00:00Ya, Pak Selamat, ini sinyal kontestasi antara Porosolo, CKS, Istana, bentuk friksi atau adunarasi yang masih terlalu soft.
00:08Ya, saya melihatnya dari pidato Jokowi maupun pidato AHY, saya melihatnya begini.
00:14AHY tidak sedang ingin keluar dari Oros Hambalang.
00:19Karena AHY justru sedang mencari jarak aman dari Hambalang.
00:24Ini penting untuk 2029, mengapa?
00:27Karena kalau Demokrat terlalu identik dengan Prabowo, maka Demokrat berpotensi kehilangan diferensiasi politiknya pada 2029.
00:38Karena itu CKS betul-betul membutuhkan Hambalang untuk sekarang.
00:43Tetapi tidak boleh kehilangan masa depan politiknya sendiri.
00:47Kemudian Porosolo juga menarik karena bagi saya Jokowi masih mempunyai political capital.
00:54Persoalannya adalah apakah Jokowi masih berpengaruh di 2029?
01:01Nah, seberapa besar pengaruh Jokowi dapat dikonversi menjadi kekuatan elektoral PSI.
01:08Karena di dalam pemerintahan Jokowi dulu, ternyata PSI gagal masuk ke parlemen.
01:15Oke, baik. Mas Suma, apakah bentuk dari menjaga jarak karena punya identitas sendiri yang mau dijaga?
01:21Kata Pak Selamat barusan.
01:22Saya akan jawab.
01:22Setiap partai politik tentu akan mencoba untuk mencari titik diferensiasi.
01:26Tetapi bukan berarti kemudian mengambil jarak sehingga kemudian bertabrakan satu sama lain.
01:31Bukan di titik itu.
01:33Tetapi bagaimana peran itu diperbesar.
01:35Kemudian acknowledgement dari masyarakat kemudian menguat.
01:38Kemudian kepercayaan menguat.
01:39Maka komitmen kita sekali lagi di momentum 25 tahun Partai Demokrat, ya perkuat ekonomi, kemudian tegakkan keadilan, kemudian jaga demokrasi.
01:49Demokrasi itu penting.
01:50Kenapa?
01:51Karena kita percaya good governance, tata kelola pemerintah yang accountable, yang transparan, itu akan menghasilkan impact yang jauh lebih meaningful
01:59bagi masyarakat.
02:01Dan poin terakhir, hindari politik pecah belah.
02:04Karena saya pikir itu sangat tidak kredibel.
02:07Menghindari politik pecah belah itu ditujukan ke siapa, Mas Irawan?
02:11Allahualam.
02:12Mas Irawan, silakan.
02:13Anda yang, Golkar, yang merespon, menyampaikan soal kritikan dari, ini friksi atau cuma sekedar beda pandangan politik menurut Anda?
02:21Saya tidak menyampaikan ke Mas Irawan atau sahabat-sahabat dari Golkar.
02:23Ini refleksi kolektif.
02:25Di dalam konteks berdemokrasi, menghadirkan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih konstruktif.
02:30Oke, baik.
02:31Justru kami melihat dan memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Ahaye itu dalam pidatonya itu adalah secara substantif sangat
02:40bagus.
02:41Dan kami justru mengapresiasi apa yang disampaikannya sehingga kami melihat dengan penjelasannya yang utuh, runtut.
02:51Itu adalah potret mengenai kesiapannya gitu.
02:55Sebagai kontender.
02:57Golkar siap ikut juga kan?
02:58Golkar siap ikut juga kan?
02:58Sekali lagi terhadap hal tersebut.
03:00Yang kedua, bahwa identitas dan diferensiasi bagi setiap partai politik itu pasti, pasti ada.
03:07Tetapi kebersamaan kami dengan Pak Prabowo itu adalah satu hubungan yang strategis.
03:14Dan kami berharap bahwa setiap apa yang dilakukan oleh Presiden itu adalah bagian dari tanggung jawab partai Golkar.
03:20Termasuk adalah tanggung jawab partai koalisi.
03:23Sehingga dalam konteks yang kami sampaikan terkait dengan pidato Pak Ahaye yang disampaikan oleh Bang Doli sebenarnya dalam kerangka mengingatkan
03:32bahwa kita adalah satu partai koalisi yang punya tanggung jawab yang sama terkait dengan pemerintahan dan program pemerintahan ini.
03:40Oleh karena itu bagi partai Golkar, bagi partai Golkar tidak perlu menjaga jarak aman dengan Pak Prabowo.
03:49Justru bagi kami adalah saat ini adalah bagaimana program-program ini bisa dirasakan oleh rakyat, berdampak baik, dan elektabilitasnya, benefit
03:58politiknya tidak hanya dimonopoli oleh Gerinra, tapi bisa didapatkan juga oleh partai Golkar.
04:02Baik, Bang Effendi melihat perbedaan sinyal politik apakah ini melihat ataupun berpotensi memecah koalisi?
04:10Singkat saja Bang.
04:11Iya pasti ada memecah koalisi kalau lagi-lagi 37 persennya berlanjut.
04:16Dan dalam konteks ini tentu saja harusnya dibicarakan nantilah di tahun ke-3 atau ke-4.
04:21Tapi yang ingin saya katakan semua pihak tentu punya hak untuk maju walaupun secara konstitusional 5 tahun.
04:27Yang lebih bahaya sebetulnya ini karena ini ujung ya lempar sinyal politik ini yang lebih bahaya bagi saya ya saya
04:33melihat banyak sekali video di media sosial yang diawali dengan Pak Prabowo mengatakan
04:37Saya banyak diminta maju 2029, dibalas dengan lagu dangdut, jangan rayu-rayu itu, yang Rita Sugiyarto, yang kalimatnya kurang lebih
04:46jangan-jangan lagi, terus dulu yang kumanja-manja, dulu yang kupuja-puja.
04:51Jadi hal seperti ini mudah-mudahan juga didengar oleh Pak Prabowo dikaitkan dengan 37 persen itu supaya kita bisa membuat
04:59Pak Prabowo ini siap.
05:00Ketika nanti memang saya rasa semua akan maju walaupun malu-malu ya ketika misalnya angkanya diantara 37-50 persen pun
05:08mereka akan maju.
05:09Jadi gak apa-apa ini dianggap sebagai dinamika saja.
05:13Oke Bang Batra bagaimana meyakinkan koalisi bahwa pemerintahan 3 tahun ke depan masih akan utuh untuk menjalankan protes program, singkat
05:20saja.
05:20Bagi kami sebenarnya Partai Gerindra Mbak yang paling penting adalah dan ini juga sering menjadi apa namanya pesan Presiden Prabowo
05:28kepada seluruh kader Gerindra.
05:29Kekuasaan itu tidak berarti apa-apa kalau kita tidak mampu menghadirkan kesejahteraan.
05:35Maka dari itu Pak Prabowo konsentrasi bagaimana hilirisasi kita bisa berjalan dengan baik agar pertumbuhan ekonomi makin baik, bisa menciptakan
05:42lapangan pekerjaan.
05:44Dan kemudian bagaimana ketahanan pangan ini bisa kita wujudkan karena kita tahu sendiri situasi global yang penuh ketidakpastian, perang di
05:50mana-mana.
05:51Maka dari itu kita harus jamin rakyat kita bisa makan dan kita harus mengantisipasi kalau ada misalnya apa-apa yang
05:58sesuatu yang tentu kita tidak inginkan bersama.
06:01Maka dari Pak Prabowo betul-betul konsentrasi sampai sejauh ini terus menghadirkan bagaimana kesejahteraan bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat kita.
06:08Terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah hadir di studio dan teman-teman mahasiswa.
06:11Semoga memikian saya menutup bulan liar malam ini. Sampai jumpa minggu depan.
Komentar