Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Sebuah speedboat yang membawa sejumlah jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.

Speedboat tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan laporan awal Ditpolairud Polda Banten, sementara terdapat tujuh orang yang diduga berada di dalam kapal tersebut.

Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB saat mereka mengirimkan lokasi terakhir.

Selanjutnya, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dinyatakan hilang.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten Riski Dwianto mengatakan tim SAR masih melakukan pencarian menggunakan KN SAR Tetuka.

"Sampai saat ini, korban ataupun kapal masih belum ditemukan," ujar Riski.

Pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, termasuk sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau serta kondisi cuaca dengan gelombang dan arus yang cukup tinggi.

Video Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689727/liput-gunung-anak-krakatau-speedboat-jurnalis-hilang-kontak-ini-updatenya
Transkrip
00:00Untuk langkah-langkah selanjutnya, untuk malam hari ini, KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
00:06Untuk pencarian, hari ini sesuai dengan arahan Sarmisen Koordinator, Kepala Kantor Penjantauan Banten,
00:13untuk fokus pencarian kita itu di titik di mana terakhir penumpang ini, salah satu penumpang, mengirimkan seri lokasi ke anggota
00:22keluarganya.
00:23Ya, kemudian kita tadi sudah menggerakkan RIP, kemudian KN Sartetuka, RIP sudah kembali ke Dermaga Marina, kemudian KN Sartetuka masih
00:33melaksanakan pencarian.
00:34Sampai saat ini, korban ataupun kapal masih belum diketemukan.
00:39Bang, tadi berdasarkan laporan dari yang turun ke lapangan seperti itu ya, Bang?
00:41Kalau berdasarkan tim yang turun ke lapangan, tadi sudah melaksanakan pencarian, kemudian kendala-kendala yang kita hadapi,
00:49yang termasuk di dalamnya adalah dampak erupsi Gunung Anak Rakatau, di mana abu vulkanik masih menyebar.
00:56Kemudian untuk cuaca juga kurang bersahabat karena gelombang serta arus itu cukup tinggi,
01:02sehingga itu tidak menjadi sebuah kendala yang tidak memaksimalkan pelaksanaan operasi SAR pada hari ini.
01:10Untuk langkah-langkah selanjutnya, Bang, seperti apa?
01:12Ya, untuk langkah-langkah selanjutnya, untuk malam hari ini, KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
01:18Kemudian kita menunggu perkembangan evaluasi yang kita dapatkan dari KN Sartetuka
01:23yang akan selanjutnya kita akan melaksanakan rencana operasi untuk esok hari.
02:05Terima kasih telah menonton!
02:36Soalnya selanjutnya,
02:42Soalnya selanjutnya,
02:45selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan