Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau terus dilakukan tim SAR gabungan di perairan Selat Sunda.

Dalam live report dari atas kapal TNI AL, jurnalis KompasTV Tesalonika Ajeng bersama juru kamera Gahniyar Febrian memantau langsung proses pencarian di Selat Sunda. Dari atas kapal, terlihat penggunaan sejumlah peralatan modern untuk mendukung operasi SAR, mulai dari radar hingga perangkat pengamatan dengan kemampuan visual untuk membantu petugas menyisir area pencarian.

Pada hari keempat pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan 12 alat utama yang dibagi menjadi empat sektor. Pencarian difokuskan ke arah selatan Gunung Anak Krakatau serta tiga pulau yang berada di sekitarnya.

Sementara itu, tim SAR gabungan dari Lampung turut melakukan penyisiran di sektor C dengan luas area mencapai 585 mil laut persegi. Proses pencarian terkendala hujan abu vulkanik yang membuat jarak pandang hanya sekitar 10 hingga 20 meter.

Sebelumnya, tim SAR menemukan sebuah pelampung di perairan barat Anyer serta benda mirip tabung atau botol putih yang umum digunakan nelayan. Namun, kedua temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan para korban.

Keluarga dan warga terus berharap delapan orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Doa bersama juga digelar keluarga korban, warga Carita, serta sejumlah aliansi jurnalis di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan bagi keluarga dan tim SAR.

#gununganakkrakatau #timsar #jurnalis #selatsunda #pencarian #basarnas

Baca Juga Keluarga Jurnalis Ceritakan Komunikasi Terakhir Sebelum Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau di https://www.kompas.tv/nasional/690268/keluarga-jurnalis-ceritakan-komunikasi-terakhir-sebelum-hilang-kontak-di-sekitar-anak-krakatau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690278/eksklusif-dari-kapal-tni-al-intip-radar-canggih-untuk-cari-5-jurnalis-dan-3-awak-kapal
Transkrip
00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, saya Imron Fadila.
00:04Tim Sar Gabungan kembali melakukan pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat liput erupsi Gunung Anak
00:11Rakatau.
00:11Di hari kelima, Tim Sar fokuskan pencarian di Pulau Sertung.
00:17Tim Sar Gabungan terus menyisir area perairan Selat Sunda.
00:21Petugas memperluas jangkauan pencarian ke sekitar Pulau Sertung dan Laut Lepas.
00:26Di sana, Tim Sar makan menyisir daratan dan perairan sekitar Pulau Sertung.
00:32Di hari kelima pencarian, Kapolda Banten Irjen Hengki juga turut ikut dalam pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal.
00:40Selain melalui laut, pencarian juga dilakukan lewat udara guna menemukan keberadaan rombongan jurnalis yang masih dalam pencarian.
00:56Di hari kelima pencarian, Tim Sar Gabungan menerjunkan 14 unit kapal untuk menjangkau 6 sektor pencarian yang telah ditentukan.
01:04Salah satunya, kapal RIP-02 yang diberangkatkan dari Dermaga Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
01:14Pencarian juga akan dilakukan di sekitar Pulau Sebesi, menyusul adanya informasi terkait sinyal email telepon seluler yang diduga terpancar dan
01:24terdeteksi melalui Tower BTS di wilayah Sebesi.
01:28Selain itu, Tim Sar juga akan memperluas wilayah pencarian ke wilayah Bengkulu hingga ke perairan laut lepas.
01:39Kita akan pantau pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
01:46Sudah bersama dengan kami, jurnalis Kompas TV, Tes Salonika Ajeng, dan juru kamera Ghaniar Febrian di Selat Sunda.
01:52Selamat pagi, Tes Salonika. Bagaimana perkembangan pencarian ke 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak hingga saat ini?
02:05Selamat pagi, Imron dan juga saudara. Di hari yang kelima ini memang dari tim gabungan ini masih melakukan sejumlah metode
02:14dan juga cara serta titik fokus
02:16di hari kelima pencarian ke 5 jurnalis dan 3 ABK yang masih dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
02:24Lebih lengkap terkait dengan operasi di hari kelima ini, terutamanya di atas KP Sanjaya, tempat kami berada saat ini.
02:34Sudah bergabung bersama dengan kami, Irjen Paul Henki, selaku Kapolda, Banten.
02:38Selamat pagi, Pak Henki. Bisa dijelaskan kepada kami ini terkait dengan titik fokus di hari kelima ini, apakah ada perbedaan
02:48dibandingkan dengan 4 hari sebelumnya?
02:51Mbak Tesa, pada hari ini, hari kelima, kita tadi mulai start dari pelabuhan Ciwandan, pelindung Ciwandan.
02:59Hari kelima ini khusus kapal Sanjaya 2017 melaksanakan di bagi dalam 7 sektor.
03:09Kita ke daerah Pulau Sertung, tepatnya kita sekarang berada di sisi kiri kita ini, berada di Gunung Krakatau,
03:20dan kita nanti akan tiba atau sampai di sekitar Pulau Sertung kurang lebih jarak 4 mil dengan kurang lebih 7
03:28,4 km.
03:30Lalu terkait dengan fokus operasi di Pulau Sertungnya itu sendiri, Pak, apa kira-kira rencana yang akan dilakukan, Pak?
03:38Nah, untuk kapal Sanjaya hari ini, yang kita langsung bersama ini, Mbak Tesa, hari ini sesuai dengan plotting dari Basarnas,
03:48Provinsi Banten,
03:50kita ada 7 sektor pelaksanaan tadi, sebagaimana informasi yang ada di grup, kita khusus di Pulau Sertung,
04:00yang menjadi dekat juga dengan posisi Gunung Anak Krakatau.
04:08Berarti memang tadi kita berangkat dari Dermaga Ciwandan begitu ya, Pak, kemudian kita mengarah ke barat,
04:14dan sempat ke selatan lagi, kemudian kita ke barat lagi, memang titik akhirnya itu di...
04:19Di Pulau Sertung, ya nanti, ya.
04:22Lalu selama perjalanan ini kan pasti ada yang digunakan di KP Sanjaya ini ya, Pak, kira-kira ada apa aja,
04:28Pak?
04:28Di kapal Sanjaya 2017 ini, kita memiliki kamera termal yang bisa memantau langsung,
04:37seperti tadi kita pantau langsung, mungkin di sekitar Gunung Krakatau tadi,
04:42di sekitar pantai atau di sekitar atas laut, di lautnya, kita bisa melihat benda-benda yang terapung,
04:52apapun jenisnya, itu bisa terpantau, termasuk kita memiliki radar.
04:57Baik, untuk mengetahui lebih lanjut lagi, Pak Hengki, mungkin kita bisa langsung melihat
05:03bagaimana dari radar dan juga kamera termalnya.
05:08Baik, silahkan, Pak Hengki.
05:12Imron dan juga saudara, saat ini kami akan memasuki ke dalam tempat monitor
05:19atau di mana adanya kamera termal dan juga adanya radar
05:28serta berbagai komando ini ada di dalam KP Sanjaya.
05:33Bersama dengan Irjen Hengki, kita akan melihat yang pertama.
05:37Yang pertama, Pak Hengki, ini adalah kamera termal yang bisa jarak pandangnya,
05:48kalau cuacanya terang, ini bisa sampai berapa mil, Mas?
05:52Sampai 5 mil.
05:535 mil, kalau kali 1,8 kilometer berarti kurang lebih 9 kilometer.
06:01Nah, ini ada kamera termal kita, kalau cuacanya terang, tidak ada berkabut,
06:05dia bisa memantau seperti di depan ini, kita bisa memantau benda-benda yang ada terapung di atas laut
06:12dengan jarak bisa diponitor dengan monitor kamera termal ini sampai 5 mil.
06:18Kalau sekarang ini KP Sanjaya sudah berlayar kira-kira 3 jam ya, Pak.
06:22Apakah sudah terlihat ada objek ataupun apa yang terbaca di kamera termal?
06:27Belum ada, Pak. Belum ada terpantau di kamera termal ini, ada objek-objek yang mungkin berupa benda dan lain-lain
06:35belum terpantau.
06:36Belum terpantau, ya.
06:37Kalau kamera termal ini kan tadi sekitar 3 mil, betul ya, Pak?
06:415 mil.
06:425 mil ya, kurang lebih 5 mil, juga ada radar?
06:46Ada radar. Radar juga di sisi kiri ini, di depan kapten ini, sebelah sini, ini ada radar untuk memantau benda
06:57-benda,
06:58benda-benda yang bersifat logam dan yang terapung di laut juga bisa terpantau dari radar.
07:04Radar ini. Jadi cukup lengkap kapal Sanjaya bisa memantau benda-benda yang ada terapung di sekitar di atas permukaan air
07:15laut.
07:16Pak Hengki, tadi kami juga sempat mendengar kalau misalnya objek-objek itu tidak harus besar ya, Pak, begitu.
07:21Apakah memang objek-objek yang ada di laut ini pada akhirnya juga bisa terbaca di radar ini?
07:26Ya, bisa terbaca. Bisa termonitor dengan kamera termal tadi, dengan radar mungkin benda-benda yang sifatnya logam dan lain-lain
07:35itu bisa digunakan dengan radar.
07:38Nah, kalau ini posisinya ya, Bu Kapten ya, Bu Seli, ini adalah titik kita berada.
07:48Ini posisi kita berada di titik ini.
07:51Nah, seperti ini kan Gunung Krakatau, ini anak Gunung Krakatau.
07:54Gunung Anak Gunung Krakatau, di sini.
07:59Ini kalau ini tadi, kita lewat tadi.
08:02Ini Gunung Krakatau, ini anak Gunung Krakatau.
08:08Ya, nanti ini Pulau Sertung.
08:11Pulau Sertung ini kita kurang lebih 3 mil atau 4 mil kita akan tiba di sana.
08:16Itu Mbak Tessa.
08:18Baik. Pak, terkait juga dengan tadi ada kamera termal dan juga ada radar ini, sepertinya kendalanya hari ini ada visibilitas
08:29begitu, Pak.
08:29Ini bagaimana kondisinya hari ini?
08:31Hari ini memang jarak pandangnya menjadi terbatas karena ada kabut, tapi tidak menjadi halangan kita, tetap kita lakukan dengan maksimal.
08:40Kita laksanakan, yang pasti kita juga jarak aman dari Gunung Anak Gunung Krakatau ini kita harus radius 3 km, Mbak
08:51Tessa.
08:52Terakhir berarti memang ini sejauh ini masih on target untuk 80 mil pada hari ini ya, Pak?
08:58Ya, kita hari ini melaksanakan pelayaran memantau di lapangan, start dari Pelabuhan Ciwandan tadi,
09:05dengan jarak sampai di Pulau Sertung kurang lebih 40 mil, dan nanti kita akan kembali menyisir lagi sambil dengan kembali
09:12kita ke Pelabuhan Ciwandan.
09:14Jadi 80 mil yang ada kurang lebih 140 km.
09:20Ya, kami semua berharap juga ya, Pak, kiranya dengan petugas dan juga adanya radar bahkan sampai kamera termal di pelayaran
09:27KP Sanjaya hari ini bisa membuahkan hasil untuk memberikan kejelasan juga bagi pihak keluarga.
09:32Betul, Mbak Liza.
09:32Ya, terima kasih banyak.
09:33Saya harap berdoa, semoga hari kelima ini mendapatkan titik terang lah, ya, dalam pencarian yang dibagi 7 sektor hari ini.
09:44Terima kasih, Mbak Tessa.
09:45Terima kasih banyak, Irjen Pol Hengki, bersama juga dengan seluruh petugas di dalam KP Sanjaya ini,
09:53dan memang kita masih akan menjalani perjalanan ini kurang lebih masih 5 jam pelayaran lagi di KP Sanjaya,
10:01sampai dengan nanti kita menuju ke Pulau Sertung dan menyisir di sekitar Pulau Sertung dan kembali lagi ke Pelabuhan Ciwandan
10:08di Banten.
10:11Dan kalau misalnya kami bisa melihat di sini, juga bisa diperlihatkan ini adalah kedalaman dari air laut yang kita jalani
10:22atau yang kita lewati oleh KP Sanjaya ini.
10:29Kalau sampai dengan saat ini, terlihat ini kita berada di kedalaman sekitar 97 hingga 98.
10:38Selain itu juga dari KP Sanjaya ini bisa melihat bagaimana arah angin dan juga kecepatan dari angin.
10:50Lebih lengkap lagi mungkin kami akan langsung berbincang dengan Kapten di KP Sanjaya ini.
10:56Selamat siang, Ibu.
10:58Ibu, boleh kami ingin lebih mengerti terkait dengan apakah ada visibilitas yang terbatas sampai dengan saat ini atau seperti apa,
11:08Ibu?
11:09Ya, sejauh ini selama kami melaksanakan operasi pencairian, ini hari ini visibilitasnya yang paling buruk ya, yang paling terbatas.
11:16Karena biasanya kita dengan jarak hanya 2 mil ataupun 3 mil, kita masih bisa terlihat gunungnya,
11:23namun sampai saat ini kita hanya bisa melihat samar, jadi jarak pandang memang hari ini terbatas sekali ya.
11:30Kalau dibandingkan dengan 4 hari yang lalu seperti apa, Ibu, kendalanya?
11:34Nah, kalau 4 hari yang lalu untuk jarak pandang sih kita lebih clear terlihat,
11:38cuman untuk ombak agak lumayan besar ya, waktu kita di hari ketiga pencarian, hari kedua pencarian itu sekitar 2 sampai
11:463 meter untuk ombak.
11:48Dan angin juga cukup kencang, namun jarak pandang masih bisa terlihat sekitar sampai 3 sampai 5 mil.
11:56Tapi kalau sekarang ini sudah terbatas ya, Mbak bisa lihat sendiri, kiri kanan kita terlihat putih,
12:02jadi disini untuk jarak pandang maksimal ini sekitar 3 mil.
12:08Nah, iya, Ibu, terkait juga dengan jarak pandang karena ada kabut juga ya pada hari ini itu, Ibu.
12:13Tadi kan kami sempat, kita berada di hanya jarak 2 mil dari Gunung Krakatau, tapi itu tidak terlihat sama sekali
12:19begitu.
12:20Nah, apakah di Pulau Sertung nanti itu masih termasuk radius yang aman untuk kita bisa ke sana,
12:27ataukah memang dengan adanya kabut ini juga terus bisa menambah kalau misalnya kita nggak bisa untuk semakin dekat ke Pulau
12:33Sertung itu, Ibu?
12:34Ya, kalau sesuai dengan arahan dari BMKG kan untuk radius amannya 3 km ya,
12:41jadi kita tetap menjaga jarak sesuai di luar radius aman.
12:46Nah, kita arahkan kapal kita tetap berada di luar radius aman,
12:51tapi pasti kendalanya adalah jarak tampak tadi, visibilitas tadi, Mbak.
12:59Kalau misalnya dengan visibilitas ini, apakah lalu KP Sanjaya ini akan mengurangi kecepatan,
13:06atau mungkin ada yang bisa dilakukan di KP Sanjaya ini, Ibu?
13:09Ya, baik, biasa kalau kita melakukan operasi pencarian, itu kita akan mengurangi kecepatan.
13:14Jadi, mengurangi kecepatan itu untuk lebih efektif kita melakukan pengamatan di sekitar kapal.
13:19Nah, karena di sini jarak pandang terbatas, biasanya kita menggunakan pengamatan secara langsung,
13:24baik itu menggunakan teropong tadi ya.
13:27Jadi, kita melihat objek-objek yang ada di sekitar kapal yang ya mungkin indikasinya lebih mendekati
13:34ciri-ciri yang dari kerkanakan kita yang hilang kontak itu.
13:39Lebih fokus kepada nanti yang akan kita lakukan saat kita sampai di sekitar Pulau Sertung ya, Ibu?
13:44Itu nanti apakah kita akan memutari pulau tersebut, atau bagaimana metode penyisiran di sekitar Pulau Sertung itu, Ibu?
13:51Ya, kita mengutari pulau tersebut, ya, menjaga jarak tetap aman,
13:56tapi ya tadi yang saya sampaikan pasti akan terlihat seperti ini, akan putih,
14:00karena memang jarak tampak atau visibilitas itu cukup terbatas untuk di hari ini ya, Mbak, ya, maksudnya.
14:07Terima kasih banyak, Ibu Sherly, untuk penjelasannya sebagai kapten kapal dari KP Sanjaya.
14:14Itu dia, Imron dan juga saudara memang yang menjadi kendala dari operasi hari kelima,
14:22terutamanya di KP Sanjaya, yang mana ini bergerak ke barat dari Banten menuju ke daerah Pulau Sertung.
14:29Ini memang sedang berkabut posisinya di pagi hari ini,
14:33dan semakin mengurangi visibilitas atau jarak pandang dari petugas yang memang masih berusaha
14:39dengan kamera termal, kemudian juga masih ada dengan radar,
14:42dan serta dengan teropong-teropong manual yang digunakan oleh para petugas.
14:47Untuk sementara kembali ke Imron di studio.
14:49Baik, pencarian hingga hari ini terus dilakukan,
14:52terbagi ke tujuh sektor atau wilayah termasuk ke Pulau Sertung,
14:55namun terkendala jarak pandang yang cukup terbatas karena pengaruh
15:00angin kencang dan juga ombak yang cukup besar hari ini,
15:04namun kita terus berdoa agar pencarian terus segera membuahkan hasil,
15:09dan lima jurnalis serta tiga awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
15:12Terima kasih atas laporan Anda,
15:14Jurnalis Kompas TV,
15:15Tes Salonika Ajeng,
15:16dan Juru Kamera Ghaniar Febrian.
15:17Terima kasih, Rekan Rekan.
15:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan