00:00Pasca kunjungan Wakil Presiden Gibran Raka Bomingeraka,
00:03seorang siswi korban dugaan keracunan makanan di Karo Agnesia Borusil Tonga
00:08direncanakan dirunjuk ke Jakarta.
00:11Rujukan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya
00:14dan mendapatkan penanganan dari dokter spesialis.
00:20Agnesia merupakan salah satu siswi korban keracunan makanan
00:24yang terjadi pada 13 Agustus lalu.
00:27Dan hingga kini masih menjalani perawatan.
00:31Sebelumnya, orang tua Agnesia menyebut
00:33anaknya mengalami gangguan pada ginjal.
00:37Direktur Rumah Sakit Evarina Etaham Berastagi menyebut
00:40Papres Gibran turut membawa dokter kepresidenan
00:43untuk melakukan observasi terhadap kondisi para korban.
00:47Agnesia kemudian direncanakan dirunjuk ke Jakarta
00:51agar dapat menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut
00:54khususnya oleh dokter spesialis ginjal anak.
01:02Pak Wapres intinya menekankan agar semua
01:07pasien-pasien ditangani dengan baik
01:09dan semua harus rintas.
01:11Kalaupun memang harus dirujuk,
01:12kalau sampai 3 Jakarta pun Pak Wapres
01:15harus intinya tetap ditangani.
01:20Jadi ada mungkin pasien kita yang akan kita rujuk kembali ke Median
01:25kemudian termenai kemungkinan ada yang ada
01:27kalau perlu sampai ke Jakarta,
01:29kita akan rujuk sampai ke Jakarta.
01:33Sebelumnya pada Jumat pagi,
01:35Wapres Gibran yang ditemani Gubernur Sumatera Utara,
01:38Bobi Nasution,
01:39melihat kondisi anak yang masih dirawat.
01:42Di antaranya korban yang mengalami kesulitan bicara
01:45dan kerap berhasil halusinasi
01:49dan satu korban yang mengalami gagal ginjal.
01:53Gibran mendengarkan keluhan para orang tua siswa
01:56yang mengalami dugaan keracunan.
01:58Gibran menyampaikan,
01:59negara akan memberikan penanganan terbaik
02:02untuk anak korban keracunan hingga kembali pulih.
02:20Terima kasih.
Komentar