00:00Ya, ungkapan optimalisasi atas kawasan hutan itu masih terlihat sebagai eksploitasi hutan.
00:08Sehingga saya perlu penjelasan soal itu.
00:13Berikutnya, anggaran-anggaran karhutlah yang ada ini kok saya masih melihatnya
00:19berorientasi memadamkan daripada mencegah.
00:22Di slide terakhir tadi contoh 1,7 kalau nggak salah, gambarnya perbandingan antara sewa dan beli heli.
00:30Kenapa tidak ada perbandingan antara mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa.
00:37Kayaknya kita sudah menyadari bahwa karhutlah ini akan jadi kalender tahunan.
00:43Saya melihat ini sikapnya sikap yang pasrah, bukan tawakal.
00:48Begitu katanya Ustadz Getum.
00:50Jadi ada hal yang beda antara tawakal itu seperti apa, kalau pasrah seperti apa.
00:55Kalau gini terus-menerus, ya jangan harap yang namanya karhutlah itu akan semakin menurun.
01:01Karena sejak awal memang desain kita dalam menjaga hutan kita tidak dalam konteks mencegah.
01:08Itu bisa dilihat tadi dari 1,746 triliun, 108 M-nya hanya untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan,
01:181,54 T-nya untuk sewa helikopter, kalau tidak salah begitu.
01:24Ketimpangannya sangat jauh.
01:31Terus kemudian terkait dengan yang berikutnya, yang kelima.
01:35Bahwa dalam satu dekade ini kira-kira luas kebakaran hutan dan lahan itu ada 1,784 juta hektare.
01:44Pada saat yang sama ada penambahan kebun sawit seluas 1,805.
01:51Kementerian Kehutanan dalam hal yang menurut saya sepenting ini pernah melakukan overlay spesial enggak?
01:59Hutan-hutan kita itu yang habis terbakar, kawasan yang habis terbakar itu kira-kira dalam hitungan bulan tahun berikutnya itu
02:05jadi apa?
02:08Saya tidak mengatakan benar misalkan yang sedang viral di media sosial saat ini,
02:15kebakaran asapnya aja masih ada dikit-dikit, ada orang nanam sawit di sana.
02:20Saya enggak tahu itu IE atau apa, tapi kalau ini benar terjadi,
02:26ya menurut saya, saya sudah sampaikan ke satu media,
02:29Kementerian Kehutanan perlu ketegasan dalam menyelesaikan soal karuta ini.
02:36Tanggal 18 Agustus kita rapat, saya minta nama-nama perusahaan korporasi yang nakal akan disebutkan.
02:43Waktu itu disampaikan oleh Pak Menteri, akan dijawab secara tertulis.
02:47Saya kira yang seperti itu adalah sanksi moral.
02:51Kalau memang korporasi nakal berkali-kali, kenapa sih enggak disebutkan?
02:54Kalau yang terakhir ada enam itu juga namanya baru singkatan-singkatan saja.
02:59Terima kasih.
03:00Terima kasih.
03:01Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:08Terima kasih.
Komentar