Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kasus Keracunan MBG Tembus 50 Ribu Orang, Anggota Komisi IX DPR Cecar Kepala BGN Sudaryono

Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyampaikan amarahnya secara terbuka atas maraknya kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rapat kerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Sambil menunjuk Kepala BGN Sudaryono, Charles secara tegas mendorong para korban keracunan untuk melayangkan gugatan hukum terhadap BGN. Langkah keras ini diambil setelah ia membeberkan data Kementerian Kesehatan yang mencatat angka korban keracunan makanan telah menembus 50.059 orang per 2 September 2026.

DPR menilai lonjakan angka tersebut sebagai bentuk kegagalan serius dalam pengawasan keselamatan pangan yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

#BGN #MBG #Sudaryono

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Karena gini, izin-izin Bu
00:02Jadi Pak Kepala tadi menyampaikan
00:04Bapak punya anak, masih usia 13 dan 6
00:06Saya juga punya anak, usia 12 dan 10
00:08Ini
00:10Beruntung dan bersyukur ya
00:11Orang-orang kumurit yang menjadi anak medik korban
00:14Sepertinya baik-baik nih
00:15Enggak ada yang bukan, kalau saya Pak
00:17Saya buka lah, saya buka SPPG
00:19Saya buka BGN, saya minta ganti kerugian
00:21Bukan hanya karena masalah kesehatan
00:24Yang sudah ditimbulkan, masalah emosional
00:26Masalah trauma dan sebagainya
00:28Jadi mohon dipikirkan ke depan
00:30Kalau terjadi seperti ini lagi
00:31Kompensasi apa yang diberikan kepada keluarga korban?
00:36Baik, kami berikan kami pertimbang Pak
00:40Bisa kami lanjutkan Pimpinan?
00:42Ya, silakan
00:44Aturannya keputusan MK
00:45Kami adalah badan atau
00:48Lembaga kementerian atau badan
00:50Yang opasional
00:52Jadi intinya kami melaksanakan apapun
00:54Keputusan dari pemerintah
00:56Anggaran yang diberikan
00:58Anggaran yang direncanakan
01:00Anggaran yang disetujui
01:01Anggaran yang diberikan
01:02Dan kemudian dengan anggaran itu kami laksanakan
01:06Berikutnya terkait efisiensi
01:08Jadi kami juga telah menyisir
01:10Sekolah-sekolah
01:11Semua style it
01:13Di seluruh Indonesia
01:15Kemarin minggu lalu kami telah mengumumkan
01:17Sekitar 83 yang
01:19Kemudian kami exclude untuk mendapatkan
01:22Makan berisi gratis
01:23Dan terus kami sisir sampai saat ini kami
01:26Mendapatkan sekitar 276 sekolah
01:32Nah 276 sekolah yang
01:35Kami exclude untuk kemudian mendapatkan MBG
01:39Dan ini akan kami terus kami sisir
01:41Pertanyaannya berikut adalah bagaimana
01:44Bagaimana dengan sekolah negeri
01:45Sesuai dengan menghasil bersama
01:47Yang kemudian kesepakatan juga dengan
01:50Kementerian di GASMEN
01:52Sekolah negeri ini sifatnya adalah
01:54Kalau setuju dapat-dapat semua
01:58Kalau tidak dapat semua
02:02Ya jadi tidak bisa
02:04Yang mau dapat
02:07Kemudian yang gak mau gak dapat
02:08Itu kemudian di sekolah negeri
02:10Atau menjadi suatu
02:11Presiden buruk lah
02:13Dalam pendidikan karakter
02:15Ya ini masalah
02:16Anak-anak ini kan
02:17Kalau anak SMA sih
02:18Saya kira mungkin sudah mulai
02:20Ya tapi kalau untuk di SD dan lain
02:22Nanti jadi suatu kesenjangan
02:26Lain-lain
02:27Kemudian tadi disampaikan
02:28Terkait anggaran di Sistapel
02:30Anggarannya bulat-bulat 500
02:32Dan seterusnya itu
02:33Adalah anggaran terkait
02:34Kita ini
02:36Untuk
02:37Untuk bisa memutuskan
02:38Satu sistem pertakuan yang prima
02:40Yang kira-kira sesuai
02:42Karena kami perlu untuk
02:43Semacam
02:46Mendapatkan kajian
02:48Dari para ahli
02:49Jadi
02:52Harus ada
02:53Perbimbangan
02:54Para ahli
02:56Naskah akademik
02:57Yang menjadi acuan kita
02:58Jadi gak bisa
02:59Maunya Pak Daryono
03:01Walaupun kita punya kemauan
03:03Kita harus diwisi secara
03:05Secara akademik
03:06Apakah keinginan
03:08Tata kompet sistem
03:10Kemudian faksi yang kita ambil itu
03:12Secara akademik
03:13Kajian dari para ahli
03:14Benar atau tidak
03:15Maka itu kemudian
03:16Di
03:18Kedeputian
03:18Sistem Tata Kewal
03:20Ada
03:2026.500.000.000
03:22Itu kemudian
03:23Sifatnya
03:26Ya
03:26Harga satuannya
03:27Harga satuannya
03:29Sebagaimana tadi kan
03:30Disampaikan
03:30Kenapa kok
03:31Anggarannya bulat-bulat kan
03:32Itu tadi pertanyaannya kan
03:33Ya paham Pak
03:34Itu kan mekanisme yang ada
03:36Lelang ada
03:36Pak
03:36Ya paham
03:37Terima kasih
03:38Selamat menikmati
03:39Selamat menikmati
03:42Selamat menikmati
03:44Selamat menikmati
03:44Selamat menikmati
03:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan