00:00Pradol, itu Mas Bahtera. Tadi disampaikan bahwa sebenarnya Mas Ahaye punya modal untuk manju sendiri.
00:05Tapi di kasamata Pak Prabowo, apakah Mas Ahaye memang bisa jadi konten dan politik nanti?
00:10Ya tentu kita tidak bisa menghalangi ya siapapun.
00:14Dan Pak Prabowo sering menyampaikan ya, bahkan Pak Prabowo juga bukan hanya di partai koalisi,
00:19bahkan di luar partai koalisi Pak Prabowo sering menyampaikan terima kasih atas pandangan-pandangan,
00:24masukan-masukan, atau bahkan kritikan.
00:26Dan kalau juga ada penyampaian dari partai koalisi juga Pak Prabowo selalu mendengar.
00:30Dan tentu kalau misalnya barangkali jika Mas Ahaye punya keinginan atau kemauan,
00:36itu kan partai punya independensi masing-masing.
00:40Kami partai gerinta tentu tidak bisa mengintervensi partai koalisi untuk melarang kemudian atau misalnya mengiyakan.
00:47Tetapi bagi kami kan pemerintahan ini baru berjalan 2 tahun.
00:52Rakyat sudah memberi mandat kepada ketua umum kami.
00:55Dan tentu mandat itu harus digunakan betul-betul untuk kemudian bagaimana bekerja secara nyata,
01:01memastikan program-program pemerintah bisa tepat sasaran, bisa sampai menyentuh ke semua lapisan masyarakat.
01:07Mas Batra, sedikit saya mundur ke yang tadi, sebentar saya potong.
01:103 tahun lagi itu menurut kami belum tepat saatnya.
01:13Belum tepat saatnya, tapi begini.
01:16Mas Batra, waktu direvisi atau diluruskan oleh Mas Ahaye,
01:22Pak Prabowo saat pidato itu tidak mengkritik balik, tetapi memeluk kritikan itu.
01:27Apakah itu adalah tanda, sinyal Pak Prabowo mengamankan kursi Cawapres kepada Ahaye?
01:32Pak Prabowo ini kan kita tahu ya, bahwa beliau sangat egaliter, jadi semua pendapat, semua masukan selalu diterima.
01:40Bahkan jangankan tokoh-tokoh yang sejalan dengan beliau, bahkan beberapa momentum kita lihat memanggil para tokoh-tokoh kita,
01:47tokoh-tokoh bangsa kita.
01:49Kalau kita lihat seringkali misalnya Pak Yusuf Kala ya, berbeda pandangan terkait soal kondisi ekonomi,
01:55tapi Pak Prabowo sering mengajak diskusi dan Pak Prabowo tidak alergi juga dengan masukan-masukan dari berbagai pihak.
02:01Jadi Pak Prabowo bagi kami harus menjadi contoh ya, bagi kami generasi muda terutama para elit-elit politisi-politisi,
02:08bahwa contoh inilah sebagai negarawan yang harus kita tiru, bagaimana merangkul semua.
02:12Karena kan begini Mbak, tidak mungkin bangsa yang besar ini kita bisa bangun sendirian atau gerindra sendiri.
02:18Dan Pak Prabowo selalu menyampaikan itu, bahwa kita butuh kebersamaan, kita butuh kegotong royongan,
02:23karena memang bangsa kita dari segi administrasi sangat luas ya tentunya harus dikelola secara bersama.
02:28Dan konsen gerindra saat ini disitulah saatnya kita membuktikan kepada rakyat yang sudah memberi mandat,
02:34kita harus bekerja dulu, nanti bicara pemilu mungkin bagi kami Partai Gerindra ada saatnya berbicara pemilu,
02:39tapi yang sekarang ini betul-betul kita konsen untuk menunaikan janji-janji kampanye.
02:43Tapi sejumlah narasumber tadi disini mengatakan bahwa Mas Ahaye punya modal, maju bahkan sebagai capres begitu.
02:49Ini kan tandanya ada potensi Mas Ahaye bisa jadi kontander ke Pak Prabowo.
02:54Respon dari gerindra gimana?
02:55Ya kami sih Pak Prabowo juga tidak merasa terancam ya.
02:58Kemarin beliau menyampaikan bahwa siapapun punya hak, kita tidak boleh membatasi hak orang lain.
03:04Kan kita kan sudah mengandung sistem demokrasi, kita tidak punya hak juga mengintervensi partai lain.
03:11Kemudian jangan berkoalisi dengan kami atau misalnya silakan maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
03:17Dan tentu partai juga punya pikiran masing-masing, tapi yang paling penting bagi kami sekarang koalisi Kabinet Merah Putih sedang
03:25solid-solidnya untuk bekerja.
03:27Apalagi tantangan kita saya ceritakan tadi bencana di mana-mana ya kita harus bersatu dulu, bergotong royong dulu untuk menyelesaikan
03:33PR-PR yang tentu
03:35di mana rakyat membutuhkan kehadiran negara dalam situasi yang kita tahu banyak bencana di mana-mana terjadi.
03:41Jadi maka dari itu konsen gerindra masih sampai sejauh di sana.
03:44Tapi kalau misalnya ada partai misalnya yang berpikiran walaupun pemilu masih jauh,
03:50terus kemudian berpikiran untuk kemudian berbicara soal peer press, berbicara soal kontestasi,
03:56silakan saja kami tidak posisi pada melarang partai-partai siapapun itu ya.
04:00Dari kami partai gerindra yang pasti kami saat ini fokus untuk kemudian mengawal dan bagaimana program-program kerja Presiden Prabowo
04:07bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
04:10Mas Batra ini konsisten sekali jawabannya.
04:12Ya baik, saya tanya ke Mas Ade kalau gitu.
04:14Mas Ade, di belakang Mas AHY ada Pak SBY, di belakang Mas Gibran ada Pak Jokowi.
04:21Ini nanti akan persaingan yang cukup berbahaya atau biasa saja?
04:25Mengancam nggak kira-kira?
04:26Enggak, saya sih melihat memang sekarang adalah masa yang akan seru nih 2029.
04:32Karena semula orang membayangkan bertahan terus nih Pak Prabowo dan Gibran dan akan menang lagi 2029 sampai 2034 kan.
04:42Kan sempat ada bayangan semacam itu apalagi di awal-awal masa kepemimpinannya memang rating dia tinggi sekali.
04:49Tapi sekarang Anda bayangkan, saya nggak mau sebut partai manapun tapi semua partai di luar Garindra itu pasti udah ngitung
04:58termasuk Golkar.
05:00Bahwa Golkar tidak punya calon dari Golkar sendiri untuk maju jadi presiden sih biasa-biasa aja.
05:06Ya belum tentu ada juga kan.
05:08PKS belum tentu punya, PAN belum tentu punya, Nasdaq belum tentu punya.
05:14Oke, nah tapi semua sudah akan mempertimbangkan nih nanti kalau 2029 terjadi sampai kita ke 2029 kita akan dukung siapa?
05:25Nah saya senang dengan jawaban Anda ini nih.
05:27Ini humble banget nih kan Demokratnya.
05:30Nggak apa-apa, eh Demokrat Garindra.
05:32Garindra.
05:33Sehingga saya berpikir jangan-jangan.
05:36Sebetulnya sekarang tuh Garindra lagi berpikir bahwa, jangan lupa loh, Garindra itu punya dua calon yang kuat.
05:44Satu Prabowo yang angkanya sedang di bawah, tapi dia punya Deddy Mulyadi yang angkanya tinggi banget.
05:52Kan jangan-jangan, ini kan soal jangan-jangan nih zaman sekarang kita lagi ngitung-ngitung.
05:56Jangan-jangan yang akan maju adalah duet Prabowo Deddy Mulyadi.
06:01Atau Deddy Mulyadi Prabowo.
06:03Tapi lebih tepat barangnya Prabowo Deddy Mulyadi.
06:06Itu di jumlah angkanya, itu luar biasa loh.
06:09Tapi partai lain juga akan mikir, termasuk yang Anda bilang.
06:14Menurut saya, jangan disalahkan kalau ada orang yang sekarang ini bilang bahwa saya akan maju.
06:20Misalnya AHY, cuman cara di Indonesia memang tidak akan begitu kalimatnya.
06:24Saya akan maju, nggak gitu.
06:25Tapi dia cuman bilang bahwa kekuasaan itu ada akhirnya.
06:29Ada batasnya.
06:30Ada batasnya.
06:32Blah, blah, blah.
06:32Jokowi juga bilang bahwa ya janganlah kekuasaan itu dipakai untuk menghancurkan lawan.
06:38Tapi kan kita tidak bicara di Indonesia itu, kita bicara tentang konteks tinggi dalam komunikasi.
06:45Dalam komunikasi.
06:47Jadi jangan baca kalimat-kalimat orang sebagai sesuatu yang literal saja kita terima.
06:52Literal itu artinya apa?
06:55Apa adanya?
06:57Kalau saya bilang, saya cuman ngomong tentang kekuasaan tidak boleh dipakai untuk merendam, menghabisi lawan-lawannya.
07:05Itu kan normatif aja.
07:07Tapi kan kita harus baca.
07:09Di luar itu.
07:10Jadi Bang Ade, nanya nih ya karena Bang Ade lebih senior.
07:14Itu Pak Jokowi kira-kira bicara tentang pemerintahan hari ini?
07:17Kalau dalam pandangan saya, saya bukan Jokowi, saya bukan orang dekat Jokowi, saya bukan orang PSI.
07:22Kalau dalam bayangan saya sih iya.
07:24Dia lagi send a message bahwa sesuatu.
07:29Pemerintahan yang sekarang.
07:30Enggak, dia enggak bilang pemerintahan sekarang buruk ya.
07:33Enggak, enggak bilang buruk.
07:34Tapi siapapun yang memerintah.
07:36Siapapun yang memerintah.
07:37Pada saat ini gitu ya.
07:38Saya bahkan mengatakan, jangan-jangan yang dia tujukan itu bukan kepada Pak Prabowo.
07:43Tapi orang-orang di sekililing Prabowo, maaf nih orang-orang di sekililing Prabowo itu dalam pandangan saya seringkali intervensi.
07:51Dalam dunia politik, posisinya apa, terus diintervensi terhadap kebebasan berbicara orang gitu ya.
07:58Kepada demonstrasi-demonstrasi dan macam-macam ya.
08:01Itu yang menurut saya sebaiknya jangan dilakukan.
08:05Dan itu barangkali adalah pesannya Pak Jokowi.
08:08Tapi kembali ke tadi, saya rasa semua partai ya.
08:12Dan saya tadi memuji-muji Mas Ahaye itu adalah dalam rangka ingin mengatakan bahwa di Indonesia kita memang harus lebih
08:20terbiasa
08:20untuk mengatakan kalau saya gak setuju dengan orang yang memimpin, saya mungkin mencalonkan diri ya.
08:26Saya sampaikan dan saya akan mungkin mencalonkan diri di tahun 2029.
08:31Gak ada yang salah dari situ.
08:33Lona, Lona, sedikit dong Lona.
08:34Nanti usai jeda, Bang Kamsir Kamsir Kamsir Salir, tetap di Pulau Lian.
08:39Terima kasih.
Komentar