Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan AHY soal kekuasaan yang memiliki batas waktu kembali memunculkan spekulasi arah politik Partai Demokrat menuju Pilpres 2029.

Sejumlah narasumber menilai AHY mulai menunjukkan modal dan posisi sebagai salah satu calon kontender.

Di sisi lain, Gerindra menegaskan tidak merasa terancam dan tidak akan mengintervensi pilihan politik partai lain.

Gerindra menyatakan fokus saat ini tetap mengawal pemerintahan Prabowo dan menuntaskan program prioritas, meski peluang AHY maju pada 2029 terbuka.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690229/adu-argumen-gerindra-armando-pakar-politik-soal-ahy-maju-2029-prabowo-terancam-bola-liar
Transkrip
00:00Pradol, itu Mas Bahtera. Tadi disampaikan bahwa sebenarnya Mas Ahaye punya modal untuk manju sendiri.
00:05Tapi di kasamata Pak Prabowo, apakah Mas Ahaye memang bisa jadi konten dan politik nanti?
00:10Ya tentu kita tidak bisa menghalangi ya siapapun.
00:14Dan Pak Prabowo sering menyampaikan ya, bahkan Pak Prabowo juga bukan hanya di partai koalisi,
00:19bahkan di luar partai koalisi Pak Prabowo sering menyampaikan terima kasih atas pandangan-pandangan,
00:24masukan-masukan, atau bahkan kritikan.
00:26Dan kalau juga ada penyampaian dari partai koalisi juga Pak Prabowo selalu mendengar.
00:30Dan tentu kalau misalnya barangkali jika Mas Ahaye punya keinginan atau kemauan,
00:36itu kan partai punya independensi masing-masing.
00:40Kami partai gerinta tentu tidak bisa mengintervensi partai koalisi untuk melarang kemudian atau misalnya mengiyakan.
00:47Tetapi bagi kami kan pemerintahan ini baru berjalan 2 tahun.
00:52Rakyat sudah memberi mandat kepada ketua umum kami.
00:55Dan tentu mandat itu harus digunakan betul-betul untuk kemudian bagaimana bekerja secara nyata,
01:01memastikan program-program pemerintah bisa tepat sasaran, bisa sampai menyentuh ke semua lapisan masyarakat.
01:07Mas Batra, sedikit saya mundur ke yang tadi, sebentar saya potong.
01:103 tahun lagi itu menurut kami belum tepat saatnya.
01:13Belum tepat saatnya, tapi begini.
01:16Mas Batra, waktu direvisi atau diluruskan oleh Mas Ahaye,
01:22Pak Prabowo saat pidato itu tidak mengkritik balik, tetapi memeluk kritikan itu.
01:27Apakah itu adalah tanda, sinyal Pak Prabowo mengamankan kursi Cawapres kepada Ahaye?
01:32Pak Prabowo ini kan kita tahu ya, bahwa beliau sangat egaliter, jadi semua pendapat, semua masukan selalu diterima.
01:40Bahkan jangankan tokoh-tokoh yang sejalan dengan beliau, bahkan beberapa momentum kita lihat memanggil para tokoh-tokoh kita,
01:47tokoh-tokoh bangsa kita.
01:49Kalau kita lihat seringkali misalnya Pak Yusuf Kala ya, berbeda pandangan terkait soal kondisi ekonomi,
01:55tapi Pak Prabowo sering mengajak diskusi dan Pak Prabowo tidak alergi juga dengan masukan-masukan dari berbagai pihak.
02:01Jadi Pak Prabowo bagi kami harus menjadi contoh ya, bagi kami generasi muda terutama para elit-elit politisi-politisi,
02:08bahwa contoh inilah sebagai negarawan yang harus kita tiru, bagaimana merangkul semua.
02:12Karena kan begini Mbak, tidak mungkin bangsa yang besar ini kita bisa bangun sendirian atau gerindra sendiri.
02:18Dan Pak Prabowo selalu menyampaikan itu, bahwa kita butuh kebersamaan, kita butuh kegotong royongan,
02:23karena memang bangsa kita dari segi administrasi sangat luas ya tentunya harus dikelola secara bersama.
02:28Dan konsen gerindra saat ini disitulah saatnya kita membuktikan kepada rakyat yang sudah memberi mandat,
02:34kita harus bekerja dulu, nanti bicara pemilu mungkin bagi kami Partai Gerindra ada saatnya berbicara pemilu,
02:39tapi yang sekarang ini betul-betul kita konsen untuk menunaikan janji-janji kampanye.
02:43Tapi sejumlah narasumber tadi disini mengatakan bahwa Mas Ahaye punya modal, maju bahkan sebagai capres begitu.
02:49Ini kan tandanya ada potensi Mas Ahaye bisa jadi kontander ke Pak Prabowo.
02:54Respon dari gerindra gimana?
02:55Ya kami sih Pak Prabowo juga tidak merasa terancam ya.
02:58Kemarin beliau menyampaikan bahwa siapapun punya hak, kita tidak boleh membatasi hak orang lain.
03:04Kan kita kan sudah mengandung sistem demokrasi, kita tidak punya hak juga mengintervensi partai lain.
03:11Kemudian jangan berkoalisi dengan kami atau misalnya silakan maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
03:17Dan tentu partai juga punya pikiran masing-masing, tapi yang paling penting bagi kami sekarang koalisi Kabinet Merah Putih sedang
03:25solid-solidnya untuk bekerja.
03:27Apalagi tantangan kita saya ceritakan tadi bencana di mana-mana ya kita harus bersatu dulu, bergotong royong dulu untuk menyelesaikan
03:33PR-PR yang tentu
03:35di mana rakyat membutuhkan kehadiran negara dalam situasi yang kita tahu banyak bencana di mana-mana terjadi.
03:41Jadi maka dari itu konsen gerindra masih sampai sejauh di sana.
03:44Tapi kalau misalnya ada partai misalnya yang berpikiran walaupun pemilu masih jauh,
03:50terus kemudian berpikiran untuk kemudian berbicara soal peer press, berbicara soal kontestasi,
03:56silakan saja kami tidak posisi pada melarang partai-partai siapapun itu ya.
04:00Dari kami partai gerindra yang pasti kami saat ini fokus untuk kemudian mengawal dan bagaimana program-program kerja Presiden Prabowo
04:07bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
04:10Mas Batra ini konsisten sekali jawabannya.
04:12Ya baik, saya tanya ke Mas Ade kalau gitu.
04:14Mas Ade, di belakang Mas AHY ada Pak SBY, di belakang Mas Gibran ada Pak Jokowi.
04:21Ini nanti akan persaingan yang cukup berbahaya atau biasa saja?
04:25Mengancam nggak kira-kira?
04:26Enggak, saya sih melihat memang sekarang adalah masa yang akan seru nih 2029.
04:32Karena semula orang membayangkan bertahan terus nih Pak Prabowo dan Gibran dan akan menang lagi 2029 sampai 2034 kan.
04:42Kan sempat ada bayangan semacam itu apalagi di awal-awal masa kepemimpinannya memang rating dia tinggi sekali.
04:49Tapi sekarang Anda bayangkan, saya nggak mau sebut partai manapun tapi semua partai di luar Garindra itu pasti udah ngitung
04:58termasuk Golkar.
05:00Bahwa Golkar tidak punya calon dari Golkar sendiri untuk maju jadi presiden sih biasa-biasa aja.
05:06Ya belum tentu ada juga kan.
05:08PKS belum tentu punya, PAN belum tentu punya, Nasdaq belum tentu punya.
05:14Oke, nah tapi semua sudah akan mempertimbangkan nih nanti kalau 2029 terjadi sampai kita ke 2029 kita akan dukung siapa?
05:25Nah saya senang dengan jawaban Anda ini nih.
05:27Ini humble banget nih kan Demokratnya.
05:30Nggak apa-apa, eh Demokrat Garindra.
05:32Garindra.
05:33Sehingga saya berpikir jangan-jangan.
05:36Sebetulnya sekarang tuh Garindra lagi berpikir bahwa, jangan lupa loh, Garindra itu punya dua calon yang kuat.
05:44Satu Prabowo yang angkanya sedang di bawah, tapi dia punya Deddy Mulyadi yang angkanya tinggi banget.
05:52Kan jangan-jangan, ini kan soal jangan-jangan nih zaman sekarang kita lagi ngitung-ngitung.
05:56Jangan-jangan yang akan maju adalah duet Prabowo Deddy Mulyadi.
06:01Atau Deddy Mulyadi Prabowo.
06:03Tapi lebih tepat barangnya Prabowo Deddy Mulyadi.
06:06Itu di jumlah angkanya, itu luar biasa loh.
06:09Tapi partai lain juga akan mikir, termasuk yang Anda bilang.
06:14Menurut saya, jangan disalahkan kalau ada orang yang sekarang ini bilang bahwa saya akan maju.
06:20Misalnya AHY, cuman cara di Indonesia memang tidak akan begitu kalimatnya.
06:24Saya akan maju, nggak gitu.
06:25Tapi dia cuman bilang bahwa kekuasaan itu ada akhirnya.
06:29Ada batasnya.
06:30Ada batasnya.
06:32Blah, blah, blah.
06:32Jokowi juga bilang bahwa ya janganlah kekuasaan itu dipakai untuk menghancurkan lawan.
06:38Tapi kan kita tidak bicara di Indonesia itu, kita bicara tentang konteks tinggi dalam komunikasi.
06:45Dalam komunikasi.
06:47Jadi jangan baca kalimat-kalimat orang sebagai sesuatu yang literal saja kita terima.
06:52Literal itu artinya apa?
06:55Apa adanya?
06:57Kalau saya bilang, saya cuman ngomong tentang kekuasaan tidak boleh dipakai untuk merendam, menghabisi lawan-lawannya.
07:05Itu kan normatif aja.
07:07Tapi kan kita harus baca.
07:09Di luar itu.
07:10Jadi Bang Ade, nanya nih ya karena Bang Ade lebih senior.
07:14Itu Pak Jokowi kira-kira bicara tentang pemerintahan hari ini?
07:17Kalau dalam pandangan saya, saya bukan Jokowi, saya bukan orang dekat Jokowi, saya bukan orang PSI.
07:22Kalau dalam bayangan saya sih iya.
07:24Dia lagi send a message bahwa sesuatu.
07:29Pemerintahan yang sekarang.
07:30Enggak, dia enggak bilang pemerintahan sekarang buruk ya.
07:33Enggak, enggak bilang buruk.
07:34Tapi siapapun yang memerintah.
07:36Siapapun yang memerintah.
07:37Pada saat ini gitu ya.
07:38Saya bahkan mengatakan, jangan-jangan yang dia tujukan itu bukan kepada Pak Prabowo.
07:43Tapi orang-orang di sekililing Prabowo, maaf nih orang-orang di sekililing Prabowo itu dalam pandangan saya seringkali intervensi.
07:51Dalam dunia politik, posisinya apa, terus diintervensi terhadap kebebasan berbicara orang gitu ya.
07:58Kepada demonstrasi-demonstrasi dan macam-macam ya.
08:01Itu yang menurut saya sebaiknya jangan dilakukan.
08:05Dan itu barangkali adalah pesannya Pak Jokowi.
08:08Tapi kembali ke tadi, saya rasa semua partai ya.
08:12Dan saya tadi memuji-muji Mas Ahaye itu adalah dalam rangka ingin mengatakan bahwa di Indonesia kita memang harus lebih
08:20terbiasa
08:20untuk mengatakan kalau saya gak setuju dengan orang yang memimpin, saya mungkin mencalonkan diri ya.
08:26Saya sampaikan dan saya akan mungkin mencalonkan diri di tahun 2029.
08:31Gak ada yang salah dari situ.
08:33Lona, Lona, sedikit dong Lona.
08:34Nanti usai jeda, Bang Kamsir Kamsir Kamsir Salir, tetap di Pulau Lian.
08:39Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan