Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bidan Desa Sungai Pelang, Herlina Listya, mengatakan peningkatan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) terjadi secara signifikan seiring berlangsungnya karhutla.

Berdasarkan rekapan data yang disampaikan Herlina, pada Juli tercatat 176 kasus ISPA. Dari jumlah tersebut, 26 pasien merupakan anak usia 0 hingga 5 tahun atau balita.

Jumlah tersebut kembali meningkat pada Agustus menjadi 199 kasus, dengan 28 pasien di antaranya merupakan balita.

Sementara pada pekan pertama September, sudah terdeteksi sekitar 15 kasus ISPA, termasuk sekitar 5 pasien berusia 0 hingga 5 tahun.

Salah satu warga yang terdampak adalah Eliza. Ia tinggal bersama suami dan anaknya yang berusia dua tahun di kawasan permukiman Trans Sungai Pelang.

Eliza mengatakan, anaknya mulai mengalami batuk setelah adanya karhutla.

Tak hanya anaknya, Eliza juga mengaku terdampak asap karhutla. Ia memiliki asma, sementara suaminya mengalami sesak napas saat berada di lahan.

Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, Eliza memilih menutup pintu dan menggunakan kipas angin.

Warga berharap hujan segera turun di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung. Terlebih, upaya pemadaman oleh warga terkendala ketersediaan air.




Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/yCH1QCwce2o




#karhutla #kalimantan #bencana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689673/nakes-ungkap-karhutla-ketapang-picu-lonjakan-ispa-balita-ikut-terdampak-dipo
Transkrip
00:13Intro
00:17Karhutlai melana Indonesia tak hanya meninggalkan jejak hitam yang menghanguskan bumi pertiwi.
00:22Di baliknya ada harga mahal takasat mata yang harus dibayar.
00:25Sekolah terpaksa meliburkan, aktivitas warga berganggu, asap mengancam kesehatan hingga rusaknya ekosistem hutan.
00:34Ironisnya harga mahal akibat karhutla tak sebanding dengan hukum yang dicatukan kepada pihak yang sebabkan kebakaran.
00:41Pada tahun 2015 saat kebakaran menghanguskan sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan di Indonesia,
00:47hukuman paling tinggi bagi pelaku perorangan hanya 3 hingga 4 tahun penjara dengan denda 3 miliar rupiah.
00:54Setelah itu korporasi hanya 3 perusahaan yang dikenai sanksi pencabutan izin.
01:00Prioritas hanya mendapat sanksi surat peringatan.
01:04Center of Economic and Law Studies atau CELIOS,
01:07menghitung perkiraan kerugian ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla pada Januari hingga Agustus 2026,
01:13diperkirakan mencapai angka Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun.
01:21Opsi terbesar kerugian itu bukan berasal dari aset yang hangus,
01:25melainkan dari dampak terhadap tubuh manusia yang hari demi hari menghirup asap karhutla.
01:31Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus infeksi saluran penafasan akun atau ISPA
01:36di 7 provinsi terdampak karhutla menembus lebih dari 50 ribu kasus.
01:4112 ribu kasus diantaranya bahkan dialami oleh balita.
01:49Wilayah yang saya datang ke saat ini adalah salah satu permukiman terdekat
01:53dari area yang tadi saya kunjungi, area lahan yang terbakar.
01:58Dan tentu pertanyaannya adalah seberapa parah dampak yang kemudian lahir
02:03akibat karhutla khususnya terhadap kesehatan masyarakat yang ada di Desa Sungai Pelang.
02:09Saya akan tanyakan secara langsung kepada Bidan Desa Sungai Pelang dengan Bu Listia.
02:15Terima kasih untuk waktunya, Bu.
02:16Masa, Pak.
02:17Oke, karhutla saat ini masih terjadi, kondisi Ibu saat ini sehat, Bu?
02:20Alhamdulillah masih sehat, cuma saya sarankan juga harus tetap jaga kesehatan
02:23karena karhutla ini masih tetap terjadi dan berlangsung.
02:27Sejauh ini berdasarkan pantauan Ibu kondisi kesehatan masyarakat di sini seperti apa, Bu?
02:32Baik, tetap terdampak ya, Bang.
02:34Secara tidak langsung dampak dari karhutla ini karena terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
02:40Terjadi peningkatan?
02:41Iya, terjadi peningkatan.
02:42Seberapa banyak peningkatannya, Bu?
02:44Baik, untuk bulan Juli, yaitu berdasarkan dari rekapan data, itu sebanyak 176.
02:51176?
02:52Iya.
02:52Oke.
02:53Kemudian untuk yang umur 0 sampai 5 tahun, Balita, itu sebanyak 26.
02:58Oke.
02:59Oke, kemudian di Agustus terjadi peningkatan lagi sebanyak 199.
03:04Di mana umur 0 sampai 5 tahun itu adalah 28 pasien.
03:08Di bulan September, masih di minggu pertama, itu sudah ada sekitar 15-an ya, Bang, yang baru terdeteksi kami.
03:17Itu untuk 0 sampai 5 tahun itu ada sekitar 5 orang.
03:20Kita sudah berada di salah satu rumah, Bu, ya?
03:22Iya, di salah satu rumah pemukiman di Transsungai Pelang yang terdampak langsung dari karhutla.
03:27Ini untuk Balita, Bu, yang terdampak?
03:29Iya, Balita, usia 2 tahun.
03:31Oke, boleh kita lihat, Bu?
03:32Silahkan.
03:33Oke, saya akan masuk ya dengan Bu Listia.
03:36Untuk orang tuanya dengan ibu?
03:38Ibu Elisa.
03:39Ibu Elisa, oke.
03:40Assalamualaikum, Ibu.
03:42Boleh ngobrol sebentar ya, Bu, ya?
03:44Oke.
03:44Saya dipun dari Kompas TV, Ibu.
03:46Dengan Ibu?
03:47Elisa.
03:48Ibu Elisa.
03:49Dan ini anak ibu, Ibu, ya?
03:50Iya.
03:51Umurnya?
03:512 tahun.
03:522 tahun?
03:53Iya.
03:54Oke, saya tadi dapat konfirmasi dari Ibu Listia, salah satu Balita yang terdampak,
03:59ISPA.
04:00Itu anak ibu?
04:00Iya, pertama kali sih kan batuk-batuk, ya?
04:05Itu batuk-batuk, pilat, terus kayak ada dahaknya gitu.
04:08Oke.
04:09Itu terjadi setelah adanya karhut, Pak?
04:11Iya.
04:12Ibu di sini tinggal dengan?
04:13Suami sama anak.
04:15Bertiga?
04:15Iya.
04:16Mohon maaf, tapi yang terdampak itu anak ibu atau mungkin ibu dan bapak juga terdampak?
04:21Mungkin bapak karena di lahan, dia sesak-sesak nafas aja sih.
04:25Iya, oke.
04:25Kalau saya, ya terkena juga dampak asapnya karena saya punya asma.
04:30Ibu punya asma?
04:32Dengan asap yang mengarah ke rumah ibu, dan ini adalah rumah ibu upaya untuk dalam tanda kutip menghilangkan asap di
04:41area dalam rumah,
04:42karena ibu dan juga anak ibu mengalami ispa.
04:47Ini seperti apa upayanya?
04:48Saya cuma tidak membuka pintu lah ya.
04:51Oke.
04:51Tutup semua, sama di dalam kasih kipas angin.
04:55Melihat karhutlah yang mungkin bisa dikatakan belum juga padam, Bu ya.
05:00Bahkan dalam hitungan bulanan mungkin.
05:02Harapan ibu sebagai warga yang tinggal berdekatan dengan titik karhutlah seperti apa?
05:06Cuma pengen cepat turun hujan saja sih, Pak.
05:09Karena walaupun ini banyak warga madamin kan, airnya susah, sulit.
05:15Jadi kita ya nunggu hujan turun.
05:17Tapi apakah warga sudah mengetahui sumber dari kebakaran ini awal mulanya dari mana?
05:23Belum tahu.
05:23Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan