Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dugaan pelecehan dan penganiayaan yang menyeret Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila ramai setelah informasinya beredar melalui media sosial dan pesan WhatsApp berantai.

Dalam informasi yang beredar, dugaan kejadian disebut berlangsung pada 17 Agustus 2026 di rumah dinas Wabup dan melibatkan sekretaris pribadinya berinisial R, namun R membantah adanya penganiayaan, penyekapan, maupun pelecehan terhadap dirinya.

Fajar juga membantah tuduhan tersebut dan menilai informasi yang beredar belum terverifikasi. Untuk mengungkap fakta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk memeriksa Fajar dan meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan.

Langkah tersebut mendapat dukungan DPRD Kabupaten Sumedang yang berharap investigasi berjalan objektif dan transparan, sementara Fajar menyatakan siap diperiksa serta membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan adanya pencemaran nama baik.

Selengkapnya dalam video di atas.

#KasusWabupSumedang #FajarAldila #DediMulyadi

Creative/Video Editor: Lia/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dugangan penganiayaan dan pelecehan terhadap sekretaris pribadi Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila,
00:06menjadi perhatian publik setelah informasinya beredar di media sosial dan pesan WhatsApp berantai.
00:12Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 17 Agustus 2026 di rumah Dinas Wakil Bupati Sumedang.
00:18Berdasarkan informasi yang beredar korban berinisial R, awalnya diminta mengurus uang operasional.
00:23Di lokasi itu, Fajar disebut memeluk dan mencium korban tanpa persetujuan serta melontarkan kalimat godaan.
00:30Korban kemudian disebut menolak dan meninggalkan lokasi.
00:34Malam harinya, korban kembali dipanggil oleh istri wabuk berinisial ADO.
00:39Dalam pertemuan tersebut, korban disebut mengalami penganiayaan fisik oleh sejumlah orang secara bergantian.
00:45Informasi itu kemudian berkembang dengan tuduhan adanya penyekapan dan pelecehan.
00:50Namun R membantah kabar tersebut, ia memastikan tidak ada penganiayaan, penyekapan maupun pelecehan yang menimpa dirinya.
00:58Fajar Aldila juga membantah tuduhan tersebut dan menilai informasi yang beredar belum melalui proses verifikasi yang memadai.
01:06Untuk memastikan fakta sebenarnya, Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi, membentuk tim investigasi untuk memeriksa Fajar.
01:14Deddy meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan dan tidak berspepulasi sebelum fakta terungkap.
01:19Langkah tersebut mendapat dukungan DPRD, Kabupaten Sumedang.
01:24Pimpinan DPRD mengelar rapat khusus dan menyatakan menghormati, serta mendukung investigasi Pemprov Jawa Barat.
01:31Kabak Umum Sekretariat DPRD Sumedang, Mamat Rohimat, mengatakan pihaknya memilih menunggu hasil investigasi dan berharap proses berjalan objektif serta transparan.
01:42DPRD juga mengimbau masyarakat tidak terpancing spekulasi dan meminta pelayanan publik tetap berjalan.
01:48Sementara itu, Fajar menyatakan siap diperiksa dan mempersilahkan tim investigasi mengusut kasus tersebut agar semuanya menjadi terang.
01:56Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan adanya pencemaran nama bayi.
02:02Kini publik masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan fakta dibalik isu yang menyeret Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.
02:10Bagaimana menurut Sobat Suara, apakah investigasi ini bisa membuat kasus tersebut terang benderang?
02:15Terus pendapat Anda di kolom komentar.
Komentar

Dianjurkan