00:13Intro
00:17Karhutlai melana Indonesia tak hanya meninggalkan jejak hitam yang menghanguskan bumi pertiwi.
00:22Di baliknya ada harga mahal takasat mata yang harus dibayar.
00:25Sekolah terpaksa meliburkan, aktivitas warga berganggu, asap mengancam kesehatan hingga rusaknya ekosistem hutan.
00:34Ironisnya harga mahal akibat karhutla tak sebanding dengan hukum yang dicatukan kepada pihak yang sebabkan kebakaran.
00:41Pada tahun 2015 saat kebakaran menghanguskan sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan di Indonesia,
00:47hukuman paling tinggi bagi pelaku perorangan hanya 3 hingga 4 tahun penjara dengan denda 3 miliar rupiah.
00:54Setelah itu korporasi hanya 3 perusahaan yang dikenai sanksi pencabutan izin.
01:00Prioritas hanya mendapat sanksi surat peringatan.
01:04Center of Economic and Law Studies atau CELIOS,
01:07menghitung perkiraan kerugian ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla pada Januari hingga Agustus 2026,
01:13diperkirakan mencapai angka Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun.
01:21Opsi terbesar kerugian itu bukan berasal dari aset yang hangus,
01:25melainkan dari dampak terhadap tubuh manusia yang hari demi hari menghirup asap karhutla.
01:31Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus infeksi saluran penafasan akun atau ISPA
01:36di 7 provinsi terdampak karhutla menembus lebih dari 50 ribu kasus.
01:4112 ribu kasus diantaranya bahkan dialami oleh balita.
01:49Wilayah yang saya datang ke saat ini adalah salah satu permukiman terdekat
01:53dari area yang tadi saya kunjungi, area lahan yang terbakar.
01:58Dan tentu pertanyaannya adalah seberapa parah dampak yang kemudian lahir
02:03akibat karhutla khususnya terhadap kesehatan masyarakat yang ada di Desa Sungai Pelang.
02:09Saya akan tanyakan secara langsung kepada Bidan Desa Sungai Pelang dengan Bu Listia.
02:15Terima kasih untuk waktunya, Bu.
02:16Masa, Pak.
02:17Oke, karhutla saat ini masih terjadi, kondisi Ibu saat ini sehat, Bu?
02:20Alhamdulillah masih sehat, cuma saya sarankan juga harus tetap jaga kesehatan
02:23karena karhutla ini masih tetap terjadi dan berlangsung.
02:27Sejauh ini berdasarkan pantauan Ibu kondisi kesehatan masyarakat di sini seperti apa, Bu?
02:32Baik, tetap terdampak ya, Bang.
02:34Secara tidak langsung dampak dari karhutla ini karena terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
02:40Terjadi peningkatan?
02:41Iya, terjadi peningkatan.
02:42Seberapa banyak peningkatannya, Bu?
02:44Baik, untuk bulan Juli, yaitu berdasarkan dari rekapan data, itu sebanyak 176.
02:51176?
02:52Iya.
02:52Oke.
02:53Kemudian untuk yang umur 0 sampai 5 tahun, Balita, itu sebanyak 26.
02:58Oke.
02:59Oke, kemudian di Agustus terjadi peningkatan lagi sebanyak 199.
03:04Di mana umur 0 sampai 5 tahun itu adalah 28 pasien.
03:08Di bulan September, masih di minggu pertama, itu sudah ada sekitar 15-an ya, Bang, yang baru terdeteksi kami.
03:17Itu untuk 0 sampai 5 tahun itu ada sekitar 5 orang.
03:20Kita sudah berada di salah satu rumah, Bu, ya?
03:22Iya, di salah satu rumah pemukiman di Transsungai Pelang yang terdampak langsung dari karhutla.
03:27Ini untuk Balita, Bu, yang terdampak?
03:29Iya, Balita, usia 2 tahun.
03:31Oke, boleh kita lihat, Bu?
03:32Silahkan.
03:33Oke, saya akan masuk ya dengan Bu Listia.
03:36Untuk orang tuanya dengan ibu?
03:38Ibu Elisa.
03:39Ibu Elisa, oke.
03:40Assalamualaikum, Ibu.
03:42Boleh ngobrol sebentar ya, Bu, ya?
03:44Oke.
03:44Saya dipun dari Kompas TV, Ibu.
03:46Dengan Ibu?
03:47Elisa.
03:48Ibu Elisa.
03:49Dan ini anak ibu, Ibu, ya?
03:50Iya.
03:51Umurnya?
03:512 tahun.
03:522 tahun?
03:53Iya.
03:54Oke, saya tadi dapat konfirmasi dari Ibu Listia, salah satu Balita yang terdampak,
03:59ISPA.
04:00Itu anak ibu?
04:00Iya, pertama kali sih kan batuk-batuk, ya?
04:05Itu batuk-batuk, pilat, terus kayak ada dahaknya gitu.
04:08Oke.
04:09Itu terjadi setelah adanya karhut, Pak?
04:11Iya.
04:12Ibu di sini tinggal dengan?
04:13Suami sama anak.
04:15Bertiga?
04:15Iya.
04:16Mohon maaf, tapi yang terdampak itu anak ibu atau mungkin ibu dan bapak juga terdampak?
04:21Mungkin bapak karena di lahan, dia sesak-sesak nafas aja sih.
04:25Iya, oke.
04:25Kalau saya, ya terkena juga dampak asapnya karena saya punya asma.
04:30Ibu punya asma?
04:32Dengan asap yang mengarah ke rumah ibu, dan ini adalah rumah ibu upaya untuk dalam tanda kutip menghilangkan asap di
04:41area dalam rumah,
04:42karena ibu dan juga anak ibu mengalami ispa.
04:47Ini seperti apa upayanya?
04:48Saya cuma tidak membuka pintu lah ya.
04:51Oke.
04:51Tutup semua, sama di dalam kasih kipas angin.
04:55Melihat karhutlah yang mungkin bisa dikatakan belum juga padam, Bu ya.
05:00Bahkan dalam hitungan bulanan mungkin.
05:02Harapan ibu sebagai warga yang tinggal berdekatan dengan titik karhutlah seperti apa?
05:06Cuma pengen cepat turun hujan saja sih, Pak.
05:09Karena walaupun ini banyak warga madamin kan, airnya susah, sulit.
05:15Jadi kita ya nunggu hujan turun.
05:17Tapi apakah warga sudah mengetahui sumber dari kebakaran ini awal mulanya dari mana?
05:23Belum tahu.
05:23Terima kasih telah menonton!
Komentar