Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MALUKU UTARA, KOMPAS.TV - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mendapat interupsi usai menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara pada Jumat (12/9/2026).

"Kita Maluku Utara yang tadi Ibu Gubernur sampaikan bahwa ekonomi kita tertinggi, tetapi tidak sejalan dengan pemberantasan kemiskinan," ujar Anggota DPRD Malut, Mislan Syarif.

"Kemiskinan kita di Maluku Utara juga masih tinggi. Kedua, inflasi kita ranking satu di Indonesia. Bisa lihat data BPS, kita ranking satu," lanjutnya (timecode 12:10).

Baca Juga Bertemu Sherly Tjoanda, AHY Bahas Konektivitas dan Lumbung Pangan Maluku Utara di https://www.kompas.tv/nasional/670553/bertemu-sherly-tjoanda-ahy-bahas-konektivitas-dan-lumbung-pangan-maluku-utara

#sherlytjoanda #malukuutara #dprdmalut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690283/full-pidato-gubernur-sherly-hingga-interupsi-dprd-maluku-utara-soroti-kemiskinan-inflasi
Transkrip
00:00Maluku Utara, APBD-nya, fiskalnya semakin kuat.
00:04Kita Maluku Utara, yang tadi Ibu Gubernur sampaikan bahwa ekonomi kita tertinggi,
00:09tetapi tidak sejalan dengan pemberantasan kemiskinan.
00:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:16Salam sejahtera untuk kita semua.
00:18Yang saya hormati, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Bapak Iqbal Nur Rai.
00:24Yang saya hormati, Wakil Gubernur, Bapak Sarbin Sehe.
00:29Yang saya hormati, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Bapak Kuntu Daud,
00:36Ibu Husni Bopeng, Bapak Husni Salim, serta seluruh Ketua Fraksi dan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara,
00:44pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku Utara, para insan pers dan hadirin sekalian yang berbahagia.
00:50Bapak Ibu yang saya hormati, kita pertama-tama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha esa atas rahmatnya.
00:56Kita semua bisa hadir dalam keadaan sehat walafiat, dalam pendana tanganan UAPPAS, APBDP 2026.
01:07Perubahan APBD bukan segedar mengubah angka, ini adalah kesempatan untuk kita mengkoreksi kembali prioritas,
01:15memastikan bahwa kemampuan fiskal yang bertambah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat di lapangan.
01:24Dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah Maluku Utara meningkat dari 2,796 triliun atau hampir 2,8 triliun menjadi
01:373,38 triliun,
01:39bertambah sekitar 512 miliar atau sekitar 18,3 persen.
01:45Ini patut kita syukuri peningkatan terbesar berasal dari kekuatan daerah kita sendiri, yaitu dari pendapatan asli daerah.
01:54Pendapatan 512 miliar terdiri dari peningkatan PAD yaitu 445 miliar atau naik sekitar 38 persen,
02:04peningkatan yang sangat signifikan dari 1,1 triliunan menjadi 1,6 triliun.
02:10Saya memberikan apresiasi kepada Bapenda dan kepada seluruh OPD terkait yang bisa membuat peningkatan PAD ini terjadi
02:22dan juga ditambah dengan transfer KB-DBH sesuai KMK 198 tahun 2026 sebesar 61 miliar
02:31dan ditambah dengan hadiah insentif dari Kemendagri sebesar 6 miliar karena Provinsi Maluku Utara menang di tiga kategori
02:39sehingga total peningkatan pendapatan APBD 2026 menjadi 512 miliar dari 2,8 triliun menjadi 3,3 triliun.
02:52Ini menunjukkan satu hal penting yaitu Maluku Utara terus bergerak dari ketergantungan fiskal menuju kemanerian fiskal.
03:01Di tahun 2026 proporsi PAD kita itu sudah 48 persen dari total APBD dibandingkan dengan 2025 yang hanya 30 persen
03:14PAD-nya.
03:15Jadi artinya Maluku Utara APBD-nya fiskalnya semakin kuat dan ada kemanerian fiskal yang semakin meningkat.
03:23Dengan adanya pendapatan yang meningkat tidak berarti kita punya ruang untuk membelanjakan lebih banyak tanpa disiplin.
03:31Justru sebaliknya semakin banyak uang yang kita kelola semakin besar kewajiban kita untuk membuktikan manfaatnya
03:39dan disiplin dalam pemanfaatannya.
03:41Karena itu dalam APBD perubahan ini kita memperkuat belanja yang menghasilkan aset dan manfaat jangka panjang.
03:48Belanja modal kita naik dari 200, naik hampir 220 miliar atau sekitar 35 persen menjadi 850 miliar.
04:02Fokusnya untuk memperkuat belanja jalan, jaringan, irigasi, belanja tanah difokuskan kepada konektivitas.
04:12Pilihan ini sengaja kita ambil karena kembali lagi kita semua tahu Maluku Utara pertumbuhan ekonomi tertinggi.
04:19Tahun lalu 34 persen, tahun ini walaupun terjadi penurungan kuartal 1 19 persen, kuartal 2 15 persen,
04:27tapi tetap masih tertinggi se-Indonesia dan yang dipertanyakan oleh masyarakat selalu bahwa pertumbuhan ekonomi ini tidak inklusif, tidak merata.
04:36Dan kendala kita dalam pemerataan selalu konektivitas.
04:40Kenapa? Karena kemantapan jalan kita baru 46 persen, kita masih punya PR untuk menyelesaikan 54 persen lagi.
04:48Dan 60 persen penduduk kita adalah petani, 20 persen adalah nelayan.
04:54Seluruh hasil tangkapan, seluruh hasil panen mereka membutuhkan jalan dan jembatan, jalan tani untuk bisa dikeluarkan dari kebun mereka menuju
05:03ke pelabuhan atau menuju ke pasar.
05:06Ketika petani dan nelayan kita nilai tukarnya naik, ketika ada pemerataan pendapatan di keluarga petani dan nelayan,
05:16maka pemerataan peningkatan ekonomi di Maluku Utara dapat terjadi.
05:25Selain dari konektivitas, kami juga memiliki wajiban pemerintah termasuk kebutuhan belanja pegawai PNS dan P3K,
05:33serta menyicil hutang bagi hasil kepada 10 kabupaten, kota.
05:39Bapak-Ibu anggota Dewan yang saya hormati, total belanja setelah perubahan menjadi 3,6 triliun atau sekitar 3,6 triliun
05:57dengan defisit sekitar 341 miliar yang ditutup melalui pembiayaan neto terutama silva tahun 2025.
06:07Jadi total kenaikan belanja ada 850 miliar.
06:12Rinciannya sebagai berikut yaitu penambahan belanja modal, penambahan belanja pegawai 267 miliar,
06:21belanja bagi hasil 195 miliar, belanja modal 225 miliar,
06:30di dalamnya ada belanja tanah 30 dan belanja jalan irigasi infrastruktur sekitar 150 miliar,
06:38dan kemudian ada penambahan belanja barang 51 miliar,
06:43serta pelunasan cicilan hutang pihak ketiga dari masa lalu sebesar 30 miliar.
06:53Prinsipnya adalah tidak boleh ada anggaran hanya karena kebiasaan,
06:57tidak boleh ada kegiatan hanya untuk mengejar penyerapan,
07:00dan tidak boleh ada belanja besar dengan manfaat kecil.
07:04Saya meminta setiap OPD dalam melakukan perencanaan program untuk membelanjakan uang rakyat
07:11selalu dengan pertanyaan, masalah apa yang diselesaikan,
07:15siapa yang menerima manfaat, dan apa hasil yang kita ukur.
07:19Itulah perubahan yang ingin kita dorong dari orientasi belanja menuju orientasi hasil.
07:26Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya
07:29kepada pimpinan dan kepada seluruh anggota DPRD, Badan Anggaran, TAPD,
07:35serta seluruh pihak yang telah bekerja bersama dalam pembahasan perubahan UWA dan PPAS ini.
07:42Dan kesempatan hari ini bukan akhir pekerjaan,
07:45setelah angka disepakati tantangannya adalah eksekusi.
07:50Waktu tahun anggaran 2026 semakin terbatas,
07:53oleh karena itu saya meminta kepada seluruh OPD untuk bergerak cepat,
07:56tepat dan akuntabel, jangan korbankan kualitas demi mengejar waktu.
08:02Pada akhirnya rakyat tidak bertanya berapa besar APBD kita,
08:07tapi rakyat bertanya apa yang berubah dalam hidup mereka,
08:11masalah apa yang kita selesaikan, apakah jalan lebih baik,
08:15apakah kesehatan lebih berkualitas, apakah pendidikannya lebih berkualitas,
08:20apakah ekonomi keluarga lebih baik, apakah itulah ukuran keberhasilan dari APBD.
08:29Mari kita pastikan bahwa setiap tambahan kekuatan fiskal berubah menjadi tambahan manfaat
08:33bagi masyarakat, karena APBD bukan sekedar tentang berapa banyak uang yang kita belanjakan,
08:40APBD tentang berapa banyak masalah rakyat yang kita selesaikan.
08:43Dan catatan dari saya untuk belanja modal yang cukup signifikan dari total APBD 2026 sebanyak 850 miliar ini
08:56dan sebagian besar adalah konektivitas dan konektivitas itu terbagi menjadi 10 kabupaten kota.
09:03Ada ruas di 10 kabupaten kota dan penambahan hampir 150 miliar di konektivitas itu
09:09untuk menambah panjang kilometer di semua 10 kabupaten kota ruas yang sudah jalan di APBD Induk.
09:19Sebagai gubernur saya mengucapkan terima kasih dan menyampakati rancangan
09:24KUA PPAS APBD Perubahan 2026 menjadi KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
09:32untuk selanjutnya menjadi pedoman bagi OPD dalam menyusun RKA SKPD Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
09:41Sekali lagi terima kasih atas kerjasama baik, atas dukungan baik untuk mengawal kami Pemprov Maluku Tara
09:48memastikan bahwa belanja uang rakyat tepat sasara dan menyelesaikan masalah.
09:53Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:56Shalom Tuhan berkati.
10:20Terima kasih.
10:22Kami sampaikan kepada yang terhormat saudari gubernur yang telah menyampaikan sambutannya.
10:28Rapat Paripurna dan hadirin yang kami muliakan.
10:34Perlu diketahui bahwa Dewan sendiri melalui hasil Rapat Badan Musawara 1 September 2026
10:44telah menetapkan jadwal pembahasan rancangan perubahan APBD perubahan tahun 2026
10:51yang akan dimulai pada tanggal 14 sampai dengan 17 September 2026.
10:56Dan kita harapkan dalam pembahasan dan penetapan rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2026
11:04bisa terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
11:08Sebelum mengakhiri rapat paripurna ini,
11:10atas nama pimpinan dan seluruh anggota Dewan, kami menyampaikan terima kasih.
11:15Interduksi pimpinan, interduksi pimpinan, terima kasih pimpinan.
11:23Yang saya hormati gubernur dan wakil gubernur, pimpinan DPR beserta seluruh jajaran pimpinan,
11:32teman-teman DPR yang mengikuti rapat paripurna pada hari ini.
11:38Yang pertama kita telah mendengar bersama tentang penyampaian nota kesepahaman KUAPPIS.
11:48Saya dari DAPI 5 Sulat Caliabu hanya ingin menyampaikan bahwa kami berharap
11:57KUAPPS maupun anggaran yang nanti kita akan bahas bersama
12:03benar-benar menyentuh kepada hal-hal yang subtaktif terhadap rakyat kecil.
12:09Karena kenapa kita Maluku Utara, yang tadi Ibu Gubernur sampaikan bahwa ekonomi kita tertinggi,
12:16tetapi tidak sejalan dengan pemberantasan kemiskinan.
12:21Kemiskinan kita di Maluku Utara juga masih tinggi.
12:24Kedua, inflasi kita rangking satu di Indonesia.
12:28Bisa lihat data PPS.
12:31Kita rangking satu, berarti Gua PPS anggaran kita tidak mengintervensi tentang ekonomi kerakyatan.
12:43Bayangkan kemarin yang kita datang ke BI menyampaikan,
12:49kita rentan terhadap beberapa komoditas, ikan, bahkan sayur.
12:55Kita harus oplat dari luar masuk ke Maluku Utara.
12:59Ini yang mungkin Ibu Gubernur dengan Bapak Wagub,
13:03ini kita mungkin mencari informasi bagaimana ini.
13:06Karena kita kaya, tetapi tidak mendapatkan income yang lebih untuk rakyat kita.
13:13Sehingga inflasi kita bisa tekan.
