Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk tetap all out mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meski muncul analisis terkait peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju pada Pilpres 2029.

Juru Bicara Partai Demokrat Diska Putri mengatakan Demokrat saat ini masih fokus menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kita tahu kalau partai demokrat kalau sudah berkomitmen kita akan selalu all out dalam apapun yang kita pilih dan saat ini kita berada dalam pemerintahan presiden Prabowo kita all out di sini," ujar Diska. (timecode 4:25)

Ia menegaskan, sikap kritis Demokrat terhadap sejumlah kebijakan tidak berarti partainya sedang mengambil jarak dari pemerintahan.

"Berkoalisi itu tidak serta-merta seratus persen, serupa dan sewarna, dalam demokrasi adalah hak yang tadi Diska sudah menyebutkan sebetulnya tetap ada otonomi partai ketika punya orang-orang atau kader di DPR untuk bersuara tetap kritis," kata Yunarto. (timecode 7:14)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#ahy #prabowo #demokrat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689699/ahy-2029-disorot-demokrat-tetap-all-out-dukung-pemerintahan-prabowo
Transkrip
00:00Menunjukkan diskusi Mas Toto, kalau Anda melihat respon setelah pidato AHY ini, Anda menangkap koalisi ini lagi was-was bahwa
00:08AHY akan coba maju ke pemilu 2029 atau ada makna lain?
00:13Pertama, saya melihat sebenarnya bukan kalimat terkait kekuasaan ya, Mas Tifal, yang kemudian bisa ditafsirkan ada sikap yang berbeda dari
00:23demokrat dibandingkan dengan partai-partai lain yang cenderung lebih pasang badan buat memimpinan Prabowo Subianto.
00:29Yang menarik sebetulnya adalah ada kalimat-kalimat yang diutarakan, yang sebetulnya selama ini menjadi kritik.
00:36Jadi konten dari partai-partai misalnya satu terhadap kelas menengah, kedua misalnya terkait dengan profesionalitas dari TNI dan KORI, dalam
00:46konteks pemilu memang disebutkan ya, itu hal-hal yang sering kali dikritik dari pemerintahan Prabowo.
00:51Ketiga, ada kecenderungan, ada nuansa pikir, kalau orang lihat misalnya terkait dengan program prioritas yang demokrat kemarin sampaikan dalam konteks
01:01dukungan, itu terkait dengan sekolah rakyat.
01:03Kalau saya dengarkan apa yang menjadi underlight. Misalnya demokrat tidak berbicara mengenai hal yang paling sering dibahas tentang pemerintahan Prabowo
01:11terkait dengan MBG dan KOPDES.
01:14Dan kalau kita lihat, Mas Bahlil pasang badan, Zulkifli pasang badan, Cahimin pasang badan, ada nuansa yang berbeda.
01:22Sehingga orang kemudian berspekulasi. Nah kan pasti sikap kritis dari Partai Demokrat itu seringkali memang menimbulkan spekulasi.
01:33Saya tidak menyalahkan juga. Karena kalau kita lihat dalam portfolio Partai Demokrat, betul 2014 mendukung Pak Prabowo, 2019 mendukung Pak
01:41Prabowo, 2024 juga mendukung Pak Prabowo.
01:44Tapi saya selalu mengatakan, selalu setengah hati. 2014, awalnya PSBY netral. Di ujung baru kemudian menyatakan dukungan.
01:52Padahal saat itu Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, itu biasanya PSBY.
01:572019, langsung menyatakan dukungan. Tapi ketika deklarasi kemenangan, yang sebetulnya tidak sesuai dengan data KPU, demokrat menarik diri. Saya ingat
02:07sekali waktu itu.
02:07Yang ketiga, ketika kita bicara 2024, sebetulnya rencana awal dari Demokrat adalah Mas Ahayi maju dengan Mas Anies Baswedan.
02:17Sehingga kalau ditanya langsung, spekulasi saya kalau betul ingin mencoba berandai-andai apakah Ahayi lebih mungkin masuk dalam koalisi Prabowo
02:282029, saya menyatakan tidak.
02:31Saya lebih melihat, lebih mungkin Ahayi akan maju sendiri dengan koalisinya.
02:36Kalau dibasarkan ada analisis portfolio dalam konteks hubungan antara Demokrat dengan Pak Prabowo.
02:43Kalau begitu, oke.
02:45Sekarang, terakhir Mas Dival, menurut saya ini juga sangat cerdas.
02:48Mungkin ini sebuah respon juga.
02:50Melihat penurunan kepuasan publik yang sangat luar biasa dari penurunan dari pemerintah Prabowo-Kibran,
02:56dan menjadi sangat lumrah sebuah partai dalam koalisi mengambil sikap yang lebih kritis.
03:03Baik, Mbak Diska, merespon dari penyataan Mas Soto, terutama masalah yang dibilang setengah hati itu tadi.
03:09Pertama, tentu semua partai politik tentu punya hak prerogatif dalam setiap pemilu, setiap masa,
03:19dan tentu kita tidak bisa hanya melihatnya sepotong-sepotong begitu melihat bahwa selama ini tentu Partai Demokrat berada dalam pemerintahan
03:26Presiden Prabowo,
03:27selalu berada, Mas Soto sendiri bilang bahwa kita selalu adalah dalam koalisi Prabowo,
03:33dan juga pasalnya agak susah ketika kita harus melihat terus ke belakang, sedangkan kita maunya move on ke depan seperti
03:39apa.
03:39Apalagi saat ini kita lihat bahwa Partai Demokrat ada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo,
03:44dan juga kita juga sangat pasang badan dengan semua kita dalam portofolio tugas,
03:52dan di kementerian-kementerian juga kita sangat pasang badan 100%.
03:56Move on ini aksinya berarti memang betul-betul Mas Ahye siap maju 2029, Mbak?
04:00Bukan dong, Mas.
04:02Jadi konteksnya apa dong?
04:02Maksudnya move on dari konteks dari dalam kita lihat bahwa tadi Mas Soto menyebutkan tentang yang dulu-dulu,
04:08yang dulu-dulu, sedangkan kita kan sekarang ada di masa sekarang ini begitu,
04:12dan kita tahu bahwa sekarang ada dalam pemerintahan Presiden Prabowo,
04:15dan kita tahu kalau Partai Demokrat kalau sudah berkomitmen kita akan selalu all out dalam apapun yang kita pilih,
04:21dan saat ini kita berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo, kita all out di sini.
04:25Dan kalau misalnya Mas Soto tadi bilang hanya sekolah rakyat, PIKI begitu sepertinya,
04:30Mas Soto juga terlewat karena ada kata-kata ini saya langsung dari pidatonya,
04:37bahwa kebijakan Presiden Prabowo harus kita dukung dan kawal.
04:41Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki, tapi kita juga terus kawal dan harus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo.
04:50Jadi ini bahkan dalam, bahkan dalam ini saya mau menyebutkan verbatimnya di sini.
04:57Perjuangan kita adalah bukan untuk keberhasilan Partai, tapi keberhasilan Indonesia.
05:01Itu ada dalam pidatannya Pak Menko.
05:04Jadi menurut saya ini bukan pidat, kita pasang badan.
05:08Kita pasang badan untuk apapun kebijakannya, kita dupus, kita kawal, sehingga yang terbaik buat masyarakat.
05:15Saya kasih giliran Bang Doli sekarang.
05:16Kalau Bang Doli bilang ini arah-arahnya buat pemilu 2029.
05:20Bentar, bentar, tunggu dulu. Saya kasih giliran ke Bang Doli.
05:22Kalau Anda ngarahnya itu jadi 2029 nih,
05:25AHY pidato seperti itu buat pemilu 2029, Golkar udah siapin juga nggak?
05:31Loh enggak, kan saya bilang, ini sekarang sebetulnya dipersoalkan apa sih?
05:36Iya kan?
05:37Kan kita udah bilang juga, Golkar udah bilang, Grandra juga bilang gitu loh.
05:41Siapa aja, dan kalau bisa bicara, baca tentang pernyataan saya yang lengkap itu,
05:47ya betul kita harus menghargai kedaulatan otoritas dari masing-masing partai politik.
05:52Jadi kalaupun Demokrat kemudian menyatakan hari ini mau calonkan AHY sebagai calon presiden,
06:00so what gitu loh.
06:01Tapi yang penting, selama sekarang sampai 2009,
06:04ketika kita bersama-sama di dalam pemerintahan Prabowo dan Gibrat,
06:09kita punya tanggung jawab untuk ikut membantu, mensukseskan pemerintah ini.
06:14Nah 2009 punya agenda masing-masing, kita hormati.
06:18Dan agenda itu mau disampaikan sekarang,
06:19mau sampaikan kebesok, mau sampaikan lusa,
06:22itu enggak ada soal juga gitu loh.
06:24Kan enggak ada yang mempersoalkan tentang sikap itu.
06:28Nah jadi kenapa sekarang?
06:29Jadi, wah enggak, enggak mau jadi, apa namanya,
06:33enggak, enggak bicara pemilu kok, enggak bicara pilpres kok gitu.
06:36Loh, terus yang diomongin tadi apa?
06:39Dan kita enggak persoalkan itu juga gitu.
06:42Jadi kenapa kita persoalkan?
06:44Saya bilang, toh juga kalau misalnya Pak Haye mengatakan dia siap menjadi kontender juga,
06:52ya anggap aja ini support moral dari kita juga kan,
06:54buat dia, buat tambah semangat, kan kita begitu juga gitu.
06:57Oke.
06:58Mas Toto, singkat kaya-kaya tadi udah mau respon tadi.
07:01Singkat sekali.
07:01Benernya saya lagi memuji Partai Demokrat.
07:04Berkoalisi itu tidak serta-merta 100% serupa dan sewarna.
07:08Dalam demokrasi adalah hak prerogatif partai, tadi Biska sudah menyebutkan sebetulnya,
07:14tetap ada otonomi partai ketika punya orang-orang atau kader di DPR untuk bersuara tetap kritis.
07:22Ketika misalnya demokrat lebih menekankan pada program tertentu dan tidak setuju terhadap beberapa program yang lain,
07:29itu juga adalah hak dari Partai Demokrat.
07:31Baik.
07:32Menurut saya.
07:33Dan saya pikir, saya malah berharap ya, partai-partai lain termasuk Golkar, termasuk PKB, termasuk PAN,
07:41ketika merasakan ada hal yang salah dan itu outputnya sudah jelas lho,
07:45terbaca di semua lembaga survei, terjadi penurunan kepuasan publik yang kalau tidak disikapi secara hati-hati,
07:53ini akan jadi kapal karam.
07:54Demokrat kebawa, Golkar kebawa, kalau tidak berani bersuara mengenai apa yang tidak benar kepada Presiden Tawo.
08:01Saya malah berharap, ini beneran sikap kritis dari Partai Demokrat.
08:05Takapannya memang saya setuju dengan Bang Goli.
08:07Bedanya, kalau Anda sudah masuk dalam barisan koalisi, merasa ada yang tidak benar,
08:12bukan pegasnya mengkritik doang, tapi Anda ikut bertanggung jawab juga, bikin ini jadi benar.
08:16Oke.
08:17Berani disikin Presiden, bekerja lebih baik, memberikan masukan.
08:21Kalau itu tidak jadi, saya pikir koalisi sebesar apapun,
08:24tidak akan dilihat sebagai sebuah bangunan monolitik yang akhirnya...
08:30Mas Toto, Bang Goli, Mbak Diska, terima kasih sudah berdiskusi bersama KB.
08:34Selamat sore semuanya.
08:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan