuk melihat bagaimana kebijakan ke depan
11:14akan dilakukan di sektor ekonomi.
11:16Butuh Menteri Keuangan yang tidak hanya siap Pak Presiden,
11:19Bung Bahtera ini butuh Menteri Keuangan yang bisa memberikan masukan kepada Presiden
11:24bahwa ini ada gangguan kesehatan APBN atau gangguan ruang fiskal yang harus diperbaiki.
11:29Betulkah itu yang dibutuhkan oleh Kementerian Keuangan saat ini atau pemerintah saat ini?
11:35Jangan dijawab belum, nanti saya tanyakan hal itu saat lagi di Sapa Indonesia Malam,
11:38tetaplah bersama kami.
11:41Tadi saya bertanya ke Bung Bahtera Banung, Juru Bicara Partai Gerindra.
11:45Tadi kalau kata Bung Media, kita butuh main queue yang tidak hanya sekedar siap Pak Presiden
11:49untuk menjalankan kebijakan fiskal, tapi juga bisa memberikan masukan kepada Presiden
11:53untuk menjaga APBN, menjaga ruang fiskal, agar mampu menjalankan program peritos,
11:57sekaligus juga kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dari masyarakat.
12:01Anda sepakat dengan pendapat Bung Media?
12:03Ya, tentu yang namanya pembantu Presiden ya harus senantiasa memberi masukan,
12:07terutama berkaitan dengan data-data yang akurat,
12:10karena kan tugas pokoknya memang adalah bagaimana membantu kinerja Presiden,
12:16maka dari itu dia juga harus mampu menyediakan data-data akurat.
12:19Nah, kalau kita lihat portfolio dari Pak Suha Hasil ini,
12:23memang konsentrasinya beliau kan di fiskal,
12:25artinya memang itu sejalan dengan apa yang menjadi tugas-tugas pokok
12:30sebagai Menteri Keuangan, dan kami yakin dan percaya betul bahwa
12:33selama ini juga Pak Suha Hasil ya, selain menjadi Kepala BKF,
12:38beliau juga sudah menjadi Wakil Menteri Keuangan ya,
12:40mulai dari 2019 sampai per hari ini, artinya sudah kurang lebih 6 tahun
12:44menjadi Wakil Menteri Keuangan, dan modal itulah kemudian yang bisa menopang beliau,
12:50dan kami percaya betul bahwa Pak Suha Hasil juga insya Allah akan menunjukkan
12:55hasil positif, terbukti misalnya respon pasar yang begitu baik,
12:58dan ya kita tunggu kerja-kerja Pak Suha Hasil ke depan,
13:01mudah-mudahan sesuai dengan harapan Presiden Prabowo,
13:04dan tentu sesuai juga dengan harapan kita bersama,
13:07agar bagaimana mengwujudkan pertumbuhan ekonomi yang
13:09tidak hanya sekedar meningkat,
13:11tetapi jauh lebih baik di masa-masa yang akan datang.
13:14Ekonomi tumbuh dengan baik dan memang betul baik ya,
13:17real begitu, tidak hanya laporan data-data yang membuai pemimpin biasanya begitu.
13:24Nah, Bung Media, tadi Pak Suha Hasil juga menekankan bahwa tadi,
13:28saya sempat singgung,
13:29prioritas menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN.
13:33Anda kalau melihat arti konkret dari pernyataan ini bagaimana,
13:36dan apakah akan ada penyesuaian terhadap program-program
13:39prioritasnya Pak Prabowo dari pernyataan tadi,
13:42yang membutuhkan anggaran besar kira-kira?
13:47Baru kembali lagi pada prinsip teknokratik kebijakannya,
13:52bahwa kebijakan itu harus berbasis data,
13:54dan kalau seandainya kebijakan itu inefisien,
13:59tidak berdampak signifikan pada ekonomi,
14:02Menteri Keuangan harus bisa berani berbicara kepada Presiden.
14:06Penuh penyesuaian anggaran tentu saja,
14:08bahkan mungkin di titik tertentu perlu meninjau ulang kebijakannya.
14:12Beberapa adjustment yang mau nggak mau harus dilakukan,
14:15yang pertama itu berkaitan dengan utang.
14:18Jadi utang selama Pak Purbaya itu juga mengalami peningkatan signifikan,
14:22bahwa sekarang sudah mencapai 10 ribuan triliun.