13:18Itu yang kami harapkan, agar rupiah yang keluar dari APBD ini bisa mengintervensi ekonomi rakyat,
13:28terutama ekonomi rakyat yang paling bawah,
13:31terutama bagi kami yang masih jauh dari daerah provinsi,
13:36yaitu Sula dan Taliabu.
13:38Kemudian Ibu Gubernur, kami acapkan terima kasih.
13:41Konektivitas sudah mulai ada di pulau kami, Sula dan Taliabu.
13:48Sekali lagi, terima kasih.
13:50Yang berikutnya,
13:52ini Ibu,
13:55tentang penangkapan ikan di laut,
13:57rompong, yang sekarang jadi masalah.
13:59Ada beberapa penertiban yang dilakukan oleh yang berkewajiban menertibkan rompong-rompong rakyat kita.
14:11Seharusnya,
14:12jangan langsung diadakan penertiban,
14:14tapi disosialisasikan.
14:16Terutama di mana alur-alur yang boleh dipasang rompong dan tidak.
14:20Tidak langsung main tangkap,
14:22kemudian rakyat ke sana rompongnya hilang.
14:24Dengan catatan penertiban.
14:26Ini harus disosialisasikan.
14:33Karena kita kan,
14:34Maluku Utara ini berada di WPP NRI 715,
14:37dan WPP NRI 716.
14:39Jadi,
14:40coba kita sosialisasikan
14:42alur-alur mana
14:43yang bisa kita punya nelayan ini
14:46memasang rompongnya di situ.
14:48Atau jaring-jaring yang mana.
14:50Jangan sampai nelayan kita sudah mencari modal yang besar
14:54untuk menciptakan
14:56sebuah rompong alat tangkapnya.
14:59Tetapi tiba-tiba
15:00diadakan penertiban.
15:02Saya kira
15:03itu dua dari saya
15:05agar menjadi perhatian
15:06karena semuanya ujung-ujungnya
15:08untuk peningkatan ekonomi kita,
15:11terutama ekonomi rakyat kita yang paling bawah.
15:13Sekali lagi, terima kasih.
15:15Apabila ada salah kata,
15:17saya mohon maaf.
15:18Saya akhiri.
15:19Wabilai Taufir Wadaya.
15:20Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
15:23Pimpinan dari fraksi PKS.
15:27Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
15:31Yang saya hormati
15:32Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur,
15:37Pimpinan dan anggota DPRD yang saya hormati,
15:40Kepala OPD yang hadir pada hari ini yang saya hormati.
15:44Yang pertama,
15:46saya selaku kita fraksi PKS menyampaikan
15:50apresiasi atas
15:51mulai terbayarnya TTP ASN Provinsi Maluku Utara
15:56yang kemarin disampaikan di forum Paripurna ini juga.
15:59Kita menyampaikan terima kasih ya.
16:02Yang kedua,
16:05saya Ibu Gubernur dan Pak Wakil,
16:08saya tadi malam ya,
16:12masyarakat dari Pulau Hiri
16:13yang bersama dengan Pak Fraksi Girindra
16:16menyampaikan terkait dengan
16:18pemotongan rompong
16:20masyarakat nelayan di Maluku Utara,
16:24mobil khusus di Hiri, Ternate dan Hal Merah Barat.
16:27Bahkan mereka menyampaikan kami ini,
16:31ini kalau dipotong kami mau dapat pendapatan dari mana.
16:34Bahkan ada juga yang mungkin sudah WA di Ibu Guub dan Pak Wak Guub
16:38terkait dengan persoalan ini.
16:39Jadi saya kira,
16:40oke lah kita punya regulasi terkait dengan
16:42mungkin 12 mil jatah.
16:45Memang kita ini aneh,
16:47masa alat tangkapan kita hanya 12 mil,
16:49di luar 15 mil itu punya pusat.
16:52Sedangkan nelayan-nelayan kita ini,
16:53tangkapannya di atas 12 mil.
16:56Ini persoalan.
16:57Oleh karena itu saya kira,
16:59karena ada yang rompong-rompong yang mereka buat itu,
17:03itu biaya sendiri Bu Gubernur.
17:05Jadi saya minta ya,
17:07kalau bisa dikembalikan rompong yang sudah dipotong,
17:09dilepas itu, kesian.
17:11Masyarakat sudah hampir beberapa hari,
17:12bahkan terjadi demonstrasi di kota Ternate
17:16terkait dengan pemotongan rompong.
17:17Jadi kesempatan ini saya berharap kepada Bu Gubernur,
17:22sebelum ya dinas terkait ya,
17:25dinas TKP dan yang lain,
17:27melakukan pemotongan seharusnya sosialisasi dari awal.
17:30Yang kedua,
17:31Ibu Gubernur dan Pak Wakil,
17:33ternyata rompong kita ini,
17:34di Maluku Utara ini hampir seribu lebih.
17:37Tapi yang berizin itu cuma 4 rompong.
17:41Cuma hanya 4 rompong saya mendapatkan izin,
17:44berarti selama ini dinasnya di mana?
17:46Dinas terkait, dinas berikanan, kemana?
17:49Ini cuma persoalan izin.
17:52Jadi ini masalah kita.
17:54Oleh karena itu,
17:54saya sebagai penggota DPRD,
17:57ingin menyampaikan lah,
17:59hal-hal yang terkait dengan masalah pencarian,
18:02terutama kita ingin APBD kita ini yang disampaikan
18:04kepada Bu Gubernur,
18:05kita harus bagaimana menggenjot
18:07nelayan kita dan pertanian kita ini ke depan.
18:09Hal-hal terkait dengan persoalan izin,
18:11ini saya kira pemerintah intervensi,
18:13penuh,
18:13untuk membantu nelayan-nelayan.
18:15Kita kasihan.
18:16Jadi ini beberapa hal yang saya sampaikan
18:19pada kesempatan ini,
18:20ya mudah-mudahan ditindaklanjuti oleh Ibu Gubernur,
18:24dikoordinasikan,
18:25bahkan mereka sampaikan ke saya, Bu.
18:27Kalau bisa ya,
18:28rompong itu diganti.
18:29Kasihan mereka nelayan kita.
18:31Demikian,
18:32Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
18:36Pimpinan,
18:37izin pimpinan dari fraksi Gerindra.
18:41Terima kasih.
18:42Bismillahirrahmanirrahim.
18:44Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
18:48Ibu Gubernur dan Pak Gubernur Pimpinan,
18:52serta anggota Dewan yang saya hormati.
18:54Saya menyampaikan dua hal,
18:56yang satu dari hal Mayra Barat.
19:00Mohon kiranya dengan adanya perubahan ini,
19:04tolong memperhatikan SMA Negeri Empat Hal Mayra Barat,
19:08yang ada di Desa Kedi.
19:12Sesuai hasil rese saya pada tanggal 6 Februari tahun 2026,
19:17dan saya sudah laporkan ke atas,
19:21namun sampai saat ini belum ada penanganan sama sekali.
19:26Dan gedung tersebut tidak dapat digunakan.
19:30Itu yang pertama.
19:32Yang kedua,
19:35terjadi longsor
19:36di Pulau Hiri,
19:38tepatnya di Kelurahan Dorari Isa
19:42dan Tomajiko.
19:45Mohon
19:48jalan dan longsor tersebut
19:51segera ditangani,
19:52karena hanya satu jalan.
19:55Jadi di sana kenderaan
19:57sudah tidak bisa lewat lagi ke sana kemari.
19:59Jadi mohon kiranya ini dalam keadaan
20:04boleh dikatakan darurat,
20:06karena kenderaan sudah tidak bisa lewat lagi di
20:08Pulau Hiri tersebut,
20:10yaitu di Kelurahan Tomajiko
20:12dan Dorari Isa.
20:15Itu saja yang saya sampaikan.
20:18Terima kasih.
20:18Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
20:22Pimpinan
20:31Terima kasih atas waktu yang telah diberikan,
20:35yang saya hormati Ibu Gubernur,
20:38Wakil Gubernur,
20:40teman-teman anggota Dewan,
20:41OPD,
20:42semua pers yang ada.
20:44Hari ini saya mau sampaikan
20:46bahwa kami sudah sampai
20:49di nota kesepakatan
20:51KUA BPS Perubahan hari ini,
20:53Alhamdulillah berjalan dengan lancar.
20:55Namun saya mau sampaikan,
20:58karena kita sudah sedikit terlambat ya
21:01dalam tahapan perubahan,
21:03saya meminta kepada Ibu Gubernur,
21:07Pak Wakil Gubernur,
21:08setelah penanda tanganan hari ini,
21:11saya berharap dengan teman-teman semua,
21:15sehingga Ibu Gubernur bisa mengeluarkan edaran
21:19kepada OPD,
21:21supaya mempercepat penyusunan RKA-nya,
21:25guna memaksimalkan waktu yang ada.
21:28Lalu kemudian,
21:29sebagai bentuk komitmen bersama,
21:32DPR,
21:33meminta dalam pembahasan RKA nanti,
21:38sehingga OPD-OPD terkait,
21:40kalau boleh hadir tanpa perwakilan.
21:44Sehingga kalau ada perjalanan-perjalanan
21:47yang mungkin dilakukan oleh OPD
21:48dalam waktu pembahasan RKA tersebut,
21:51kalau boleh Ibu Gubernur,
21:53coba atur waktu supaya OPD-OPD,
21:56khususnya Kepala Kepala OPD itu,
21:58hadir dalam waktu pembahasan RKA tersebut.
22:01Nah, terkait dengan TPP,
22:05kita, PNS yang ada di Provinsi Maluku Utara,
22:08kalian harus memberi apresiasi support
22:12yang luar biasa kepada Ibu Gubernur.
22:14Tepuk tangan dulu buat Ibu Gubernur
22:16yang sudah punya ide yang sangat brilian.
22:19Kenapa saya sampaikan demikian?
22:21Supaya tidak ada miskomunikasi,
22:23khususnya antara pemerintah dengan DPRD
22:27terkait TPP, sehingga PNS-PNS harus tahu bersama
22:30bahwa sebenarnya kalau berbicara TPP
22:34itu bukan salah satu wajib,
22:35namun kemudian itu dibayarkan
22:37sesuai dengan kemampuan fiskal keuangan daerah.
22:41Dan itu Gubernur sudah melakukan
22:44pemikiran-pemikiran yang luar biasa
22:47dengan mempertimbangkan keadaan fiskal
22:49ditambah dengan potongan dana transfer
22:50yang begitu luar biasa,
22:52namun tetap memperjuangkan,
22:54TPP tetap dibayarkan.
22:55Itu harus diberi apresiasi.
22:57Itulah mitra yang terjadi
22:59kesepakatan antara DPRD dan pemerintah.
23:02Jadi keterlambatan kemarin itu
23:04bukan semata-mata disengaja,
23:06tapi karena keadaan fiskal
23:07yang kemudian perancangan TPP itu
23:10dirancang satu tahun anggaran,
23:12namun ada masalah pemotongan tersebut,
23:14makanya ditunda, bukan dihilangkan.
23:17Padahal di provinsi lainnya,
23:19harus PNS provinsi tahu
23:21bahwa mereka sudah tidak menerima
23:23tunjangan TPP.
23:24Jadi untuk provinsi Maluku Utara,
23:26kami harus bersyukur bahwa hari ini
23:29TPP tetap ada dan masih diterima
23:31oleh PNS Provinsi Maluku Utara.
23:33Itu salah satunya.
23:35Lalu kemudian terkait dengan
23:37kami yang sedikit terlambat
23:40dalam pembahasan
23:41terkait dengan perubahan ini,
23:44sebenarnya ini hanya
23:45masalah kesiapan dokumen.
23:47Jadi sekiranya menjadi perhatian juga
23:49buat tim TAPD yang merupakan
23:52perwakilan dari Ibu Gubernur,
23:53Pak Wakil Gubernur,
23:54dalam rapat dengan tim anggaran,
23:56sekiranya apa-apa yang menjadi
23:58di banggar yang disampaikan oleh
24:01banggar DPR kepada TAPD,
24:03itu segeranya, sekiranya harus
24:05disampaikan atau dijelaskan.
24:07Ini mungkin menjadi pelajaran kami,
24:09sehingga nanti dalam proses
24:10baik pembahasan induk maupun perubahan,
24:14kami tidak terlambat lagi untuk
24:15menetapkan sesuai dengan waktu
24:17yang ditentukan,
24:18guna memaksimalkan waktu.
24:20Mungkin itu saja tambahan dari saya,
24:22lebih dan kurangnya mohon maaf.
24:24Bilahi taufiq wal hidayah.
24:25Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
24:30Masih ada?
24:32Saya.
24:36Bismillahirrahmanirrahim.
24:36Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
24:38Terhormati pimpinan,
24:41sahabat-sahabat anggota DPRD,
24:43Ibu Gubernur, Pak Wakil,
24:47beserta seluruh jajaran
24:48yang saya hormati.
24:51Pertama-tama,
24:53saya mengucapkan sangat apresiasi
24:55kepada Ibu Gubernur
24:56dalam rangka kerjasama
24:59dengan pihak kementerian
25:02untuk menertipkan rompong
25:05yang ada di Provinsi Maluku Utara.
25:08Saya secara pribadi
25:09sangat apresiasi langkah itu
25:11karena tujuannya untuk
25:15menertipkan sehingga
25:16menghindar dari kecelakaan.
25:20Termasuk dengan
25:21saya sarankan juga Ibu Gubernur
25:23dari pihak perikanan
25:25bisa
25:26bukan sekedar untuk
25:28penertipan
25:29tetapi ada juga solusi
25:31untuk mengarahkan
25:34para nelayan ini
25:35untuk
25:37perizinan
25:38pemasangan
25:39pemasangan
25:40rompong di laut.
25:41Sehingga mereka juga
25:42tetap
25:43bisa
25:46beraktifitas
25:47seperti
25:47semula.
25:49Termasuk dengan
25:52jalur
25:53yang saya anggap
25:54bahwa jalur
25:55agak padat
25:56itu daerah
25:57Ternate
25:57Sovivi
25:59ini juga
25:59yang harus juga diperhatikan
26:01jangan sampai
26:02mengganggu
26:03aktivitas-aktivitas yang ada di
26:08pelayaran tersebut
26:09pertama.
26:10Yang kedua adalah
26:11tentang
26:14ini juga
26:14kebetulan Ibu Gubernur
26:15saya ini tinggal di Sovivi
26:17jadi ini ada
26:18saran masukan
26:19dari
26:21sopir-sopir
26:22angkutan umum
26:23di sini
26:24khususnya yang track
26:25kalau ada
26:26aktivitas
26:27kegiatan
26:28proyek
26:29atau apapun
26:30yang ada di Sovivi
26:31mohon kiranya
26:32mereka ini
26:33dilibatkan
26:34karena banyak sekali
26:35ada aktivitas
26:37yang ada di sini
26:38itu mereka
26:39ambil dari luar
26:41sehingga
26:41transportasi
26:42yang ada di
26:43daerah Sovivi
26:43ini kurang
26:45diaktifkan.
26:47Saya kira ini juga
26:48menjadi perhatian
26:49semoga
26:51semuanya
26:52berjalan dengan
26:53lancar.
26:53Demikian
26:54dari saya
26:55wabillahi wabillahi wabillahi wabillahi wabarakatuh
26:59Baik, terima kasih
27:01Pimpinan
27:04Oke, terakhir ya
27:06Terima kasih pimpinan
27:09Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
27:11Selamat siang
27:13Salam sejahtera
27:14untuk kita semua
27:15yang terhormat
27:16Ibu Gubernur
27:17dan Wakil Gubernur
27:18berserta jajarannya
27:20yang terhormat
27:22pimpinan DPR
27:23berserta
27:24anggota DPR
27:24yang saya hormati
27:25dan saya banggakan
27:28menyangkut
27:29musim kemarau
27:30yang panjang ini
27:31ini baru
27:33baru saja
27:34musim kemarau
27:35awalnya
27:35diperkirakan
27:36masih sangat panjang
27:39ada satu desa
27:41dan pulau
27:42di Halmaera Selatan
27:43Desa Dawora
27:45khususnya
27:45Kecamatan Gane Barat Selatan
27:50mengalami
27:52kesusahan air tawar
27:54dan memang
27:54pulau ini
27:55pulau unik
27:56tidak ada sumber air tawar
27:57satu pulau
27:58apalagi di musim kemarau
28:00Kepala Desa sudah
28:03berkomunikasi dengan
28:04pemerintah kabupaten
28:06berkomunikasi dengan
28:07beberapa OPD
28:08di sini
28:08dan berkomunikasi dengan
28:10saya
28:10saya juga coba
28:12mengontak
28:12Kepala Badan Bencana
28:14dan berkoordinasi
28:16dengan BWS
28:19selama ini
28:19belum ditemukan
28:21solusi yang terbaik
28:22dan tercepat
28:25semuanya
28:25lepas tangan
28:26tidak ada solusi
28:27karena tidak ada
28:28sumber airnya di situ
28:30sedangkan jarak
28:31dari pulau
28:31Dawora
28:32ke pulau
28:33Halmaera
28:33itu kurang lebih
28:3430-40 mil laut
28:38solusi yang ada
28:39yang terdekat
28:40adalah
28:40memperbaiki
28:41armada
28:41angkut air bersihnya
28:43mereka
28:44dibutuhkan biaya
28:45mungkin sekitar
28:46200 jutaan
28:48Hal ini sangat
28:49kecil untuk
28:50Hibah
28:50menyelamatkan
28:522.000 penduduk
28:53kalau sampai
28:55musim kemarau ini
28:56berjalan 6 bulan
28:57ke depan lagi
28:57mungkin mereka sudah
28:58jadi ikan ngafi
28:59tidak ada air
29:00tidak ada air
29:01tawarnya
29:03jadi
29:03saya harap
29:05Ibu Gubernur
29:06sebagai
29:08pimpinan
29:08Provinsi
29:10Maluku Utara
29:10memiliki
29:11kuasa yang lebih
29:13untuk menjalankan
29:14bantuan yang lebih cepat
29:16yang lebih terjama
29:17yang kritis ini
29:18kepada masyarakat
29:19Desa Dawora
29:20yang kurang lebih
29:202.000 penduduk tersebut
29:22karena kalau
29:23mau menunggu
29:24bantuan pokir
29:25kami
29:26yang walang
29:28wasalam
29:28jadi atau tidak pun
29:29kami tidak tahu
29:30dan kapan terjadinya
29:31tunggu prosesnya
29:33sangat panjang
29:34sedangkan ini
29:35masalah hajat hidup
29:36terima kasih
29:37sekian dari saya
29:39baik terima kasih
29:40Pak Jimmy
29:41dengan demikian
29:43semua
29:46permasalahan yang telah
29:47disampaikan baik oleh
29:48Pak Mislan Sarif
29:49Pak Iswaib
29:51Pak Mahmud Esha
29:52Pak Ibu Yulian Mus
29:53Pak Irfan
29:54dan Pak Jimmy
29:55ini sudah didengarkan
29:56langsung oleh
29:57Ibu Gubernur
29:58dan Pak Wakil Gubernur
29:59mudah-mudahan
30:00apa yang telah
30:01disampaikan ini
30:02bisa menjadi
30:04catatan penting
30:05dan perhatian yang lebih
30:06untuk dapat
30:07menyelesaikan
30:08namun disarankan
30:10kepada teman-teman
30:10untuk memperkuat
30:12hal-hal ini
30:13terkait dengan
30:14apa yang disampaikan
30:15di masing-masing
30:16komisi yang
30:17membidangi
30:19akhirnya dengan
30:21senantiasa
30:21mengharapkan
30:23petunjuk dan
30:24bimbingan
30:25dari Allah
30:25subhanahu wa ta'ala
30:26dan mengharapkan
30:27mahirannya
30:28disertai ucapan
30:30Alhamdulillah
30:30Rabat Paripurna
30:32K23
30:33masa persidangan
30:34ketiga
30:34tahun sidang
30:352025-2026
30:37saya nyatakan
30:39ditutup
30:43Wabilai Taufik
30:45Wahli Raya
30:45Wassalamualaikum
30:46Warahmatullahi
30:47Barakatuh
30:48Selamat siang
31:00Nonton live streaming
31:01dan ribuan tayangan
31:03Kompas Gramedia
31:04langsung dari
31:05Smart TV kamu
31:06Cara installnya
31:07buka Google Play Store
31:09di Smart TV kamu
31:10Cari Kompas TV
31:12melalui pencarian
31:13Pilih aplikasi
31:15lalu install
31:16Selesai
31:17kamu bisa menonton
31:18video pilihan
31:19editorial
31:20Kompas TV
31:21Download Kompas TV
31:23Apps
31:23di TV kamu
31:24sekarang juga
Komentar

Dianjurkan