Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, hingga aparatur sipil negara (ASN) harus profesional dan netral dalam setiap pemilu.

AHY mengatakan, netralitas aparatur negara merupakan salah satu amanah penting Reformasi yang harus terus dijaga sampai saat ini.

"Salah satu amanah penting Reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan.

TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua," kata AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga Ketum PBNU 20262031 Segera Dipilih, Gus Yahya dan Gus Kikin Masuk Bursa | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688072/ketum-pbnu-2026-2031-segera-dipilih-gus-yahya-dan-gus-kikin-masuk-bursa-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689240/ahy-tni-polri-hingga-asn-harus-netral-di-setiap-pemilu
Transkrip
00:00Salah satu amanah penting reformasi adalah
00:03memastikan alat dan aparatur negara
00:07berdiri di atas semua golongan.
00:11TNI, Polri, Intelijen, Penegak Hukum, ASN,
00:17dan seluruh aparatur negara
00:19harus profesional dan netral.
00:22Termasuk
00:28Termasuk dalam setiap pemilu.
00:31Mereka semua adalah milik rakyat.
00:34Milik kita semua.
00:40Kita mengingat sejarah bukan untuk kembali ke masa lalu.
00:44Tetapi untuk mengambil pelajarannya bagi masa depan.
00:49Bahwa kekuasaan harus diawasi.
00:52Hukum harus berlaku adil.
00:55Korupsi harus dilawan.
00:57Dan kedaulatan rakyat harus dijaga dan dihormati.
01:02Karena Partai Demokrat lahir dari semangat reformasi.
01:05Amanah ini menjadi bagian dari jati diri
01:10dan tanggung jawab sejarah kita.
01:13Inilah relevansi Partai Demokrat hingga hari ini.
01:18Hingga kapanpun.
01:25Namun zaman terus bergerak.
01:28Tantangan pemerintah dan harapan rakyat juga berubah.
01:32Karena itu, malam ini saya ingin menegaskan
01:36tiga agenda perjuangan yang harus menjadi pedoman
01:40seluruh kader demokrat dari pusat hingga daerah.
01:45Pertama, memajukan ekonomi.
01:48Kedua, menegakkan keadilan.
01:52Dan ketiga, menjaga demokrasi.
01:55Para kader demokrat, kita mulai dari ekonomi.
02:01Saya meminta seluruh kader demokrat sungguh-sungguh
02:04mendengarkan persoalan rakyat.
02:07Di kampung-kampung, di pasar, di tempat kerja,
02:10di ruang-ruang pertemuan, maupun di media sosial.
02:15Harus kita akui dengan jujur.
02:18Masih banyak keluarga yang bekerja keras,
02:21tetapi merasa hidup belum semakin mudah.
02:26Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan.
02:31Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah.
02:35Banyak keluarga harus bekerja keras
02:37agar penghasilan mereka mampu mengejar biaya hidup
02:42yang terus bertambah.
02:45Itulah yang saya dengarkan langsung dari para pelaku UMKM.
02:50Pekerja informal termasuk pengemudi ojol,
02:55ibu-ibu rumah tangga, generasi muda,
02:58dan kelompok masyarakat lainnya.
03:02Survei-survei nasional juga menunjukkan bahwa
03:05harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi,
03:09lapangan pekerjaan, dan kemiskinan
03:11masih menjadi perhatian utama rakyat.
03:15Tekanan itu nyata.
03:17Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup.
03:21Daya beli banyak keluarga masih tertekan.
03:25Kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat.
03:29Banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar
03:33dan meningkatkan skala usahanya.
03:36Dan di berbagai wilayah,
03:39kesempatan ekonomi serta kualitas pelayanan dasar
03:42belum sama.
03:44Kita tidak boleh mengabaikannya.
03:47Jangan menjauh dari kenyataan.
03:50Dengarkan,
03:51pahami,
03:53dan perjuangkan jalan keluarnya.
03:55Sebab di balik setiap angka ekonomi
03:59ada kehidupan manusia.
04:08Pada bulan April,
04:10saya mengunjungi desa Tanjung Kait,
04:12Kabupaten Tangerang, Banten.
04:15Kemudian, pada bulan Agustus,
04:17saya mengunjungi desa Campur Rejo,
04:20Gresik, Jawa Timur.
04:22Di kedua tempat itu,
04:24saya melihat bagaimana pemerintah pusat,
04:27pemerintah daerah,
04:28dunia usaha,
04:29dan masyarakat sipil
04:30bekerja bersama
04:32memperbaiki kualitas permukiman
04:35dan kehidupan keluarga nelayan.
04:39Masyarakat menceritakan rasa syukurnya.
04:42Karena keluarganya tidak perlu
04:44terus berpindah-pindah kontrakan.
04:47Tempat tinggalnya
04:47kini tidak lagi kebanjiran.
04:50Mudah mendapatkan akses air bersih.
04:52Sehingga hidup
04:53terasa lebih nyaman.
04:56Cerita itu sederhana.
04:57Tapi mengingatkan kita bahwa rumah
05:01lebih dari sekedar bangunan.
05:03Rumah adalah tempat keluarga
05:05merasa aman,
05:07anak-anak tumbuh,
05:08dan kehidupan dibangun.
05:10Karena itu,
05:11infrastruktur bukan tujuan akhir.
05:15Infrastruktur adalah jalan
05:17untuk memperbaiki kehidupan manusia.
05:24Saudara-saudara,
05:27Indonesia tidak hidup sendirian.
05:30Ketegangan geopolitik,
05:32perubahan rantai pasok,
05:34perkembangan teknologi,
05:35dan persaingan ekonomi dunia
05:37akan terus mempengaruhi kehidupan kita.
05:41Karena itu,
05:42Indonesia harus membangun
05:44ketahanan dan kemandirian,
05:47terutama di bidang pangan,
05:49energi,
05:50dan air,
05:51memperkuat daya saing,
05:54memperluas konektivitas,
05:55serta memastikan
05:57pembangunan
05:58semakin merata.
06:01Namun, ukurannya
06:02harus jelas.
06:03Bukan hanya
06:04seberapa besar
06:05ekonomi tumbuh,
06:07tetapi seberapa banyak
06:08rakyat ikut tumbuh
06:10bersamanya.
06:15Pembangunan harus
06:16membuka
06:17pusat-pusat
06:18pertumbuhan baru,
06:19memperluas
06:20lapangan pekerjaan,
06:22dan menghadirkan
06:24kesejahteraan
06:24yang semakin merata
06:26di seluruh wilayah Indonesia.
06:29Kesejahteraan
06:30untuk semua.
06:35Kekayaan sumber daya alam
06:37harus kita olah
06:39menjadi nilai tambah
06:40dan pekerjaan.
06:41Tetapi,
06:42pembangunan
06:43tidak boleh
06:44mengorbankan
06:45lingkungan.
06:46Jangan sampai
06:48generasi kita
06:49menikmati
06:50pertumbuhan hari ini,
06:51sementara
06:52generasi berikutnya
06:54mewarisi
06:55kerusakannya.
06:56Inilah
06:57keadilan
06:58antar
06:59generasi.
07:04Kita juga
07:06mendukung
07:07gerakan
07:08Indonesia
07:09asli yang
07:10dicanangkan
07:10Presiden
07:11Prabowo
07:11Subianto.
07:12Persoalan
07:13sampah,
07:14sungai yang
07:15kotor,
07:16udara dan air
07:17yang tercemar,
07:18serta lingkungan
07:19yang tidak
07:19tertata.
07:20Bukan
07:21sekedar
07:22persoalan
07:23kebersihan.
07:24Ini menyangkut
07:25kesehatan,
07:26kualitas hidup,
07:28daya saing
07:28daerah,
07:29bahkan
07:30pariwisata
07:31dan lapangan
07:31pekerjaan.
07:33Sejatinya,
07:34ini merupakan
07:35cerminan
07:36peradaban
07:37bangsa
07:37yang dari
07:38masa ke
07:39masa
07:39harus terus
07:41kita bangun
07:42dan majukan.
07:43Demokrat
07:44juga telah
07:45bergerak
07:46melalui
07:47gerakan
07:47langit
07:48biru
07:49Indonesia
07:49asri
07:50dan gerakan
07:51ayo
07:52muliakan
07:53sungai.
07:54Mari
07:54jadikan lingkungan
07:56yang aman,
07:57sehat,
07:57resik,
07:58dan indah
07:59sebagai gerakan
08:00bersama.
08:05Para
08:06Kader Demokrat
08:07yang saya
08:08banggakan.
08:09Hari ini
08:10Partai Demokrat
08:11menjadi bagian
08:12dari
08:12pemerintahan
08:13Presiden
08:14Prabowo
08:14Subianto.
08:16Kebijakan
08:17yang sungguh
08:18baik bagi
08:18rakyat
08:19harus kita
08:19dukung
08:20dan kawal.
08:21Yang
08:22belum
08:22sempurna,
08:23kita
08:23bantu
08:24perbaiki.
08:25Dan
08:26kita harus
08:27tetap
08:27jujur
08:27terhadap
08:28kenyataan
08:29yang dirasakan
08:30rakyat.
08:32Sebab
08:32yang kita
08:34perjuangkan
08:34bukan semata-mata
08:36keberhasilan
08:36satu partai.
08:38Yang kita
08:38perjuangkan
08:39adalah
08:40keberhasilan
08:41Indonesia.
08:43Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan