Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
KOMPAS.TV - 5 jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di tengah pencarian yang terus berlangsung, keluarga kelima jurnalis masih menanti dengan cemas. Mereka berharap setiap kabar dari tim penyelamat membawa titik terang.

Namun, hingga pencarian berlanjut, pertanyaan terbesar masih menggantung. Di manakah kelima jurnalis itu berada, dan apa yang sebenarnya terjadi setelah kontak terakhir mereka terputus?

Inilah video detik-detik 5 jurnalis saat hendak meliput aktivitas Anak Krakatau pada Senin, 7 September lalu.

Mereka menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB.

5 jurnalis tersebut yakni Bagus Khoirunnas, jurnalis Kantor Berita Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudhis, wartawan iNews; Daus dari Kantor Berita Anadolu Agency Turki; dan Donal, jurnalis lepas.

Sementara itu, 3 orang lainnya adalah warga yang terdiri dari kapten kapal, Surakhman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Pemilik speedboat memastikan kapal yang ditumpangi para jurnalis tersebut dalam kondisi baik dan layak berlayar.

Pemilik kapal menambahkan, kapal dikemudikan oleh kapten atau nakhoda yang berpengalaman.

Kabar hilangnya 5 jurnalis saat meliput Anak Krakatau juga mengejutkan istri dari pemandu yang menemani perjalanan peliputan para jurnalis.

Sebelum hilang kontak, istri Heriyanto, pemandu wisata di kapal tersebut, mengaku suaminya sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke grup aplikasi pesan singkat.

Dalam foto tersebut, terlihat Gunung Anak Krakatau berasap dan tidak ada pulau lain yang menghalangi pandangan ke Anak Krakatau.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Total ada 12 kapal utama SAR yang dilibatkan dalam operasi pencarian pada hari keempat ini. Tim SAR memperluas jangkauan pencarian dengan mengarah ke laut lepas Samudra Hindia.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690238/sebelum-hilang-kontak-pemandu-di-kapal-jurnalis-sempat-kirim-foto-gunung-anak-krakatau-berut
Transkrip
00:00Assalamualaikum, ini Pak Si Andi, Trip Gilad, Rakatau, tanggal 7 September 2026.
00:15Pas saya setemukan sekali supaya soal saya terbang, kemudian teman-teman jurnalis yang lain juga bisa pulang dengan selamat.
00:24Rupanya juga bisa kembali ke rumah dan bersama istri dan keluarganya.
00:35Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah meliput erupsi Gunung Anak Rakatau.
00:41Kebar itu segera memicu kepanikan hingga tim Sargabungan dikerahkan untuk menyisir perairan mencari jejak keberadaan mereka.
00:49Di tengah pencarian yang terus berlangsung, keluarga dari lima jurnalis masih menanti dengan cemas.
00:57Berharap setiap kabar dari tim penyelamat membawa titik terang.
01:01Namun, hingga pencarian berlanjut, pertanyaan terbesar masih menggantung.
01:07Dimanakah kelima jurnalis itu berada dan apa yang sebenarnya terjadi setelah kontak terakhir mereka terputus?
01:21Sejak kontak terputus, kabar tentang lima jurnalis ini menjadi hal yang paling dinanti keluarga.
01:30Misak tangis keluarga pun tak terbendung menunggu kepastian di mana keberadaan lima jurnalis ini.
01:38Mereka tak kuasa menahan kesedihan dan rasa cemas yang menggunung.
01:42Berharap upaya pencarian oleh tim Sargabungan dapat dimaksimalkan.
01:50Dan saya telah meminta kepada Bibermu agar proses pencarian ini dapat dimaksimalkan kembali.
01:59Adanya pencarian udara, itu yang pertama.
02:03Adanya pencarian udara, karena menurut saya itu lebih efektif dilakukan,
02:08karena bisa menjaga seluruh area yang ada di laut tersebut.
02:17Duka mendalam juga dirasakan istri Nahkoda Kapal yang membawa lima jurnalis meliput gunung anak Rakatau.
02:25Isak tangis istri Nahkoda pecah saat mengetahui upaya pencarian tim Sargabungan belum membuahkan hasil.
02:33Keluarga berharap orang-orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
02:48Mas Yandi, trip kilat Rakatau tanggal 7 September 2026.
02:56Bismillahirrahmanirrahim.
02:57Bismillah Pak ya.
02:58Saudara, inilah video detik-detik lima jurnalis saat hendak meliput aktivitas gunung anak Rakatau.
03:06Pada Senin 7 September lalu, mereka tampak siap berangkat meliput dengan membawa sejumlah alat peliputan.
03:15Mereka menggunakan kapal speedboat dari Dermaga, Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten sekitar pukul 2 siang.
03:24Di dalam kapal, terdapat pula tiga awak kapal yang ikut juga dalam perjalanan meliput dengan lima jurnalis ini.
03:42Dalam perjalanan meliput ini, saudara, total ada delapan orang di dalam kapal.
03:49Dan saat ini, kedelapan orang tersebut masih dalam pencarian.
03:53Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni Bagus Hoirunas, jurnalis dari Kantor Berita Antara,
04:02Aribasuki, jurnalis dari Merdeka.com, Yudis, wartawan Ainews,
04:08Daus dari Kantor Berita Anadolu Agensis Turki, dan Donal, jurnalis freelance.
04:14Sementara tiga orang lain adalah warta atau warta yang merupakan kapten kapal,
04:23Surahman ABK, dan pemandu Herianto.
04:29Saat kejadian, saudara, rombongan jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu
04:35diketahui berangkat dari Pelabuhan Dermaga, Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten
04:40pada Senin 7 September, pukul 14 waktu Indonesia Barat.
04:48Telepon terakhir dari rombongan itu adalah pukul 14.42 menit
04:55dengan salah satu jurnalis di Lampung.
04:59Lalu kemudian, saudara, pada Senin 7 September 2026,
05:03tepatnya pada pukul 18 lebih 13 menit waktu Indonesia Barat,
05:08Herianto sebagai pemandu sempat mengirim foto kepada istrinya
05:12dengan latar gunung anak Krakatau.
05:16Kemudian pada selasa 8 September siang,
05:20Kantor Berita Antara Biro Banten melaporkan jurnalisnya hilang kontak.
05:26Pada selasa 8 September, kemudian proses pencarian mulai dilakukan.
05:38Terkait insiden ini, saudara, pemilik speedboat yang membawa rombongan jurnalis
05:44untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau memastikan
05:47bahwa kapal yang ditumpangi para jurnalis itu
05:50dalam kondisi baik dan layak untuk berlayar.
05:55Menurut pemilik kapal, speedboat merupakan kapal khusus
05:58yang biasa digunakan untuk perjalanan wisata rute Krakatau ujung kulon.
06:04Pemilik kapal menambahkan, saat perjalanan tersebut,
06:08kapal dikemudikan oleh kapten atau nakoda yang berpengalaman.
06:13Krakatau, tanggal 7 September 2026.
06:17Kapal khusus untuk Krakatau ujung kulon, untuk wisata.
06:21Berarti emang bukan sekali dua kali ya, udara sering ya?
06:25Sering digunakan.
06:27Nakodanya sangat berpengalaman, bahkan dia bisa keluar pulau,
06:32membuang ke mana-mana biasanya, seperti itu.
06:34Si kapalnya juga cukup baik kok ya?
06:36Cukup baik, bahkan baru beberapa hari sebelum kerja-kerja itu
06:39dia baru pulang ke Krakatau, dari ujung kulon.
06:43Artinya emang udah siap digunakan kemanakun juga ya?
06:46Iya, betul.
06:49Kabar hilangnya lima jurnalis saat meliput gunung anak Krakatau
06:52juga mengejutkan istri dari pemandu yang menemani perjalanan peliputan para jurnalis.
06:59Sebelum hilang kontak, istri Herianto, pemandu wisata di kapal itu mengaku
07:04suaminya sempat mengirimkan foto gunung anak Krakatau ke grup aplikasi pesan singkat.
07:10Dalam foto tersebut, sodara terlihat gunung anak Krakatau berasap
07:15dan tak ada pulau lain yang menghalangi anak Krakatau.
07:20Komunikasinya di hari Senin, jam 18.13
07:24dia cuma ngirim gambar itu aja, gunung.
07:29Diberitahu tidak Bu, itu lokasinya di mana?
07:33Tidak diberitahu, cuma hanya kirim gambar itu aja.
07:37Jadi keluarga setelah ada pengiriman gambar tidak bisa merespon lagi Bu?
07:42Tidak terkirim pesan dari keluarga?
07:44Iya, tidak terkirim.
07:45Di 18.20 hari Senin, sudah los kontak.
07:53Sodara tim Sargabungan terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis
07:58yang hilang kontak saat meliput gunung anak Krakatau di Selat Sunda.
08:04Belasan kapal Sargabungan dikerahkan untuk menyisir perairan dekat gunung anak Krakatau.
08:09Area pencarian dibagi menjadi empat sektor.
08:13Penyisiran difokuskan di sejumlah wilayah di antaranya perairan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata.
08:23Pencarian lebih diarahkan ke bagian utara wilayah perairan Lampung.
08:31Upaya pencarian rombongan lima jurnalis yang hilang kontak kini terus dilakukan.
08:37Total ada 12 kapal utama Sar yang dilibatkan dalam operasi pencarian di hari keempat ini.
08:45Tim Sar memperluas jangkauan pencarian dengan mengarah ke Laut Lepas Samudera Hindia.
08:51Tim Sar terus menyisir setiap bagian perairan dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan para jurnalis dan ABK
09:00yang hingga kini masih dalam pencarian.
09:03Sebelumnya, sodara pencarian juga melibatkan keluarga yang turut bergabung dalam penyisiran menggunakan kapal speedboat.
09:16Keluarga yang ikut membantu proses pencarian, ada dua kapal, M Asifah, itu ada lima penumpang yang menemukan.
09:27Kemudian, KM Arupa Datuk, itu untuk jumlah penumpangnya ada tujuh orang.
09:36Kemudian, untuk RIP 02, Banten, itu terdiri dari delapan penumpang.
09:42Alapan penumpang orang yang membuat kemudian untuk sektor yang dilakukan pencarian untuk RIP 02 dan 2 speedboat dari masyarakat dan
09:51warga dalam sektor A.
09:55Sejumlah organisasi jurnalis di Tangerang Selatan menggelar doa bersama untuk lima jurnalis serta tiga awak kapal
10:02yang hingga kini masih dalam pencarian usai hilang kontak pada 7 September lalu.
10:08Doa bersama dikelar di Masjid Islamic Center by Turahim, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
10:14Keluarga dan rekan-rekan jurnalis berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
10:25Di tengah laut yang masih terus disusuri, harapan keluarga lima jurnalis yang hilang kontak belum padam, saudara.
10:33Mereka menanti kabar lima orang yang mereka cintai dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
10:40Harapan serupa juga diutarakan keluarga dari dua awak kapal serta peman wisata yang ikut dalam perjalanan peliputan.
10:48Upaya pencarian para korban juga terus dimaksimalkan oleh tim SAR gabungan.
10:55Dan semoga saja penantian dan perjuangan ini segera menemukan titik terang berujung pada kabar baik yakni penemuan korban.
11:05Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan