00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, saya Imron Fadila.
00:04Tim Sar Gabungan kembali melakukan pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat liput erupsi Gunung Anak
00:11Rakatau.
00:11Di hari kelima, Tim Sar fokuskan pencarian di Pulau Sertung.
00:17Tim Sar Gabungan terus menyisir area perairan Selat Sunda.
00:21Petugas memperluas jangkauan pencarian ke sekitar Pulau Sertung dan Laut Lepas.
00:26Di sana, Tim Sar makan menyisir daratan dan perairan sekitar Pulau Sertung.
00:32Di hari kelima pencarian, Kapolda Banten Irjen Hengki juga turut ikut dalam pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal.
00:40Selain melalui laut, pencarian juga dilakukan lewat udara guna menemukan keberadaan rombongan jurnalis yang masih dalam pencarian.
00:56Di hari kelima pencarian, Tim Sar Gabungan menerjunkan 14 unit kapal untuk menjangkau 6 sektor pencarian yang telah ditentukan.
01:04Salah satunya, kapal RIP-02 yang diberangkatkan dari Dermaga Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
01:14Pencarian juga akan dilakukan di sekitar Pulau Sebesi, menyusul adanya informasi terkait sinyal email telepon seluler yang diduga terpancar dan
01:24terdeteksi melalui Tower BTS di wilayah Sebesi.
01:28Selain itu, Tim Sar juga akan memperluas wilayah pencarian ke wilayah Bengkulu hingga ke perairan laut lepas.
01:39Kita akan pantau pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
01:46Sudah bersama dengan kami, jurnalis Kompas TV, Tes Salonika Ajeng, dan juru kamera Ghaniar Febrian di Selat Sunda.
01:52Selamat pagi, Tes Salonika. Bagaimana perkembangan pencarian ke 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak hingga saat ini?
02:05Selamat pagi, Imron dan juga saudara. Di hari yang kelima ini memang dari tim gabungan ini masih melakukan sejumlah metode
02:14dan juga cara serta titik fokus
02:16di hari kelima pencarian ke 5 jurnalis dan 3 ABK yang masih dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
02:24Lebih lengkap terkait dengan operasi di hari kelima ini, terutamanya di atas KP Sanjaya, tempat kami berada saat ini.
02:34Sudah bergabung bersama dengan kami, Irjen Paul Henki, selaku Kapolda, Banten.
02:38Selamat pagi, Pak Henki. Bisa dijelaskan kepada kami ini terkait dengan titik fokus di hari kelima ini, apakah ada perbedaan
02:48dibandingkan dengan 4 hari sebelumnya?
02:51Mbak Tesa, pada hari ini, hari kelima, kita tadi mulai start dari pelabuhan Ciwandan, pelindung Ciwandan.
02:59Hari kelima ini khusus kapal Sanjaya 2017 melaksanakan di bagi dalam 7 sektor.
03:09Kita ke daerah Pulau Sertung, tepatnya kita sekarang berada di sisi kiri kita ini, berada di Gunung Krakatau,
03:20dan kita nanti akan tiba atau sampai di sekitar Pulau Sertung kurang lebih jarak 4 mil dengan kurang lebih 7
03:28,4 km.
03:30Lalu terkait dengan fokus operasi di Pulau Sertungnya itu sendiri, Pak, apa kira-kira rencana yang akan dilakukan, Pak?
03:38Nah, untuk kapal Sanjaya hari ini, yang kita langsung bersama ini, Mbak Tesa, hari ini sesuai dengan plotting dari Basarnas,
03:48Provinsi Banten,
03:50kita ada 7 sektor pelaksanaan tadi, sebagaimana informasi yang ada di grup, kita khusus di Pulau Sertung,
04:00yang menjadi dekat juga dengan posisi Gunung Anak Krakatau.
04:08Berarti memang tadi kita berangkat dari Dermaga Ciwandan begitu ya, Pak, kemudian kita mengarah ke barat,
04:14dan sempat ke selatan lagi, kemudian kita ke barat lagi, memang titik akhirnya itu di...
04:19Di Pulau Sertung, ya nanti, ya.
04:22Lalu selama perjalanan ini kan pasti ada yang digunakan di KP Sanjaya ini ya, Pak, kira-kira ada apa aja,
04:28Pak?
04:28Di kapal Sanjaya 2017 ini, kita memiliki kamera termal yang bisa memantau langsung,
04:37seperti tadi kita pantau langsung, mungkin di sekitar Gunung Krakatau tadi,
04:42di sekitar pantai atau di sekitar atas laut, di lautnya, kita bisa melihat benda-benda yang terapung,
04:52apapun jenisnya, itu bisa terpantau, termasuk kita memiliki radar.
04:57Baik, untuk mengetahui lebih lanjut lagi, Pak Hengki, mungkin kita bisa langsung melihat
05:03bagaimana dari radar dan juga kamera termalnya.
05:08Baik, silahkan, Pak Hengki.
05:12Imron dan juga saudara, saat ini kami akan memasuki ke dalam tempat monitor
05:19atau di mana adanya kamera termal dan juga adanya radar
05:28serta berbagai komando ini ada di dalam KP Sanjaya.
05:33Bersama dengan Irjen Hengki, kita akan melihat yang pertama.
05:37Yang pertama, Pak Hengki, ini adalah kamera termal yang bisa jarak pandangnya,
05:48kalau cuacanya terang, ini bisa sampai berapa mil, Mas?
05:52Sampai 5 mil.
05:535 mil, kalau kali 1,8 kilometer berarti kurang lebih 9 kilometer.
06:01Nah, ini ada kamera termal kita, kalau cuacanya terang, tidak ada berkabut,
06:05dia bisa memantau seperti di depan ini, kita bisa memantau benda-benda yang ada terapung di atas laut
06:12dengan jarak bisa diponitor dengan monitor kamera termal ini sampai 5 mil.
06:18Kalau sekarang ini KP Sanjaya sudah berlayar kira-kira 3 jam ya, Pak.
06:22Apakah sudah terlihat ada objek ataupun apa yang terbaca di kamera termal?
06:27Belum ada, Pak. Belum ada terpantau di kamera termal ini, ada objek-objek yang mungkin berupa benda dan lain-lain
06:35belum terpantau.
06:36Belum terpantau, ya.
06:37Kalau kamera termal ini kan tadi sekitar 3 mil, betul ya, Pak?
06:415 mil.
06:425 mil ya, kurang lebih 5 mil, juga ada radar?
06:46Ada radar. Radar juga di sisi kiri ini, di depan kapten ini, sebelah sini, ini ada radar untuk memantau benda
06:57-benda,
06:58benda-benda yang bersifat logam dan yang terapung di laut juga bisa terpantau dari radar.
07:04Radar ini. Jadi cukup lengkap kapal Sanjaya bisa memantau benda-benda yang ada terapung di sekitar di atas permukaan air
07:15laut.
07:16Pak Hengki, tadi kami juga sempat mendengar kalau misalnya objek-objek itu tidak harus besar ya, Pak, begitu.
07:21Apakah memang objek-objek yang ada di laut ini pada akhirnya juga bisa terbaca di radar ini?
07:26Ya, bisa terbaca. Bisa termonitor dengan kamera termal tadi, dengan radar mungkin benda-benda yang sifatnya logam dan lain-lain
07:35itu bisa digunakan dengan radar.
07:38Nah, kalau ini posisinya ya, Bu Kapten ya, Bu Seli, ini adalah titik kita berada.
07:48Ini posisi kita berada di titik ini.
07:51Nah, seperti ini kan Gunung Krakatau, ini anak Gunung Krakatau.
07:54Gunung Anak Gunung Krakatau, di sini.
07:59Ini kalau ini tadi, kita lewat tadi.
08:02Ini Gunung Krakatau, ini anak Gunung Krakatau.
08:08Ya, nanti ini Pulau Sertung.
08:11Pulau Sertung ini kita kurang lebih 3 mil atau 4 mil kita akan tiba di sana.
08:16Itu Mbak Tessa.
08:18Baik. Pak, terkait juga dengan tadi ada kamera termal dan juga ada radar ini, sepertinya kendalanya hari ini ada visibilitas
08:29begitu, Pak.
08:29Ini bagaimana kondisinya hari ini?
08:31Hari ini memang jarak pandangnya menjadi terbatas karena ada kabut, tapi tidak menjadi halangan kita, tetap kita lakukan dengan maksimal.
08:40Kita laksanakan, yang pasti kita juga jarak aman dari Gunung Anak Gunung Krakatau ini kita harus radius 3 km, Mbak
08:51Tessa.
08:52Terakhir berarti memang ini sejauh ini masih on target untuk 80 mil pada hari ini ya, Pak?
08:58Ya, kita hari ini melaksanakan pelayaran memantau di lapangan, start dari Pelabuhan Ciwandan tadi,
09:05dengan jarak sampai di Pulau Sertung kurang lebih 40 mil, dan nanti kita akan kembali menyisir lagi sambil dengan kembali
09:12kita ke Pelabuhan Ciwandan.
09:14Jadi 80 mil yang ada kurang lebih 140 km.
09:20Ya, kami semua berharap juga ya, Pak, kiranya dengan petugas dan juga adanya radar bahkan sampai kamera termal di pelayaran
09:27KP Sanjaya hari ini bisa membuahkan hasil untuk memberikan kejelasan juga bagi pihak keluarga.
09:32Betul, Mbak Liza.
09:32Ya, terima kasih banyak.
09:33Saya harap berdoa, semoga hari kelima ini mendapatkan titik terang lah, ya, dalam pencarian yang dibagi 7 sektor hari ini.
09:44Terima kasih, Mbak Tessa.
09:45Terima kasih banyak, Irjen Pol Hengki, bersama juga dengan seluruh petugas di dalam KP Sanjaya ini,
09:53dan memang kita masih akan menjalani perjalanan ini kurang lebih masih 5 jam pelayaran lagi di KP Sanjaya,
10:01sampai dengan nanti kita menuju ke Pulau Sertung dan menyisir di sekitar Pulau Sertung dan kembali lagi ke Pelabuhan Ciwandan
10:08di Banten.
10:11Dan kalau misalnya kami bisa melihat di sini, juga bisa diperlihatkan ini adalah kedalaman dari air laut yang kita jalani
10:22atau yang kita lewati oleh KP Sanjaya ini.
10:29Kalau sampai dengan saat ini, terlihat ini kita berada di kedalaman sekitar 97 hingga 98.
10:38Selain itu juga dari KP Sanjaya ini bisa melihat bagaimana arah angin dan juga kecepatan dari angin.
10:50Lebih lengkap lagi mungkin kami akan langsung berbincang dengan Kapten di KP Sanjaya ini.
10:56Selamat siang, Ibu.
10:58Ibu, boleh kami ingin lebih mengerti terkait dengan apakah ada visibilitas yang terbatas sampai dengan saat ini atau seperti apa,
11:08Ibu?
11:09Ya, sejauh ini selama kami melaksanakan operasi pencairian, ini hari ini visibilitasnya yang paling buruk ya, yang paling terbatas.
11:16Karena biasanya kita dengan jarak hanya 2 mil ataupun 3 mil, kita masih bisa terlihat gunungnya,
11:23namun sampai saat ini kita hanya bisa melihat samar, jadi jarak pandang memang hari ini terbatas sekali ya.
11:30Kalau dibandingkan dengan 4 hari yang lalu seperti apa, Ibu, kendalanya?
11:34Nah, kalau 4 hari yang lalu untuk jarak pandang sih kita lebih clear terlihat,
11:38cuman untuk ombak agak lumayan besar ya, waktu kita di hari ketiga pencarian, hari kedua pencarian itu sekitar 2 sampai
11:463 meter untuk ombak.
11:48Dan angin juga cukup kencang, namun jarak pandang masih bisa terlihat sekitar sampai 3 sampai 5 mil.
11:56Tapi kalau sekarang ini sudah terbatas ya, Mbak bisa lihat sendiri, kiri kanan kita terlihat putih,
12:02jadi disini untuk jarak pandang maksimal ini sekitar 3 mil.
12:08Nah, iya, Ibu, terkait juga dengan jarak pandang karena ada kabut juga ya pada hari ini itu, Ibu.
12:13Tadi kan kami sempat, kita berada di hanya jarak 2 mil dari Gunung Krakatau, tapi itu tidak terlihat sama sekali
12:19begitu.
12:20Nah, apakah di Pulau Sertung nanti itu masih termasuk radius yang aman untuk kita bisa ke sana,
12:27ataukah memang dengan adanya kabut ini juga terus bisa menambah kalau misalnya kita nggak bisa untuk semakin dekat ke Pulau
12:33Sertung itu, Ibu?
12:34Ya, kalau sesuai dengan arahan dari BMKG kan untuk radius amannya 3 km ya,
12:41jadi kita tetap menjaga jarak sesuai di luar radius aman.
12:46Nah, kita arahkan kapal kita tetap berada di luar radius aman,
12:51tapi pasti kendalanya adalah jarak tampak tadi, visibilitas tadi, Mbak.
12:59Kalau misalnya dengan visibilitas ini, apakah lalu KP Sanjaya ini akan mengurangi kecepatan,
13:06atau mungkin ada yang bisa dilakukan di KP Sanjaya ini, Ibu?
13:09Ya, baik, biasa kalau kita melakukan operasi pencarian, itu kita akan mengurangi kecepatan.
13:14Jadi, mengurangi kecepatan itu untuk lebih efektif kita melakukan pengamatan di sekitar kapal.
13:19Nah, karena di sini jarak pandang terbatas, biasanya kita menggunakan pengamatan secara langsung,
13:24baik itu menggunakan teropong tadi ya.
13:27Jadi, kita melihat objek-objek yang ada di sekitar kapal yang ya mungkin indikasinya lebih mendekati
13:34ciri-ciri yang dari kerkanakan kita yang hilang kontak itu.
13:39Lebih fokus kepada nanti yang akan kita lakukan saat kita sampai di sekitar Pulau Sertung ya, Ibu?
13:44Itu nanti apakah kita akan memutari pulau tersebut, atau bagaimana metode penyisiran di sekitar Pulau Sertung itu, Ibu?
13:51Ya, kita mengutari pulau tersebut, ya, menjaga jarak tetap aman,
13:56tapi ya tadi yang saya sampaikan pasti akan terlihat seperti ini, akan putih,
14:00karena memang jarak tampak atau visibilitas itu cukup terbatas untuk di hari ini ya, Mbak, ya, maksudnya.
14:07Terima kasih banyak, Ibu Sherly, untuk penjelasannya sebagai kapten kapal dari KP Sanjaya.
14:14Itu dia, Imron dan juga saudara memang yang menjadi kendala dari operasi hari kelima,
14:22terutamanya di KP Sanjaya, yang mana ini bergerak ke barat dari Banten menuju ke daerah Pulau Sertung.
14:29Ini memang sedang berkabut posisinya di pagi hari ini,
14:33dan semakin mengurangi visibilitas atau jarak pandang dari petugas yang memang masih berusaha
14:39dengan kamera termal, kemudian juga masih ada dengan radar,
14:42dan serta dengan teropong-teropong manual yang digunakan oleh para petugas.
14:47Untuk sementara kembali ke Imron di studio.
14:49Baik, pencarian hingga hari ini terus dilakukan,
14:52terbagi ke tujuh sektor atau wilayah termasuk ke Pulau Sertung,
14:55namun terkendala jarak pandang yang cukup terbatas karena pengaruh
15:00angin kencang dan juga ombak yang cukup besar hari ini,
15:04namun kita terus berdoa agar pencarian terus segera membuahkan hasil,
15:09dan lima jurnalis serta tiga awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
15:12Terima kasih atas laporan Anda,
15:14Jurnalis Kompas TV,
15:15Tes Salonika Ajeng,
15:16dan Juru Kamera Ghaniar Febrian.
15:17Terima kasih, Rekan Rekan.
15:18Terima kasih.
Komentar