Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi VII DPR RI Mohammad Toha mempertanyakan keamanan baterai hingga perlindungan konsumen kendaraan listrik dalam RDPU bersama sejumlah pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Setelah mendengar pemaparan mengenai karakteristik baterai, politikus PKB itu bahkan mempertanyakan apakah masyarakat selama ini telah dibohongi oleh penjual mobil listrik.

"Kalau saya mendengar paparan prof, konsumen ini dibohongi ya sama penjual mobil listrik ini ya?" tanya Toha.

Toha juga meminta rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh pengusaha mobil listrik dan pengguna kendaraan listrik terkait recycling baterai agar tidak menjadi limbah.

Profesor BRIN sekaligus pendiri National Battery Research Institute (NBRI), Evvy Kartini, kemudian menjelaskan persoalan pengelolaan baterai bekas dan pentingnya standar untuk menghadapi limbah baterai kendaraan listrik.

Video editor: Lintang

#dpr #brin #mobillistrik

Baca Juga Tarif Listrik PLN per kWh 6-12 September 2026 untuk Semua Pelanggan di https://www.kompas.tv/info-publik/689152/tarif-listrik-pln-per-kwh-6-12-september-2026-untuk-semua-pelanggan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690305/dpr-cecar-profesor-brin-soal-mobil-listrik-konsumen-dibohongi-sama-penjual-mobil
Transkrip
00:00Berarti kalau saya mendengar paparan Bu Prof tadi, konsumen ini sebenarnya dibohongi ya sama semua penjual mobil listrik ini ya.
00:16Bu Prof pasti kira-kira rekomendasi apa agar ribuan mobil, sepeda, motor yang tiga tahun, lima tahun mendatang.
00:28Yang baterai ini, ini karena kita belum mempunyai apa semacam lembaga recycling atau perusahaan recycling atau apa-apa gitu.
00:43Ini rekomendasinya apa kira-kira? Dibuat apa nanti tiga tahun, lima tahun mendatang? Apakah juga bisa nyampe nanti? Kita siap
00:53enggak?
00:55Kita buatnya sekarang, rekomendasinya sekarang, mungkin buatnya tahun depan, itu kira-kira nyampe enggak.
01:01Kalau enggak nyampe kan jadi semacam lingbah yang sangat berbahaya dan kita enggak bisa jadi sampah.
01:11Sampah yang sangat berbahaya, itu yang pertama.
01:16Perbedaannya Bu Prof, perbedaannya yang baterai nikel 80% ke atas sama dari besi ya.
01:30Dari besi, itu apa sih sebenarnya? Yang risiko terbakar itu yang nikel itu atau yang besi?
01:37Karena yang katanya yang lebih, apa namanya, trumnya lebih cepat itu yang nikel gitu.
01:44Saya enggak tahu anunya.
01:50Kemudian hari ini, hari ini para konsumen itu, berarti kalau saya mendengar paparan Bu Prof tadi,
02:00konsumen ini sebenarnya dibohongi ya sama semua penjual mobil listrik ini ya.
02:13berjibum, kemudian rupaya mobil listrik, fitur insentif, fitur ini, mereka memasukkan itu sembarangan
02:20dan sekarang malah berjibum dengan model yang berbagai macam itu.
02:24Pertanyaannya itu saja. Terima kasih.
02:26Terima kasih pertanyaannya.
02:29Yang pertama tadi mengenai rekomendasi dengan baterai yang nanti jadi sampah.
02:36Jadi begini, yang pertama, ini baterai yang sudah ada, ini kita pikirkan simpelnya gitu.
02:50Bagaimana produsen kendaraan ini harus ada tanggung jawab.
02:59Yang pertama, ya. Karena kenapa? Ketika sudah dipakai kendaraan itu dalam waktu 2-3 tahun,
03:06itu yang ditanya itu, baterainya, kalau baterainya sudah rusak ya, sudah enggak ada harganya gitu.
03:16Kemana si customer ini harus menganggung?
03:19Apakah dia mengembalikan ke produsennya?
03:22Ada juga yang memang dia, makanya ada EPR.
03:27EPR ini harus segera.
03:29Extended producer responsibility.
03:32Ya, bukan tanggungan daripada si customer-nya.
03:37Yang kedua, yang kita harus pikirkan,
03:41kalaupun ada baterai-baterai bekas,
03:44adakah aturan di mana dikumpulkan?
03:47Belum ada, Bo.
03:49Jadi, kita mesti menyiapkan namanya depo untuk baterai bekas.
03:56Bukan pemulung ini.
03:58Karena baterai bekas ini enggak bisa kita kumpulkan, ditumpuk, meledak semua itu.
04:02Wah, itu bahaya. Ditaruh di sampah, wah sampahnya kebakaran.
04:07Menteri baterai bekas itu tidak semudah kalau menteri sampah.
04:13Jadi enggak bisa cuma ditumpuk begitu saja.
04:15Ya, itu nanti concern saya, karena kebakaran yang di Kalimantan,
04:20sekarang nanti kalau ada base design, wah bayar banget.
04:23Jadi, harus ada depo yang tersertified.
04:27Yang dia paham bagaimana untuk menaruh untuk warehouse-nya baterai-baterai bekas tersebut.
04:35Itu belum ada.
04:36Ya, itu dulu aja.
04:38Jadi, orang itu tahu kemana-kemana ya.
04:40Oke lah, paling tidak dia tahu.
04:42Tapi kita harus certified.
04:44Mereka tahu harus bagaimana melakukannya.
04:46Mungkin depo ini, at the end, bisa melakukan recycling.
04:51Dua hal.
04:52Satu, dia bisa memilah.
04:55Memilah baterai ini, oh ini masih bagus, bisa dijadikan second life.
05:00Kemudian, atau ini jadikan sampah di-recycling.
05:03Ya, itu kita harus siapkan.
05:08Bukan lembaga yang ditunjuk, saya kira ini harus sektor swasta.
05:11Jadi, ini sebenarnya a new business.
05:15This is a new business.
05:19Kemudian, yang terakhir ini, siapa yang menentukan, kalau baterai itu bekas, dia itu tinggal sekian persen.
05:29Siapa mensertifikasi?
05:31Gak ada juga.
05:33Jadi, kalau boleh tahu, coba ibu beli baterai yang di open market itu ya.
05:41Itu baterainya, maaf saya, banyak yang pick.
05:43Bungkusnya aja baru-baru semuanya.
05:45Jadi, iya, karena dia tidak terstandar.
05:49Jadi, ini yang perlu tadi tentang, perlu jadi dibuat standar nih.
05:55Standar second life siapa, sertifikatnya siapa, siapa deponya yang ngumpulkan.
06:00Sehingga ini bisa tertelusur.
06:03Kemudian, kedua itu, baterai sendiri masuk B3.
06:10Masuk B3.
06:12Jadi, berbahaya.
06:14Beracu berbahaya.
06:15Sehingga memang untuk dia di ekspor lagi, China gak bakalan mau kok.
06:21Believe me.
06:22Gak bakalan itu LFP itu ditampung lagi.
06:25Tidak bakalan.
06:28Tidak bakalan.
06:29Tapi, bagaimana sekarang kita merecyclenya di sini.
06:32Sedangkan, value-nya untuk LFP itu.
06:37Jadi, LFP itu singkatannya, lithium, F-nya itu iron, F-E, phosphate.
06:43Lithium, L, iron, F, iron, iron itu besi, phosphate.
06:50Oke, jadi, ibu tadi tanya, strategis gak besi?
06:55Tidak strategis tuh.
06:57Kalau Anda mengolah si LFP ini diolah dengan biaya yang sama, Anda dapat besi bekas di situ.
07:05Value-nya, itu bukan really value.
07:08Oke.
07:08Ini yang harus kita pikirkan, tapi banyak ada di sini.
07:11Tapi, ketika kita bicara NMC, lithium ada di situ, nickel ada di situ, manganis ada di situ, kobat ada di
07:20situ.
07:20Di situ bisa di-recycling lagi, bisa diambil materialnya, 95% berharga.
07:27Rebutan itu.
07:28Eropa itu gak akan nampung LFP.
07:31Eropa itu, yang dipasporin itu sebenarnya NMC.
07:34Karena dia akan ngambil.
07:36Jadi, ini kan strategis buat Indonesia.
07:38Harusnya Indonesia yang punya nickel paling banyak, bikin baterai nickel, buat di Indonesia, mobil-mobilnya berbasis nickel.
07:47Kenapa?
07:48Supaya nanti muternya di Indonesia.
07:50Ini kan agak kontradiktif.
07:53Di sini di ekspor, di eksplorasi, ketika jadi materialnya di ekspor, tapi yang bawa keluhan, tapi yang datang ke Indonesia,
08:03baterainya bukan nickel.
08:04Where are they going?
08:06It will be the problem for Indonesia.
08:08Bukannya kalau muter-muter di Eropa aja dia gak mau ngirim kok.
08:12Ketika di-recycling jadi black mass, black mass itu menjadi aset yang paling mahal.
08:16Black mass itu, baterainya yang berbasis nickel itu udah dihancurkan, bisa diambil lagi, itu gak akan mereka ngirim-ngirim lagi.
08:22Jadi, make sure saya lagi, yang beredar kendaraan hari ini, yang di Indonesia, lahan mayoritas.
08:3180%.
08:32Tadi disinggung, apa bedanya tentang safety, tentang...
08:36Jadi, kalau kita lihat kendaraan-kendaraan Eropa, mostly dia pakai berbasis nickel.
08:42Kenapa?
08:43Karena dia performannya.
08:46Dia mau ngebut, ada powernya.
08:50Kemudian, dia bisa juga nanti recyclingnya.
08:53Nickel base itu bagus, di cuaca dingin, dia masih bisa survive.
08:58Tapi LFB baterai, tidak bisa.
09:01Tapi kenapa di Indonesia ini, masyarakatnya yang penting dia pakai mobil listrik.
09:06Dia tidak akan bertanya apakah dia baterainya nickel atau tidak.
09:10Tidak, tidak.
09:10Yang penting, affordable atau tidak.
09:13Karena dia, karena tadi mulai bahannya dari yang bukan critical mineral, makanya dia harganya mungkin dia agak separohnya dari baterai
09:24berbasis nickel.
09:26Nah, di pasar, iya.
09:28Jadi, sehingga kan kalau orang membeli itu kan, kalau untuk itu ya, dia gak masalah.
09:32Yang penting kan bisa afford, kan?
09:34Contohnya ini, contoh aja, Hyundai Ioniq itu dia pakai nickel, dia pasti lebih mahal.
09:40Tapi BMW, biasanya dia premium-premium card pasti akan pakai ke sana.
09:44Nickel base.
09:45Tapi kalau yang...
09:46Itu yang bikin perbedaan harga.
09:50Iya.
09:51Karena di beginning juga mahal.
09:54Karena dia punya strategis, nilai strategis.
09:57Tapi Indonesia ini kan nanti nickelnya habis.
10:00Gak ada nanti yang nguter di sini yang di-recycle apa?
10:04LFP.
10:05Gak masalah seperti itu.
10:06Itu bet.
10:08Iya, iya.
10:09Nanti pasti-pasti itu akan terjadi.
10:12Within two, three years, akan terjadi.
10:14Best juga itu LFP semua.
10:16Itu yang harus dipikirkan sama pemerintah.
10:18Nanti bagaimana recyclingnya.
10:19Oke.
10:21Kemudian tadi konsumen dibohong.
10:24Sebenarnya ini karena ketidaktahuan kita.
10:28Karena knowledge kita.
10:30Kalau ibu-ibu beli gas yang 3 kilo dan 12 kilo.
10:36Itu yang 3 kilo saya tulis 5 kilo.
10:38Ibu-ibu pasti bilang bohong.
10:40Betul gak?
10:41Pernah gak ibu-ibu itu ngiloin?
10:44Gak juga.
10:46Tapi mindsetnya tahu.
10:48Kalau itu 3 kilo.
10:50Sama dengan aqua.
10:52Kalau aqua yang kecil kita tulis 1 liter, pasti bohong gitu kan?
10:55Kita juga gak pernah menghitung.
10:56Tapi kalau baterai, ada berbagai macam baterai.
10:59Ditanya kapasitasnya berapa, tahu gak?
11:02Tahu.
11:03Padahal untuk kita bicara motor, bicara mobil, bicara best.
11:07Mulainya dari satu baterai.
11:09Kalau satu baterai saja kita sudah tidak paham.
11:12Bagaimana yang lain?
11:15Jadi ini perlu memang baterai yang...
11:21Jadi kendaraan yang datang misalnya, baterainya itu random, kita harus ambil.
11:26Kita harus uji.
11:28Betul gak nih kalau diuji misalnya dia seribu cycle aja?
11:32Kan nanti kita bisa estimasi itu.
11:36Jangan-jangan kemarin kami sempat uji di lab itu, dia mintanya seribu cycle baru...
11:42Tapi sudah kepala dia mengimport 3 ribu piscis.
11:46Apa boleh buat? Dijual saja.
11:49Seperti itu.
11:50Karena tidak tahu dan...
11:52Jadi ini kita tidak punya barrier karena ya itu.
11:55We do only import trading ya.
11:57Ini masalahnya.
11:58Jadi ini permasalahan yang kami di lapangan.
12:03Kemudian tadi ditanyakan lagi tentang apa...
12:08Standarisasi ya tadi ya Bapak ya.
12:12Jadi begini.
12:13Apa yang bisa Komisi 7 lakukan?
12:17Saya sebenarnya balik lagi bertanya.
12:20Siapa sih yang masih standar di Indonesia?
12:22Adakah?
12:24Enggak, BSN tidak loh.
12:26BSN tidak mengawasi.
12:29BSN itu membuat standar atas usulan daripada asosiasi.
12:35Dia membangun, membuat standar.
12:37Setelah itu di lapangan siapa yang ngecek?
12:42Siapa?
12:44Oh, beda lagi.
12:46Komitari Adikasi Nasional dia itu...
12:49Jadi lab itu...
12:52Jadi kalau kita bangun lab, uji, itu harus diakreditasi adalah kan.
12:57Kan itu memberikan sertifikasi bahwa lab itu bisa menguji.
13:02Oke, itu yang pertama.
13:04Itu kan.
13:05Jadi siapa?
13:06Lembaga sertifikasi itu memberikan dia...
13:12License.
13:13Bahwa dia...
13:14You can make the...
13:15Apa?
13:16Bisa menguji.
13:17Ya.
13:18Nah, seperti itu.
13:19Nah, kemudian...
13:20Ada lagi yang namanya siapa yang akan memberi stempel.
13:24Tidak semua yang tadi lab uji bisa punya stempel untuk men-certified.
13:29Mungkin dia lulus.
13:30Tapi belum dapat ijasa.
13:31Nah, itu namanya LSP.
13:35Lembaga sertifikasi produk.
13:37Oke.
13:38Tapi ini kan biasanya swasta yang untuk melakukan pengujian.
13:43Oke.
13:44Tapi pengawasan di lapangan.
13:48Siapa yang memonitor itu?
13:52Sudah, Pak.
13:55Kalau kami tadi bikin gambar-gambar itu, ya itu karena kami melakukan satu studi gitu.
14:00Dengan NEDO.
14:01Jepang.
14:02Pengen tahu keadaannya.
14:03Jadi kita foto-foto langsung gitu di lapangan.
14:06Tapi siapa yang menguji, Pak?
14:07Siapa yang mengawasi?
14:09Who will do the market surveillance-nya?
14:11Bagaimana?
14:13Andai saja ada SNI.
14:15SNI ini ada.
14:17Siapa yang mengawasinya?
14:18Jadi memang betul tadi antara yang sudah tersertifikasi dan tidak tersertifikasi, kita enggak tahu, Pak.
14:25Wajib, Pak.
14:27Jadi kalau pembeli kan dia tidak tahu yang mana tersertifikasi.
14:31Jadi ini juga menurut saya lembaga pengawasannya juga harus siapa yang.
14:36Jadi kenapa?
14:37Ketika itu ditemukan tidak tersertifikasi, itu kan mungkin harus kita imitkan.
14:42Nah, ini jadi tentang standar ini memang perlu dipilah sampai dari mulai.
14:51Siapa yang melakukan, ketika kita melakukan satu standar, adakah lab ujinya?
14:58Tuh, lab ujinya ya.
15:00Apakah lab ujinya tadi sudah tersertifikasi di KAN?
15:03Kemudian siapa yang menanti menempelkan SNI-nya?
15:07Apakah dia?
15:07Jadi kebetulan saya juga sebagai satu tenaga ahli di satu sertifikasi yang testing lab.
15:15Mungkin boleh nanti kapan-kapan gunungan ke sana.
15:17Jadi saya tahu prosesnya.
15:19Nanti ada SNI baru, kemudian kita menambah ruang lingkup seperti itu.
15:24Jadi ini memang coba dipetakan.
15:28Dipetakan dulu di Indonesia ini.
15:31Untuk kendaraan roda 2 itu apa saja lab yang sudah ada, yang bisa menguji tadi safety.
15:35Untuk roda 4 itu ada di mana saja.
15:38Frankly to say, untuk roda 4 itu tidak ada lab pengujiannya.
15:42Sekarang kalau nanya produsen datang dari sana bawa mobil,
15:46oke Anda harus menguji safety testing.
15:49Siapa yang menguji Pak?
15:51Labnya nggak ada.
15:52Yang ada kendaraan roda 2.
15:55Bagaimana kita meminta mereka mengikuti standar kita kalau kita juga tidak punya lab uji.
16:01Ini juga PR.
16:04Jadi jangan sampai nanti standarnya itu standar yang mana ya.
16:09Standarnya standar yang mana.
16:11Karena ya tentu saja semua ambil standar internasional.
16:14Tapi kita harus bekerja di sana.
16:16Yang kedua itu waktu itu kami kebetulan berdiskusi dengan perhubungan.
16:22Nah perhubungan itu waktu itu dia memberikan standar untuk SUT Pak.
16:29Uji tipe.
16:31Supaya dia bisa beredar.
16:33Nah kemudian standarnya yang dikasih itu standar UUNR 383.
16:36Itu standar yang kalau baterai itu dikirim dari satu tempat ke tempat lainnya.
16:41Being transport.
16:42Pasti dia punya standar itu.
16:44Makanya lewat semua.
16:45Ketika sudah kami diskusi itu being riding.
16:48Ketika dikendarai sama being transport.
16:51Itu adalah hal yang berbeda.
16:52Akhirnya kementerian perhubungan itu dengan putusan kementerinya.
16:57Kalau nggak salah permen.
16:58Sehingga menyaratkan tadi.
17:00Safety itu ada di situ.
17:02Itu juga bisa dilakukan.
17:06Jadi yang harus dilakukan tadi ya.
17:09Coba siapa yang implementasikannya.
17:12Siapa yang mengawasinya.
17:13Bagaimana apa reward fascination-nya dan sebagainya.
17:16Ini yang karena kita masih belum aware dengan standar.
17:21Kemudian tadi saya sudah sampaikan juga versus LFP dan NMC.
17:28Memang kalau kita tanya market demand.
17:31LFP memang market demand.
17:34Banyak sekali.
17:36Itu LFP karena kenapa?
17:38Karena murah.
17:40Karena murah.
17:41Affordable.
17:43Jadi orang beli mobil dengan harga misalnya 150 juta sudah bisa mobil.
17:48Tapi saya yakin itu pasti baterainya LFP.
17:50Tidak mungkin pakai baterai.
17:52Tapi sekarang ada Xpeng.
17:54Ada yang premium-premium car itu pasti dia pakai NMC.
17:59Nah mungkin yang ada itu bagaimana pemerintah.
18:02Pemerintah mungkin tadi insentif yang diberikan pemerintah ini sudah bagus.
18:07Ke arah yang nickel-based.
18:08Nah itu juga perlu untuk meningkatkan daya saing.
18:13Tapi juga bagaimana melindungi si nickel di Indonesia ini supaya tidak keluar.
18:17Supaya beredarnya yang beredar itu NMC.
18:20Kendaraan NMC.
18:22Jadi ini perlu insentif saya kira ya untuk.
18:27Jadi kalau misalnya lokal TKDN-nya tinggi dibuat dari material yang di Indonesia.
18:33Berikan lagi insentif supaya dia muternya di Indonesia.
18:36Seperti itu.
18:37Nah kemudian tadi yang apa ya.
18:43Nickel BYD tadi sama.
18:45Tadi juga saya industri nickel.
18:49Nah industri nickel di Indonesia.
18:51Ini memang jadi gini.
18:54Proses nickel hirilisasi itu nickel.
18:57Itu nickel ore.
18:58Jadi lewat smelter.
19:00Jadi mixed dosage precipitate.
19:02Itu baru 10 kali.
19:03Kemudian pergi lagi di H-PAL jadi nickel sulfat.
19:07Itu sudah 15 kali.
19:09Tapi baru sampai di situ.
19:11Belum sampai dia menjadi prekursor.
19:14Ketika jadi prekursor dia bisa 35 kali.
19:16Ketika jadi baterai material bisa 55 kali.
19:19Ketika jadi baterai sel 150 kali.
19:22Ketika jadi kendaraan 350 kali.
19:25Tapi itu rantai-rantai itu belum di Indonesia.
19:29Baru tadi dua di Indonesia.
19:31Makanya sama Pak Presiden dibilang lanjutkan downstream-nya.
19:37Kemudian mungkin aku nyampekan sedikit yang tentang investasi.
19:42Investasi dengan regulasi.
19:45Investasi penting.
19:48Tapi yang berinvestasi harus juga mengikuti.
19:52Karena kita ini tidak menjual bangsa.
19:57Kita tidak menjual laham.
19:59Kita dapat apa?
20:02Setelah mereka habis mengeksploitasi lokal resources kita.
20:07Mereka akan tinggalkan kita.
20:09Apa yang kita dapat?
20:11Jadi itu harus ada namanya transfer knowledge.
20:16Tadi belum disebutkan.
20:19Sebenarnya kita bicara standar itu ada SKKNI.
20:23Manusianya.
20:25Siapa yang ahli baterainya?
20:26Siapa yang ahli recycling?
20:27Oh itu kita perlu mungkin sejuta SDM yang tampil di situ.
20:34Jadi bagaimana investasi ini harus berimbang?
20:39Dia karena dia datang.
20:40Oke.
20:41Anda punya duit.
20:42Anda punya teknologi.
20:43Tapi kita punya sumber.
20:45Tapi apa yang kita dapat?
20:47Kalau semuanya teknologi dari mereka.
20:50Saya percaya mereka tidak akan memberi kepada kami.
20:54Kita hanya ada di pekerja yang kelas bawah.
20:57Ya saya kunjungan ke Morowali ke sana.
21:00Begitu banyak yang bekerja di sana.
21:02Mereka bangga.
21:02Yang penting mereka UKM-nya.
21:05Tapi mereka itu bukan di miningnya.
21:08Bukan.
21:08Mereka itu bikin masak apa dan sebagainya.
21:10Tidak ada hubungannya gitu.
21:11Tapi ketika itu menyangkut teknologi itu pasti dipegang sama orang asing.
21:17Tidak diberikan kepada kita.
21:19Jadi bagaimana kita mentransfer teknologi tersebut?
21:23Ini mungkin perlu jadi pertimbangan.
21:27Karena sekarang mungkin Anda pernah mendengar yang namanya dark factory.
21:32Dark factory itu adalah gelap-gelap aja bisa jalan.
21:37Siapa yang menjalankan?
21:39Robot.
21:42Robotnya itu, ya semuanya itu ke publik Hyundai.
21:46Yang Korea, publik Hyundai itu.
21:48Dia seribu mobil.
21:49Dia per minggu.
21:52Pekerjaannya cuma 87 orang.
21:54Jadi seperti itu.
21:56Jadi bagaimana sekarang nanti transfer teknologi.
22:00Sebentar aja.
22:01Saya izin teman-teman tambah waktu 30 menit ya.
22:05Silahkan Ibu.
22:06Jadi tadi bagaimana investasi penting.
22:10Tapi bagaimana kita transfer teknologi.
22:13Bagaimana kita harus ada di situ juga.
22:16Involve.
22:17Jangan langsung terima 100% yaudah silahkan diapakan.
22:22Tidak seperti itu.
22:23Jadi kita juga sebagai yang memberikan kesempatan ke mereka.
22:28Kita harus tanya kita akan mendapatkan apa.
22:32Jadi aturan siapa yang buat?
22:35Kalau menurut saya aturan ini negara kita yang harus buat ya Indonesia dong.
22:41Masa dia datang ke sini bawa duit, ini aturan buat aturan sendiri.
22:45Kan it is our home.
22:47So they have to follow us.
22:49Saya kira kalau mereka punya kepentingan, mereka akan ikuti.
22:53Tapi mungkin saya boleh bilang, karena saya juga bantu sekarang lagi konsulting yang Korea, yang Jepang dan sebagainya.
23:03Mereka ada yang mengeluh juga soal di Indonesia.
23:07Tadi terlalu banyak pintu.
23:10Terlalu banyak pintu untuk mereka melakukan investasi itu sehingga itu agak menyulitkan dan it costs a lot.
23:32Maksudnya begini, bukan satu pintu.
23:35Koordinasi ini harus jelas.
23:38Mungkin itu.
23:40Iya.
23:41Lintas sektor koordinasi ini.
23:43Jadi itu yang harus disampaikan.
23:46Mungkin itu dari saya.
23:49Komoditas yang tadi sudah satu arah kedujakan, lembaga pendidikan.
24:01Nanti mungkin saya bahas lagi setelah Bapak ini sampai bagaimana pentingnya nanti mentraining, edukasi, dan sebagainya.
24:12Cara baru nonton di Smart TV.
24:15Nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
24:21Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
24:25Cari Kompas TV melalui pencarian.
24:29Pilih aplikasi, lalu install.
24:31Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
24:36Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
24:40Aku sudah menonton videoscreams.
24:41Selesai, kamu bisa menonton video terre.
Komentar

Dianjurkan