Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ancaman abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi. Warga di berbagai daerah ramai-ramai berburu masker sebagai alat pelindung. Sayangnya, stok masker kini langka dan harganya mahal.

Warga berbondong-bondong membeli masker, seiring abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah.

Di Pandeglang, Banten, warga menyerbu sebuah minimarket demi mendapatkan masker, agar terlindung dari paparan abu vulkanik.

Abu vulkanik Anak Krakatau juga menyebar ke wilayah Depok, Jawa Barat, dan memicu warga ramai-ramai mencari masker.

Guna mencegah siswa terpapar abu vulkanik, sejumlah daerah menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Di antaranya Serang, Pandeglang, dan Cilegon, Banten; Bogor dan Depok, Jawa Barat; Jakarta; serta Provinsi Lampung.

Sementara di Bekasi, siswa wajib memakai masker dan sekolah pun membagikan masker kepada siswa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bilang, paparan abu vulkanik berisiko memicu masalah kesehatan terhadap pernapasan, mata, dan kulit.

Budi meminta warga di wilayah terdampak abu vulkanik mengurangi aktivitas di luar rumah.

Tak hanya Gunung Anak Krakatau, sejumlah gunung berapi lainnya juga erupsi dalam waktu hampir bersamaan, di antaranya Gunung Ibu, Ile Lewotolok, dan Semeru.

Pemerintah perlu responsif, memastikan fasilitas kesehatan siap menerima warga yang terpapar abu vulkanik, terutama dari kalangan rentan.

#bekasi #abuvulkanik #masker

Baca Juga Penampakan Semburan Asap Pekat Tiba-Tiba Muncul di Area Pusat Perbelanjaan Pasar Baru | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/689621/penampakan-semburan-asap-pekat-tiba-tiba-muncul-di-area-pusat-perbelanjaan-pasar-baru-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689622/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-menyebar-warga-berburu-masker-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara, ancaman abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Rakatau masih terjadi.
00:05Warga di berbagai daerah ramai-ramai berburu masker sebagai alat pelindung.
00:11Sayangnya, stok masker kini langka dan harganya mahal.
00:17Warga berbondong-bondong membeli masker seiring abu vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau menyebar ke sejumlah wilayah.
00:25Di Pandeglang, Banten, warga menyerbu sebuah minimarket.
00:28Demi mendapatkan masker agar terlindung dari paparan abu vulkanik.
00:33Abu vulkanik Anak Rakatau juga menyebar ke wilayah Depok, Jawa Barat dan memicu warga ramai-ramai mencari masker.
00:52Sementara di Bekasi, siswa wajib memakai masker dan sekolah pun membagikan masker.
00:59Ada kita juga mengikuti imbauan dari pemerintah Kota Bekasi ya.
01:04Kali ini di bagian sama dinas pendiri Kota Bekasi.
01:06Diteruskan juga oleh pengawas bahwa edarnya sudah muncul Pak.
01:10Cuma di sana ada beberapa poin yang salah satunya jika memang kondisinya tidak mungkin untuk alam masuk,
01:15maka anak bisa di VJJK.
01:17Salah satu poin yang di dalam surat itu seperti itu Pak.
01:21Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin bilang paparan abu vulkanik berisiko memicu masalah kesehatan terhadap pernafasan, mata dan kulit.
01:31Budi meminta warga di wilayah terdampak abu vulkanik mengurangi aktivitas di luar rumah.
01:36Sebaiknya seminggu ini jangan keluar rumah, kalau toh pun keluar rumah mesti memakai masker.
01:43Masalah kesehatan yang kedua adalah mata Bapak Presiden karena bisa masuk ke mata.
01:48Jadi sebaiknya jangan keluar rumah juga, kalau keluar rumah mesti memakai kacamata.
01:53Dan masalah yang ketiga adalah masalah kulit karena debunya nempel dan itu tajam.
01:58Dan itu sebaiknya kalau jangan keluar rumah juga Bapak Presiden dan kalau keluar rumah diharapkan memakai baju panjang dan celana
02:06panjang.
02:08Tak hanya Gunung Anak Rakatau, sejumlah gunung berapi lainnya juga erupsi dalam waktu hampir bersamaan.
02:14Di antaranya Gunung Ibu, Ilelewotolog dan Semeru.
02:19Pemerintah perlu responsif memastikan fasilitas kesehatan siap menerima warga yang terpapar abu vulkanik terutama dari kalangan rentan.
02:28Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan