Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9/2026). Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan.

Speedboat yang membawa lima jurnalis pada Senin (7/9/2026), mulanya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten pada pukul 2 siang.

Satu jam kemudian sekitar pukul 3 sore WIB, kelima jurnalis hilang kontak.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka kepada keluarga.

Basarnas Banten memfokuskan pencarian di titik terakhir tersebut dan menyebut abu vulkanik Anak Krakatau yang masih pekat serta cuaca buruk jadi kendala pencarian.

Bagaimana perkembangan pencarian? Kami terhubung dengan Kasie Ops Basarnas Banten, Riski Dwianto.

Baca Juga Sempat Terdampak Erupsi, 324 Penerbangan Sudah Beroperasi di Bandara Soetta | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/689669/sempat-terdampak-erupsi-324-penerbangan-sudah-beroperasi-di-bandara-soetta-kompas-petang

#erupsi #anakkrakatau #jurnalis

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689711/kronologi-5-jurnalis-hilang-kontak-saat-liput-erupsi-anak-krakatau-di-selat-sunda-kompas-malam
Transkrip
00:00Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak
00:02saat mendang meliput erupsi anak Krakatau
00:04di perairan Selat Sunda Senin 7 September.
00:07Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan.
00:15Speedboat yang membawa lima jurnalis pada Senin
00:18mulanya bertolak dari dermaga Pagedongan, Carita, Banten
00:23pada pukul 2 siang.
00:25Satu jam kemudian, sekitar pukul 3 sore,
00:28kelima jurnalis hilang kontak.
00:30Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka
00:33kepada keluarga.
00:35Basarnas Banten memfokuskan pencarian di titik terakhir tersebut
00:38dan menyebut abu vulkanik anak Krakatau yang masih pekat
00:42serta cuaca buruk jadi kendala pencairan.
00:46Pencarian, Saudara, maksud kami.
00:52Untuk fokus pencarian kita itu di titik
00:55di mana terakhir penumpang ini salah satu penumpang mengirimkan seri lokasi ke anggota keluarganya.
01:03Ya, kemudian kita tadi sudah menggerakkan RIP, kemudian KN Sartetuka.
01:08RIP sudah kembali ke dermaga Marina, kemudian KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
01:13Sampai saat ini korban ataupun kapal masih belum diketemukan.
01:19Saudara kapal yang ditumpangi lima jurnalis hilang kontak
01:22saat perjalanan meliput erupsi Gunungan Akrakatau di Selat Sunda.
01:25Bagaimana perkembangan pencariannya?
01:26Kami terhubung dengan Kasyob Basarnas Banten, Rizki Duyanto.
01:31Selamat malam, Pak Rizki.
01:32Pak Rizki, kami ingin kembali mengkonfirmasi
01:36berapa jurnalis yang hilang kontak dan menggunakan kapal apa sebenarnya?
01:40Selamat malam, Mas Gali.
01:41Untuk informasi kapal yang digunakan para jurnalis untuk melakukan peliputan di Gunung Anak Akrakatau
01:49itu dengan kapal speedboot.
01:51Untuk POB, lima orang jurnalis, kemudian dua kru dari speedboot,
01:57kemudian satu tour guide ataupun pemandu.
02:00Begitu, Mas Gali.
02:01Pak Rizki, bisa diceritakan kepada kami,
02:05Seperti apa kronologi awal cerita hingga akhirnya ada laporan jurnalis silang kontak ini?
02:13Untuk kronologi kejadian, itu kalau untuk informasi kami terima di pukul 13.55 hari ini
02:20dari Bapak Bayu, termasuk jurnalis antara Banten.
02:26Kemudian setelah kita menggali informasi, kita dapatkan
02:30untuk kronologi kejadian tersebut adalah pada hari Senin, 7 September 2026, pukul 14.00.
02:39Jurnalis ataupun kapal speedboot tersebut bergerak menuju ke Gunung Anak Akrakatau
02:47dengan estimasi kurang lebih waktunya dua jam.
02:50Kemudian untuk pukul 14.42, sempat salah satu penumpang itu memberikan informasi
02:59terkait dengan posisi ke pihak keluarga.
03:03Itu di, kalau kita memperkirakan dengan waktu yang kita estimasikan ke Gunung Anak Akrakatau
03:09itu dua jam, berarti kalau 14.42 itu di sekitaran antara Bermaga Carita
03:14dengan Gunung Anak Akrakatau.
03:17Kemudian kita mendapatkan informasi kembali bahwa pada pukul 18.13
03:22di hari Senin kemarin, untuk salah satu penumpang memberikan informasi
03:29kepada pihak keluarga bahwa sudah sampai di sekitaran area Gunung Anak Akrakatau.
03:34Oke, baik. Maaf saya potong, Pak Rizky, kami juga ingin mengonfirmasi
03:38sebenarnya ada berapa total penumpang selain lima jurnalis?
03:43Ya, untuk total penumpang ada delapan, Mas Galin.
03:46Lima jurnalis, dua kru speedboot, satu pemandu ataupun tour guide.
03:52Dalam proses pencarian ini, saat ini titiknya sudah diketahui apa belum, Pak?
03:57Untuk proses pencarian.
03:59Kalau berdasarkan informasi yang kami terima, itu untuk posisi terakhir
04:03di sekitaran Gunung Anak Akrakatau.
04:05Dan itu menjadi titik fokus pencarian kita pada hari pertama ini, Mas Gali.
04:11Jika melihat, ini kan berangkat pada 7 September kemarin artinya.
04:16Kalau melihat situasi cuaca di sana, sebetulnya seperti apa, Pak?
04:20Kalau cuaca, ya angin yang cukup kencang, kemudian arus dan gelombang,
04:24itu di kisaran 0 sampai dengan 1,5 meter, Mas Gali.
04:30Dan untuk informasi yang nanti akan kita dapatkan, kita akan merencanakan
04:36terkait dengan kemungkinan kapal tersebut akan bergerak kemana, gitu, Mas Gali.
04:41Ini kan ada salah satu jurnalis juga mengabari keluarga.
04:45Adakah pihak keluarga yang mencoba untuk mengkontak tersambung atau seperti apa, Pak?
04:51Ya, untuk pihak keluarga yang berusaha untuk mencari keberadaan pihak keluarga tersebut,
04:58itu sudah berkomunikasi dengan Basarnas Bantan, Mas Gali.
05:01Sekarang untuk proses pencarian ini dikerahkan berapa personil, Pak?
05:06Ya, untuk pencarian hari ini sesuai arahan dari Sarmisen Koordinator,
05:11Kepala Kantor Sar Bantan.
05:13Untuk alut yang kita gunakan, ada 4 kapal, Mas Gali.
05:172 kapal speedboot, kemudian 1 RIP-02 punya kantor Sar Bantan,
05:23dan KN Sarte Tuka milik Basarnas Bantan, Mas Gali.
05:27Ini melibatkan siapa saja untuk proses pencarian ini?
05:31Untuk proses pencarian ini kita terlibat berbagai unsur,
05:36ya diantaranya ada TNI, Fori, kemudian ada instansi terkait instansi daerah,
05:43pemerintah daerah, ada BBBD, dan sebagainya, Mas Gali.
05:45Ini proses pencarian dilakukan dari pagi hingga malam hari ini masih dilakukan atau seperti apa, Pak?
05:51Ya, untuk sampai dengan malam hari ini,
05:54kapal kami KN Sarte Tuka masih melaksanakan pelayaran
05:58dan pencarian di sekitar lokasi Gunung Anak Krakatau, Mas Gali.
06:02Kalau melihat proses pencarian hari ini, evaluasi yang ditemukan seperti apa?
06:07Apakah ada kendala-kendala yang dihadapi?
06:09Ya, untuk kendala yang kami hadapi,
06:12ya yang pertama terkait dengan cuaca yang kurang bersahabat
06:15karena terkait dengan angin dan kemudian arus,
06:19kemudian ditambah lagi kita juga mengantisipasi
06:22terkait dengan dampak yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau kemarin
06:26yang di mana penyebaran abu vulkanik masih terasa, Mas Gali.
06:30Untuk persiapan pencarian esok hari seperti apa, Pak Rizky?
06:35Ya, untuk pencarian esok hari kita tetap menggunakan dengan alut laut yang kami miliki,
06:41kemudian ditambah lagi dengan potensi SAR yang nantinya akan terlibat
06:46untuk alut-alut, ya spesial speedboot, kemudian kapal-kapal dari instansi lain.
06:51Itu nanti akan kita data, kemudian untuk kita jadikan perencanaan operasi
06:56dan untuk pembagian wilayah pencarian di masing-masing sektor nanti, Mas Gali.
07:00Pak Rizky, jika kita lihat memang erupsi Gunung Anak Krakatau ini kan masih terus terjadi.
07:05Sebetulnya dari awal itu sudah ada imboan nggak sih
07:08untuk jangan mendekati di radius berapa seperti itu?
07:12Kalau simbawan yang memang sudah diinformasikan
07:16ataupun dikeluarkan laporan dari VPMBG,
07:19sebetulnya di radius 3 km itu sudah tidak direkomendasikan lagi
07:23beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau, Mas Gali.
07:26Seperti itu.
07:27Dengan adanya kontak hilang 5 jurnalis dan beberapa kru tadi,
07:32sudah didirikan posko untuk proses pencarian, Pak?
07:35Ya, untuk posko yang kami didirikan ada di Dermagamalina Carita,
07:39Pandeglang, Banten, Mas Gali.
07:40Ada kontak yang bisa dihubungi di posko itu, Pak?
07:45Ada nanti nomor saya juga ada di sini, Pak Gali.
07:49Kebetulan saya standby untuk mengantisipasi
07:53ataupun melaksanakan pencarian sampai dengan nanti
07:56perkembangan selanjutnya, Mas Gali.
07:58Baik, terima kasih Pak Rizky Duyanto, Kasih Ob Basarnas, Banten
08:02telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.
08:04Semoga segera mendapatkan kabar baik.
08:05Terima kasih Pak Rizky.
08:06Selamat menikmati.
08:07Terima kasih.
08:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan