Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 19 jam yang lalu
Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh, akan tetapi ketika fungsi ginjal menurun dan tidak lagi mampu bekerja secara optimal, tubuh membutuhkan bantuan terapi untuk menjalankan fungsi tersebut.

Salah satunya melalui hemodialisis atau yang lebih dikenal sebagai cuci darah. Kapan seseorang membutuhkan cuci darah, dan bagaimana sebenarnya proses hemodialisis dilakukan? Saksikan tayangan lengkapnya dalam Bincang Sehat.

[Antara/Nabila Anisya Charisty/Keysha Anissa/Gunawan Wibisono/Sandy Arizona/Nabila Anisya Charisty]
Transkrip
00:08Penyakit ginjal kronis ini biasa disebut dengan silent killer,
00:12di mana kadang-kadang tidak memberikan gejala sampai dia sudah berat,
00:15sudah stadium 5 dan membutuhkan hemodialisis.
00:24Proses hemodialisis ini kadang-kadang memang menimbulkan beberapa efek samping pada pasien,
00:28tapi kita menyesuaikan dengan memulai dari dosis yang rendah hingga kita naikkan bertahap
00:33sesuai dengan toleransi pasien.
00:58Halo, saya Dr. Anindya Larasati, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia.
01:09Hemodialisis itu sebenarnya adalah salah satu dari beberapa pilihan dari terapi pengganti ginjal.
01:16Terapi pengganti ginjal yang lain ada seperti CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis,
01:22di mana cairan dialisat yang kalau misalkan pada HD dipasang di mesin,
01:28ini kita menggunakan rongga perut pasien sebagai media untuk cairan dialisatnya.
01:34Kemudian ada juga transplantasi ginjal atau cangkok ginjal,
01:38di mana ada ginjal dari donor dicangkokkan kepada ginjal resipien.
01:45Yang ketiga ada juga terapi konservatif,
01:48di mana kita tidak melakukan terapi apapun,
01:51tapi kita mengupayakan terapi yang optimal untuk pasien dengan fungsi ginjal sisa yang ada.
01:57Nah, itu adalah terapi pengganti ginjal selain hemodialisis.
02:06Jadi, prosedur hemodialisis itu adalah prosedur yang dilakukan untuk bertujuan
02:11mengeluarkan racun atau sisa-sisa sampah dari tubuh yang tidak terbuang
02:16karena mungkin pasien mengalami gangguan dari ginjal.
02:18Nah, prosedur ini sebenarnya seperti kita memasang selang
02:23atau memasang infus dari tubuh pasien,
02:26dialirkan kepada mesin hemodialisa,
02:29dan di situ ada dialiser yang akan mengeluarkan racun-racun
02:33dan kemudian dikembalikan lagi kepada tubuh pasien.
02:41Untuk menjalani prosedur hemodialisis,
02:43kita bisa menilai pada pasien-pasien yang mengalami gagal ginjal akut
02:48atau gagal ginjal kronis.
02:50Kalau pada gagal ginjal akut,
02:52mungkin dia ada penyebab khusus yang membuat gangguan fungsi ginjal,
02:57penurunan fungsi ginjal sementara.
02:59Namun, ada juga pada pasien dengan gagal ginjal kronis
03:02yang membutuhkan proses hemodialisis.
03:12Kita harus melihat lagi apa yang menyebabkan pasien ini
03:16membutuhkan hemodialisis.
03:17Apakah penyebabnya gagal ginjal akut atau gagal ginjal kronis.
03:21Kalau misalkan memang penyebabnya gagal ginjal akut,
03:23yaitu faktor yang bisa kita atasi pencetusnya,
03:26seperti infeksi atau dehidrasi,
03:28mungkin setelah faktor pencetusnya teratasi,
03:32pasien tidak perlu menjalani hemodialisis kembali.
03:34Namun, bila faktor yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal
03:38adalah proses yang berlangsung sudah lama,
03:40seperti hipertensi, diabetes melitus,
03:43atau obesitas yang berkepanjangan,
03:45maka mungkin pasien akan membutuhkan hemodialisis berkepanjangan.
03:57Untuk penyebab dari gagal ginjal,
03:59kita bisa bagi menjadi dua,
04:01ada gagal ginjal akut dan ada gagal ginjal kronis.
04:04Untuk penyebab dari gagal ginjal akut,
04:07biasanya ini merupakan penyebab yang kita bisa coba
04:10untuk atasi faktor pencetusnya,
04:12seperti misalkan ada infeksi,
04:14dehidrasi, kekurangan cairan yang berat.
04:17Kalau kita atasi faktor penyebabnya,
04:20kita harapkan fungsi ginjal dapat kembali seperti semula.
04:23Namun, ada juga yang menyebabkan gagal ginjal kronis.
04:27Biasanya ini adalah faktor yang berjalan sudah lama,
04:30di setiap puluhan tahun,
04:31diawali dengan mungkin gaya hidup yang kurang baik,
04:33sehingga muncul penyakit-penyakit seperti diabetes melitus,
04:37atau hipertensi,
04:38yang lama dan tidak terkontrol,
04:40lama-lama mengganggu fungsi ginjal,
04:42menyebabkan komplikasi ke ginjal,
04:44hingga akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronis.
04:53Memang penyakit ginjal kronis ini
04:55biasa disebut dengan silent killer,
04:57di mana kadang-kadang tidak memberikan gejala
04:59sampai dia sudah berat,
05:00sudah stadium 5,
05:01dan membutuhkan hemodialisis.
05:03Nah, gejala-gejala yang mungkin muncul adalah
05:05kelemahan, cepat lelah,
05:08mual muntah, tidak nafsu makan,
05:10atau sampai bengkak di seluruh tubuh,
05:13atau mungkin diawali dengan di kaki,
05:14hingga di perut,
05:15dan lama-lama bengkak di seluruh tubuh.
05:23Kalau untuk pada pasien gagal ginjal akut,
05:26mungkin bisa kembali baik
05:29seperti sebelum pasien mengalami infeksi
05:32atau mengalami penyebab
05:33yang menyebabkan perunan fungsi ginjal secara mendadak.
05:36Namun, kalau pada pasien-pasien dengan gagal ginjal kronis,
05:39yang diharapkan setelah pasien menjalani hemodialisis
05:41adalah peningkatan dari kualitas hidup pasien,
05:45yang tadinya misalkan pasien mengalami keluhan cepat lelah,
05:48mual muntah, dan bengkak.
05:51Nah, mungkin diharapkan setelah pasien menjalani hemodialisis rutin,
05:55keluhan-keluhan itu akan berkurang,
05:57kualitas hidup meningkat,
05:59dan komplikasi pasien di masa depan juga akan berkurang.
06:03Sehingga diharapkan angka kualitas hidup,
06:06harapan hidupnya juga lebih panjang.
06:13Proses hemodialisis ini kadang-kadang memang menimbulkan
06:16beberapa efek samping pada pasien,
06:18tapi kita menyesuaikan dengan memulai dari dosis yang rendah
06:22hingga kita naikkan bertahap
06:23sesuai dengan toleransi pasien.
06:25Komplikasi yang mungkin timbul bisa
06:27tekanan darah yang menurun pada proses hemodialisis
06:31atau tekanan darah yang malah meningkat pada proses hemodialisis.
06:35Ada juga yang mengalami keram setelah hemodialisis
06:38atau kelingan,
06:39tapi kita akan mengobservasi dan melakukan beberapa pencegahan
06:43supaya komplikasi intradialisisnya tidak terjadi.
06:53Pasien masih memerlukan beberapa terapi ya.
06:58Pasien harus kontrol rutin kepada dokter,
07:00ginjal hipertensi,
07:02pasien harus rutin minum obat,
07:04dan jangan lupa untuk membatasi cairan
07:06supaya tidak terjadi komplikasi
07:08seperti sisak nafas atau bungka.
07:21Sampai jumpa di video selanjutnya.
07:24Terima kasih telah menonton!
07:29Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan