Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Peta politik menuju Pilpres 2029 mulai menjadi perhatian, nama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY ikut diperbincangkan setelah sejumlah narasumber menilai Ketua Umum Partai Demokrat itu memiliki modal politik dan potensi untuk masuk dalam kalkulasi kontestasi, termasuk kemungkinan menjadi pasangan Prabowo Subianto.

Dari kubu pendukung Prabowo, Kurniawan menyebut AHY sebagai Ketua Umum partai besar yang dinilai mampu bekerja dan memiliki potensi.

Ia juga menegaskan siapa pun yang nantinya dipilih Prabowo untuk bergandengan tangan pada Pilpres akan mendapat dukungan. Di sisi lain, Gerindra menyatakan Prabowo tidak merasa terancam jika ada tokoh atau partai yang mulai menyiapkan langkah politik menuju 2029.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690230/menakar-kurniawan-armando-soroti-soal-ahy-masuk-kalkulasi-pendamping-prabowo-di-2029-bola-liar
Transkrip
00:00Bang Kuniawan, tidak tahu Pak Jokowi disampaikan oleh Bang Ade Barusan itu disampaikan untuk Pak Prabowo
00:08dan mereka ini juga bisa jadi kontander ke Pak Prabowo. Responannya apa?
00:12Kalau yang disampaikan Pak Jokowi, bagi saya ya, karena Pak Jokowi ini kan sering sen kanan belok kiri kan?
00:20Sen kanan belok kiri. Jadi siapapun boleh menyampaikan sesuatu, tapi kalau dikatakan itu untuk Pak Prabowo
00:29saya juga bingung kalau kita berkuasa jangan membatasi orang.
00:35Kok tahun 2019 ini juga dibatasi di korong, di penjara kok oleh Pak Jokowi?
00:40Ya Pak? Nah iya loh, satu tahun saya di penjara.
00:43Zaman Pak Jokowi. Tapi ya sudah, walaupun kami sebenarnya masih punya perasaan sakit hati dengan Pak Jokowi.
00:52Jadi mentang-mentang ya, kalau itu termasuk kekuasaan yang mentang-mentang?
00:55Ya itu.
00:55Memenjarakan orang?
00:56Memenjarakan orang.
00:57Tapi Pak Jokowi sedang bicara dengan dirinya sendiri juga.
00:59Nah itu maksudnya, kan Anda yang ngomong. Jadi saya rasa itu walaupun,
01:03Tapi Bapak yang mengiakan.
01:05Jadi dalam arti begini.
01:06Saya yang bantah.
01:07Nah dalam arti, apa yang disampaikan Pak Jokowi itu, itu untuk dirinya sendiri seharusnya.
01:14Kalau Pak Prabowo kan selama ini belum pernah memenjarakan orangnya, rakyatnya nih.
01:18Tadi saya bilang bukan hanya untuk Pak Prabowo, mungkin pada orang-orang yang di sekitarnya.
01:24Ya iya, makanya saya bilang tadi, lebih spesifik Bang Adek, kan nanti daripada nanti.
01:29Jangan. Kalau menyebut nama, bahaya sih.
01:32Enggak, enggak, enggak. Enggak menyebut nama. Biasanya kan itu orang-orang yang dekat dengan Pak Prabowo di sekitarnya.
01:36Ya.
01:36Bisa dekat sekarang, bisa dekat dari dulu.
01:40Enggak, saya bicara kondisi sekarang.
01:42Ya.
01:42Kondisi sekarang, yang beredar di tengah masyarakat, termasuk saya, masyarakat sipil itu adalah,
01:49ada banyak orang di sekitar Prabowo, yang sebetulnya menyabot lah.
01:56Bukan menyabot itu dalam arti begini.
01:58Anda mengkritik Pak Prabowo misalnya.
02:00Ya.
02:00Atau mengkritik programnya Pak Prabowo. Taruhlah MBG dan macam-macam.
02:04Pak Prabowo-nya enggak kasih komentar.
02:07Yang komentar, yang lain.
02:09Dan yang lain itu kemudian misalnya, mengingatkan media tersebut agar jangan mengkritik program tersebut dan seterusnya.
02:18Itu kan sebetulnya memberi nama buruk bagi Pak Prabowo.
02:23Karena yang ditangkap oleh masyarakat, soalnya-olah itu adalah...
02:27Itu salah satu yang pernah memberi komentar itu yang setahu saya ya.
02:29Saya mengamati Menseskap ya, pernah ya.
02:31Saya enggak mau komentar.
02:33Enggak bukan.
02:33Dalam pengamatan saya, Bang Gurniawan.
02:36Ha.
02:36Pernah juga ya.
02:37Kasus seperti itu artinya.
02:39Enggak, ini menyangkut yang tadi.
02:40Ya.
02:41Bahwa Pak Prabowo perlu mendengarkan apa suara rakyat.
02:45Betul.
02:45Apa suara mahasiswa.
02:47Betul.
02:47Jangan disabotasi oleh orang-orang yang mungkin sekarang merasa dekat dengan Pak Prabowo.
02:53Jangan bahas itu.
02:54Kalian media tidak selayaknya bicara gitu, kurang lebih gitu ya.
02:57Ya.
02:58Itu pernah saya dengar satu kali.
02:59Oke.
02:59Bang Gurniawan.
03:00Jadi gini ya.
03:01Ini yang harus kita ubah.
03:03Ya, Menses.
03:04Asal Bapak Senang itu.
03:06Itu yang bahaya.
03:07Ya.
03:08Makanya saya bisa sampaikan.
03:09Sebagus apapun program dari Bapak Prabowo, kalau pelaksananya tidak sesuai apa yang dimahulai Prabowo, ini yang bahaya.
03:17Nah, makanya apa?
03:19Lingkaran dalam ini juga harus benar-benar orangnya Prabowo.
03:22Jadi kira-kira Bang Gurniawan, suara siapa yang paling didengar oleh Pak Prabowo?
03:27Suara ini kan ada dua poros katakanlah dari Solo dan juga CKS.
03:32Mana yang paling didengarkan sama Pak Prabowo?
03:34Para rakyat yang paling didengar oleh Prabowo.
03:37Ya kan?
03:37Tapi kan di BIPR-senat harus milih.
03:39Mau ditemenin siapa, mau nemenin siapa, harus couple.
03:42Jadi gini, masalah nanti, 2029 Pak Prabowo dengan siapapun, kami relawan, yang memang tegak lulus dari awal bersama Prabowo dari
03:51tahun 2008,
03:52tentunya tetap akan mendukung.
03:54Siapapun dia orangnya.
03:55Tapi tadi dari pernyataan Anda, Anda mengkritik Pak Jokowi, ini artinya Anda lebih maunya Mas Ahaye yang berdampingan dengan Pak
04:04Prabowo?
04:04Saya tidak masuk ke ranah sana.
04:07Bagaimanapun Mas Ahaye ini kan ketua partai, partainya besar, dia bisa kerja, bagus, punya potensi untuk itu.
04:16Kawan dari Golkar, kawan dari partai apa pun silakan saja.
04:19Bagi kami, siapapun yang ditunjuk Prabowo atau diminta Prabowo untuk bergandengan tangan saat milpunasi nanti, kita akan support, kita akan
04:28dukung.
04:29Termasuk Gibran berarti ya?
04:30Ya kalau Gibran pun, kalau Pak Prabowo memilih Gibran, ya kita akan support, dukung.
04:38Masalah nanti terpilih atau tidak dengan memilih Pak Gibran, kembalikan kepada rakyat Indonesia kan?
04:43Oke.
04:44Jadi, Kang Samar, ini Pak Prabowo sama Mas Gibran, masih akan konsisten sampai 2029, atau sebenarnya Ahaye ini yang akan
04:57menggantikan posisi Mas Gibran?
04:58Jadi gini ya, ini agak menarik saya, Bang Effendi sama Adek, Bang Adek itu dia selara secara berpikirnya.
05:06Terkait dengan soal 37%, terkait dengan tadi survei kecil-kecilan ya, mahasiswa bilang kondisinya makin tidak baik gitu ya.
05:16Yang akhirnya dalam konteks politik kekuasaan itu loh, itu selalu yang menjadi bingkai utamanya itu momentum.
05:25Nah, kalau orang politik dia melihat ini bagian dari momentum yang tepat, sah-sah saja.
05:31Jadi kalau misalnya ketika Ahaye, gak perlu lagi diperdebatkan Ahaye mengkritik atau tidak,
05:37karena Presiden dalam sambutan menyampaikan bahwa memang kritik Ahaye sebagai Ketua Umum itu baik.
05:43Jadi cukup di situ, karena Presiden itu menyampaikan bahwa juga merasakan kritik itu gitu.
05:47Nah, bicara soal momentum, boleh diukur saja. Misalnya begini, Ahaye, Ketua Umum Partai Demokrat yang juga anak Presiden ke-6,
05:57dua periode, punya kekuatan itu.
06:00Nah, ketika dia menghitung dalam kondisi sekarang yang tadi disampaikan oleh Bang Effendi dan Bang Adek,
06:05apakah tepat dia akan muncul sekarang? Kalau saya rasa tepat.
06:08Tapi memang kebiasaan kita itu ewo-pekewo.
06:13Ketika bicara politisi PAN ditanya soal state Mahaye, dia bilang,
06:18hidup mati kita bersama Prabowo, bohong.
06:21Pasti hidupnya doang, matinya gak mau ikut.
06:23Bohong.
06:24Kalau kita ingat, di jaman Orde Baru dulu Bang Adek,
06:27kita itu hampir tiap malam dengar Harmoko bicara tuh.
06:30Cabai keriting, kol keriting.
06:33Itu menteri kesayangannya suharto tuh.
06:35Tapi dia yang ketok palu, pencet suharto tuh.
06:37Itu politik.
06:39Jadi kalau misalnya koalisi sekarang bilang hidup mati, gak mungkin itu.
06:43Saya rasa sekarang di koalisi pun, di koalisi ya,
06:46itu sudah ada juga mulai yang ngejahit itu,
06:49jaket Lampung sudah mulai gitu ya,
06:51bangun-bangun sekoci sudah mulai, pasti.
06:54Pasti secara politik real.
06:55Tinggal Pak Prabowo sekarang berpikir,
06:57siapa yang mau dikawani?
06:59Siapa yang mau diisolasi untuk kekuatan itu tidak menghantam dia?
07:02Baik, kita lanjutkan lagi nanti ya Bang.
07:04Tetap bersama kami.
07:05Kalau menurut saya ya ke Pak Jokowi sih,
07:06Bapak Jokowi kan.
07:07Gak ada yang lain sih.
07:09Itu tetap.
Komentar

Dianjurkan