Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita, menyemprot desain anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dinilai belum proaktif.

Menurutnya, alokasi dana pemerintah saat ini membuktikan ketimpangan nyata, di mana porsi anggaran jauh lebih besar digunakan untuk biaya operasional pemadaman seperti penyewaan helikopter dibandingkan program pencegahan awal yang melibatkan masyarakat lokal.

Sonny menegaskan bahwa karhutla sudah menjadi bencana tahunan yang polanya sangat tertebak.

#KomisiIVDPRRIFraksiPDIP #KarhutlaKalenderTahunan #MenhutRajaJuli

Creative/Video Editor: Icha/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ya, ungkapan optimalisasi atas kawasan hutan itu masih terlihat sebagai eksploitasi hutan.
00:08Sehingga saya perlu penjelasan soal itu.
00:13Berikutnya, anggaran-anggaran karhutlah yang ada ini kok saya masih melihatnya
00:19berorientasi memadamkan daripada mencegah.
00:22Di slide terakhir tadi contoh 1,7 kalau nggak salah, gambarnya perbandingan antara sewa dan beli heli.
00:30Kenapa tidak ada perbandingan antara mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa.
00:37Kayaknya kita sudah menyadari bahwa karhutlah ini akan jadi kalender tahunan.
00:43Saya melihat ini sikapnya sikap yang pasrah, bukan tawakal.
00:48Begitu katanya Ustadz Getum.
00:50Jadi ada hal yang beda antara tawakal itu seperti apa, kalau pasrah seperti apa.
00:55Kalau gini terus-menerus, ya jangan harap yang namanya karhutlah itu akan semakin menurun.
01:01Karena sejak awal memang desain kita dalam menjaga hutan kita tidak dalam konteks mencegah.
01:08Itu bisa dilihat tadi dari 1,746 triliun, 108 M-nya hanya untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan,
01:181,54 T-nya untuk sewa helikopter, kalau tidak salah begitu.
01:24Ketimpangannya sangat jauh.
01:31Terus kemudian terkait dengan yang berikutnya, yang kelima.
01:35Bahwa dalam satu dekade ini kira-kira luas kebakaran hutan dan lahan itu ada 1,784 juta hektare.
01:44Pada saat yang sama ada penambahan kebun sawit seluas 1,805.
01:51Kementerian Kehutanan dalam hal yang menurut saya sepenting ini pernah melakukan overlay spesial enggak?
01:59Hutan-hutan kita itu yang habis terbakar, kawasan yang habis terbakar itu kira-kira dalam hitungan bulan tahun berikutnya itu
02:05jadi apa?
02:08Saya tidak mengatakan benar misalkan yang sedang viral di media sosial saat ini,
02:15kebakaran asapnya aja masih ada dikit-dikit, ada orang nanam sawit di sana.
02:20Saya enggak tahu itu IE atau apa, tapi kalau ini benar terjadi,
02:26ya menurut saya, saya sudah sampaikan ke satu media,
02:29Kementerian Kehutanan perlu ketegasan dalam menyelesaikan soal karuta ini.
02:36Tanggal 18 Agustus kita rapat, saya minta nama-nama perusahaan korporasi yang nakal akan disebutkan.
02:43Waktu itu disampaikan oleh Pak Menteri, akan dijawab secara tertulis.
02:47Saya kira yang seperti itu adalah sanksi moral.
02:51Kalau memang korporasi nakal berkali-kali, kenapa sih enggak disebutkan?
02:54Kalau yang terakhir ada enam itu juga namanya baru singkatan-singkatan saja.
02:59Terima kasih.
03:00Terima kasih.
03:01Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:08Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan