00:00Seberapa kuat Iran bisa membalas setiap serangan Amerika Serikat dan apakah kekuatan militer mereka mampu memaksa kapal-kapal yang melintasi
00:08hormus patuh pada aturan otoritas Iran?
00:11Untuk mengulasnya, Saudara, kita bahas bersama dengan Marsma Purna Yurawan Agung Sasongko, pakar strategi PPAU, sekaligus alumni US Air World
00:20College.
00:21Selamat petang, Mas Agung.
00:24Selamat petang.
00:25Mas Agung, kita dipertontonkan dengan saling serang, saling klaim bahwa militer masing-masing negara ini kuat, baik Amerika Serikat dan
00:33Iran.
00:33Pertanyaannya, menurut Anda apakah Iran ini benar-benar akan menggunakan kekuatan militernya untuk menerapkan sanksi ke kapal-kapal yang nekat
00:41melintas hormus?
00:43Ya, jadi betul. Iran memiliki probabilitas sangat tinggi untuk menggunakan kekuatan militer yang nyata.
00:49Bukan sekedar geretakan politik ya, namun bagi Teheran, karena Selatormus bukan sekedar jalur air strategis ya,
00:57tapi juga adalah kartu asnya untuk geopolitik terbesar mereka dalam menghadapi tekanan sanksi barat khususnya Amerika.
01:05Khusus korps garda revolusi Iran, Islam Iran, khususnya angkatan lautnya telah mendukti nasib untuk menegakkan geretakan maritimnya secara agresif di
01:15wilayah tersebut.
01:15Dia tidak akan lagu melakukan penghentian paksa, penyintian kapal, serangan kinetik dengan rudal atau drone jika ada yang melanggar protokol
01:24sepihak.
01:25Jadi, secara taktis dia akan menggunakan dalil hukum penerapan sanksi timbal balik atau penegakan keamanan lingkungan maritim untuk menegakkan tindakannya.
01:34Dengan melakukan serangan militer langsung ya?
01:37Karena mereka saat ini dalam kondisi perang diserang oleh lawan, jadi mereka punya hak untuk melakukan hal itu.
01:44Itu dasar daripada penerapan yang dilakukan.
01:47Pertanyaannya, ini kan perang sudah berlangsung lama.
01:50Kekuatan militer ini yang menjadi tanda tanya.
01:52Apakah betul kekuatan militer Iran ini memang siap untuk perang jangka panjang?
01:56Apalagi saat ini kita lihat Iran terus-menerus melakukan serangan kepada kapal-kapal yang melintas di Selatormus.
02:04Iran siap untuk serangan jangka panjang karena apa?
02:06Karena pertama itu adalah negerinya sendiri.
02:08Musuhnya adalah Amerika tidak di negerinya.
02:10Dan sekutu-sekutu Amerika yang biasa mendukung,
02:14biasa mendukung dengan menyediakan pangkalan-pangkalan pelabuhan juga tidak bisa karena telah dihancurkan atau telah diurusaha tidak berfungsi.
02:22Artinya, yang kesulitan untuk jangka panjang justru bukan Iran, tetapi pihak lawannya dalam hal ini Amerika.
02:28Karena pertama, di mana mereka bersandar logistik, untuk mencari bahan makanan atau bahan untuk kapal induknya saja mereka kesulitan.
02:36Mereka harus mengandalkan suplai dari Diego Garcia atau Singapur.
02:40Bahkan dari negara-negara telah sekitar pun tidak bisa karena mereka harus menerapkan prinsip keamanan atau keselamatan.
02:46Jadi, yang kesulitan dalam jangka panjang adalah Amerika.
02:50Sehingga kalau kita lihat, kalau kesulitannya Amerika berarti ancaman Iran ini tidak bisa dianggap sebelah mata.
02:56Nah, menurut Anda apa langkah strategis dari Amerika Serikat sendiri?
03:00Sesebelumnya, Trump kembali mengklaim bahwa menguasai Selat Hormuz, bahkan bilang bahwa Selat Trump.
03:07Ya, seperti biasa, Donald Trump itu kan menggunakan retorika yang kadang bohong, kadang-kadang banyak bohongnya.
03:14Karena, ya seperti biasa, masyarakat yang patriotik, maga, atau make America great take itu kan orang-orang yang tidak terdidik,
03:23yang senang dengan kata-kata hebat, kata besar.
03:26Tapi intinya, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh Amerika.
03:29Pertama, eskalasi militer langsung.
03:31Kedua, dia mobilisasi koalisi internasional.
03:34Dan ketiga, perang asimetris atau sanksi belum bukan.
03:37Nah, masalahnya adalah sanksi tidak terlalu efektif dalam jangka pendek.
03:41Jadi, emang Iran masih berjalan cukup lama, eskalasi militer.
03:44Amerika sendiri kesulitan untuk menggunakan persenjataannya karena terbatas.
03:49Dan mereka juga memaksa Iran untuk berperang dengan menggunakan tanker-to-tanker.
03:53Karena mereka masih punya alat atau senjata untuk serangan ke kapal.
03:57Iran menolak, Iran membalasnya dengan serangan ke darat.
03:59Artinya, dia terpacang Amerika.
04:01Dan terakhir adalah mobilisasi koalisi internasional.
04:04Itu gimana? Tidak ada yang mau terlibat.
04:05Karena mereka tahu yang salah Amerika.
04:07Kalau mereka membantu orang yang salah, dalam artian tindakan ilegal,
04:11penyerangan terhadap Iran.
04:12Itu makanya akan terlibat dan itu akan berbahaya sekali bagi mereka.
04:15Karena mereka tidak saja menghadapi negara Iran,
04:18tetapi menghadapi juga perang asimetris dan banyak supporter Iran di seluruh dunia.
04:23Itu yang terjadi.
04:23Sehingga bacaan Anda, ke depannya ini saling serang lebih sering terjadi
04:28atau sebaliknya harapan kita bersama negosiasi menjadi solusi?
04:32Ya, intinya saling serang.
04:34Ini kan tip and tap, istilah bahasa Inggrisnya.
04:37Tapi itu sebetulnya adalah eskalasi.
04:39Karena apa? Semua tahu bahwa negara-negara menggunakan kuatan diplomasi,
04:43informasi, militer, ekonomi.
04:44Amerika sekarang kebanyakan hanya menggunakan militer dan ekonomi,
04:48tapi nyatanya itu tidak terlalu efektif.
04:50Iran menggunakan semuanya.
04:52Dia menggunakan diplomasi, menggunakan informasi, militer, ekonomi.
04:54Dan yang membuat Amerika kesulitan.
04:56Dan dia tahu di masa dekat ini akan ada pemilu selah.
04:59Dimana rakyat Amerika, negara kapitalis ini sangat tergantung dari
05:03satu adalah harga minyak yang terjangkau.
05:06Dua, harga makanan yang terjangkau.
05:07Tiga adalah bunga bank yang murah.
05:12Sehingga mereka bisa menggunakan kredit.
05:14Nah, masalahnya itu menjadi naik.
05:16Bunga bank sudah 7 persen.
05:17Makanan naik 30 persen.
05:19Bahan bakar sudah 75 persen.
05:21Itu yang akan membuat Trump.
05:22Jadi sekarang mereka bagaimana mengepus,
05:24sehingga Amerika kesulitan secara diplomasi, informasi.
05:27Komersi dengan jelek namanya, Trump jelek namanya,
05:29dan tidak mampu, pertama kalau dia tidak membalas Amerika kelihatan lemah.
05:33Tapi kalau membalas mereka kesulitan karena senjata untuk menyerangnya sedikit
05:37dan menyerang senjata untuk bertahannya sedikit.
05:39Akhirnya Iran sekarang memaksa eskalasi yang terbatas,
05:42tapi tetap meningkat untuk memaksa Amerika untuk tidak punya pilihan
05:45dan kelihatan jelek di mata dunia.
05:47Menarik untuk kita lihat seperti apa exit strategis dari perang
05:50yang akan diambil oleh Donald Trump dalam melawan Iran.
05:53Terima kasih Pak Agung Sasong Gojanti atas perspektifnya di Kompas Petang.
05:56Salam sehat.
05:58Salam.
Komentar