Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Dua orangutan, induk betina dan anaknya, berhasil diselamatkan BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan IAR Indonesia atau YIARI dari ancaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Awan Kiri, Ketapang, Kalimantan Barat.

Karhutla tidak hanya mengancam permukiman dan keselamatan warga, tetapi juga habitat satwa liar. Api yang menjalar membakar vegetasi dan menghilangkan sumber makanan orangutan.

Di tengah kepungan asap dan api, induk dan anak orangutan tersebut terjebak di habitatnya. Jalur untuk berpindah semakin sempit hingga tim BKSDA Kalbar bersama YIARI melakukan evakuasi sebelum api memutus jalur yang masih dapat dilalui.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka bakar pada tubuh keduanya. Namun, keduanya mengalami dehidrasi dan anak orangutan diduga terdampak paparan asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

Saat ini, induk dan anak orangutan dirawat serta dipantau di pusat penyelamatan YIARI. Keduanya baru akan dikembalikan ke alam setelah kondisi kesehatan pulih dan habitat dinyatakan aman dari ancaman api.

BKSDA Kalbar juga mengimbau masyarakat melaporkan temuan satwa terdampak karhutla agar dapat segera diselamatkan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, BKSDA Kalbar bersama YIARI telah menyelamatkan sedikitnya sembilan orangutan terdampak karhutla di Ketapang.

#orangutan #karhutla #ketapang #kalbar #satwaliar #konservasi

Baca Juga Jepang Turun Tangan Bantu Indonesia Tangani Karhutla, Personel dan Alutsista Disiapkan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/689215/jepang-turun-tangan-bantu-indonesia-tangani-karhutla-personel-dan-alutsista-disiapkan-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689220/induk-dan-anak-orangutan-terjebak-kepungan-api-karhutla-ini-evakuasinya-sapa-malam
Transkrip
00:01Dua orang utan, induk betina dan anaknya diselamatkan BKSDA Kalimantan Barat bersama Yari dari ancaman karhutlah di desa Sungai Awan
00:09Kiri Ketapang, Kalimantan Barat.
00:44Kebakaran hutan dan lahan tak hanya mengancam permukiman dan keselamatan warga.
00:49Satwa liar yang menjadikan hutan sebagai rumah juga harus berjuang menyelamatkan diri dari kepungan api.
00:55Di Ketapang, Kalimantan Barat, sejumlah orang utan terpaksa dievakuasi setelah habitat mereka terdampak karhutlah.
01:03Api yang terus menjalar membakar vegetasi dan menghilangkan sumber makanan satwa.
01:08Di tengah kondisi ini, orang utan jadi salah satu satwa yang paling terancam.
01:13Di tengah kepulan asap dan ancaman api, dua orang utan, induk dan anak, terjebak di habitatnya.
01:19Jalur untuk berpindah semakin sempit, sementara api terus mendekat.
01:23Dalam kondisi inilah, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama Yari turun melakukan evakuasi.
01:30Keduanya berhasil diamankan sebelum api memutus satu-satunya jalur yang masih bisa dilalui.
01:36Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan luka bakar pada tubuh keduanya.
01:40Namun perjuangan belum selesai.
01:42Anak orang utan diduga mengalami dampak paparan asap yang dapat mengganggu sistem pernapasannya.
01:47Karena memang sekarang sedang ada kebakaran dan jalur dia kembali ke hutan itu terputus,
01:53sehingga kami memutuskan akan lebih baik dia untuk kami selamatkan atau reski.
02:00Untuk kondisi badannya tidak ada luka fisik, tidak ada luka bakar, tidak ada kekurusan yang berlebih.
02:06Cuma memang biasanya orang utan liar itu ada dehidrasi, jadi dia ada dehidrasi.
02:14Untuk sementara, induk dan anak orang utan ini harus meninggalkan habitatnya.
02:18Keduanya kini dirawat dan dipantau di pusat penyelamatan Yari.
02:22Di tempat ini, kondisi kesehatan keduanya akan terus dipantau sampai dinilai cukup untuk kembali ke alam.
02:29Namun kembalinya mereka ke habitat asal tentu tidak bisa dilakukan sembarangan.
02:33Tim akan memastikan lingkungan yang akan jadi rumah mereka kembali benar-benar aman dari ancaman api.
02:40Di sisi lain, BKSDA meminta masyarakat tidak tinggal dia jika menemukan satwa yang terdampak karhutlah.
02:47Laporan dari masyarakat bisa jadi penentu apakah satwa-satwa ini dapat diselamatkan sebelum terlambat.
02:54Kisah kedepannya akan terus berpatroli menerima laporan-laporan yang sangat ilusin terkait satwa liar.
03:01Dan semua satwa liar, rencananya kita ketika kita menemukan di beberapa kawasan yang terdampak karhutlah,
03:07bisa akan bawa ke pusat rehabilitasi Yari untuk ditindak lanjut.
03:12Sehingga kedepannya kita juga dapat melepasliharkannya menunggu kondisi karhutlah aman.
03:23Induk dan anak orang utan bukanlah satu-satunya satwa yang harus terusir dari rumahnya akibat karhutlah.
03:29Kurang dari satu bulan, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yari telah menyelamatkan setidaknya sembilan orang utan terdampak karhutlah diketapak.
03:38Tim Liputan Kompas TV
03:40Tim Liputan Kompas TV
03:42Tim Liputan Kompas TV
03:43Tim Liputan Kompas TV
03:44Tim Liputan Kompas TV
03:44Tim Liputan Kompas TV
03:45Tim Liputan Kompas TV
03:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan