Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pidato AHY kembali dibaca sebagai sinyal penting dalam menjaga posisi Partai Demokrat di pemerintahan Prabowo Subianto.

Pengamat politik Selamat Ginting menilai AHY tidak sedang keluar dari poros Hambalang, melainkan mencari "jarak aman" agar Demokrat tidak terlalu identik dengan Prabowo dan tetap memiliki diferensiasi politik menghadapi 2029.

Baca Juga Menakar! Kurniawan-Armando Soroti Soal AHY Masuk Kalkulasi Pendamping Prabowo di 2029? | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/video/690230/menakar-kurniawan-armando-soroti-soal-ahy-masuk-kalkulasi-pendamping-prabowo-di-2029-bola-liar

Pandangan tersebut mendapat respons berbeda dari Partai Golkar. Ahmad Irawan menilai Demokrat tidak perlu menjaga jarak aman dari Prabowo karena keberhasilan program pemerintah juga menjadi tanggung jawab partai koalisi.

Di tengah perbedaan pandangan itu, pakar komunikasi politik Effendi Gazali mengingatkan sinyal-sinyal politik menuju 2029 berpotensi memengaruhi soliditas koalisi, terutama jika tingkat kepuasan terhadap pemerintah terus menjadi perhatian.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690231/adu-analisa-ahy-cari-jarak-aman-dari-prabowo-demokrat-siapkan-diferensiasi-maju-2029-bola-liar
Transkrip
00:00Ya, Pak Selamat, ini sinyal kontestasi antara Porosolo, CKS, Istana, bentuk friksi atau adunarasi yang masih terlalu soft.
00:08Ya, saya melihatnya dari pidato Jokowi maupun pidato AHY, saya melihatnya begini.
00:14AHY tidak sedang ingin keluar dari Oros Hambalang.
00:19Karena AHY justru sedang mencari jarak aman dari Hambalang.
00:24Ini penting untuk 2029, mengapa?
00:27Karena kalau Demokrat terlalu identik dengan Prabowo, maka Demokrat berpotensi kehilangan diferensiasi politiknya pada 2029.
00:38Karena itu CKS betul-betul membutuhkan Hambalang untuk sekarang.
00:43Tetapi tidak boleh kehilangan masa depan politiknya sendiri.
00:47Kemudian Porosolo juga menarik karena bagi saya Jokowi masih mempunyai political capital.
00:54Persoalannya adalah apakah Jokowi masih berpengaruh di 2029?
01:01Nah, seberapa besar pengaruh Jokowi dapat dikonversi menjadi kekuatan elektoral PSI.
01:08Karena di dalam pemerintahan Jokowi dulu, ternyata PSI gagal masuk ke parlemen.
01:15Oke, baik. Mas Suma, apakah bentuk dari menjaga jarak karena punya identitas sendiri yang mau dijaga?
01:21Kata Pak Selamat barusan.
01:22Saya akan jawab.
01:22Setiap partai politik tentu akan mencoba untuk mencari titik diferensiasi.
01:26Tetapi bukan berarti kemudian mengambil jarak sehingga kemudian bertabrakan satu sama lain.
01:31Bukan di titik itu.
01:33Tetapi bagaimana peran itu diperbesar.
01:35Kemudian acknowledgement dari masyarakat kemudian menguat.
01:38Kemudian kepercayaan menguat.
01:39Maka komitmen kita sekali lagi di momentum 25 tahun Partai Demokrat, ya perkuat ekonomi, kemudian tegakkan keadilan, kemudian jaga demokrasi.
01:49Demokrasi itu penting.
01:50Kenapa?
01:51Karena kita percaya good governance, tata kelola pemerintah yang accountable, yang transparan, itu akan menghasilkan impact yang jauh lebih meaningful
01:59bagi masyarakat.
02:01Dan poin terakhir, hindari politik pecah belah.
02:04Karena saya pikir itu sangat tidak kredibel.
02:07Menghindari politik pecah belah itu ditujukan ke siapa, Mas Irawan?
02:11Allahualam.
02:12Mas Irawan, silakan.
02:13Anda yang, Golkar, yang merespon, menyampaikan soal kritikan dari, ini friksi atau cuma sekedar beda pandangan politik menurut Anda?
02:21Saya tidak menyampaikan ke Mas Irawan atau sahabat-sahabat dari Golkar.
02:23Ini refleksi kolektif.
02:25Di dalam konteks berdemokrasi, menghadirkan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih konstruktif.
02:30Oke, baik.
02:31Justru kami melihat dan memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Ahaye itu dalam pidatonya itu adalah secara substantif sangat
02:40bagus.
02:41Dan kami justru mengapresiasi apa yang disampaikannya sehingga kami melihat dengan penjelasannya yang utuh, runtut.
02:51Itu adalah potret mengenai kesiapannya gitu.
02:55Sebagai kontender.
02:57Golkar siap ikut juga kan?
02:58Golkar siap ikut juga kan?
02:58Sekali lagi terhadap hal tersebut.
03:00Yang kedua, bahwa identitas dan diferensiasi bagi setiap partai politik itu pasti, pasti ada.
03:07Tetapi kebersamaan kami dengan Pak Prabowo itu adalah satu hubungan yang strategis.
03:14Dan kami berharap bahwa setiap apa yang dilakukan oleh Presiden itu adalah bagian dari tanggung jawab partai Golkar.
03:20Termasuk adalah tanggung jawab partai koalisi.
03:23Sehingga dalam konteks yang kami sampaikan terkait dengan pidato Pak Ahaye yang disampaikan oleh Bang Doli sebenarnya dalam kerangka mengingatkan
03:32bahwa kita adalah satu partai koalisi yang punya tanggung jawab yang sama terkait dengan pemerintahan dan program pemerintahan ini.
03:40Oleh karena itu bagi partai Golkar, bagi partai Golkar tidak perlu menjaga jarak aman dengan Pak Prabowo.
03:49Justru bagi kami adalah saat ini adalah bagaimana program-program ini bisa dirasakan oleh rakyat, berdampak baik, dan elektabilitasnya, benefit
03:58politiknya tidak hanya dimonopoli oleh Gerinra, tapi bisa didapatkan juga oleh partai Golkar.
04:02Baik, Bang Effendi melihat perbedaan sinyal politik apakah ini melihat ataupun berpotensi memecah koalisi?
04:10Singkat saja Bang.
04:11Iya pasti ada memecah koalisi kalau lagi-lagi 37 persennya berlanjut.
04:16Dan dalam konteks ini tentu saja harusnya dibicarakan nantilah di tahun ke-3 atau ke-4.
04:21Tapi yang ingin saya katakan semua pihak tentu punya hak untuk maju walaupun secara konstitusional 5 tahun.
04:27Yang lebih bahaya sebetulnya ini karena ini ujung ya lempar sinyal politik ini yang lebih bahaya bagi saya ya saya
04:33melihat banyak sekali video di media sosial yang diawali dengan Pak Prabowo mengatakan
04:37Saya banyak diminta maju 2029, dibalas dengan lagu dangdut, jangan rayu-rayu itu, yang Rita Sugiyarto, yang kalimatnya kurang lebih
04:46jangan-jangan lagi, terus dulu yang kumanja-manja, dulu yang kupuja-puja.
04:51Jadi hal seperti ini mudah-mudahan juga didengar oleh Pak Prabowo dikaitkan dengan 37 persen itu supaya kita bisa membuat
04:59Pak Prabowo ini siap.
05:00Ketika nanti memang saya rasa semua akan maju walaupun malu-malu ya ketika misalnya angkanya diantara 37-50 persen pun
05:08mereka akan maju.
05:09Jadi gak apa-apa ini dianggap sebagai dinamika saja.
05:13Oke Bang Batra bagaimana meyakinkan koalisi bahwa pemerintahan 3 tahun ke depan masih akan utuh untuk menjalankan protes program, singkat
05:20saja.
05:20Bagi kami sebenarnya Partai Gerindra Mbak yang paling penting adalah dan ini juga sering menjadi apa namanya pesan Presiden Prabowo
05:28kepada seluruh kader Gerindra.
05:29Kekuasaan itu tidak berarti apa-apa kalau kita tidak mampu menghadirkan kesejahteraan.
05:35Maka dari itu Pak Prabowo konsentrasi bagaimana hilirisasi kita bisa berjalan dengan baik agar pertumbuhan ekonomi makin baik, bisa menciptakan
05:42lapangan pekerjaan.
05:44Dan kemudian bagaimana ketahanan pangan ini bisa kita wujudkan karena kita tahu sendiri situasi global yang penuh ketidakpastian, perang di
05:50mana-mana.
05:51Maka dari itu kita harus jamin rakyat kita bisa makan dan kita harus mengantisipasi kalau ada misalnya apa-apa yang
05:58sesuatu yang tentu kita tidak inginkan bersama.
06:01Maka dari Pak Prabowo betul-betul konsentrasi sampai sejauh ini terus menghadirkan bagaimana kesejahteraan bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat kita.
06:08Terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah hadir di studio dan teman-teman mahasiswa.
06:11Semoga memikian saya menutup bulan liar malam ini. Sampai jumpa minggu depan.
Komentar

Dianjurkan