Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Kamis (3/9/2026).

Edy secara terbuka menyebut bahwa program prioritas ini sudah mengalami kesalahan desain sejak awal karena mengabaikan berbagai variabel kompleks serta minim melibatkan pemerintah daerah dalam perencanaannya.

Edy bahkan berani bertaruh bahwa kasus keracunan makanan akan terus berulang jika BGN tidak segera melakukan pembenahan mendasar pada manajemen krisis dan operasional di lapangan. DPR mendesak BGN untuk segera menggandeng konsultan profesional guna membenahi tata kelola dan menjamin keselamatan para penerima manfaat.

#KeracunanMBG #DPRRIPeringatkanBGN #ProgramMBGSalahDesain

Creative/Video Editor: Icha/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Yang pertama, selamat Pak. Pak Kepala Bikin, tentu saya senang sebagai sahabat, tetapi saya khawatir, Pak, buri, Pak.
00:11Meskipun Bapak terlihat pegang, terlihat stroke leadership, menunjukkan segala kemampuan komunikasi yang baik,
00:20tetapi itu tidak cukup, Pak, untuk melalui Bikin ini.
00:24Saya melihat masalahnya dari awal rumit, Pak.
00:27Rumit, siapapun yang memimpin ini akan mengalami kesulitan, penasalah desain dari awal.
00:35Oleh karena itu, Bapak harus hati-hati dan harus cermat.
00:44Dan biasanya saya melihat seorang pemimpin itu dari 100 hari pertama, Pak.
00:50Itu cara berpikirnya bagaimana?
00:53Karena 100 hari pertama itu menentukan keberhasilan.
00:57Kalau serastus dari pertama lewat, biasanya podasnya lewat.
01:02Oleh karena itu, saya tidak akan memberikan masukan yang teknis, tetapi memberi sharing, pemikiran.
01:10Karena ini sudah menjadi program Rota Presiden dan menggunakan dana yang besar.
01:16Nah, sesawatiran saya, hari ini saya melihat presentasi Pak Kepala BGN belum menunjukkan satu desain konstruksi manajemen strategis yang hebat.
01:30Malah ini hanya program follow money, Pak.
01:37Bukan money follow program.
01:40Jadi, saya tidak bisa membaca konstruksi arah ke depan ini manajemen strategis yang seperti apa.
01:46Perubahan apa yang akan dilakukan.
01:48Ini belum kelihatan, Pak.
01:51Jadi, kalau misalnya program MBG ini, variable dependent, variable independentnya, antara model dan outputnya, lalu faktor confoundingnya yang demikian rumit,
02:06itu desainnya belum kelihatan, Pak.
02:09Jadi, perbedaan apa kepemimpinan yang lama dengan kepemimpinan yang baru, yang bisa meyakinkan publik, itu enggak kelihatan.
02:18Belum kelihatan.
02:20Karena berapa di nanti 22 Juli, sekarang 3 September.
02:23Berarti masih ada waktu 100 hari.
02:25Telur dimanfaatkan, betul.
02:27Saya di awal mengomong sama Bu Arun Sari, sebelum ketemu Pak Tariono.
02:32Jadikan momentum ini untuk evident base policy.
02:36Jangan dibalik, policy evident base.
02:39Evident base policy itu yang sama.
02:43Seluruh variable, datanya dikonstruksi menjadi masalah.
02:47Masalah menjadi program.
02:49Program baru kemudian menjadi anggaran.
02:52Lalu dipayungi dengan regulasi yang diandang.
02:57Itu penting sebelum disampaikan ke publik.
02:59Karena publik kita itu cerdas.
03:03Dan itu cara nanti Pak Kepala BGN menghire seluruh persoalan MBG.
03:07Nah, ini butuh kerja keras.
03:09Butuh pemikir-pemikir handal yang harus di-hire oleh teman-teman BGN.
03:15Kalau diperlukan hire, consultant-consultant yang memang punya keahlian di bidang ini.
Komentar

Dianjurkan