Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - IHSG kembali tertekan dan ditutup di level 6.541 pada perdagangan Jumat, 11 September 2026.

Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 1,43 persen, sementara investor asing tercatat melakukan aksi jual hingga sekitar Rp2,7 triliun.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham perbankan, termasuk BBRI dan BRIS, yang masing-masing terkoreksi lebih dari 3 persen dalam sepekan.

CEO Advisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengulas faktor yang menekan IHSG, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, hingga potensi perubahan suku bunga The Fed.

Praska juga membahas prospek BBRI dan BRIS setelah pemerintah berencana melibatkan keduanya dalam program pembukaan rekening massal serta peluang IHSG kembali menembus level 6.700.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690585/full-pakar-soal-asing-cabut-rp2-7-triliun-dari-bursa-ini-prospek-ihsg-pekan-ini
Transkrip
00:05Intro
00:10Sudah memasuki awal pekan dan saatnya ada menyaksikan Kompas Bisnis,
00:14Saudara bersama saya, Yan Rahmani.
00:15Yang diangkat di Kompas Bisnis hari ini adalah yang berikut ini, Saudara.
00:18Pemerintah akan buka sebanyak 200 juta rekening warga yang melibatkan BRI dan juga BSI.
00:26Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bank secara massal bagi lebih dari 200 juta warga Indonesia.
00:33Tujuannya apa?
00:34Adalah untuk memperkuat ekosistem penyaluran bantuan sosial alias Bansos agar lebih tepat sasaran.
00:42Pembukaan rekening ini akan melibatkan Bank Rakyat Indonesia alias BRI dan Bank Syariah Indonesia alias BSI.
00:49Tak main-main, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 11 triliun rupiah termasuk saldo awal gratis 50 ribu rupiah untuk setiap rekening.
01:00Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan memanfaatkan data kependudukan dari Direkturat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dipadankan dengan sistem Bank Indonesia.
01:12Lebih lengkap, kita lihat apa kata pemerintah yuk.
01:14Nah ini dia saudara, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto bilang,
01:22ini dari APBN totalnya kalau 200 juta penuduk, ini kan berarti kira-kira sebesar 600 juta dolar Amerika Serikat atau
01:32sekitar 11 triliun lah,
01:34begitu kata Menko Erlangga Hartarto.
01:37Ini meski demikian saudara, dengan target pembukaan 200 juta rekening baru, terdapat potensi masyarakat yang sudah memiliki rekening kembali membuka
01:47rekening tambahan.
01:48Erlangga bilang pemerintah masih berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan juga OJK untuk menentukan penerima rekening,
01:57termasuk masyarakat yang sudah memiliki rekening BRI atau BSI.
02:02Lalu apa kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal wacana ini? Kita lihat di data berikutnya.
02:09Nah ini dia saudara, kata Menteri Purbaya yang melengkapi pernyataan Menko Erlangga.
02:14Menteri Keuangan Purbaya bilang,
02:16anggaran untuk pembukaan rekening secara masal belum diterapkan.
02:21Proyeksi anggaran sebesar 11 triliun rupiah,
02:24yang sebelumnya disampaikan Menko Erlangga, ini masih berupa perhitungan awal.
02:28Lebih lengkap Purbaya bilang, ini yang jelas itu semua angka masih kasar.
02:34Nanti setelah itu dihitung betul seperti apa.
02:37200 juta masyarakat berarti sekitar 80 juta yang di bawah 17 tahun.
02:44Kita lihat seperti apa penduduknya, saya belum lihat.
02:49Dan selain itu Purbaya juga menilai jumlah masyarakat yang jadi sasaran program mungkinan tidak mencapai 200 juta orang.
02:56Karena program ini ditujukan bagi warga berusia 17 tahun yang baru memiliki KTP.
03:02Yang menilai perhitungan jumlah calon penerima masih perlu diperjelas.
03:07Lalu bagaimana dengan kinerja sahab BRI dan juga BSI setelah dimensin pemerintah akan dilibatkan dalam program ini?
03:15Kita lihat data berikutnya.
03:17Ya saudara, sayangnya selama sepekan terakhir dua emiten yang disebutkan tadi dalam kondisi tertekan.
03:24Kita lihat ini BRI dengan kode emiten BBRI turun sebesar 3,54% selama sepekan terakhir.
03:32Sementara Bank Syariah Indonesia dengan kode emiten BRIS ini juga turun hampir 4%,
03:38tepatnya minus 3,91% selama sepekan terakhir.
03:43Sementara kalau kita lihat pada penutupan perdagangan Jumat,
03:46BBRI turun sebesar 1,51% atau 50 poin.
03:51Dan BRIS ini turun 1,99% atau 35 poin.
03:56Namun pertanyaannya, saudara, apakah program ini akan menjadi sentimen positif atau sebaliknya bagi pelaku pasar?
04:03Tentu masih harus diuji waktu.
04:05Namun jika mengacu pada arus asing selama sepekan terakhir,
04:09BBRI terpantau inflow sebesar 103 miliar rupiah.
04:12Sementara BRIS asing terpantau keluar atau net sell sebesar 20,95 miliar rupiah.
04:19Lalu bagaimana dengan kinerja IHSG selama sepekan terakhir?
04:22Kita lihat data berikutnya, saudara.
04:23Nah ini dia kalau kita lihat di penutupan perdagangan di hari Jumat kemarin ini di angka 6,541.
04:31Kalau kita lihat juga pada pekan kemarin menjadi pekan merah bagi IHSG,
04:35di mana selama 5 hari kerja, 4 harinya ini terpantau IHSG turun.
04:41Di hari Kamis dan Jumat, IHSG ditampaknya gagal mempertahankan angka level psikologis di 6.600an dan kembali ke 6.500an.
04:50Di hari Jumat ini turun sebesar 0,73 persen ke level 6.541.
04:58Dan kalau kita tarik lebih jauh, saudara, selama sepekan terakhir, pada hari Senin, IHSG masih berada di level 6.619.
05:05Naik lumayan di 8 September ke 6.686 dan turun tipis di 9 September ataupun hari Rabu di 6.678.
05:14Dan turun lagi di penutupan perdagangan di hari Kamis 6.589.
05:20Dan kembali turun di penutupan perdagangan di hari Jumat 11 September di 6.541.
05:27Atau selama sepekan kalau kita hitung ini turunnya 1,43 persen.
05:33Secara umum kita pantau juga, saudara, dengan arus dana asing di Bursa Efek Indonesia keluar atau masuk di data berikutnya.
05:41Yang terpantau dari data RTI bisnis, baik pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu maupun selama sepekan terakhir,
05:48asing terpantau keluar dari Bursa Saham Indonesia dengan besaran ini selama ataupun pada penutupan perdagangan hari Jumat 11 September 2026,
05:59asing terpantau keluar sebesar 690 miliar rupiah.
06:04Begitu dengan warna merah yang ini, minus turun artinya ataupun keluar begitu.
06:07Dan juga kalau kita tarik selama sepekan terakhir, asing juga keluar lebih jauh lagi, lebih besar lagi.
06:14Ini sebesar 2,7 triliun rupiah asing keluar dari Bursa Efek Indonesia.
06:22Setelah tren pada Juli, Agustus hingga awal September asing masuk ke pasar saham Indonesia,
06:28pekan ini terpantau keluar dari Bursa Indonesia.
06:31Lalu, saudara, apa yang terjadi dengan asing yang keluar selama sepekan terakhir?
06:36Sentimen apa saja yang mempengaruhinya?
06:39Dan seberapa besar rencana pelibatan BBRI dan juga BRIS dalam program pembukaan rekening masal
06:44bisa mengatrol kinerja dua emiten ini?
06:47Kita akan bahas usai jeda, tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
07:05Seberapa besar rencana melibatkan BBRI dan BRIS dalam program pembukaan rekening masal oleh pemerintah
07:12bisa mengatrol kinerja dua emiten ini?
07:14Dan sentimen apa saja yang mempengaruhi ESG pada pekan ini?
07:17Kita bahas bersama CEO Advisor Provina, Visindo Praska Putrantio.
07:22Mas Praska, selamat pagi.
07:25Ya, selamat pagi. Mas Yara.
07:27Mas Praska ini kan yang jadi ramai perbincangan terkait dengan adanya pembukaan rekening baru oleh pemerintah
07:33rencana sebanyak 200 juta rekening dengan anggaran APBN sebesar 11 triliun rupiah.
07:40Ini rencana pemerintah akan melibatkan BRI dan juga BSI alias Bank Syariah Indonesia
07:44dalam program pembukaan rekening masal ini.
07:46Apakah menurut Anda ini akan menjadi sentimen positif bagi keduanya atau sebaliknya?
07:53Ya, baik. Jadi kalau saya lihat sebenarnya kan berita ini kan rilis sekitar 2-4 hari lalu.
08:01Jadi kalau dibandingkan dengan performa harga sahamnya sendiri,
08:06saham BBRI atau dari Bank Syariah Indonesia dan juga saham RIS dari Bank Syariah Indonesia,
08:12ini dalam kurang lebih baik saat kemarin penutupan Jumat maupun sifatkan terakhir
08:16sama-sama masih jatuh di zona merah ya, minus lebih dari 30 persen.
08:22Bahkan BSI itu turun sampai 2,9 persen, sampai 3 persen.
08:26Dan secara harus dan asing, kalau kita lihat secara minat,
08:29BSI masih cenderung net sell, namun tipis ya sekitar 25 miliar dalam 5 hari terakhir.
08:33Sementara BBRI masih net flow-nya itu masih positif, sekitar 147 miliar ke pasar reguler.
08:38Nah, impact apakah ini memberikan katalis positif pada kedua saham tersebut?
08:43Untuk Cengka PNN ini tampaknya belum memberikan gambaran yang signifikan.
08:48Kenapa? Karena saham-saham di Indonesia,
08:50terutama untuk sektor keuangan ini masih cenderung tertekan dalam kurang lebih sepulang terakhir.
08:55Ambilan mayoritas dari mana, IISJ pun dalam sepulang terakhir jatuh di level 6.500,
09:01ya di bawah level skol risk dan koreksi minus 1,5-3.
09:04Dan itu juga terseret oleh koreksi pada saham-saham di sektor keuangan,
09:09yang jatuh minus 1,5-3.
09:12Artinya, meskipun terdapat katalis positif seharusnya,
09:16di mana dari adanya penunjukan terhadap bank BSI dan BRIS itu menjadi penerimaan dana pihak ketiga,
09:23berupa tabungan untuk sekitar 200 juta Indonesia,
09:27meskipun tidak sampai 200, karena kan dibatasi minimal 17 tahun,
09:31untuk pembukaan rekening, dan juga dengan saldo minimal 50 ribu.
09:36Ini seharusnya bisa menjadi katalis positif membuat bank BSI dan BRIS itu memiliki
09:41dana yang cukup besar dan berpisah di ekspansi lagi dalam hal penyaluran kredit.
09:46Kalau kita bicara dari DPK yang disarankan ke dalam lending seperti itu.
09:50Mengingat, dari sisi penyaluran kredit di dalam negeri sendiri,
09:53sudah tumbuh sekitar 13 persen secara year-on-year,
09:57dari mana katalis positif terdorong oleh penyaluran kredit, investasi, dan juga modal kerja.
10:02Sayangnya, untuk di momen pendek ini,
10:05hampir semua saham termasuk sektor kewan itu tetapkan merespon dari
10:09kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
10:13Jadi, faktor regional dan ekstra ini menurutnya cukup besar.
10:16Nah, kan, IISG sehingga kenaikan imbal hasil di sana,
10:20contoh yang kena 10 tahun naik 4,9 persen,
10:22membuat meskipun rupiahnya masih menguat 17.600,
10:26tapi pasar yang diwakili oleh investasi masih cenderung melakukan net sale ya.
10:32Tercatat dalam sekuatan terakhir ini,
10:34IISG net sale sekitar 2,31 triliun ya.
10:37Artinya, ini yang membuat IISG mengalami profit taking
10:40termasuk samsa perbankan seperti Pris dan GBRI ya.
