JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo menyebut, pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.
Hal itu dinilai penting mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api, yang membuatnya rentan terhadap berbagai bencana alam.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo, saat melaksanakan rapat terbatas penanganan bencana alam, dengan sejumlah badan dan kepala daerah secara virtual, Senin (7/9/2026) siang.
Ia optimis, pemerintahannya lebih mampu dalam menghadapi bencana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan anggaran mitigasi bencana harus membawa manfaat yang lebih besar.
DPR mendukung rencana pemerintah meningkatkan anggaran untuk mitigasi bencana.
Kepastian anggaran penanganan bencana itu juga sebelumnya diperkuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut dana yang disiapkan sebesar Rp1 triliun.
Lalu, apakah tambahan anggaran sebesar 1 triliun rupiah cukup untuk mitigasi bencana di Indonesia yang telah dinilai sebagai ring of fire, atau wilayah cincin api?
Untuk membahasnya, kita sudah bergabung dengan Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB dan Ada Jaya Darmawan, selaku peneliti CELIOS.
Baca Juga Ketua DPR Puan Maharani Respons Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan di https://www.kompas.tv/nasional/689636/ketua-dpr-puan-maharani-respons-prabowo-minta-anggaran-mitigasi-bencana-ditambah-signifikan
#prabowo #anggaran #bencana
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689723/full-anggaran-mitigasi-bencana-ditambah-rp1-triliun-cukup-hadapi-ancaman-bencana-di-ri
Hal itu dinilai penting mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api, yang membuatnya rentan terhadap berbagai bencana alam.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo, saat melaksanakan rapat terbatas penanganan bencana alam, dengan sejumlah badan dan kepala daerah secara virtual, Senin (7/9/2026) siang.
Ia optimis, pemerintahannya lebih mampu dalam menghadapi bencana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan anggaran mitigasi bencana harus membawa manfaat yang lebih besar.
DPR mendukung rencana pemerintah meningkatkan anggaran untuk mitigasi bencana.
Kepastian anggaran penanganan bencana itu juga sebelumnya diperkuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut dana yang disiapkan sebesar Rp1 triliun.
Lalu, apakah tambahan anggaran sebesar 1 triliun rupiah cukup untuk mitigasi bencana di Indonesia yang telah dinilai sebagai ring of fire, atau wilayah cincin api?
Untuk membahasnya, kita sudah bergabung dengan Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB dan Ada Jaya Darmawan, selaku peneliti CELIOS.
Baca Juga Ketua DPR Puan Maharani Respons Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan di https://www.kompas.tv/nasional/689636/ketua-dpr-puan-maharani-respons-prabowo-minta-anggaran-mitigasi-bencana-ditambah-signifikan
#prabowo #anggaran #bencana
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689723/full-anggaran-mitigasi-bencana-ditambah-rp1-triliun-cukup-hadapi-ancaman-bencana-di-ri
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto menyebut,
00:03pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.
00:07Hal itu dinilai penting mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api atau ring of fire
00:13yang membuatnya rentan terhadap berbagai bencana alam.
00:19Hal itu disampaikan Presiden saat melaksanakan rapat terbatas penanganan bencana alam
00:24dengan sejumlah badan dan kepala daerah secara virtual pada Senin siang.
00:30Ya optimistis, pemerintah hanya lebih mampu dalam menghadapi bencana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
00:42Takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire,
00:50jadi ini membawa kita untuk, kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini,
01:00setiap saat alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan.
01:14Dikutip dari buku Nota Keuangan APBN tahun anggaran 2025,
01:19anggaran badan penanggulangan bencana untuk tahun 2026 turun jauh dibandingkan tahun 2025.
01:26Sejak tahun 2020 hingga 2026,
01:29anggaran yang dialokasikan kepada BNPB cenderung terus menurun setiap tahunnya.
01:34Anggaran BNPB pada 2025 sebesar 2,01 triliun rupiah,
01:39sementara di tahun 2025 angkanya menurun menjadi 491 miliar rupiah.
01:46Sedangkan angka anggaran tertinggi pernah didapat BNPB pada tahun 2020,
01:51yakni sebesar 11,78 triliun rupiah karena status kedaruratan pandemi COVID-19.
02:05Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan
02:09anggaran mitigasi bencana harus membawa manfaat yang lebih besar.
02:12DPR mendukung rencana pemerintah meningkatkan anggaran untuk mitigasi bencana.
02:16Kepastian anggaran penanganan bencana itu juga sebelumnya
02:19diperkuat Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa
02:22yang menyebut dana yang disiapkan sebesar 1 triliun rupiah.
02:35Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat.
02:38Bagi kami tidak apa-apa, namun manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya.
03:12Selamat malam, Kang Maman, Mas Jaya.
03:15Selamat malam, Mas Rade.
03:17Selamat malam.
03:18Baik.
03:19Saya ke Kang Maman dulu.
03:21Gimana pendangan Anda di Komisi 8 soal langkah pemerintah yang secara proaktif
03:27katanya berencana menambah anggaran mitigasi bencana tahun ini?
03:31Ya, kita tahu bahwa negara kita memang ada di posisi rawan bencana secara keseluruhan.
03:37Baik itu karena jaringan gunung berapinya atau pertarungan dua lempengan
03:45sehingga mau tidak mau penanganan bencana ini harus ditangani secara sistemis
03:51dan juga proaktif, bukan reaktif.
03:53Nah, selama ini kita di Komisi 8 melihat bahwa penanganan bencana di kita
03:58itu kelihatan sekali sangat reaktif, termasuk minimnya anggaran.
04:03Kita tahu bahwa Badan Nasional Penanganan Bencana itu ada dua anggaran yang dimiliki.
04:09Satu anggaran reguler yang mereka miliki, yang kedua adalah dana siap pakai.
04:13Makanya Komisi lapangan berusaha untuk memberikan tambahan anggaran
04:20terutama di tahun 2026 ini kita melihat ada 1.730 bencana
04:26lalu sekitar 111 ribu rumah yang terdampak
04:31ada 2.361 sarana pendidikan dan juga 867 sarana ibadah
04:38termasuk fasilitas kesehatan dan juga jembatan-jembatan yang putus aja
04:42ada 92.
04:44Oleh sebab itu ketika BNPB melakukan usulan terhadap tambahan dana siap pakai
04:505,6 triliun dengan jika disetujui maka disana kita akan memiliki
04:57ada dana DSP awal di tahun 2026, ada DSP usulan
05:04jadi totalnya lumayan, sekitar 10,30 triliun
05:08plus dana yang dimiliki oleh BNPB serah harian yaitu 1,08 triliun
05:14maka ada dana 11,38 triliun yang akan dilakukan oleh BNPB
05:21terutama dari mulai mitigasi bencana
05:23lalu juga ada penguatan sarana-perasana, perkuatan sarana dan peralatan kebencanaan
05:29termasuk juga sistem peringatan dini, order warning itu dibutuhkan
05:33termasuk di dalamnya adalah memperbanyak alat, terutama di daerah-daerah yang memang
05:38itu dia akan rawan, seperti Semeru misalnya ya, berkali-kali kita kunjungan ke Semeru
05:46disana betul-betul kita membutuhkan alat yang sudah tersedia
05:49termasuk bangunan infrastruktur yang tahan bencana dan lain sebagainya
05:54jadi pada intinya kita mendukung apa yang dikatakan Pak Presiden Prabowo
05:59bahwa penanganan kebencanaan harus lebih proaktif, lebih sistematis
06:06dan tentu soal koordinasi antar institusi dan kementerian
06:12kita tentu tidak bisa menolak bencana
06:14tapi kita bisa meminalisir dampak-dampak dari bencana itu sendiri
06:19jangan sampai karena kita terlalu reaktif, karena kita tidak mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan
06:25termasuk peringatan dini, maka yang terjadi kemungkinan banyak sekali korban yang berjatuhan
06:30ya, dan selama ini juga kita beberapa kali ya mendengar
06:36begitu ada alat pemantauan yang tidak berfungsi
06:40lalu juga buol untuk tsunami yang tidak lagi berfungsi
06:43ini juga yang harus diperbaiki
06:45terus termasuk pemantauan-pemantauan melalui CCTV yang
06:48saya juga beberapa kali memantau di website
06:52VVMBG yang tidak terlalu optimal, bahkan tidak aktif
06:55tidak bisa dipantau secara minute by minute
06:58nah ini juga sebenarnya kan harus dilihat
07:00atau dipantau oleh masyarakat bisa secara langsung
07:03sehingga mereka bisa mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana
07:07tapi saya ingin bertanya ke Mas Jaya soal ruang fiskal kalau begitu
07:10tadi kan kalau kata Kang Maman, ya kurang lebih ada sekitar berapa tadi
07:14ada 11 triliun lebih ya, 15 ya, 15 itu 11 tadi ya
07:18ini kan
07:1811,38 triliun
07:20oke, 11,38 triliun ini dari dana siap pakai dan juga dana yang dimiliki oleh BNPB
07:24tapi melihat ruang fiskal yang cukup ketat
07:28di APBN yang saat ini yang cukup ketat
07:30Mas Jaya saya akan menanyakan kepada Anda
07:32apakah penambahan anggaran ini cukup realistis untuk bencana?
07:38saya kira itu tergantung dari cara pemerintah menyingkapi bencana ya Mas ya
07:44oke
07:45karena kalau kita lihat dari track record penganggaran gitu ya
07:48tahun lalu saja anggaran reguler di BNPB itu turun di tahun ini 75%
07:56nah kita bandingkan di tahun 2020 itu turunnya bahkan 95 kali lipat
08:04nah ini 950%
08:06nah jadi kenapa begitu, kenapa saya membandingkan dengan COVID
08:12karena ketika kita menyadari bahwa kita ada di daerah yang sangat-sangat rentan rawan bencana
08:20dari bencana gempa, bencana erupsi, karhutlah, dan lain sebagainya
08:27harusnya kita memiliki mindset yang masih dipertahankan sejak COVID
08:32gitu ya
08:33jadi melihat bencana ekologis sebagai sebuah krisis
08:39yang mana krisis itu harus dimitigasi
08:41nah ternyata tadi sampai sejauh ini pendekatan dari pemerintah itu masih sangat-sangat reaktif
08:48itu tercermin dari apa
08:50ternyata alokasi dana reguler itu sangat lebih kecil dari DSP
08:56dana siap pakai
08:57selain tadi juga dari penganggaran, dari tren
09:00itu terus menurun
09:02mentang-mentang sudah tidak terjadi COVID, pandemi
09:05BNPB disunat habis
09:07itu pertama yang harus diperkuat dulu
09:13dipertimbangkan dahulu
09:14melihat Indonesia sebagai daerah yang rawan bencana
09:19bencana ekologis
09:21sehingga mitigasinya harus ekstra luar biasa
09:24kalau perlu kita samakan dengan kondisi COVID
09:27makanya dari itu ketika ngomongin itu
09:29yang kedua adalah bagaimana caranya
09:32bahwa dana terkait dengan mitigasi dan penanggulangan bencana
09:37itu harus menjadi prioritas nasional
09:39bahkan kalau perlu dia harus sama
09:44alokasinya besarnya itu dengan makan bergizi gratis
09:48dengan operasi merah putih
09:51karena lagi-lagi tadi
09:52mindsetnya melihat bencana itu sebagai
09:55hal yang wajib dimitigasi
09:57karena kenapa
10:01yang pertama kali mendapatkan dampak buruknya
10:06yang merasakan getirnya dari bencana itu adalah masyarakat
10:09bukan pejabat yang ada di Senayan
10:11bukan pejabat yang ada di Istana Negara
10:14kita menghitung ada 123 triliun kerugian bencana
10:19itu hanya dari Karhutlah
10:21dalam setahun
10:23dan salah satu sumber kerugian paling besar
10:28itu adalah dari ISPA
10:29kita saja yang ada di Jakarta
10:32ISPA dari polusi saja sudah sangat sakit
10:34apalagi teman-teman kita
10:36yang ada di Kalimantan
10:38di Papua
10:38Sumatera yang mengalami
10:41kebakaran hutan dan lahan
10:43itu mencapai 1,7 juta
10:46penderita ISPA
10:47makanya akhirnya menimbulkan kerugian yang paling
10:50paling besar dari sisi kesehatan
10:52oke
10:52nah ketika pemerintah mampu memiliki mindset seperti itu
10:55saya kira prioritas anggaran sangat-sangat memungkinkan
10:58tinggal menggeser apa yang sudah ada di
11:01prioritas nasional
11:02oke kita punya pengalaman bencana ekologis yang besar
11:052020 menangani pandemi
11:07dan ya relatif sukses
11:09ya pemerintah bisa menggelontorkan juga anggaran yang optimal pada saat itu
11:13sehingga penanganan pandemi juga bisa terstruktur
11:16bisa rapih begitu
11:17saya bertanya ke Ngamaman
11:19setuju gak ada kalau tadi yang dikatakan Mas Jaya
11:22bahwa sebenarnya bencana ekologis itu
11:23mindsetnya harus disamakan dengan bencana
11:26apa namanya
11:27yang saat ini terjadi
11:29bencana alam yang harusnya juga punya anggaran yang serupa
11:31dengan bencana ekologis dan bencana endemis tadi
11:33saya akan tanyakan hal itu tapi jangan dijawab dulu
11:35nanti setelah jeda
11:36disampai nusam malam
11:37sesaat lagi
11:37tetaplah bersama kami
11:47ya masih membahas
11:49rencana penambahan anggaran
11:51untuk penanganan bencana
11:53bersama
11:53anggota komisi 8 DPR RI
11:55Maman Iman Olhak
11:56dan juga Mas Jaya dari Selios
11:57tadi saya bertanya ke Ngamaman
11:59kalau kata Mas Jaya tadi
12:00mindset untuk pembiayaan
12:02bencana ekologis ini
12:05seharusnya disamakan dengan pada saat kita menghadapi bencana endemis
12:08pada saat pandemi 2020 ya
12:102020-2021
12:12itu kan bisa sukses
12:13nah mindsetnya harus sama
12:15Anda setuju dengan pendapat itu?
12:17ya saya setuju ya
12:18bahwa bencana ekologis
12:20itu harus disamain
12:22paling tidak
12:23persamaan kita itu adalah soal
12:25kita harus proaktif
12:26satu gitu
12:27kita harus menyiapkan segala hal
12:29dari mulai mitigasi bencana
12:31lalu juga bagaimana penanganannya
12:33problem kita dalam kebencanaan
12:35satu
12:36ketika anggaran disetujui
12:38anggaran itu tidak berbasis
12:40atas daerah dengan risiko bencana
12:42jadi kadang-kadang
12:43anggaran itu
12:44ada beberapa BPBD dan sebagainya
12:46yang tidak terlalu
12:47apa
12:47untuk bencana
12:49dikasih sama dengan yang rawan bencana
12:51itu basis risiko bencana
12:53daerah risiko bencana itu penting
12:55nah yang kedua
12:56si dana itu harus betul-betul
12:58dana kebencanaan yang fleksibel
12:59dan cair
13:00sehingga
13:01beberapa daerah yang memang
13:03cepat membutuhkan
13:04itu bisa cepat-cepat dibantu
13:06nah termasuk juga
13:07manajemen penanganan bencananya
13:09orang Indonesia itu kan
13:11sangat dermawan ya
13:12sangat peduli
13:13tapi kepedulian itu
13:15kadang-kadang
13:15tidak direspon dengan manajemen
13:17kebencanaan yang baik
13:18sehingga
13:19banyak orang
13:20menyumbang makanan
13:22baju-baju dan sebagainya
13:24akhirnya numpuk di satu gudang
13:25numcuk di satu tempat
13:26seperti itu
13:28karena kita saling tunjuk dulu
13:30ini siapa yang mau
13:32mendistributikannya
13:33lalu daerah mana yang paling terdampak
13:35dan lain sebagainya
13:36nah kalau manajemennya
13:37bisa betul-betul
13:40dibikin
13:40se-optimal mungkin
13:42se-profesional mungkin
13:44maka kemungkinan
13:46penanganan bencana yang lebih
13:47cekap
13:48kesadaran yang sama
13:49kolektif
13:50bahwa bencana yang harus ditangani
13:51itu akan bisa tercapai
13:53tapi kalau masih parsial
13:55masih reaktif
13:56tidak proaktif
13:57masih kadang-kadang
13:58ada ego
13:59ego sektoral
14:01dan lain sebagainya
14:02maka kita tahu
14:03banyak
14:04ada beberapa
14:05oknum yang memanfaatkan
14:07dana-dana
14:07kebencanaan ini
14:08untuk kepentingan pribadi
14:09seperti itu
14:11termasuk
14:11kemubadiran
14:12dari donasi
14:15dari
14:15penduduk
14:16atau masyarakat
14:17karena tidak
14:18tersalurkan
14:18tidak terdistribusikan
14:19dengan baik
14:20jadi saya setuju sebenarnya
14:22kita harus memperbaiki
14:24manajemen bencana
14:25koordinasi kebencanaan
14:27distribusi
14:28dan juga kewenangan
14:30sehingga
14:30kalau dengan
14:31anggaran
14:3211,38 triliun
14:34untuk penanganan
14:35bencana di
14:362026-2027
14:37yang akan datang itu
14:38saya rasa
14:39kita akan menjadi
14:40percontohan
14:41negara yang bisa
14:42mengoptimalkan
14:44dana itu
14:45untuk penanganan bencana
14:46yang lebih cepat
14:46sehingga tidak terlalu banyak
14:48forbank
14:48tidak terlalu banyak
14:49wilayah termasuk
14:50juga bangunan-bangunan
14:51yang hancur
14:52seperti itu
14:53sebenarnya
14:53anggarannya
14:54ya mungkin relatif cukup
14:56tapi ya tadi itu
14:56manajemen penyampaian
14:58bantuan
14:59ini yang harus
14:59ditetap kembali
15:00sehingga
15:01bisa cepat sampai
15:02bisa cepat dirasakan
15:03oleh mereka yang
15:04terkena bencana
15:05begitu kurang lebih
15:06nah
15:06kalau ngomongin
15:08bencana
15:08mas Jaya
15:09kita dari awal
15:112026
15:11kita coba
15:12runut ke belakang
15:13bencana Sumatera
15:14ada benjir bandang
15:15di Sumatera
15:16di Aceh
15:16padang
15:16dan lain-lain
15:17lalu
15:18yang baru-baru ini
15:19di NTT
15:20Gempa
15:20dan Karhutlah
15:21sekarang ada juga
15:22bencana
15:23gunung yang
15:24erupsi di beberapa
15:25daerah termasuk
15:26anak Krakatau
15:27ini kan
15:28sudah menimbulkan
15:29kerugian ekonomi
15:30nasional
15:31akibat bencana alam
15:32nah
15:32apakah
15:33dengan penambahan
15:34anggaran mitigasi
15:35bencana ini
15:35yang direncanakan oleh
15:36pemerintah ini
15:37sudah proporsional
15:38jika dibandingkan
15:38dengan potensi
15:39kerugian ekonomi
15:40nasional
15:40akibat bencana alam
15:41tadi
15:41Mas Jaya
15:44ya
15:45pertama
15:46saya setuju
15:48dengan Kang Maman
15:48tadi ya
15:49bahwa
15:49kita selalu
15:50diajarkan
15:51sejak kecil
15:52bahwa
15:53mencegah itu
15:54lebih baik
15:54daripada
15:55mengobati
15:56tapi ternyata
15:56dalam konteks
15:57kebijakan
15:58ketika kita
15:59sudah dewasa
15:59kita cukup gagal
16:01menghadapi itu
16:02nah
16:03makanya
16:03ketika ngomongin
16:05bencana
16:05apalagi bencana
16:06ekologis
16:07bukan bencana alam
16:08ya
16:08karena sebenarnya
16:09banyak
16:09hal yang terjadi
16:11itu adalah
16:11campur tangan
16:12dari manusia
16:14perakusan manusia
16:15makanya tadi
16:16penting untuk
16:18bahwa ketika
16:18ngomongin bencana
16:19satu ya
16:20dia harus ngomongin
16:22pencegahan
16:22early warning system
16:24manajemen
16:25tata kelola
16:25bantuan
16:26gitu ya
16:27tapi juga harus
16:28ngomongin
16:28penegakan hukum
16:29harus dihubungkan
16:31antara
16:32apa
16:33yang terjadi
16:34dalam bencana
16:34anggaran bencana
16:35dengan
16:36sumber
16:37dari petakanya
16:38sumber dari
16:39bencananya
16:40nah ketika
16:41ngomongin bencana
16:41ekologis
16:42kita tidak hanya
16:43bisa ngomongin
16:44banjir karena
16:45sungai yang meluap
16:47gitu ya
16:47atau erupsi
16:49hanya karena
16:49gunung
16:50yang disebabkan oleh
16:51takdir alam
16:52gitu
16:52bukan
16:53tapi kenapa
16:54kebakaran hutan itu
16:56terjadi
16:56kenapa
16:57banjir itu
16:58terjadi
16:59misalkan
16:59kenapa banjir itu
17:00terjadi
17:01karena
17:01hulu
17:02sungai
17:04di hutan itu
17:04sudah gundul
17:05mas
17:05misalkan kita
17:07pernah menghitung
17:08ketika hutan
17:09papua itu
17:10dipangkas
17:11gitu
17:1185%
17:13tanah papua itu
17:14kan hutan
17:14itu kerugiannya
17:15bisa mencapai
17:1676 triliun
17:17gitu ya
17:18sehingga
17:19menurut saya
17:19ketika
17:20ngomongin
17:21bencana
17:21ada baiknya
17:23satu
17:23ya kita
17:24ngomongin
17:24soal penambahan
17:25anggaran
17:26tapi juga
17:26kita harus
17:27serius
17:28menanggapi
17:29harus serius
17:30menghadapi
17:31sumber
17:32dari bencananya
17:32yaitu
17:33bencana ekologisnya
17:34maka dari itu
17:35tidak hanya cukup
17:37dari preventif
17:38saja
17:38tidak hanya cukup
17:39dari
17:40penanganan
17:41pasca
17:42bencananya
17:42apalagi tadi
17:43ternyata
17:44kolektivisme warga
17:46itu sungguh-sungguh
17:47membanggakan
17:48gitu ya
17:48warga Indonesia
17:49itu sangat-sangat
17:50tinggi
17:51tingkat kolektivismenya
17:52tapi sayangnya
17:53banyak pemerintah
17:54di pusat
17:55maupun daerah
17:56acapkali
17:56malah
17:57kurang cepat
17:58tanggap
17:58kurang proaktif
18:00dalam menghadapi
18:00bencana
18:01tapi yang terakhir
18:02lagi-lagi
18:03saya sampaikan
18:03penting untuk
18:04mengurut
18:05bencana yang terjadi
18:06ketika
18:07banyak yang terjadi
18:08alih fungsi lahan
18:09untuk
18:10pertambangan
18:11untuk misalkan
18:13PLTU Batubara
18:14gitu ya
18:14untuk pariwisata premium
18:16misalkan di Yogyakarta
18:17di Gunung Kidul
18:18di Gunung Sewu
18:19itu terjadi
18:20yang akhirnya
18:21mencebabkan
18:22bencana ekologis
18:24jadi
18:25itu yang harus
18:26secara holistik
18:27di atasi mas
18:28oke
18:29nah tadi
18:29Kak Maman bicara soal
18:31apa
18:31banyak sekali
18:32keterlambatan pencairan
18:33penyampaian
18:34apa
18:35bantuan
18:35segala macam
18:36ini berarti kan
18:37juga butuh pengawasan
18:38juga termasuk DPR
18:39karena DPR juga
18:40lembaga yang mengawasi
18:41eksekutif ya
18:43termasuk
18:43dalam soal
18:44kebencanaan
18:44Komisi 8
18:45langkah pengawasan
18:46bagaimana yang
18:47disiapkan oleh DPR
18:49supaya bencana
18:49adana
18:51mitigasi bencana ini
18:52bisa benar-benar
18:54sampai dirasakan
18:54manfaatnya
18:55masyarakat
18:55di daerah
18:56rawan bencana
18:56Kak Maman
18:58saya disamping
18:59komisi 8
19:00saya anggota
19:00Dewan Pengawas
19:01Kebencanaan
19:02DPR RI
19:03yang kita lakukan
19:04pertama adalah
19:05soal mitigasi
19:06bencana
19:06apa yang dikatakan
19:08Mas Jaya itu
19:08betul
19:09bahwa kita
19:09tidak selamanya
19:10harus terus
19:11bersikap reaktif
19:12lalu hanya
19:13menyiapkan
19:14tempat
19:14untuk
19:15hujan yang turun
19:17tapi tidak pernah
19:18memperbaiki
19:18atap yang bocor
19:19seperti itu
19:21nah yang kedua
19:22mitigasi bencana
19:23harus dijadikan
19:23sebagai investasi
19:24bukan hanya sekadar
19:25belanja darurat
19:26itu kan
19:27sangat reaktif
19:28sehingga
19:29dari mulai
19:30edukasi
19:30kebencanaan
19:31bagaimana
19:32cara kesadaran
19:33masyarakat
19:34misalnya soal kecil
19:35membuang sampah
19:36sembarangan
19:36itu jangan terjadi
19:38lalu juga
19:38apalagi itu
19:39pembabatan liar
19:40dan lain sebagainya
19:41illegal logging
19:42nah itu harus menjadi
19:43masukan
19:43secara keseluruhan
19:45karena apa?
19:46karena kerugian
19:47atap bencana itu
19:48itu sangat merugikan
19:49ekonomi secara nasional
19:50nah yang kedua
19:51kita harus memperkuat
19:53apa yang saya katakan tadi
19:54daerah-daerah
19:55dengan dampak risiko
19:56yang tinggi
19:57sehingga di sana
19:58alat-alat
19:59pengenasan bencana
20:00termasuk
20:01misalnya
20:02early warning
20:03dan sebagainya
20:03itu harus keluar
20:04dan yang ketiga
20:05kita sering mengecek
20:07mana
20:08daerah-daerah
20:09yang memiliki
20:09BPBD
20:10tetapi
20:11tidak punya
20:12anggaran yang jelas
20:13termasuk
20:13di forum ini
20:14saya ingin mengatakan
20:15kepada pemerintah kompas
20:16bahwa
20:17kepala BPBD itu
20:19penting
20:19dia harus
20:20orang yang
20:20paham
20:21kebencanaan
20:22di daerahnya
20:22di tempat
20:23saya yang
20:24dengan gampang
20:25misalnya
20:25kebakaran hutan
20:26dan sebagainya
20:27itu harus memiliki
20:28orang yang
20:28paham
20:29ada hutan berapa
20:30lalu apa
20:30bencananya
20:31dan sebagainya
20:32jangan sampai
20:33kepala BPBD itu
20:34adalah sisa-sisa
20:35orang yang
20:35terbuang
20:36tidak menjadi
20:37kepala-kepala
20:38dinas yang
20:38lebih moncer
20:39misalnya
20:40dinas
20:41pekerjaan umum
20:42pendidikan
20:43dan sebagainya
20:44BPBD harus
20:44di depan
20:45apalagi di daerah-daerah
20:46yang memang
20:47dia rawan bencana
20:48nah yang keempat
20:49yang kita inginkan
20:50itu adalah
20:51perbaikan soal
20:52koordinasi
20:53bencana
20:53termasuk
20:54penetapan
20:56status
20:57seperti itu
20:58biasanya ada
20:59upaya saling tunggu
21:00apakah yang menurut
21:01setelah siapa
21:02lalu ada juga
21:03yang mencoba
21:03mengambil keuntungan
21:04penetapan status
21:06nah yang kelima
21:07tentu penegakan
21:08hukum
21:09kita berharap
21:10siapapun
21:11yang tidak
21:12mampu
21:12untuk melakukan
21:13distribusi
21:14apalagi dia melakukan
21:15korupsi
21:16terhadap
21:17anggaran-anggaran
21:17kebencanaan
21:18ini harus
21:19betul-betul
21:19tegakkan hukumnya
21:20karena itu adalah
21:21pengkhianatan
21:22terhadap nilai
21:22kemanusiaan
21:23dan pembiaran
21:24terhadap
21:25kebencanaan
21:25yang menimpa
21:26daerahnya sendiri
21:27itu
21:28lima poin itu
21:29menurut saya
21:29yang penting
21:30oke
21:31bicara soal
21:31pengkhianatan
21:32nilai kemanusiaan
21:33dengan
21:33menyalahgunakan
21:34anggaran bencana
21:34amit-amit
21:35kalau ini terjadi
21:36meskipun ada
21:36beberapa kali
21:37ini sudah
21:38pernah terjadi
21:38di Indonesia
21:39tapi di kasus kan
21:39selalu terjadi
21:40selalu terjadi
21:41ada terus
21:42seperti itu
21:43nah ini
21:43saya bertanya ke Mas Jaya
21:44sejauh mana
21:44selius melihat
21:45adanya celah
21:46atau potensi
21:47penyalahgunan
21:47anggaran dalam
21:48proyek-proyek fisik
21:48mitigasi bencana
21:49di daerah
21:49terutama di tahun
21:502026 saja
21:51Mas Jaya
21:53ya
21:54secara konsep
21:55memang
21:56saya sampaikan tadi
21:57Mas
21:58ada resiko
21:59ketika
21:59dana yang sering
22:01dipakai itu
22:01adalah
22:02dana
22:02DSP
22:03dana siap pakai
22:04karena secara
22:07aturan
22:07secara
22:08apa
22:09regulasi
22:10dia lebih
22:11fleksibel
22:11nah ini yang
22:13harusnya
22:14menurut saya
22:14diantisipasi
22:15dengan memperbesar
22:16poolnya itu
22:17di dana
22:17reguler
22:18sehingga
22:19satu
22:20secara konsep
22:21preventif
22:21tapi juga
22:22minim resiko
22:23korupsi
22:24dengan catatan
22:25tetap melibatkan
22:27para penegak
22:28hukum
22:28melibatkan
22:29badan pemeriksa
22:30keuangan yang
22:31independen
22:31tapi lagi-lagi
22:33Mas
22:34pertama
22:35saya juga
22:35ingin sampaikan
22:36tadi
22:36bahwa
22:37penanganan
22:38bencana
22:38itu juga
22:39kalau dari sisi
22:40anggaran
22:40juga perlu
22:41ditingkatkan
22:41karena misalkan
22:42selama 5 tahun
22:43terakhir
22:44saya ingin
22:45sampaikan
22:46begini
22:46ketika
22:47ngomongin
22:47Indonesia
22:48yang sangat
22:50rawan
22:50dengan bencana
22:51ekologis
22:52dia harus
22:53inline
22:53dengan penanganan
22:54perlindungan
22:55lingkungan hidup
22:56jadi fungsi
22:58perlindungan
22:59lingkungan hidup
22:59harus diaktifasi
23:00dan 5 tahun
23:01terakhir
23:02penambahan
23:03anggaran
23:03perlindungan
23:04lingkungan hidup
23:04kita
23:04hanya
23:0522%
23:06sedangkan
23:07penambahan
23:08anggaran
23:08yang meningkatkan
23:09ekonomi
23:09itu
23:10116%
23:11ketertiban
23:13dan keamanan
23:13naik
23:1350%
23:14selama
23:155 tahun
23:16terakhir
23:16bahkan
23:17anggaran
23:17pertahanan
23:18itu naik
23:18hampir
23:19120%
23:20ini sebenarnya
23:21menunjukkan
23:22bagaimana
23:23prioritas
23:23pemerintah
23:24dalam konteks
23:25anggaran
23:25yang akhirnya
23:26nanti ketika
23:27ngomongin
23:27teknis
23:29gitu ya
23:29taktis gitu ya
23:30itu ternyata
23:31itu ternyata
23:32masih sangat-sangat
23:32kurang
23:33itu tercemin
23:33dari
23:34alokasi
23:35tren
23:35anggarannya
23:36termasuk
23:37jenis
23:38anggarannya
23:38tadi
23:39gitu
23:39oke nah
23:40ya kalau
23:41begitu
23:41saya simpulkan sedikit
23:43kalau boleh saya
23:43menyimpulkan
23:44ini masalah
23:45political will
23:46makinpun pemerintah
23:46sudah berbicara
23:47akan menambah
23:48anggaran
23:49tapi masih ada
23:49proses yang harus
23:51dijalankan
23:51termasuk di DPR
23:52oleh
23:52komisi 8 juga
23:54nanti tentunya
23:55tentu saja
23:56ini political will
23:57eksekutif
23:58dan legislatif
23:58harus bisa
23:59sama-sama
23:59saling mendukung
24:00supaya ada
24:02penganggaran
24:02kebencanaan
24:03yang lebih optimal
24:04mengingat
24:05Indonesia adalah
24:06negara yang berada
24:08di ring of fire
24:09atau rentan
24:10dengan bencana alam
24:11terima kasih
24:11anggota komisi
24:138 DPR RI
24:14dari
24:14baik
24:15Pak Maman singkat saja
24:16sedikit saja
24:17saya ingin mengingatkan kita
24:18atas kata-kata Gus Dur
24:19bahwa Indonesia ini
24:21tidak akan pernah hancur
24:22hanya karena bencana
24:23dan karena kita berbeda
24:24ya
24:24baik
24:25tapi Indonesia akan hancur
24:27karena
24:27kebejadan kaum elit
24:29karena korupsi
24:30dan keputus asaan
24:31kaum elit
24:32karena tidak
24:32apa
24:33tidak senang
24:34lihat
24:34orang yang korupsi
24:36apalagi soal bencana
24:36itu saja penting
24:37apalagi
24:37illegal logging
24:38dan sebagainya
24:39pesan yang kuat
24:40dari
24:40Pak Maman
24:41terima kasih
24:41anggota komisi 8
24:42DPR RI
24:43fraksi PKB
24:44Maman Iman Lohak
24:45dan Jaya Darmawan
24:46peneliti selius
24:47telah berbagi perspektifnya
24:48di Sapa Indonesia malam
24:48sampai jumpa lagi
24:49Assalamualaikum
24:49Selamat malam
Komentar