14:25Yang kedua, TKD,
14:27yang daerah marah-marah dan Pak Purbaya,
14:30saya kira meresponnya dengan kurang elok ya,
14:33dan komunikasi dengan daerah belum begitu baik.
14:36Ini harus diperbaiki.
14:37Tapi tidak cukup sampai di situ.
14:39Bagaimana dengan pemangkasan anggaran daerah?
14:42Ini PR yang harus diselesaikan paling tidak 1-2 bulan ke depan.
14:46Ketiga, saya kira kita semua tahu program MBG,
14:50Kopdes, dan Dana Desa yang dipotong,
14:52ini betul-betul menjadi masalah terhadap putaran ekonomi yang ada di daerah.
14:57Dan intuisi Pak Purbaya bahwa semuanya hanya bicara soal 5%, 5% pertumbuhan ekonomi,
15:05harusnya jangan diulang oleh Menteri Keuangan yang baru.
15:09Karena sangat mungkin ekonomi kita tumbuh,
15:12tapi yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi tidak berputar di bawah.
15:16Di mana desa sekarang juga mengalami tekanan ekonomi yang luar biasa.
15:20Ketimpangan ekonomi di desa itu mengalami peningkatan di data BPS kemarin.
15:25Jadi menurut saya dalam jangka pendek itu yang harus dilakukan.
15:28Dan lagi-lagi, kita nggak butuh orang yang sekedar pintar.
15:32Banyak orang pintar di negeri ini.
15:34Tapi yang langka di kalangan Menteri adalah
15:36orang yang berani berbicara dengan Pak Presiden,
15:39berani menunjukkan bahwa ini yang benar, ini yang salah.
15:42Dan menurut saya ke depan mungkin nggak perlu lagi Menteri yang one-man show,
15:47bahwa perubahan itu butuh tim yang kuat,
15:50dan tim yang kuat itu membutuhkan artikulasi dan keberpihakan yang jelas.
15:55Dan saya mungkin mau koreksi sedikit Mas Batra,
15:58saya tidak setuju bahwa Menteri itu pembantu Presiden dalam titik
16:02apapun kebijakan Pak Presiden harus didukung.
16:05Sebetulnya yang harus dilakukan oleh Menteri sesederhana
16:09memastikan kebijakan itu benar dan berpihak pada masyarakat.
16:13Karena sangat mungkin kebijakan Presiden sekalipun
16:15itu tidak benar, keliru, dan belum tentu berpihak pada masyarakat.
16:19Presiden juga kan mungkin salah juga.
16:21Itu gunanya Menteri yang kuat untuk memperkuat kebijakan yang ada di Presiden.
16:26Agar Presiden tidak malu dan kebijakannya betul-betul bermanfaat untuk masyarakat.
16:31Saya kira itu, Mas, penguatan ke depan yang bisa dilakukan.
16:34Apalagi pembantu Presiden kan banyak sekali,
16:37banyak laporan yang masuk ke meja Presiden
16:40dan itu yang harus saling dikoreksi sebagai bendahara negara.
16:44Banyak kementerian-kementerian yang mungkin mengajukan anggaran
16:46dan segala macam.
16:47Nah, ini yang harus perlu dikoreksi.
16:49Ya, kita akhirnya berakhir pada kondisi kabinet
16:54yang beberapa orang yang kulit juga saya kira paham
16:57bukan dipilih karena kompetensinya.
16:59Ini yang berbahaya sekarang.
17:01Di sektor tertentu mungkin saja tidak masalah.
17:03Tetapi di sektor Kementerian Keuangan, Bank Sentral,
17:08kemudian BAPENAS, BRIN, BPS.
17:10Ini sektor-sektor yang mencaratkan fungsi teknokratik yang kuat.
17:14Biarkan menteri-menteri ini bekerja sesuai dengan data.
17:17Untuk Pak Presiden atau mungkin orang-orang di sekitar Pak Presiden,
17:22jangan intervensi terlalu jauh.
17:23Biarkan data berbicara data.
17:26Jangan terlalu diintervensi pada politik.
17:28Ini yang diharapkan saya kira tidak hanya oleh saya pribadi ya,
17:32tetapi juga oleh pelaku usaha.
17:34Karena pelaku usaha sekarang itu gamang
17:36karena membutuhkan Menteri Keuangan yang betul-betul bisa berpikir secara logis
17:41dan dengan pendekatan ekonomi yang kuat dan robas dengan data yang ada.
17:46Jadi menurut saya publik menunggu ya.
17:48Kita nggak mau ganti Menteri Keuangan lagi tentu saja berulang-ulang
17:52tapi ekonomi kita tetap kemudian gonjang-ganjing dan unstable.
17:57Jadi saya kira fungsi check and balance yang kuat itu harus terus dilakukan.
18:04Pak Suha hasil sebagai Menteri Keuangan.
18:06Lalu beberapa saat sebelumnya Bank Sentral juga dipimpin oleh Gubernur B yang baru ya,
18:12Budes Trindamayanti.
18:13Lalu juga ada beberapa pergantian pemimpin yang lain di otoritas keuangan yang ada di pemerintahan.
18:20Anda melihat komposisi ini sudah bisa menopang Pak Prabowo sebagai Kepala Pemerintahan,
18:25Kepala Negara yang bisa memenuhi janji-janji kampanye-nya lalu untuk menyukseskan program pemerintah
18:31dan juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
18:34Ya saya pikir dengan pengalaman panjang ya.
18:36Kalau kita lihat Pak Suha hasil tadi dan kemudian juga yang menangani moneter kita,
18:40Bu Desri kemarin juga punya pengalaman panjang dan mudah-mudahan kolaborasi itu bisa dilakukan
18:45sehingga terutama tadi berkenaan dengan Kementerian Keuangan.
18:49Karena ini kan sebagai bendaharan negara ya, dia justru memang harus menyesuaikan ya,
18:54pemasukan dengan pengeluaran agar seufisien mungkin.
18:57Sehingga program-program pemerintah yang sudah direncanakan di era Presiden Prabowo ini
19:01bisa lebih tepat sasaran, tepat guna dan tentu yang paling penting adalah
19:05bahwa semua program ini bisa dinikmati hasilnya oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
19:10Dan saya percaya betul ya bahwa dengan penunjukan tadi Pak Suha hasil
19:14dan kemarin juga Bu Desri sebagai Gubernur BI,
19:17insya Allah akan melakukan kolaborasi yang apik antara bagaimana moneter kita
19:21dan fiskal terus diperbaiki sehingga pertumbuhan ekonomi yang direncanakan oleh pemerintahan Prabowo bisa terwujud.
19:27Oke, bicara soal formasi tadi yang pertanyaannya sama terakhir untuk Bummedia,
19:32formasi tadi apa, mulai dari Menkyo, Bank Sentral dan Otoritas Keuangan Negara lainnya
19:36sudah bisa memberikan optimisme buat masyarakat?
19:41Mas Media?
19:43Ya khusus untuk Menteri Keuangan ya kita pernah punya Pak Purbaya yang tegas, berani,
19:49kemudian medak-ledak dan ternyata kemudian diresafel juga.
19:52Jadi saya kira bagi Menteri hari ini yang penting jangan fokus pada popularitas,
19:58tapi fokus saja pada kebijakan yang tepat hari ini.
20:02Khusus untuk ekonomi yang penting, inflasi terkendali, investasi tumbuh,
20:06dunia usaha bergerak, dan kalau boleh saya spesifikan lagi ya,
20:10selesaikan masalah pemangkasan anggaran, selesaikan inefisiensi,
20:15banyak proyek strategis nasional yang tidak tepat sasaran,
20:18kemudian juga pembiayaan pelayanan publik harapannya bisa lebih baik.
20:22Dan Menteri Keuangan itu bendah haran negara ya, jadi pertimbangannya harus kuat.
20:26Oke, Anda sebagai perwakilan publik singkat saja,
20:28kira-kira bisa melihat berapa lama untuk melihat kinerjanya Pak Suha hasil di Kementerian Keuangan,
20:34wah sudah punya impak bagus nih untuk perekonomian negara kita?
20:40Ya, saya kira 3 bulan ke depan sangat krusial ya.
20:43Oke, 3 bulan ke depan sangat krusial.
20:453 bulan ke depan sangat krusial, terutama untuk kasus fiskal kita ya,
20:50spending kita yang tidak efisien hari ini,
20:52masalah utang, dan juga daya beli rumah tangga.
20:56Baik, terima kasih.
21:00Media Askar Wahyudi dari Selius, ekonomi Selius,
21:03dan juga Juru Bicara Partai Gerinda Basra Banong yang telah hadir di studio
21:06dan memberikan perspektifnya di Sampai Indonesia Malam.
21:08Sampai jumpa lagi, Mung Media, Bapak Mutera.
21:09Sampai jumpa lagi, Mung Media.
Komentar