00:00Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak
00:02saat mendang meliput erupsi anak Krakatau
00:04di perairan Selat Sunda Senin 7 September.
00:07Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan.
00:15Speedboat yang membawa lima jurnalis pada Senin
00:18mulanya bertolak dari dermaga Pagedongan, Carita, Banten
00:23pada pukul 2 siang.
00:25Satu jam kemudian, sekitar pukul 3 sore,
00:28kelima jurnalis hilang kontak.
00:30Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka
00:33kepada keluarga.
00:35Basarnas Banten memfokuskan pencarian di titik terakhir tersebut
00:38dan menyebut abu vulkanik anak Krakatau yang masih pekat
00:42serta cuaca buruk jadi kendala pencairan.
00:46Pencarian, Saudara, maksud kami.
00:52Untuk fokus pencarian kita itu di titik
00:55di mana terakhir penumpang ini salah satu penumpang mengirimkan seri lokasi ke anggota keluarganya.
01:03Ya, kemudian kita tadi sudah menggerakkan RIP, kemudian KN Sartetuka.
01:08RIP sudah kembali ke dermaga Marina, kemudian KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
01:13Sampai saat ini korban ataupun kapal masih belum diketemukan.
01:19Saudara kapal yang ditumpangi lima jurnalis hilang kontak
01:22saat perjalanan meliput erupsi Gunungan Akrakatau di Selat Sunda.
01:25Bagaimana perkembangan pencariannya?
01:26Kami terhubung dengan Kasyob Basarnas Banten, Rizki Duyanto.
01:31Selamat malam, Pak Rizki.
01:32Pak Rizki, kami ingin kembali mengkonfirmasi
01:36berapa jurnalis yang hilang kontak dan menggunakan kapal apa sebenarnya?
01:40Selamat malam, Mas Gali.
01:41Untuk informasi kapal yang digunakan para jurnalis untuk melakukan peliputan di Gunung Anak Akrakatau
01:49itu dengan kapal speedboot.
01:51Untuk POB, lima orang jurnalis, kemudian dua kru dari speedboot,
01:57kemudian satu tour guide ataupun pemandu.
02:00Begitu, Mas Gali.
02:01Pak Rizki, bisa diceritakan kepada kami,
02:05Seperti apa kronologi awal cerita hingga akhirnya ada laporan jurnalis silang kontak ini?
02:13Untuk kronologi kejadian, itu kalau untuk informasi kami terima di pukul 13.55 hari ini
02:20dari Bapak Bayu, termasuk jurnalis antara Banten.
02:26Kemudian setelah kita menggali informasi, kita dapatkan
02:30untuk kronologi kejadian tersebut adalah pada hari Senin, 7 September 2026, pukul 14.00.
02:39Jurnalis ataupun kapal speedboot tersebut bergerak menuju ke Gunung Anak Akrakatau
02:47dengan estimasi kurang lebih waktunya dua jam.
02:50Kemudian untuk pukul 14.42, sempat salah satu penumpang itu memberikan informasi
02:59terkait dengan posisi ke pihak keluarga.
03:03Itu di, kalau kita memperkirakan dengan waktu yang kita estimasikan ke Gunung Anak Akrakatau
03:09itu dua jam, berarti kalau 14.42 itu di sekitaran antara Bermaga Carita
03:14dengan Gunung Anak Akrakatau.
03:17Kemudian kita mendapatkan informasi kembali bahwa pada pukul 18.13
03:22di hari Senin kemarin, untuk salah satu penumpang memberikan informasi
03:29kepada pihak keluarga bahwa sudah sampai di sekitaran area Gunung Anak Akrakatau.
03:34Oke, baik. Maaf saya potong, Pak Rizky, kami juga ingin mengonfirmasi
03:38sebenarnya ada berapa total penumpang selain lima jurnalis?
03:43Ya, untuk total penumpang ada delapan, Mas Galin.
03:46Lima jurnalis, dua kru speedboot, satu pemandu ataupun tour guide.
03:52Dalam proses pencarian ini, saat ini titiknya sudah diketahui apa belum, Pak?
03:57Untuk proses pencarian.
03:59Kalau berdasarkan informasi yang kami terima, itu untuk posisi terakhir
04:03di sekitaran Gunung Anak Akrakatau.
04:05Dan itu menjadi titik fokus pencarian kita pada hari pertama ini, Mas Gali.
04:11Jika melihat, ini kan berangkat pada 7 September kemarin artinya.
04:16Kalau melihat situasi cuaca di sana, sebetulnya seperti apa, Pak?
04:20Kalau cuaca, ya angin yang cukup kencang, kemudian arus dan gelombang,
04:24itu di kisaran 0 sampai dengan 1,5 meter, Mas Gali.
04:30Dan untuk informasi yang nanti akan kita dapatkan, kita akan merencanakan
04:36terkait dengan kemungkinan kapal tersebut akan bergerak kemana, gitu, Mas Gali.
04:41Ini kan ada salah satu jurnalis juga mengabari keluarga.
04:45Adakah pihak keluarga yang mencoba untuk mengkontak tersambung atau seperti apa, Pak?
04:51Ya, untuk pihak keluarga yang berusaha untuk mencari keberadaan pihak keluarga tersebut,
04:58itu sudah berkomunikasi dengan Basarnas Bantan, Mas Gali.
05:01Sekarang untuk proses pencarian ini dikerahkan berapa personil, Pak?
05:06Ya, untuk pencarian hari ini sesuai arahan dari Sarmisen Koordinator,
05:11Kepala Kantor Sar Bantan.
05:13Untuk alut yang kita gunakan, ada 4 kapal, Mas Gali.
05:172 kapal speedboot, kemudian 1 RIP-02 punya kantor Sar Bantan,
05:23dan KN Sarte Tuka milik Basarnas Bantan, Mas Gali.
05:27Ini melibatkan siapa saja untuk proses pencarian ini?
05:31Untuk proses pencarian ini kita terlibat berbagai unsur,
05:36ya diantaranya ada TNI, Fori, kemudian ada instansi terkait instansi daerah,
05:43pemerintah daerah, ada BBBD, dan sebagainya, Mas Gali.
05:45Ini proses pencarian dilakukan dari pagi hingga malam hari ini masih dilakukan atau seperti apa, Pak?
05:51Ya, untuk sampai dengan malam hari ini,
05:54kapal kami KN Sarte Tuka masih melaksanakan pelayaran
05:58dan pencarian di sekitar lokasi Gunung Anak Krakatau, Mas Gali.
06:02Kalau melihat proses pencarian hari ini, evaluasi yang ditemukan seperti apa?
06:07Apakah ada kendala-kendala yang dihadapi?
06:09Ya, untuk kendala yang kami hadapi,
06:12ya yang pertama terkait dengan cuaca yang kurang bersahabat
06:15karena terkait dengan angin dan kemudian arus,
06:19kemudian ditambah lagi kita juga mengantisipasi
06:22terkait dengan dampak yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau kemarin
06:26yang di mana penyebaran abu vulkanik masih terasa, Mas Gali.
06:30Untuk persiapan pencarian esok hari seperti apa, Pak Rizky?
06:35Ya, untuk pencarian esok hari kita tetap menggunakan dengan alut laut yang kami miliki,
06:41kemudian ditambah lagi dengan potensi SAR yang nantinya akan terlibat
06:46untuk alut-alut, ya spesial speedboot, kemudian kapal-kapal dari instansi lain.
06:51Itu nanti akan kita data, kemudian untuk kita jadikan perencanaan operasi
06:56dan untuk pembagian wilayah pencarian di masing-masing sektor nanti, Mas Gali.
07:00Pak Rizky, jika kita lihat memang erupsi Gunung Anak Krakatau ini kan masih terus terjadi.
07:05Sebetulnya dari awal itu sudah ada imboan nggak sih
07:08untuk jangan mendekati di radius berapa seperti itu?
07:12Kalau simbawan yang memang sudah diinformasikan
07:16ataupun dikeluarkan laporan dari VPMBG,
07:19sebetulnya di radius 3 km itu sudah tidak direkomendasikan lagi
07:23beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau, Mas Gali.
07:26Seperti itu.
07:27Dengan adanya kontak hilang 5 jurnalis dan beberapa kru tadi,
07:32sudah didirikan posko untuk proses pencarian, Pak?
07:35Ya, untuk posko yang kami didirikan ada di Dermagamalina Carita,
07:39Pandeglang, Banten, Mas Gali.
07:40Ada kontak yang bisa dihubungi di posko itu, Pak?
07:45Ada nanti nomor saya juga ada di sini, Pak Gali.
07:49Kebetulan saya standby untuk mengantisipasi
07:53ataupun melaksanakan pencarian sampai dengan nanti
07:56perkembangan selanjutnya, Mas Gali.
07:58Baik, terima kasih Pak Rizky Duyanto, Kasih Ob Basarnas, Banten
08:02telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.
08:04Semoga segera mendapatkan kabar baik.
08:05Terima kasih Pak Rizky.
08:06Selamat menikmati.
08:07Terima kasih.
08:07Terima kasih.
Komentar