00:00Assalamualaikum, ini Pak Si Andi, Trip Gilad, Rakatau, tanggal 7 September 2026.
00:15Pas saya setemukan sekali supaya soal saya terbang, kemudian teman-teman jurnalis yang lain juga bisa pulang dengan selamat.
00:24Rupanya juga bisa kembali ke rumah dan bersama istri dan keluarganya.
00:35Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah meliput erupsi Gunung Anak Rakatau.
00:41Kebar itu segera memicu kepanikan hingga tim Sargabungan dikerahkan untuk menyisir perairan mencari jejak keberadaan mereka.
00:49Di tengah pencarian yang terus berlangsung, keluarga dari lima jurnalis masih menanti dengan cemas.
00:57Berharap setiap kabar dari tim penyelamat membawa titik terang.
01:01Namun, hingga pencarian berlanjut, pertanyaan terbesar masih menggantung.
01:07Dimanakah kelima jurnalis itu berada dan apa yang sebenarnya terjadi setelah kontak terakhir mereka terputus?
01:21Sejak kontak terputus, kabar tentang lima jurnalis ini menjadi hal yang paling dinanti keluarga.
01:30Misak tangis keluarga pun tak terbendung menunggu kepastian di mana keberadaan lima jurnalis ini.
01:38Mereka tak kuasa menahan kesedihan dan rasa cemas yang menggunung.
01:42Berharap upaya pencarian oleh tim Sargabungan dapat dimaksimalkan.
01:50Dan saya telah meminta kepada Bibermu agar proses pencarian ini dapat dimaksimalkan kembali.
01:59Adanya pencarian udara, itu yang pertama.
02:03Adanya pencarian udara, karena menurut saya itu lebih efektif dilakukan,
02:08karena bisa menjaga seluruh area yang ada di laut tersebut.
02:17Duka mendalam juga dirasakan istri Nahkoda Kapal yang membawa lima jurnalis meliput gunung anak Rakatau.
02:25Isak tangis istri Nahkoda pecah saat mengetahui upaya pencarian tim Sargabungan belum membuahkan hasil.
02:33Keluarga berharap orang-orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
02:48Mas Yandi, trip kilat Rakatau tanggal 7 September 2026.
02:56Bismillahirrahmanirrahim.
02:57Bismillah Pak ya.
02:58Saudara, inilah video detik-detik lima jurnalis saat hendak meliput aktivitas gunung anak Rakatau.
03:06Pada Senin 7 September lalu, mereka tampak siap berangkat meliput dengan membawa sejumlah alat peliputan.
03:15Mereka menggunakan kapal speedboat dari Dermaga, Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten sekitar pukul 2 siang.
03:24Di dalam kapal, terdapat pula tiga awak kapal yang ikut juga dalam perjalanan meliput dengan lima jurnalis ini.
03:42Dalam perjalanan meliput ini, saudara, total ada delapan orang di dalam kapal.
03:49Dan saat ini, kedelapan orang tersebut masih dalam pencarian.
03:53Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni Bagus Hoirunas, jurnalis dari Kantor Berita Antara,
04:02Aribasuki, jurnalis dari Merdeka.com, Yudis, wartawan Ainews,
04:08Daus dari Kantor Berita Anadolu Agensis Turki, dan Donal, jurnalis freelance.
04:14Sementara tiga orang lain adalah warta atau warta yang merupakan kapten kapal,
04:23Surahman ABK, dan pemandu Herianto.
04:29Saat kejadian, saudara, rombongan jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu
04:35diketahui berangkat dari Pelabuhan Dermaga, Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten
04:40pada Senin 7 September, pukul 14 waktu Indonesia Barat.
04:48Telepon terakhir dari rombongan itu adalah pukul 14.42 menit
04:55dengan salah satu jurnalis di Lampung.
04:59Lalu kemudian, saudara, pada Senin 7 September 2026,
05:03tepatnya pada pukul 18 lebih 13 menit waktu Indonesia Barat,
05:08Herianto sebagai pemandu sempat mengirim foto kepada istrinya
05:12dengan latar gunung anak Krakatau.
05:16Kemudian pada selasa 8 September siang,
05:20Kantor Berita Antara Biro Banten melaporkan jurnalisnya hilang kontak.
05:26Pada selasa 8 September, kemudian proses pencarian mulai dilakukan.
05:38Terkait insiden ini, saudara, pemilik speedboat yang membawa rombongan jurnalis
05:44untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau memastikan
05:47bahwa kapal yang ditumpangi para jurnalis itu
05:50dalam kondisi baik dan layak untuk berlayar.
05:55Menurut pemilik kapal, speedboat merupakan kapal khusus
05:58yang biasa digunakan untuk perjalanan wisata rute Krakatau ujung kulon.
06:04Pemilik kapal menambahkan, saat perjalanan tersebut,
06:08kapal dikemudikan oleh kapten atau nakoda yang berpengalaman.
06:13Krakatau, tanggal 7 September 2026.
06:17Kapal khusus untuk Krakatau ujung kulon, untuk wisata.
06:21Berarti emang bukan sekali dua kali ya, udara sering ya?
06:25Sering digunakan.
06:27Nakodanya sangat berpengalaman, bahkan dia bisa keluar pulau,
06:32membuang ke mana-mana biasanya, seperti itu.
06:34Si kapalnya juga cukup baik kok ya?
06:36Cukup baik, bahkan baru beberapa hari sebelum kerja-kerja itu
06:39dia baru pulang ke Krakatau, dari ujung kulon.
06:43Artinya emang udah siap digunakan kemanakun juga ya?
06:46Iya, betul.
06:49Kabar hilangnya lima jurnalis saat meliput gunung anak Krakatau
06:52juga mengejutkan istri dari pemandu yang menemani perjalanan peliputan para jurnalis.
06:59Sebelum hilang kontak, istri Herianto, pemandu wisata di kapal itu mengaku
07:04suaminya sempat mengirimkan foto gunung anak Krakatau ke grup aplikasi pesan singkat.
07:10Dalam foto tersebut, sodara terlihat gunung anak Krakatau berasap
07:15dan tak ada pulau lain yang menghalangi anak Krakatau.
07:20Komunikasinya di hari Senin, jam 18.13
07:24dia cuma ngirim gambar itu aja, gunung.
07:29Diberitahu tidak Bu, itu lokasinya di mana?
07:33Tidak diberitahu, cuma hanya kirim gambar itu aja.
07:37Jadi keluarga setelah ada pengiriman gambar tidak bisa merespon lagi Bu?
07:42Tidak terkirim pesan dari keluarga?
07:44Iya, tidak terkirim.
07:45Di 18.20 hari Senin, sudah los kontak.
07:53Sodara tim Sargabungan terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis
07:58yang hilang kontak saat meliput gunung anak Krakatau di Selat Sunda.
08:04Belasan kapal Sargabungan dikerahkan untuk menyisir perairan dekat gunung anak Krakatau.
08:09Area pencarian dibagi menjadi empat sektor.
08:13Penyisiran difokuskan di sejumlah wilayah di antaranya perairan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata.
08:23Pencarian lebih diarahkan ke bagian utara wilayah perairan Lampung.
08:31Upaya pencarian rombongan lima jurnalis yang hilang kontak kini terus dilakukan.
08:37Total ada 12 kapal utama Sar yang dilibatkan dalam operasi pencarian di hari keempat ini.
08:45Tim Sar memperluas jangkauan pencarian dengan mengarah ke Laut Lepas Samudera Hindia.
08:51Tim Sar terus menyisir setiap bagian perairan dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan para jurnalis dan ABK
09:00yang hingga kini masih dalam pencarian.
09:03Sebelumnya, sodara pencarian juga melibatkan keluarga yang turut bergabung dalam penyisiran menggunakan kapal speedboat.
09:16Keluarga yang ikut membantu proses pencarian, ada dua kapal, M Asifah, itu ada lima penumpang yang menemukan.
09:27Kemudian, KM Arupa Datuk, itu untuk jumlah penumpangnya ada tujuh orang.
09:36Kemudian, untuk RIP 02, Banten, itu terdiri dari delapan penumpang.
09:42Alapan penumpang orang yang membuat kemudian untuk sektor yang dilakukan pencarian untuk RIP 02 dan 2 speedboat dari masyarakat dan
09:51warga dalam sektor A.
09:55Sejumlah organisasi jurnalis di Tangerang Selatan menggelar doa bersama untuk lima jurnalis serta tiga awak kapal
10:02yang hingga kini masih dalam pencarian usai hilang kontak pada 7 September lalu.
10:08Doa bersama dikelar di Masjid Islamic Center by Turahim, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
10:14Keluarga dan rekan-rekan jurnalis berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
10:25Di tengah laut yang masih terus disusuri, harapan keluarga lima jurnalis yang hilang kontak belum padam, saudara.
10:33Mereka menanti kabar lima orang yang mereka cintai dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
10:40Harapan serupa juga diutarakan keluarga dari dua awak kapal serta peman wisata yang ikut dalam perjalanan peliputan.
10:48Upaya pencarian para korban juga terus dimaksimalkan oleh tim SAR gabungan.
10:55Dan semoga saja penantian dan perjuangan ini segera menemukan titik terang berujung pada kabar baik yakni penemuan korban.
11:05Terima kasih telah menonton!
Komentar