Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan posisi Indonesia dalam sektor pangan saat menyampaikan pidato di KTT BRICS.

Prabowo menyebut Indonesia selama bertahun-tahun menjadi importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, Indonesia disebut telah menjadi negara pengekspor pangan.

Prabowo menegaskan, perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kontribusi Indonesia bagi dunia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak negara-negara BRICS untuk mengoptimalkan sumber daya, memperkuat industri, serta membangun kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690580/prabowo-di-ktt-brics-indonesia-kini-jadi-eksportir-pangan-dulu-importir-besar
Transkrip
00:00Indonesia tidak bersendirian dalam menyebabkan peralatan ini.
00:03Pemimpinan BRICS lain dan banyak di dunia tersebut menyebabkan masalah yang berbeda.
00:09Tapi apabila kita menyebabkan peralatan ini kolektif,
00:13kita juga menemukan bersama kumpulan besar dari resources, kapasitas produktif, kapasitas teknologi, dan market.
00:23Menemukan mereka bersama dan BRICS bisa membuat perbedaan yang benar dan vital untuk dunia.
00:29Jadi, perjalanan pertama adalah menyebabkan peralatan yang kita punya
00:33dan menggunakan kekuatan ini untuk membantu satu-dua.
00:38Sama-sama, kita bisa menyebabkan peralatan ini menjadi kemungkinan untuk menyebabkan peralatan lebih banyak,
00:45untuk industri yang lebih kuat, dan untuk lebih banyak pekerjaan dan kemungkinan lebih baik untuk orang-orang.
00:51Kehidupan yang mencapai perjalanan jenis orang-orang akan membuat negara kita lebih berhasil.
00:56Ini hanya bisa diperlukan apabila pembangunan adalah inklusif.
01:01Dan, apabila menggambilkan dengan inovasi,
01:04kekuatan kolektif kita bisa menjadi kuat yang kuat,
01:08menyebabkan kemungkinan kemungkinan kemungkinan.
01:12Indonesia, selama beberapa tahun,
01:15was the biggest importer of grain, of rice, and of maize.
01:21Now, we are an exporter,
01:23and we will be able to increase the support for the entire world.
01:30It can make the green economy an opportunity,
01:33and strengthen our position in global value chains.
01:37BRICS is already a supply chain.
01:40Our task is to connect and optimize it,
01:42so this existing strength can become a source of greater value for all of us.
01:48Therefore, let me offer something concrete.
01:51Let us industrialize together,
01:54and let us optimize the resources and capacities that we hold together.
02:00Excellent decision, in four years we will reach 2030,
02:03the target year of the 2030 Agenda for Sustainable Development.
02:07We agreed on the Sustainable Development Goals.
02:11We made clear commitments to lift our people out of poverty,
02:15to protect our planet, to build stronger institutions.
02:20This commitment stands.
02:24We must continue beyond 2030.
02:28The 2030 Agenda was never simply about reaching a deadline.
02:33It was about bringing development countries closer
02:35to where they rightfully belong,
02:38to deliver peace and prosperity for our peoples,
02:42and to give developing countries a greater role in shaping global order.
02:47It is therefore only logical that the voice of the Global South must be heard,
02:52not only in accelerating the implementation of the 2030 Agenda,
02:56but also in shaping what comes after it.
02:59BRICS can bring together the voices of the Global South,
03:02amplify them as we shape the future.
03:05A future where resilience protects development,
03:08where innovation expands opportunity,
03:12where cooperation produces concrete results,
03:14and where sustainability means that prosperity must be delivered for today and for future.
03:21Thank you.
03:21Thank you.
03:21Thank you.
Komentar

Dianjurkan