10:45Jadi, yang seharusnya mendapatkan katalis positif,
10:47itu juga ikut ketekan.
10:48Seperti itu, Mas Jan?
10:49Oke, seperti yang disebutkan tadi,
10:51bahwa ini harusnya jadi katalis positif
10:53dan masih diuji oleh waktu.
10:55Begitu bagaimana soal pengaplikasiannya nanti.
10:57Anda juga tadi menyinggung terkait dengan sektor keuangan yang masih tertekan.
11:00Ini yang mendominasi adalah faktor regional ataupun eksternal.
11:04Utamanya mengenai yield obligasi dari Amerika Serikat.
11:07Kalau kita lihat juga terkait dengan hal ini, Mas Praskas,
11:10sepekan terakhir,
11:11kalau kita kembalikan ke kinerja saham,
11:12baik itu BBRI maupun Pris,
11:14lebih turun, lebih dari 3 persen seperti Anda sebutkan
11:17dan saya bahas juga tadi.
11:18Menurut Anda, dari faktor eksternal,
11:22tadi sudah ada soal obligasi,
11:24ada apa lagi?
11:25Kemudian dari domestik,
11:27ada faktor apa, Mas Praskas?
11:30Baik, jadi kalau di samping dari faktor eksternal,
11:33tentu saja di faktor dalam negeri ya,
11:36saya melihatnya di sini koreksi yang terjadi pada
11:38sam-sam sektor keuangan ya,
11:40termasuk juga sebenarnya tidak ada sektor keuangan,
11:42tapi yang memberatkan YSG sepanjang month to date itu kan,
11:45ada dari sektor infrastruktur,
11:47property real estate,
11:48dan juga barang konsumen yang primar di samping,
11:50salah satunya adalah sektor keuangan,
11:53di mana dalam seminggu terakhir ini,
11:56sektor keuangan itu terutu memberatkan YSG
11:58sampai turun di bawah level 6.600.
12:00Nah, faktor profit taking ini juga menurut saya menjadi salah satu hal
12:04yang cukup signifikan ya,
12:05karena mengingat saham-saham perbankan kan secara trend
12:08sudah cukup rally ya,
12:10kecuali saham risk ya,
12:12tapi kalau kita bicara saham bank mandiri,
12:14kemudian saham BBRI itu sempat menguat
12:17kalau bank mandiri sebagai contoh ke level 4.400,
12:20sementara kalau kita bicara bank BRI,
12:22yang ditanya adalah dia tunjuk sebagai
12:25pembuka rekening masa itu,
12:27BBRI sempat menguat ke level 3.440,
12:29artinya rally tersebut dengan volume yang cukup besar,
12:32net inflow asing yang cukup besar,
12:35membuat investor sendiri melakukan profit taking
12:37setelah saham-saham tersebut khususnya untuk BBRI,
12:40itu menyentuh level tertinggi selama kurang lebih
12:42hampir 3-4 bulan terakhir, seperti itu.
12:46Jadi, ini yang besar dari sektor,
12:48dari sisi subuh pandang dalam negeri sementara,
12:51untuk hal lain-lainnya menurut saya di sini
12:52investor masih sudah juga memprice in ya,
12:56masih kinerja emiten tersebut,
12:58tersebut ya, bicara bank mandiri,
13:00bank BRI, bank BRI,
13:02termasuk BRIS juga,
13:04semuanya sama-sama memiliki kinerja yang bagus,
13:06contoh saham BRIS ini,
13:07performans dari si pertumbuhan pendapatannya,
13:09maupun laba BRIS-nya,
13:11itu sama-sama laba usaha juga
13:13tumbuh di atas double digit,
13:15jadi sekitar 10% ya per Juni,
13:16sementara perusahaan BBRI,
13:19itu pertumbuhan laba operasional dan juga
13:22pendapatan sama-sama positif,
13:23dan pertumbuhan laba usaha atau laba operasional,
13:26itu naik sekitar 13%,
13:27artinya secara performans,
13:29laporan keuangan semua sudah bagus,
13:31sehingga rally kemarin,
13:32dan terpantik oleh isu eksternal,
13:35itu yang membuat pada akhirnya investor
13:37tentu melakukan profit banking.
13:38Kurang lebih seperti itu, Mas Jan.
13:39Oke, berarti artinya betul-betul
13:41ini yang menominasi terkait turunnya
13:43sektor keuangan ataupun perbankan,
13:45ini dari eksternal begitu.
13:48Tapi ngomong-ngomong soal eksternal kembali,
13:50Mas Praskai, ini kan bukan hanya
13:52sektor keuangan ataupun perbankan,
13:54IHSG secara umum juga tertekan
13:55kembali ke level 6.500-an
13:57terpantau di hari Kamis dan juga Jumat,
14:00sebelumnya ini dari Senin, Selasa, Rabu,
14:03masih di level 6.600-an.
14:05Ini kalau kita melihat ini,
14:08bahkan di hari sebelumnya
14:11hampir menyentuh 6.700-an.
14:13Apakah ini menurut Anda,
14:14kalau dari segi eksternal,
14:16ini masih dipengaruhi melambungnya
14:18harga minyak dunia,
14:19hingga ekspektasi terhadap
14:21suku bunga devet?
14:23Ya, baik.
14:24Pertanyaan saya setuju dengan tersebut,
14:27karena melihat bahwa
14:28harga minyak dunia itu kembali naik,
14:30kurang lebih dalam sepakan terakhir
14:32dari satan saya di sini,
14:33harga minyak itu melonjak
14:35lebih dari 10% dalam seminggu,
14:37khususnya crude oil
14:38yang BTI dan juga Brent
14:40sama-sama sudah di atas 100,
14:42kembali di atas 100.
14:43Seperti itu.
14:44Hal ini memicu kekhawatiran
14:45memanasnya kembali
14:46inflasi global yang bertahak.
14:48Sehingga ekspektasi terhadap suku bunga
14:51itu untuk bisa turun,
14:53sudah pasti hilang,
14:54apalagi sudah mengakhir tahun.
14:55Yang kedua adalah tinggal
14:57kapan naiknya seperti itu.
14:58Sementara,
14:59dari sisi inflasi Amerika Serikat sendiri,
15:01pengumuman kemarin,
15:03Amerika secara inflasi itu
15:04dia bertahan ya,
15:06secara yield on year
15:07di bulan Agustus,
15:083,4%.
15:09Artinya inflasinya tidak turun,
15:10sehingga memunculkan
15:12spekulasi bahwa
15:13kemungkinan besar,
15:14the Fed akan menaikkan suku bunga
15:16di bulan September ini.
15:17Sehingga itu yang membuat
15:18yield obligasi
15:20kembali naik,
15:21khususnya tenor 30 tahun
15:22sampai tenus di atas 5%,
15:23tertinggi sejak 2007.
15:25Artinya ini memicu kekhawatiran
15:26bahwa tinggi suku bunga global
15:29membuat dana asing
15:30di pasar saham juga ikut
15:32keluar,
15:33sehingga pasar saham
15:34ikut tertekan.
15:35Kurang lebih seperti itu.
15:36Oke, kalau kita mengacu lagi,
15:37Mas Praska,
15:39saham-saham apa saja
15:40atau emiten
15:41apa saja yang menjadi top leaders
15:42pada sepekan terakhir,
15:44kalau 3 pekan lalu
15:47ditopang oleh perbankan,
15:49kalau kita lihat,
15:49ini justru pada
15:50sepekan terakhir,
15:52ini justru ditopang oleh
15:53saham tambang mineral
15:54seperti IMMN
15:55dan juga MDKA.
15:56Apa pemicunya?
15:57Analisis Anda seperti apa?
15:59Ya, baik.
16:00Jadi memang dalam sepekan terakhir,
16:02ini sektor yang menguat,
16:03yaitu kan ada perindustrian,
16:04kesehatan,
16:05barang baku,
16:06dan transportasi logistik,
16:07cuma di sini yang
16:08kita bicara BICAP,
16:09salah satu dari
16:09dalam saham
16:10berbasis pertambangan.
16:11Dan secara analisis saya,
16:14adalah saya melihatnya
16:14di sini memang
16:15tentu saja
16:16harga dari komoditas
16:18di sektor
16:19apa namanya,
16:20logam seperti siliklar timah.
16:22Meskipun
16:22tertekan juga ya,
16:24bahkan paling tertekannya
16:25kalau saya lihat
16:25dari data kami,
16:26untuk emas,
16:28tembaga timah itu
16:29cukup tertekan.
16:31Namun,
16:32dari apa namanya,
16:34lihat pergerakan kinerjanya
16:35yang untuk,
16:36contoh misalnya
16:37aman mineral,
16:38dan tadi
16:39kita bicara MDKA,
16:41ini sama-sama
16:42mampu mencetak
16:43kinerja yang cukup
16:44signifikan
16:44sepanjang
16:45kita bicara
16:46diperkirakan
16:47Maret sudah bagus
16:48untuk aman mineral,
16:49naiknya luar biasa,
16:50dan di Juni
16:51diperkirakan kembali naik
16:52seperti itu.
16:53Demikian juga dengan
16:53yang emiten
16:54logam lainnya
16:56seperti MDKA
16:56di mana
16:57dari tadinya
16:58pertumbuhan penjualan minus
16:59ya dalam
17:00tiga kuartal terakhir,
17:01per Maret akhirnya
17:02kembali
17:02malah terjadi
17:03apa namanya
17:03saya sebut sebagai
17:05pembalikan arah
17:06seperti itu.
17:07Pertumbuhan
17:07year only 26 persen
17:09se-per Maret
17:10bahkan
17:10lamba operasional
17:11tumbuh ratusan persen
17:12dan diperkirakan
17:12per Juni ini
17:13masih melanjutkan
17:14kembali penguatan
17:14sehingga
17:15itu yang membuat
17:16saham-saham berbasis
17:17pertambangan mineral
17:19yang ini
17:19kembali
17:20menguat
17:20dan menjadi
17:21salah satu
17:22mungkin yang
17:23menjaga
17:24supaya
17:25ISK tidak terlalu
17:26terlekan
17:26dalam sepekan terakhir.
17:27Kalau nanti seperti ini.
17:28Oke, kalau kita berbicara
17:29soal arus dana asing
17:30Mas Praska
17:31di Bursa Efek Indonesia
17:32dalam sepekan asing
17:33terpantau
17:34keluar dari
17:35Bursa Indonesia
17:36sebesar
17:362,7 triliun rupiah.
17:39Tekanan jual
17:40juga terjadi
17:42pada sejumlah
17:42saham
17:43dengan kapitalisasi
17:44pasar jumbo
17:45di sektor pertambangan
17:46termasuk
17:46pertambangan batubara.
17:48Kalau Anda tadi
17:49menyebut
17:50di sektor
17:50perbankan
17:51atau keuangan
17:52kemungkinan
17:52ada profit taking
17:53apakah Anda melihat
17:54ada aksi yang sama
17:56di sini?
17:58Ya, baik.
17:59Jadi memang
18:00tentu saja
18:00saham-saham
18:01yang
18:02mengalami tekanan
18:03itu untuk kita
18:04bicara profit taking
18:05dari pasar asing
18:06sekarang sekitar
18:06dari data yang saya lihat
18:085 hari terakhir
18:092,31 triliun ya.
18:10Nah, itu dalam
18:115 hari terakhir
18:12cukup bervariasi
18:13sebenarnya mas ya
18:13untuk yang tertekan
18:14tidak hanya
18:15dari sektor
18:16kita bicara tadi
18:17pertama
18:18apa namanya
18:19perbankan ya
18:20tapi
18:20contoh
18:21ada TPIA
18:22kemudian ada Cepin
18:23yang juga
18:24mengalami tekanan
18:25dalam 5 hari terakhir
18:26dan juga
18:27menjadi sasaran
18:28investor asing
18:29melakukan
18:30aksi jual
18:31dan juga
18:31saham BBCA pun
18:32juga tidak
18:33juga tidak
18:34lolos ya
18:35dari aksi jual juga
18:36ya ini
18:37juga mengalami
18:38tekanan sekitar
18:395,6%
18:40dan asing mengalami
18:41lepas sekitar
18:421,5 triliun
18:43dalam 5 hari terakhir
18:44artinya
18:45disini
18:45asing itu cukup
18:47penyiasat pada
18:47saham-saham
18:48perbankan besar
18:49termasuknya
18:50dari sektor yang
18:51di luar perbankan
18:52seperti itu
18:52oke
18:53kita beralih
18:55ke bagaimana
18:56pergerakan
18:57dari HSG
18:58sekarang sudah
18:58pukul 9
18:59lewat 9
18:59Mas Praska
19:00saya pantau
19:01saat ini
19:03pembukaan
19:03di 6.533
19:05dan saat ini
19:06masih di
19:076.521
19:08berarti ada penurunan
19:09bagaimana proyeksi Anda
19:10pada pekan ini
19:12dan apa yang
19:13perlu diwaspadai
19:14oleh investor
19:16baik
19:17jadi pembukaan
19:18hari ini
19:18memang
19:18HSG itu
19:19kalau saya lihat
19:21di samping
19:22dari tekanan
19:23pada saham-saham
19:23di sektor keuangan
19:24yang menjadi salah satu
19:25apa ya
19:27saham-saham
19:28memang pengorih
19:28pergerakan HSG
19:29di samping
19:30dari sektor-sektor
19:31yang lainnya juga
19:31seperti sektor energi
19:33barang baku
19:33dan juga infrastruktur
19:35saya melihat
19:36HSG ini
19:36cenderung
19:38sudah sebenarnya
19:39menyentuh level support
19:40di level
19:406.460an
19:43seperti itu
19:44nah
19:44jadi level support
19:45pada saat kelemahan
19:46Jumat kemarin itu
19:47HSG kembali rebound
19:48sehingga tutupnya
19:49kan di level
19:496.500an
19:506.500an
19:52nah
19:53disini
19:53saya melihat
19:54di HSG itu
19:55akan cenderung
19:55bisa kembali
19:56naik ya
19:58dengan kisaran
19:58resisten terdekat itu
20:00untuk nutupi
20:01di hari Jumat sebelumnya
20:02di level
20:036.588
20:06ya
20:06sebagai level resisten
20:07hari ini
20:08sementara level support
20:09untuk hari ini
20:09berada di level
20:116.481
20:13kurang lebih
20:14seperti itu
20:14masih nutup
20:15range pergerakan
20:16di HSG
20:17namun
20:17untuk ke depan
20:19diperkirakan
20:19di HSG
20:20masih cukup
20:20volatile
20:20sehingga resisten
20:22untuk dalam
20:22seminggu depan
20:23di HSG itu
20:23masih akan berada
20:24di salam
20:25aksimal
20:26di level
20:266.671
20:27demikian
20:28oke dengan kinerja
20:30saham-saham
20:30jumbo
20:31beberapa waktu lalu
20:32banyak yang memperkirakan
20:33analis
20:34begitu
20:34IHSG akan
20:36berada di level
20:376.700an
20:38seberapa optimistis Anda
20:40IHSG akan berada
20:41di level
20:43psikologis
20:436.700an
20:44dan menurut Anda
20:45apa saja
20:46katalis yang diperlukan
20:47untuk mencapai level tersebut
20:50baik
20:50kalau dari
20:51saya melihat
20:53tampaknya masih agak skeptis
20:54masih yang di ISG
20:55bisa
20:56tembus
20:57kembali di atas
20:586.700an
20:59setelah itu
20:59nah karena
21:01disini kan melihat
21:02dari faktor restaurant
21:03cukup dominan
21:04dimana kalau harga minyak
21:05masih terus memanas
21:06di atas
21:06100an
21:07artinya
21:07suka tidak suka
21:09meskipun kita sudah
21:10cenderung
21:11menghemat
21:12cara
21:12anggaran ya
21:13devista anggaran
21:14sudah
21:14premeritas
21:15sudah cukup
21:15menghemat
21:16sehingga
21:16membuat
21:17rupiah
21:17kembali
21:17menguat
21:1817.600
21:19namun
21:20kekhawatiran
21:20pada memanas
21:21inflasi global
21:22kenaikan suku bunga
21:23itu yang masih
21:24cenderung akan
21:24membuat
21:25ISG berat
21:26untuk bisa
21:26berik lagi
21:27di atas
21:286.711
21:29dimana
21:30menjadi level
21:30ketinggi
21:31dalam kurang
21:31lebih
21:31hampir
21:33hampir
21:34dalam
21:344 atau
21:365 bulan
21:36terakhir
21:37seperti itu
21:37nah
21:38sehingga
21:39dalam hal
21:40apa yang bisa
21:41mendorong
21:41ISG tembus
21:42di atas
21:426.700
21:43itu
21:44kemungkinan besar
21:44jika
21:45the fact
21:45tidak menaikkan suku bunga
21:47maka
21:47ISG akan
21:48pulang
21:48kembali rebound
21:49dan
21:49tembus
21:51di atas
21:516.700
21:51karena
21:52kemungkinan besar
21:53yield
21:53obligasi
21:54Amerika Serikat
21:54juga akan
21:55kembali turun
21:56yang membuat
21:57capital
21:57kembali ke
21:58pas
21:58kemudian
21:58seperti ini
21:59baik
21:59terakhir
22:00mas Praskah
22:00kalau kita
22:01melihat
22:01histori
22:02Juli
22:02Agustus
22:03menjadi
22:03bulan
22:04yang
22:04selama
22:05beberapa
22:06tahun terakhir
22:06menjadi
22:07bulan
22:07yang hijau
22:08begitu
22:08bagi
22:08ISG
22:11September
22:12proyeksi Anda
22:13di bulan
22:13September ini
22:14apakah
22:14ini akan
22:16seperti
22:16tahun-tahun
22:18sebelumnya
22:18yang merah
22:19begitu
22:19atau justru
22:20kemungkinan
22:21masih ada
22:22kemungkinan
22:22untuk hijau
22:24baik
22:25jadi kalau
22:25kita lihat
22:26pergerakan
22:27ISG
22:27sepanjang
22:28month to date
22:29ini kan
22:29ISG masih
22:30positif
22:310,24
22:32ya
22:34seminggu terakhir
22:35dan kita
22:36masih tersisa
22:36kurang lebih
22:37itu
22:38ada
22:382 minggu
22:40ke depan
22:40nah
22:41itu
22:41dari
22:42pandangan
22:42saya
22:43menunggu
22:43juga
22:44meeting
22:44the Fed
22:44tanggal
22:4517
22:45di minggu
22:46ini
22:47diperkirakan
22:48jika
22:48Fed
22:49naikkan
22:50suku bunga
22:50maka
22:51kemungkinan besar
22:52pasar akan
22:52sedikit
22:53mengalami
22:53koreksi
22:54karena sudah
22:55diambil
22:55diambil
22:55sekarang
22:56tapi
22:57saya
22:57melihat
22:58ISG
22:58mungkin
22:58di bulan
22:59September ini
22:59akan hijau
23:00tapi
23:01hijaunya
23:01cukup tipis
23:02seperti
23:02ini
23:02jadinya
23:02belum
23:03flat
23:03di bawah
23:041%
23:04untuk penutupan
23:05sepanjang
23:05September
23:062006
23:07oke
23:07baik
23:08masih optimistis
23:09ya
23:09Mas Plaska
23:10di bulan
23:10September ini
23:11ISG
23:11akan hijau
23:12tipis
23:12meskipun
23:13demikian
23:14masih
23:14nunggu
23:14pada
23:14tanggal 17
23:15nanti
23:16meeting
23:16the Fed
23:17apakah
23:17keputusan
23:18terkait
23:18suku bunga
23:19akan
23:19menaikkan
23:20atau juga
23:20menurunkan
23:21baik
23:21terima kasih
23:21CEO
23:22Advisor
23:23Prof.
23:23Inevisi
23:24Indo Plaska
23:24Putrantio
23:24atas penjelasannya
23:25bersama kami
23:26di Kompas
23:26Bisnis
23:26Mas
23:26sehat
23:27selalu
23:28terima kasih
23:29Mas
23:29Sampai
Komentar

Dianjurkan