00:00Bang Kuniawan, tidak tahu Pak Jokowi disampaikan oleh Bang Ade Barusan itu disampaikan untuk Pak Prabowo
00:08dan mereka ini juga bisa jadi kontander ke Pak Prabowo. Responannya apa?
00:12Kalau yang disampaikan Pak Jokowi, bagi saya ya, karena Pak Jokowi ini kan sering sen kanan belok kiri kan?
00:20Sen kanan belok kiri. Jadi siapapun boleh menyampaikan sesuatu, tapi kalau dikatakan itu untuk Pak Prabowo
00:29saya juga bingung kalau kita berkuasa jangan membatasi orang.
00:35Kok tahun 2019 ini juga dibatasi di korong, di penjara kok oleh Pak Jokowi?
00:40Ya Pak? Nah iya loh, satu tahun saya di penjara.
00:43Zaman Pak Jokowi. Tapi ya sudah, walaupun kami sebenarnya masih punya perasaan sakit hati dengan Pak Jokowi.
00:52Jadi mentang-mentang ya, kalau itu termasuk kekuasaan yang mentang-mentang?
00:55Ya itu.
00:55Memenjarakan orang?
00:56Memenjarakan orang.
00:57Tapi Pak Jokowi sedang bicara dengan dirinya sendiri juga.
00:59Nah itu maksudnya, kan Anda yang ngomong. Jadi saya rasa itu walaupun,
01:03Tapi Bapak yang mengiakan.
01:05Jadi dalam arti begini.
01:06Saya yang bantah.
01:07Nah dalam arti, apa yang disampaikan Pak Jokowi itu, itu untuk dirinya sendiri seharusnya.
01:14Kalau Pak Prabowo kan selama ini belum pernah memenjarakan orangnya, rakyatnya nih.
01:18Tadi saya bilang bukan hanya untuk Pak Prabowo, mungkin pada orang-orang yang di sekitarnya.
01:24Ya iya, makanya saya bilang tadi, lebih spesifik Bang Adek, kan nanti daripada nanti.
01:29Jangan. Kalau menyebut nama, bahaya sih.
01:32Enggak, enggak, enggak. Enggak menyebut nama. Biasanya kan itu orang-orang yang dekat dengan Pak Prabowo di sekitarnya.
01:36Ya.
01:36Bisa dekat sekarang, bisa dekat dari dulu.
01:40Enggak, saya bicara kondisi sekarang.
01:42Ya.
01:42Kondisi sekarang, yang beredar di tengah masyarakat, termasuk saya, masyarakat sipil itu adalah,
01:49ada banyak orang di sekitar Prabowo, yang sebetulnya menyabot lah.
01:56Bukan menyabot itu dalam arti begini.
01:58Anda mengkritik Pak Prabowo misalnya.
02:00Ya.
02:00Atau mengkritik programnya Pak Prabowo. Taruhlah MBG dan macam-macam.
02:04Pak Prabowo-nya enggak kasih komentar.
02:07Yang komentar, yang lain.
02:09Dan yang lain itu kemudian misalnya, mengingatkan media tersebut agar jangan mengkritik program tersebut dan seterusnya.
02:18Itu kan sebetulnya memberi nama buruk bagi Pak Prabowo.
02:23Karena yang ditangkap oleh masyarakat, soalnya-olah itu adalah...
02:27Itu salah satu yang pernah memberi komentar itu yang setahu saya ya.
02:29Saya mengamati Menseskap ya, pernah ya.
02:31Saya enggak mau komentar.
02:33Enggak bukan.
02:33Dalam pengamatan saya, Bang Gurniawan.
02:36Ha.
02:36Pernah juga ya.
02:37Kasus seperti itu artinya.
02:39Enggak, ini menyangkut yang tadi.
02:40Ya.
02:41Bahwa Pak Prabowo perlu mendengarkan apa suara rakyat.
02:45Betul.
02:45Apa suara mahasiswa.
02:47Betul.
02:47Jangan disabotasi oleh orang-orang yang mungkin sekarang merasa dekat dengan Pak Prabowo.
02:53Jangan bahas itu.
02:54Kalian media tidak selayaknya bicara gitu, kurang lebih gitu ya.
02:57Ya.
02:58Itu pernah saya dengar satu kali.
02:59Oke.
02:59Bang Gurniawan.
03:00Jadi gini ya.
03:01Ini yang harus kita ubah.
03:03Ya, Menses.
03:04Asal Bapak Senang itu.
03:06Itu yang bahaya.
03:07Ya.
03:08Makanya saya bisa sampaikan.
03:09Sebagus apapun program dari Bapak Prabowo, kalau pelaksananya tidak sesuai apa yang dimahulai Prabowo, ini yang bahaya.
03:17Nah, makanya apa?
03:19Lingkaran dalam ini juga harus benar-benar orangnya Prabowo.
03:22Jadi kira-kira Bang Gurniawan, suara siapa yang paling didengar oleh Pak Prabowo?
03:27Suara ini kan ada dua poros katakanlah dari Solo dan juga CKS.
03:32Mana yang paling didengarkan sama Pak Prabowo?
03:34Para rakyat yang paling didengar oleh Prabowo.
03:37Ya kan?
03:37Tapi kan di BIPR-senat harus milih.
03:39Mau ditemenin siapa, mau nemenin siapa, harus couple.
03:42Jadi gini, masalah nanti, 2029 Pak Prabowo dengan siapapun, kami relawan, yang memang tegak lulus dari awal bersama Prabowo dari
03:51tahun 2008,
03:52tentunya tetap akan mendukung.
03:54Siapapun dia orangnya.
03:55Tapi tadi dari pernyataan Anda, Anda mengkritik Pak Jokowi, ini artinya Anda lebih maunya Mas Ahaye yang berdampingan dengan Pak
04:04Prabowo?
04:04Saya tidak masuk ke ranah sana.
04:07Bagaimanapun Mas Ahaye ini kan ketua partai, partainya besar, dia bisa kerja, bagus, punya potensi untuk itu.
04:16Kawan dari Golkar, kawan dari partai apa pun silakan saja.
04:19Bagi kami, siapapun yang ditunjuk Prabowo atau diminta Prabowo untuk bergandengan tangan saat milpunasi nanti, kita akan support, kita akan
04:28dukung.
04:29Termasuk Gibran berarti ya?
04:30Ya kalau Gibran pun, kalau Pak Prabowo memilih Gibran, ya kita akan support, dukung.
04:38Masalah nanti terpilih atau tidak dengan memilih Pak Gibran, kembalikan kepada rakyat Indonesia kan?
04:43Oke.
04:44Jadi, Kang Samar, ini Pak Prabowo sama Mas Gibran, masih akan konsisten sampai 2029, atau sebenarnya Ahaye ini yang akan
04:57menggantikan posisi Mas Gibran?
04:58Jadi gini ya, ini agak menarik saya, Bang Effendi sama Adek, Bang Adek itu dia selara secara berpikirnya.
05:06Terkait dengan soal 37%, terkait dengan tadi survei kecil-kecilan ya, mahasiswa bilang kondisinya makin tidak baik gitu ya.
05:16Yang akhirnya dalam konteks politik kekuasaan itu loh, itu selalu yang menjadi bingkai utamanya itu momentum.
05:25Nah, kalau orang politik dia melihat ini bagian dari momentum yang tepat, sah-sah saja.
05:31Jadi kalau misalnya ketika Ahaye, gak perlu lagi diperdebatkan Ahaye mengkritik atau tidak,
05:37karena Presiden dalam sambutan menyampaikan bahwa memang kritik Ahaye sebagai Ketua Umum itu baik.
05:43Jadi cukup di situ, karena Presiden itu menyampaikan bahwa juga merasakan kritik itu gitu.
05:47Nah, bicara soal momentum, boleh diukur saja. Misalnya begini, Ahaye, Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anak Presiden ke-6,
05:57dua periode, punya kekuatan itu.
06:00Nah, ketika dia menghitung dalam kondisi sekarang yang tadi disampaikan oleh Bang Effendi dan Bang Adek,
06:05apakah tepat dia akan muncul sekarang? Kalau saya rasa tepat.
06:08Tapi memang kebiasaan kita itu ewo-pekewo.
06:13Ketika bicara politisi PAN ditanya soal state Mahaye, dia bilang,
06:18hidup mati kita bersama Prabowo, bohong.
06:21Pasti hidupnya doang, matinya gak mau ikut.
06:23Bohong.
06:24Kalau kita ingat, di jaman Orde Baru dulu Bang Adek,
06:27kita itu hampir tiap malam dengar Harmoko bicara tuh.
06:30Cabai keriting, kol keriting.
06:33Itu menteri kesayangannya suharto tuh.
06:35Tapi dia yang ketok palu, pencet suharto tuh.
06:37Itu politik.
06:39Jadi kalau misalnya koalisi sekarang bilang hidup mati, gak mungkin itu.
06:43Saya rasa sekarang di koalisi pun, di koalisi ya,
06:46itu sudah ada juga mulai yang ngejahit itu,
06:49jaket Lampung sudah mulai gitu ya,
06:51bangun-bangun sekoci sudah mulai, pasti.
06:54Pasti secara politik real.
06:55Tinggal Pak Prabowo sekarang berpikir,
06:57siapa yang mau dikawani?
06:59Siapa yang mau diisolasi untuk kekuatan itu tidak menghantam dia?
07:02Baik, kita lanjutkan lagi nanti ya Bang.
07:04Tetap bersama kami.
07:05Kalau menurut saya ya ke Pak Jokowi sih,
07:06Bapak Jokowi kan.
07:07Gak ada yang lain sih.
07:09Itu tetap.
Komentar