Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANYUASIN, KOMPAS.TV - Polisi mengungkap motif pembunuhan kakak beradik di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka dan diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh.

Berawal dari penemuan kerangka kakak beradik, polisi kini telah menangkap dua terduga pelaku pembunuhan.

Polisi menyatakan, motif keduanya melakukan tindakan keji itu diduga karena dipicu sakit hati pelaku terhadap kedua orang tua korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan dari pemeriksaan awal salah satu pelaku mengaku sakit hati terhadap orang tua korban, karena tidak disetujui menikahi korban, yang saat itu masih sekolah.

Rasa sakit hati itu diduga memicu pelaku merencanakan pembunuhan, yang disertai dengan aksi pemerkosaan terhadap kedua korban.

Untuk mengetahui perkembangan terkini terkait dengan kasus pembunuhan kakak beradik di Banyuasin, Sumatera Selatan, saat ini kita sudah terhubung dengan AKP Sandi Karisma, Kasat Reskrim Banyuasin.

Baca Juga Penemuan Jasad Perempuan di Dalam Kardus Terkuak, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688874/penemuan-jasad-perempuan-di-dalam-kardus-terkuak-polisi-tangkap-pelaku-pembunuhan-kompas-malam

#pembunuhan #banyuasin #kakakadik

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689722/full-polisi-ungkap-kronologi-pembunuhan-kakak-adik-di-banyuasin-yang-hilang-5-tahun-sapa-malam
Transkrip
00:00Polisi mengungkap motif pembunuhan kakak beradik di Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan.
00:05Kedua korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka dan diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh.
00:16Berawal dari penemuan kerangka kakak beradik, polisi kini telah menangkap dua terduga pelaku pembunuhan.
00:22Polisi menyatakan motif keduanya melakukan tindakan keji itu diduga karena dipicu sakit hati pelaku terhadap kedua orang tua korban.
00:32Kapolres Banyu Asin AKBP Risnan Aldino mengatakan,
00:36Dari pemeriksaan awal salah satu pelaku mengaku sakit hati terhadap orang tua korban karena tidak disetujui menikahi korban yang saat
00:45itu masih sekolah.
00:46Rasa sakit hati itu diduga memicu pelaku merencanakan pembunuhan yang disertai dengan aksi pemerkosaan terhadap kedua korban.
00:58Dari hasil keterangan dari saudara REN diketahui bahwa benar dia telah melakukan pembunuhan terhadap saudari Rani dan saudari Ayu.
01:08Yang motif dari perbuatan tersebut adalah dendam ya.
01:14Dendam karena di tahun 2021 itu saudara REN ini mencoba untuk mengajak nikah saudari Rani.
01:24Namun karena tidak disetujui, kemudian karena pada saat itu saudari Rani juga masih sekolah,
01:30sehingga terjadi percaya cokan antara keluarga dan saudara Rani.
01:36Sehingga menimbulkan rasa sakit hati dari saudara Rani dan ingin balas dendam dengan keluarganya.
01:44Untuk mengetahui perkembangan terkini terkait dengan kasus pembunuhan kakak beradik di Banyu Asin, Sumatera Selatan,
01:50kita sudah terhubung dengan AKP Sandi Karisma, Kasat Raskrim Banyu Asin.
01:55Pak Sandi selamat malam.
01:57Selamat malam Ibu, mohon izin.
01:59Pak Sandi, ini kan sesuatu yang didasari oleh motif sakit hati dugaannya.
02:04Sebenarnya sudah dilakukan perencanaan pembunuhan ini selama berapa lama Pak?
02:09Baik, dapat kami jelasin bahwa perencanaan pembunuhan ini sudah direncanakan kurang lebih satu hari sebelum kejadian ya.
02:16Yaitu di tanggal 26 Oktober 2021.
02:20Karena kejadian terjadi di tanggal 27 Oktober 2021,
02:24di mana pada pagi hari pelaku ini sudah merencanakan,
02:30sudah pernah menginap satu malam di rumah kosong tersebut.
02:33Kemudian di pagi harinya sudah membawa dua bula pisau
02:37dengan cara menghadang ataupun melakukan portal terhadap jalan yang biasa dilalui oleh korban.
02:43Jadi ketika korban melalui jalan untuk pergi sekolah,
02:47sudah diportal dan berhenti,
02:49kemudian langsung dianiaya ataupun ditusuk oleh pelaku,
02:53yaitu yang pertama itu adiknya, si Ayuhana.
02:57Kemudian si Rani diajak oleh pelaku rendi ke rumah kosong tersebut.
03:03Kemudian disetubuhi dan kemudian dibunuh.
03:06Begitu Ibu.
03:06Mas Andi, tapi kan dari penemuan kerangka sampai akhirnya pelaku ditangkap,
03:10ada waktu yang cukup singkat.
03:11Apa yang meyakinkan polisi sampai bisa menangkap dua pelaku ini, Pak?
03:16Baik, dapat kami jelaskan bahwa dari bukti-bukti di TKP,
03:20bahwa tidak pernah ada orang lain yang masuk ke sana, Ibu.
03:26Karena dalam penemuan tulang-lulang manusia tersebut,
03:30masih secara utuh untuk korban Ayuhana.
03:33Kemudian untuk korban Rani itu ada pakaian-pakaian sekolah.
03:40Ya, pakaian sekolah, alat sekolah, kemudian juga identitas, dan juga sepatu.
03:44Jadi, indikasi kuat pada saat penemu mayat,
03:48belum pernah ada orang yang masuk ke dalam rumah tersebut.
03:51Kemudian kami mencari informasi awal,
03:53ataupun melakukan interogasi terhadap masyarakat Serikat,
03:56ataupun juga keluarganya,
03:58dan mendapatkan informasi bahwa pada tahun 2021 tersebut,
04:04korban ini pernah berpacaran dengan Rendi,
04:07dan sempat ada perselisihan dengan pihak keluarga.
04:10Sehingga itu mengarah secara langsung ke pelaku,
04:13dan kami coba lakukan permintaan keterangan,
04:16dan mengejar di mana keberadaan pelaku tersebut.
04:20Demikian, Ibu.
04:21Kalau peran dari satu pelaku lainnya, itu apa juga, Pak?
04:25Peran dari saudara Deka adalah membantu saudara Rendi.
04:30Karena saudara Rendi ini, RN ini sudah mengetahui,
04:35setiap harinya, kakak berani ini selalu pergi bersama-sama,
04:39untuk pergi berangkat sekolah.
04:40Kemudian, pada sore hari juga,
04:43kakaknya pulang bersama-sama dengan adiknya,
04:45melalui jalan lintas tersebut, Ibu.
04:46Oke, baik.
04:48Pak Sandi, terima kasih sudah berbagi informasi bersama kami di Sampai Indonesia Malam.
04:52Terima kasih.
04:52Terima kasih.
04:53Terima kasih.
04:54Ya.
Komentar

Dianjurkan