00:00Menunjukkan diskusi Mas Toto, kalau Anda melihat respon setelah pidato AHY ini, Anda menangkap koalisi ini lagi was-was bahwa
00:08AHY akan coba maju ke pemilu 2029 atau ada makna lain?
00:13Pertama, saya melihat sebenarnya bukan kalimat terkait kekuasaan ya, Mas Tifal, yang kemudian bisa ditafsirkan ada sikap yang berbeda dari
00:23demokrat dibandingkan dengan partai-partai lain yang cenderung lebih pasang badan buat memimpinan Prabowo Subianto.
00:29Yang menarik sebetulnya adalah ada kalimat-kalimat yang diutarakan, yang sebetulnya selama ini menjadi kritik.
00:36Jadi konten dari partai-partai misalnya satu terhadap kelas menengah, kedua misalnya terkait dengan profesionalitas dari TNI dan KORI, dalam
00:46konteks pemilu memang disebutkan ya, itu hal-hal yang sering kali dikritik dari pemerintahan Prabowo.
00:51Ketiga, ada kecenderungan, ada nuansa pikir, kalau orang lihat misalnya terkait dengan program prioritas yang demokrat kemarin sampaikan dalam konteks
01:01dukungan, itu terkait dengan sekolah rakyat.
01:03Kalau saya dengarkan apa yang menjadi underlight. Misalnya demokrat tidak berbicara mengenai hal yang paling sering dibahas tentang pemerintahan Prabowo
01:11terkait dengan MBG dan KOPDES.
01:14Dan kalau kita lihat, Mas Bahlil pasang badan, Zulkifli pasang badan, Cahimin pasang badan, ada nuansa yang berbeda.
01:22Sehingga orang kemudian berspekulasi. Nah kan pasti sikap kritis dari Partai Demokrat itu seringkali memang menimbulkan spekulasi.
01:33Saya tidak menyalahkan juga. Karena kalau kita lihat dalam portfolio Partai Demokrat, betul 2014 mendukung Pak Prabowo, 2019 mendukung Pak
01:41Prabowo, 2024 juga mendukung Pak Prabowo.
01:44Tapi saya selalu mengatakan, selalu setengah hati. 2014, awalnya PSBY netral. Di ujung baru kemudian menyatakan dukungan.
01:52Padahal saat itu Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, itu biasanya PSBY.
01:572019, langsung menyatakan dukungan. Tapi ketika deklarasi kemenangan, yang sebetulnya tidak sesuai dengan data KPU, demokrat menarik diri. Saya ingat
02:07sekali waktu itu.
02:07Yang ketiga, ketika kita bicara 2024, sebetulnya rencana awal dari Demokrat adalah Mas Ahayi maju dengan Mas Anies Baswedan.
02:17Sehingga kalau ditanya langsung, spekulasi saya kalau betul ingin mencoba berandai-andai apakah Ahayi lebih mungkin masuk dalam koalisi Prabowo
02:282029, saya menyatakan tidak.
02:31Saya lebih melihat, lebih mungkin Ahayi akan maju sendiri dengan koalisinya.
02:36Kalau dibasarkan ada analisis portfolio dalam konteks hubungan antara Demokrat dengan Pak Prabowo.
02:43Kalau begitu, oke.
02:45Sekarang, terakhir Mas Dival, menurut saya ini juga sangat cerdas.
02:48Mungkin ini sebuah respon juga.
02:50Melihat penurunan kepuasan publik yang sangat luar biasa dari penurunan dari pemerintah Prabowo-Kibran,
02:56dan menjadi sangat lumrah sebuah partai dalam koalisi mengambil sikap yang lebih kritis.
03:03Baik, Mbak Diska, merespon dari penyataan Mas Soto, terutama masalah yang dibilang setengah hati itu tadi.
03:09Pertama, tentu semua partai politik tentu punya hak prerogatif dalam setiap pemilu, setiap masa,
03:19dan tentu kita tidak bisa hanya melihatnya sepotong-sepotong begitu melihat bahwa selama ini tentu Partai Demokrat berada dalam pemerintahan
03:26Presiden Prabowo,
03:27selalu berada, Mas Soto sendiri bilang bahwa kita selalu adalah dalam koalisi Prabowo,
03:33dan juga pasalnya agak susah ketika kita harus melihat terus ke belakang, sedangkan kita maunya move on ke depan seperti
03:39apa.
03:39Apalagi saat ini kita lihat bahwa Partai Demokrat ada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo,
03:44dan juga kita juga sangat pasang badan dengan semua kita dalam portofolio tugas,
03:52dan di kementerian-kementerian juga kita sangat pasang badan 100%.
03:56Move on ini aksinya berarti memang betul-betul Mas Ahye siap maju 2029, Mbak?
04:00Bukan dong, Mas.
04:02Jadi konteksnya apa dong?
04:02Maksudnya move on dari konteks dari dalam kita lihat bahwa tadi Mas Soto menyebutkan tentang yang dulu-dulu,
04:08yang dulu-dulu, sedangkan kita kan sekarang ada di masa sekarang ini begitu,
04:12dan kita tahu bahwa sekarang ada dalam pemerintahan Presiden Prabowo,
04:15dan kita tahu kalau Partai Demokrat kalau sudah berkomitmen kita akan selalu all out dalam apapun yang kita pilih,
04:21dan saat ini kita berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo, kita all out di sini.
04:25Dan kalau misalnya Mas Soto tadi bilang hanya sekolah rakyat, PIKI begitu sepertinya,
04:30Mas Soto juga terlewat karena ada kata-kata ini saya langsung dari pidatonya,
04:37bahwa kebijakan Presiden Prabowo harus kita dukung dan kawal.
04:41Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki, tapi kita juga terus kawal dan harus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo.
04:50Jadi ini bahkan dalam, bahkan dalam ini saya mau menyebutkan verbatimnya di sini.
04:57Perjuangan kita adalah bukan untuk keberhasilan Partai, tapi keberhasilan Indonesia.
05:01Itu ada dalam pidatannya Pak Menko.
05:04Jadi menurut saya ini bukan pidat, kita pasang badan.
05:08Kita pasang badan untuk apapun kebijakannya, kita dupus, kita kawal, sehingga yang terbaik buat masyarakat.
05:15Saya kasih giliran Bang Doli sekarang.
05:16Kalau Bang Doli bilang ini arah-arahnya buat pemilu 2029.
05:20Bentar, bentar, tunggu dulu. Saya kasih giliran ke Bang Doli.
05:22Kalau Anda ngarahnya itu jadi 2029 nih,
05:25AHY pidato seperti itu buat pemilu 2029, Golkar udah siapin juga nggak?
05:31Loh enggak, kan saya bilang, ini sekarang sebetulnya dipersoalkan apa sih?
05:36Iya kan?
05:37Kan kita udah bilang juga, Golkar udah bilang, Grandra juga bilang gitu loh.
05:41Siapa aja, dan kalau bisa bicara, baca tentang pernyataan saya yang lengkap itu,
05:47ya betul kita harus menghargai kedaulatan otoritas dari masing-masing partai politik.
05:52Jadi kalaupun Demokrat kemudian menyatakan hari ini mau calonkan AHY sebagai calon presiden,
06:00so what gitu loh.
06:01Tapi yang penting, selama sekarang sampai 2009,
06:04ketika kita bersama-sama di dalam pemerintahan Prabowo dan Gibrat,
06:09kita punya tanggung jawab untuk ikut membantu, mensukseskan pemerintah ini.
06:14Nah 2009 punya agenda masing-masing, kita hormati.
06:18Dan agenda itu mau disampaikan sekarang,
06:19mau sampaikan kebesok, mau sampaikan lusa,
06:22itu enggak ada soal juga gitu loh.
06:24Kan enggak ada yang mempersoalkan tentang sikap itu.
06:28Nah jadi kenapa sekarang?
06:29Jadi, wah enggak, enggak mau jadi, apa namanya,
06:33enggak, enggak bicara pemilu kok, enggak bicara pilpres kok gitu.
06:36Loh, terus yang diomongin tadi apa?
06:39Dan kita enggak persoalkan itu juga gitu.
06:42Jadi kenapa kita persoalkan?
06:44Saya bilang, toh juga kalau misalnya Pak Haye mengatakan dia siap menjadi kontender juga,
06:52ya anggap aja ini support moral dari kita juga kan,
06:54buat dia, buat tambah semangat, kan kita begitu juga gitu.
06:57Oke.
06:58Mas Toto, singkat kaya-kaya tadi udah mau respon tadi.
07:01Singkat sekali.
07:01Benernya saya lagi memuji Partai Demokrat.
07:04Berkoalisi itu tidak serta-merta 100% serupa dan sewarna.
07:08Dalam demokrasi adalah hak prerogatif partai, tadi Biska sudah menyebutkan sebetulnya,
07:14tetap ada otonomi partai ketika punya orang-orang atau kader di DPR untuk bersuara tetap kritis.
07:22Ketika misalnya demokrat lebih menekankan pada program tertentu dan tidak setuju terhadap beberapa program yang lain,
07:29itu juga adalah hak dari Partai Demokrat.
07:31Baik.
07:32Menurut saya.
07:33Dan saya pikir, saya malah berharap ya, partai-partai lain termasuk Golkar, termasuk PKB, termasuk PAN,
07:41ketika merasakan ada hal yang salah dan itu outputnya sudah jelas lho,
07:45terbaca di semua lembaga survei, terjadi penurunan kepuasan publik yang kalau tidak disikapi secara hati-hati,
07:53ini akan jadi kapal karam.
07:54Demokrat kebawa, Golkar kebawa, kalau tidak berani bersuara mengenai apa yang tidak benar kepada Presiden Tawo.
08:01Saya malah berharap, ini beneran sikap kritis dari Partai Demokrat.
08:05Takapannya memang saya setuju dengan Bang Goli.
08:07Bedanya, kalau Anda sudah masuk dalam barisan koalisi, merasa ada yang tidak benar,
08:12bukan pegasnya mengkritik doang, tapi Anda ikut bertanggung jawab juga, bikin ini jadi benar.
08:16Oke.
08:17Berani disikin Presiden, bekerja lebih baik, memberikan masukan.
08:21Kalau itu tidak jadi, saya pikir koalisi sebesar apapun,
08:24tidak akan dilihat sebagai sebuah bangunan monolitik yang akhirnya...
08:30Mas Toto, Bang Goli, Mbak Diska, terima kasih sudah berdiskusi bersama KB.
08:34Selamat sore semuanya.
08:35Terima kasih.
Komentar