Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KETAPANG, KOMPAS.TV - Kabupaten Ketapang jadi area dengan sebaran titik panas terbanyak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Luasnya area yang terbakar juga minimnya pasokan air menghambat upaya pemadaman.

Lalu, benarkah karhutla di Kalimantan Barat disebabkan karena pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja?

Berikut laporan jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia, dan juru kamera Ajriya Hafidz, dari Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga Sempat Dievakuasi, Orangutan 'Sampurna' Mati Usai Alami Iritasi Pernapasan Akibat Karhutla di https://www.kompas.tv/regional/689049/sempat-dievakuasi-orangutan-sampurna-mati-usai-alami-iritasi-pernapasan-akibat-karhutla

#karhutla #kebakaranhutan #ketapang #kalimantan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689053/pemadaman-karhutla-di-ketapang-kalbar-terkendala-pasokan-air-begini-kondisinya-sapa-malam
Transkrip
00:00Kabupaten Ketapang jadi area dengan sebaran titik panas terbanyak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
00:08Luasnya area yang terbakar juga minimnya pasokan air menghambat upaya pemadaman.
00:15Lalu benarkah karhutlah di Kalimantan Barat disebabkan karena pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja?
00:21Berikut laporan jurnalis Kompas TV Diponur Bahagia dan Juru Kamera Ajriya Hafiz dari Kecamatan Muarapawan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
00:34Provinsi Kalimantan Barat menjadi provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan paling parah di Indonesia, Saudara.
00:41Dan saya saat ini berada di Kabupaten Ketapang, ada 4.000 titik panas yang tersebar di area Kabupaten Ketapang.
00:49Kalimantan Barat bisa dilihat ya, titik panas adalah titik yang menyembunyikan bara api ataupun sumber potensi api yang kemudian kembali
01:00menyala dan tentu ini sangat berbahaya.
01:02Tadi juga saya sudah memantau melalui visual drone begitu luas hamparan yang terbakar bahkan dalam visual tersebut tidak terlihat ujung
01:10dari area yang terbakar.
01:13Seperti apa tantangan yang kemudian dihadapi oleh petugas dalam proses pemadaman?
01:16Sekarang saya sudah bersama dengan Mas Indi, salah satu petugas pemadaman ya, di Kecamatan Morapawan.
01:22Sebaran panas ya, sebaran titik panas ini sangat-sangat potensial untuk kembali menyalakan api.
01:26Ya, betul. Dilihat dari kondisi bahan bakarnya, masih banyak bahan bakar yang belum terbakar secara sempurna.
01:32Sehingga ketika kondisi angin mulai meningkat seperti sekarang ini, ada potensi yang cukup besar untuk terjadinya penyalaan kembali di atas
01:39permukaan.
01:39Yang mayoritas gambut ini, kita tidak hanya bisa melakukan pemadaman dari atas permukaan, mereka masih tetap melakukan yang disebut namanya
01:46smoldering,
01:47ataupun pembaraan di bawah tanah, sehingga itu yang harus selalu kita kejar.
01:51Area ini saja, ini kurang lebih sudah 2 minggu kami lakukan pembasahan, tapi masih bisa dilihat seperti ini kondisinya di
01:57saat ini,
01:58di mana asap masih banyak termasuk juga pembaraan di bawah tanah.
02:02Kendala terbesar yang kemudian ditemukan oleh petugas pemadaman ini seperti apa?
02:05Baik, kendala terbesarnya adalah masalah air, karena di berbagai wilayah, termasuk di kondisi parit yang ada di depan kita ini,
02:12yang awalnya ketika terjadi hujan ataupun pada kemarau di hari biasanya, itu masih terdapat cukup banyak air.
02:19Kumber titik api awal mulanya yaitu berada di area perkebunan yang tidak dimanfaatkan,
02:25ataupun area-area ataupun lahan tidur yang kita sebut sebagai lahan tidur,
02:29yang kemudian dilakukan kegiatan pembukaan lahan melalui pembakaran.
02:33Terima kasih, mas ini petugas pemadaman Karhutlah di Kecamatan Muarapawan.
02:38Itu tadi saudara, perjalanan saya dengan salah satu petugas pemadaman yang ada di sini,
02:41Wedi Punur Bagia dan juga Ajri Hafiz melaporkan langsung dari Kalimantan Barat.
Komentar

Dianjurkan